
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Arya senyum-senyum saat melihat ke arah layar monitor. Disana bayi dalam kandungan sudah bisa terlihat, organ-organnya pun sudah mulai kelihatan. Usia kandungan Ratu saat ini sudah 17 minggu atau sekitar 4 bulan 7 hari. Hari ini Arya ikut mengantarkan Ratu USG sekalian ingin tahu jenis kelamin calon anaknya.
Betapa bahagianya Arya saat melihat perkembangan anaknya sangat sehat. Rasa syukur terus Arya panjatkan, tidak henti-hentinya Arya bersyukur.
" Alhamdulillah janinnya sehat, beratnya juga sudah sesuai dengan umurnya. Apa mau melihat jenis kelaminnya?."Tanya dokter dengan ramah.
" Mau."Seru Arya bersemangat.
Ratu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya saja. Dokter pun mulai menggerakkan alat Usg nya lagi untuk mencari k3l4min janin.
" Sepertinya anak Bapak dan Ibu ini malu-malu, hemm.. Sepertinya calon anak bapak dan ibu laki-laki. Lihat ini p3nisnya, meskipun malu-malu sedikit terlihat."Seru dokter menjelaskan.
" Wahh.. Akhirnya anakku jagoan. Nanti yang ke dua pasti baby Girl."Seru Arya dengan senang.
" Mas, yang ini saja belum lahir loh masa sudah membicarakan yang ke dua. Yang ini di lahirkan dulu, terus di besarkan dulu baru punya adik dong."Seru Ratu menanggapi ucapan Arya dengan wajah cemberut.
Hehe hee heee
Arya tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia lupa jika istrinya beberapa hari ini sangat sensitif, salah sedikit saja pasti marah.
USG sudah selesai, Arya membantu Ratu untuk turun dari ranjang. Setelah itu mereka berdua duduk di depan dokter.
" Dek, jangan cemberut dong. Mas tadi cuma bercanda loh."Ucap Arya jadi serba salah.
" Tau ah."Jawab Ratu kesal.
" Pak Arya harus sabar-sabar ya menghadapi wanita hamil. Sebab wanita hamil ini memang hormon nya sering berubah, dan mood nya pasti juga sering berubah-ubah. "Ucap dokter menasehati Arya.
" Iya dokter terima kasih sudah di ingatkan."Jawab Arya.
__ADS_1
Dokter memberikan resep obat dan vitamin untuk Ratu, setelah selesai Ratu dan Arya keluar dari ruang prakter dan langsung menuju tempat pengambilan obat.
" Mas yang ambil ya. Aku tunggu di sini saja, malas ngantri di sana."Seru Ratu sambil menunjuk kursi yang ada di lorong tidak jauh dari tempat pengambilan obat.
" Iya dek. Jangan kemana-mana ya, tunggu mas di sini."Seru Arya mengingatkan.
Heeemmm...
Ratu hanya berdehem saja. Arya pergi mengantri obat, sembari menunggu suaminya yang mengantri obat, Ratu memainkan ponselnya dan membuka aplikasi sosial medianya. Sudah 10 menit menunggu namun Arya masih saja belum datang, terlihat Arya masih duduk di kursi antrian.
" Mas Bima."Seru Ratu saat melihat Bima ada di rumah sakit.
Ratu berjalan mendekati Bima untuk mencari tahu kenapa Bima ada di rumah sakit. Siapa yang sakit dan sakit apa, Ratu penasaran.
" Mas Bima, kenapa di rumah sakit? Siapa yang sakit mas?."Tanya Ratu saat sudah dekat dari tempat Bima duduk.
" Eh Ratu, tidak ada yang sakit kok. Aku hanya menemani Serli cek up seperti biasa saja. Kebetulan tadi aku izin pulang cepat dan ternyata Serli ada jadwal cek up. Baru jam 2 tadi kami berangkat, ini lagi nunggu Serli antri mengambil obat. Kamu sendiri ngapain? Cek kandungan ya?"Jawab Bima dengan lengkap dan jelas.
" Iya mas. Aku tadi habis cek kandungan, itu sama mas Arya juga kok dia lagi antri ambil obat dan vitamin."Jawab Ratu sambil menunjuk ke arah Arya yang ternyata sudah selesai dan berjalan ke arah mereka.
" Mbak Ratu, aku kangen."Seru Serli langsung memeluk Ratu dengan erat.
" Duhh manjanya, baru juga seminggu tidak bertemu masa sudah kangen. Tapi sama sih, mbak juga kangen sama adik ipar yang cantik dan manja ini."Ucap Ratu sambil menyentil kening Serli pelan.
Serli mengerucutkan bibirnya, dia pura-pura ngambek dan cemberut. Semenjak Serli dan Ratu sudah berbaikan, Serli terkadang sering bersikap manja terhadap Ratu dan Ratu sama sekali tidak keberatan. Dia justru senang jika Serli bersikap manja terhadap dirinya, karena memang selama ini Ratu mengharapkan mempunyai seorang adik perempuan.
Dulu dia sangat senang saat tahu jika Arya mempunyai seorang adik perempuan. Dia sudah menghayalkan bisa bercerita bareng, belanja bareng, saling bercanda dan bermanja-manja. Namun ternyata justru adik iparnya memusuhinya dan membencinya. Tapi itu dulu, sekarang hubungannya dengan adik ipar sudah semakin membaik.
" Mbak, kok melamun?."Tanya Serli sambil melambaikan tangannya di depan wajah Ratu.
" Ehh.. Iya ada apa?."Tanya Ratu yang gagal fokus karena memang dia sedang melamun.
" Ihh.. Mbak Ratu ini. Kenapa mbak melamun?."Tanya Serli lagi.
" Oh tidak melamun kok, mbak hanya lapar. Yuk sebelum pulang kita makan bakso dulu di tempat langganan mbak. Baksonya enak dan sedap, bagaimana ? Mas Arya dan mas Bima mau tidak?."Tanya Ratu melirik kearah suaminya dan kakak iparnya secara bergantian.
Bima dan Arya dengan serentah hanya menganggukkan kepalanya saja. Namun berbeda dengan Serli, Serli nampak murung karena tidak percaya diri dengan wajah nya yang tidak seperti dulu lagi. Bahkan tangan kirinya juga sudah tidak seberapa berfungsi seperti dulu lagi.
__ADS_1
" Mbak tidak malu kalau jalan sama aku?."Tanya Serli sambil menundukkan kepalanya.
" Mbak tentunya malu jalan sama kamu, kalau kamu tidak pakai baju. Kamu pakai bajukan? Jadi atas dasar apa mbak malu?."Tanya Ratu balik dan langsung membuat Serli tersenyum.
" Kalau begitu ayo kita makan bakso."Seru Serli dengan semangat.
Ratu merangkul adik iparnya, dia harus bisa membuat Serli tetap percaya diri dengan kondisinya yang sekarang. Ada sedikit penyesalan, kenapa mereka bisa akrab dan baik seperti itu setelah insiden yang melukai Serli. Ataukah memang itu semua sudah jalan takdirnya, dalam setiap kejadian pasti selalu ada hikmahnya.
Serli ikut dengan mobil Ratu, sedangkan Bima mengendarai motornya sendirian dan mengikuti mobil Ratu dari belakang. Setelah 13 menit perjalanan, Arya membelokkan mobil ke kedai bakso yang sudah menjadi langganan Ratu dan Arya.
" Bang, bakso 4 minumnya es jeruk semua ya bang."Seru Ratu memesan bakso dan minuman yang sama saja biar cepat.
" Siap mbak Ratu."Seru abang penjual bakso yang memang sudah hafal betul dengan Ratu.
* Meskipun mbak Ratu ini anak orang kaya, dia tetap rendah hati. Bahkan dia mau juga makan bakso gerobakan yang jualannya hanya di kedai kecil pinggir jalan begini. Aku jadi malu sama mbak Ratu, aku yang dulu suka menghina nya dan bahkan tidak menganggapnya sebagai ipar saja masih dia perlakukan dengan baik.*Gumam Serli dalam hatinya.
Sembari menunggu pesanan mereka di buatkan, Bima menceritakan kepada Ratu dan Arya jika tadi Rani sempat datang ke rumah dan meminta untuk rujuk dengan alasan anak dalam kandungannya anaknya.
" Gila, sepertinya mbak Rani sudah tidak waras lagi. Dia seperti itu pasti karena sudah di abaikan dan tidak di campakkan sama si Yanto itu. Sampai sekarang saja dia belum dinikahi juga kan? Yanto itu tidak bakal menikahi mbak Rani , karena dia tidak mau terikat dengan pernikahan. Dia hanya mau main-main dengan setiap wanitanya saja."Ucap Arya bicara panjang lebar soal Yanto.
Arya memang sengaja bicara seperti itu agar Serli bisa mendengarkan apa yang dia bicarakan tentang Yanto. Sehingga Serli tidak ada rasa menyesal sudah menjauh dan tidak berhubungan dengan Yanto, karena Yanto bukanlah pria baik-baik.
" Terus bagaimana kelanjutannya mas?."Tanya Ratu ingin tahu.
" Ibu sepertinya tetap berpihak kepada Rani, semua itu karena hutang budi di masalalu. Huuff... Mau sampai kiamat pun aku tidak sudi rujuk dengan Rani. Aku juga sudah memberitahu Karina kalau seandainya Rani atau ibu datang menemuinya, jangan percaya dengan apa yang mereka ucapkan. Mungkin jika Rani tidak hamil, aku akan melaporkan atas kasuh perzin4h4nnya dengan Yanto karena saat mereka berzin4 Rani masih menjadi istriku."Ucap Bima terdengar sangat serius.
Obrolan mereka berhenti saat pelayan mengantarkan pesanan mereka. Bakso dan minuman sudah terihidang di depan mereka masing-masing. Bau aroma bakso yang panas dan masih mengeluarkan asap itu sangat menggugah selera. Mereka mulai meracik baksonya dengan menambahi kecap, saos, sambal dan cuka sesuai selera mereka masing-masing.
" Heemmm... Baksonya enak banget ini mbak."Seru Serli dengan suara lumayan keras sampai terdengar oleh penjualnya.
" Tentu dong, inikan bakso langganan mbak sama mas Arya dari zaman masih pacaran dulu. Kalau tidak enak mana mungkin mbak dan mas Arya balik lagi kesini."Jawab Ratu.
" Sudah nanti lagi bicaranya, sekarang makan saja dulu baksonya keburu sore nih."Seru Arya menghentikan obrolan Ratu dan Serli.
" Iya mas."Jawab Ratu dan Serli dengan serempak.
************
__ADS_1