Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Pak Santo marah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Siapa saja yang sudah tahu kehamilan kamu, Serli?"Tanya pak Santo dengan pelan agar Serli tidak ketakutan.


Pak Santo tidak mau membuat Serli semakin ketakutan apalagi tertekan. Pak Santo juga tidak setuju dengan istrinya, jika menikahkan Serli hanya demi uang saja. Tujuan pak Santo menikahkan Serli dengan pria yang menghamilinya karena ingin pria itu bertanggung jawab atas Serli.


" Mbak Ratu."Jawab Serli dengan singkat.


" Apa ? Ratu ? Jadi Ratu tahu kamu hamil dan dia diam saja? Sengaja ingin merahasiakan semua ini dari keluarga. Atau jangan-jangan kamu seperti ini ada campur tangan Ratu? Ratu yang sudah mengajarimu ke hal yang tidak benar begini?."Tanya ibu Marni dengan beruntun sampai Serli bingung harus bagaimana menjelaskannya.


" Ibu, jaga bicara ibu. Tidak mungkin Ratu seperti itu. Semua ini kesalahan Serli sendiri, tidak ada hubungannya dengan Ratu. Anak manjamu itu yang memang urakan dan salah pergaulan, kalau sudah begini gagal dia menjadi anak kebanggaan. Percuma bapak dan Arya membiayai dia kuliah."Seru pak Santo mulai tersulut marah.


Saat pak Santo sedang marah, tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah Arya dan Ratu secara bersamaan. Ditangan kanan Ratu membawa sekantong plastik kue dan buah-buahan.


" Assalamualaikum."Seru Arya dan Ratu bersamaan.


" Ini biang keroknya, akhirnya datang juga kamu. Gara-gara kamu anakku bisa sampai hamil seperti ini. Kamu ajari apa anakku, dasar menantu durhaka! Menantu berhati iblis !"Seru ibu Marni langsung memaki Ratu.


Plaaakkk


Tangan pak Santo terangkat dan untuk pertama kalinya dia menampar ibu Marni. Pak Santo sudah tidak tahu lagi harus menasehati istrinya. Sebenarnya pak Santo menyesal sudah menampar Istrinya, apalagi didepan anak dan menantunya.


" Bapak."Seru Arya kaget saat melihat pak Santo melayangkan tamparan di pipi ibu Marni.


" Biarkan bapak memberi ibumu pelajaran Arya. Bapak merasa gagal menjadi seorang suami dan orang tua. Ibumu selalu bersikap semaunya sendiri, bahkan dia menyalahkan Ratu atas kehamilan Serli. Selama ini bapak sudah cukup sabar dan diam saja. Tapi tidak dengan sekarang, semakin di biarkan semakin kurangajar."Ucap pak Santo sudah tersulut emosi.


" Ratu ? Memangnya ada apa dengan Ratu pak?." Tanya Arya sangat penasaran.

__ADS_1


Sedangkan Ratu yang saat ini berdiri di belakang Arya pun juga kebingungan. Dia juga tidak paham dengan yang dikatakan oleh pak Santo.


" Gara-gara istrimu, Serli hamil. Pasti dia yang sudah mengajarkan hal buruk, istrimu itu bukan manusia tapi iblis ." Seru ibu Marni penuh kebencian.


" Atas dasar apa ibu menuduh Ratu? Ratu tidak tahu menahu soal pergaulan Serli dan Ratu juga tidak tahu tentang kehamilan Serli. Ratu memang tahu Serli hamil, tapi belum lama ini. Sekitar seminggu yang lalu saat Ratu mengantar Serli pulang. Kenapa ibu bisa menuduh ku mengajarkan keburukan sama Serli?." Tanya Ratu tidak terima disalahkan oleh ibu mertuanya.


" Karena hanya kamu yang tahu Serli hamil. Jika kamu tahu kenapa kamu merahasiakan semuanya?." Tanya Ibu Marni.


Ratu mengakui jika dia salah sudah mengikuti keinginan Serli untuk merahasiakan tentang kehamilan Serli. Tapi semua itu Ratu lakukan juga demi kebaikan, nyatanya saat ini justru keluarga tahu dengan sendirinya.


" Aku tahu dan Serli yang memang cerita denganku. Dan Serli sendiri juga yang sudah meminta Ratu untuk merahasiakan kehamilannya. Terus ibu menyalahkan aku? Lihat saja, aku akan menuntut ibu jika ibu terus memfitnahku seperti ini."Ucap Ratu mengancam.


Ibu Marni langsung diam, bagaimanapun Ratu punya banyak uang dan bisa dengan mudah menyeret dia ke penjara. Ibu Marni punya rasa takut juga tapi masih saja bersikap acuh dengan Ratu.


" Mbak seharusnya saat mbak tahu aku jalan dengan pria beristri mbak menegurku. Bukan malah membiarkan aku, seolah mbak memang sengaja mengumpankan aku untuk menjadi santapan pria itu."Seru Serli memfitnah Ratu.


Deeggghhh


" Maksud kamu apa bicara seperti itu, Serli. Bukannya aku sudah pernah mengingatkanmu, jangan bermain api jika kamu tidak mau terbakar. Sekarang kamu menyalahkan aku? Sadar Serli, semua ini tidak akan terjadi kalau kamu tidak murahan !! Yang dengan mudahnya tidur dengan pria-pria diluaran sana."Ucap Ratu juga terpancing emosi karena Serli.


" Keterlaluan kamu Ratu !!."Bentak ibu Marni tidak terima, seakan-akan Serli adalah wanita l4cur yang menyerahkan tubuhnya kepada banyak pria.


Ratu sudah tidak tahan berada di ruangan Serli, kedatangannya yang berniat baik untuk menjenguk adik iparnya itu justru berakhir dengan sebuah fitnah yang sangat keji sekali.


" Mas kita pergi dari sini. Aku tidak sudi berada diruangan ini, percuma kita datang kesini. Mas lihat sendirikan bagaimana mereka berdua memfitnahku. Oh iya Serli, jangan lagi kamu minta tolong aku. Aku tidak sudi menolong wamita tidak tahu diri seperti kamu !!."Seru Ratu sambil menunjuk wajah Serli.


" Serli kamu sudah keterlaluan memfitnah istri mas mu. Arya, bapak ikut kamu pulang. Kehadiran bapak disini juga tidak di hargai oleh istri dan anak bapak. Biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri."Ucap pak Santo lalu dia pergi keluar dari ruang rawat Serli.


Sepertinya pak Santo benar-benar marah, sampai tadi dia menamparnya. Melihat pak Santo yang sudah ada diluar, Arya dan Ratu pun tanpa permisi langsung keluar dan tidak lupa Ratu meletakkan lebih dulu kantong plastik yang berisi kue dan buah-buahannya karena itu memang untuk Serli, jadi Ratu tetap memberikannya.


Sementara itu, setelah dari rumah sakit. Arya mencari tempat makan, dia akan mengajak Ratu dan Pak Santo untuk makan malam lebih dulu. Seban mereka belum makan malam. Pak Santo sedari masuk mobil tadi hanya diam saja, sepertinya memang sedang memikirkan keadaan Serli.


" Bapak kita makan malam dulu ya, setelah makan nanti Arya antar bapak pulang."Ucap Arya dengan lembut.

__ADS_1


" Bapak tidak mau pulang, bapak nanti ikut kalian pulang saja. Bapak tidak mau bertemu dengan ibumu dulu, bapak takut khilaf. Apalagi dirumah juga ada mertua Bima yang ikut tinggal dirumah "Jawab pak Santo.


" Haahhh ! Ibu Darti tinggal di rumah bapak? Ini tidak bisa dibiarkan mas, mas Arya harus bertindak. Jika seperti ini lebih baik bapak tinggal dengan kita saja dulu mas. Sampai bapak tenang dan ibu Darti pergi dari rumah itu. Jika bapak mau, bapak bisa seterusnya tinggal dengan kita."Seru Ratu berpendapat.


" Iya dek. Kalau mas terserah bapak saja."Jawab Arya setuju dengan saran Ratu.


Mobil Arya belok di salah satu tempat makan lesehan yang ada di pinggir jalan. Apalagi kalau bukan pecel lele, meskipun pecel lele mereka juga menjual ayam dan yang lainnya.


*****


Bima datang kerumah sakit seorang diri, istri dan mertuanya tidak mau ikut saat Bima mengajak mereka untuk menjenguk Serli.


Bruukkk


Bima di tabrak oleh seseorang, dan orang yang menabrak Bima hampir saja jatuh namun dengan sigap Bima menangkap tubuh orang itu.


" Bima."


" Karina."


Seru Bima dan Karina bersamaan. Ternyata orang yang sudah menabrak Bima adalah Karina. Karina sang pelayan Cafe yang pernah diajak kenalan oleh Bima.


" Maaf."Seru Bima langsung melepaskan tubuh Karina.


" Tidak apa-apa mas, justru aku yang berterima kasih karena mas Bima sudah menolongku. Kalau mas Bima tidak menahan tubuhku, sudah pasti aku akan jatuh. Maaf ya mas, tadi aku jalan buru-buru jadi tidak lihat-lihat."Ucap Karina meminta maaf.


" Oh iya sama-sama. Karina ngapain disini? Sakit atau menjenguk orang sakit?."Tanya Bima sedikit gugup dan salah tingkah.


" Oh ini habis jenguk salah satu karyawan cafe yang melahirkan."Jawab Karina dengan jujur.


Bima menganggukkan kepalanya saja. Diam-diam Bima mengagumi kecantikan dan kelembutan Karina. Bahkan jantungnya berdegup sedikit cepat saat berada di dekat Karina.


* Duh senyum nya Karina manis sekali. Apalagi dengan j4ntung ini? Kenapa dia berdegup semakin kencang begini? Apa iya aku ini menyukai Karina, oh tidak !.*Gumam Bima semakin sulit mengatur degupan jantungnya.

__ADS_1


__ADS_2