Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Makan siang bersama


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Perkembangan perusahaan selama 2 bulan di pegang Arya sudah menunjukan kemajuan. Arya sudah bisa bekerja sama dengan beberapa perusahaan asing dan perusahaan besar. Raja sebagai kakak ipar tentunya sangat bangga dengan hasil kerja Arya.


Siang ini, Raja akan datang ke rumah Ratu untuk makan siang. Dengan senang hati Ratu akan menyambut kedatangan sang kakak. Ratu pun memasakan makanan kesukaan Raja, sampai dia bela-belain tidak ke butik.


Arya tahu jika kakak iparnya akan datang, sehingga saat makan siang dia akan pulang untuk makan siang bersama kakak iparnya.


" Bu Siti tolong bersihin ikan nya ya, nanti biar saya yang bikin bumbunya."Ucap Ratu saat baru saja pulang belanja dengan bu Siti.


" Baik mbak. Ayam nya sekalian saya bersihkan ya mbak?."Tanya bik Siti.


" Iya boleh, terima kasih ya bik sudah mau bantui Ratu masak. Kak Raja itu suka dengan masakan ku bi, apalagi ikan gurame bakar sama ayam rica-rica di tambal trasi dadakan huuhh bisa nambah nasi terus dia bik."Seru Ratu sambil membongkar keranjang sayurannya.


" Biasanya orang yang doyan sambal itu kalau makan tidak pemilih. Mau pakai apa saja pasti oke, betul tidak non?."Tanya bik Siti sambil tertawa.


" Betul banget bik. Aku dan kak Raja memang hobi dengan makanan pedas apalagi sambal dan kami memang bukan tipe pemilih makanan. Cuma kalau makanan mentah kami tidak suka bi, semacam salmon mentah gitu. Bukan mau sombong ya bik, padahal mama punya cafe yang bisa di sebut restoran juga sih. Menyediakan olahan nusantara sampai makanan luar negeri pun ada. Tapi memang kami sekeluarga tetap suka masakan indonesia, aneh kan bik. Heheee.."Ucap Ratu dengan tangan terus bekerja menyiapkan bumbu-bumbu yang akan dia gunakan.


Obrolan Ratu dan Bik Siti pun sudah berhenti, mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ratu sudah mulai menumis bumbu untuk ayam rica-ricanya. Bik Siti membakar arang di tempat pembakaran yang akan di gunakan untuk bakar ikan.


" Padahal ada teflon khusus untuk bakaran loh mbak."Seru Bik Siti memberitahu siapa tahu Ratu yang lupa.


" Iya bik. Itu Ratu pakai kalau pas kepepet saja, kalau lagi senggang dan ada yang bantuin gini ya pakai arang saja. Lebih nikmat ikan bakarnya bik."Jawab Ratu.


" Benar juga Mbak.Ya sudah ini ikannya bibik bawa ke belakang ya, biar bibik yang bakar. Ini pasti mantap nih, dari bumbunya saja sudah kelihatan mantap."Seru bik Siti.


" Hahaaa... Bibik bisa saja. Ya sudah bibik bakar saja, itu bumbu untuk olesannya jangan lupa dibawa juga. Bakar semua saja ya bik."Seru Ratu memberitahu bik Siti.


Bik Siti melihat ikan dalam baskom itu, total ikan itu ada 7 biji. Mereka tadi membeli 3 kilo ikan gurame dan isinya ada 7 biji. Kalau dimasak semua pasti tidak akan habis dalam satu kali makan.


" Apa tidak kebanyakan Mbak?."Tanya bik Siti.

__ADS_1


" Tidak. Sudah bibik bakar saja semua."Jawab Ratu sambil tersenyum ramah.


Ratu memang membeli ikan untuk dibakar lumayan banyak. Dia sengaja agar bik Siti nanti juga bisa membawa pulang untuk kedua anak-anaknya.


Bik Siti sibuk dengan ikan bakarnya, Ratu didalam dapur sibuk dengan masakan yang lainnya. Ayam rica-rica sudah selesai, kini beralih ke sayur asam dan sambal nya.


Setelah berkutat selama 2 jam, akhirnya semua menu makan siang sudah terhidang di atas meja makan. Tinggal menunggu Raja dan Arya pulang, sambil menunggu keduanya datang, Ratu masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Sekitar jam 12 siang deru mobil masuk kehalaman rumah Ratu. Ratu menyambut kedatangan Suami dan kakaknya di teras rumah dengan senyum sumringah.


" Assalamualaikum."Seru Arya dan Raja bersamaan.


" Waalaikumsalam."Jawab Ratu.


Arya menghampiri Ratu lalu memeluk dan mencium kening sang istri dengan lembut. Raja yang melihat adegan mesra di depannya hanya melengos saja. Seolah memang Ratu sengaja bermesraan di depan kakaknya.


Ehheemmm eeheeemmm


Raja sengaja berdehem agar sepasang suami istri itu menyudahi bermesraan nya.


" Makanya kak buruan nikah, nikah itu enak loh. Selain ada yang merhatiin ada teman tidurnya juga, kelamaan ngejomblo bosa karatan nanti kak."Seru Ratu sengaja menggoda kakaknya.


" Sudah jangan ceramah. Kakak sudah lapar ini, tapi kakak mau sholat dulu baru makan. Arya ajak istrimu ini sholat dulu, biar fikirannya jernih. "Ucap Raja lalu dia berlalu menuju mushola kecil yang ada di belakang.


Arya hanya mengangguk patuh. Setelah Raja pergi, Arya dan Ratu tertawa terbahak-bahak. Mereka memang sengaja bermesraan didepan Raja, tidak terlalu p4n4s juga. Hanya berpelukan dan mencium kening saja.


" Apa kak Raja tidak marah dek?."Tanya Arya merasa tidak enak dengan kakak iparnya.


" Kak Raja tidak bakalan marah, mas. Ya sudah yuk kita susul kak Raja, kita sholat berjamaah. Setelah itu kita makan siang, aku sudah masakin sayur asem kesukaan kamu."Ucap Ratu.


Mereka berdua menuju mushola, dan melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Tidak berlama-lama, kini mereka sudah selesai sholat dan langsung menuju meja makan.


" Hemm... Ternyata kamu beneran masak makanan kesukaan ku, dek."Seru Arya saat melihat ada sayur asam, sambal dan tempe goreng sudah terhidang rapi.


" Iya dong. Ini juga ada gurame bakar sama ayam rica-rica kesukaan kak Raja juga kesukaan mu mas. Selera makan kita ini sama loh, mau langsung makan kan? Sini piring kak Raja aku ambilkan nasinya."Seru Ratu dengan tangan terulur hendak mengambil piring yang ada didepan Raja.


Pllaaakkkk

__ADS_1


Dengan cepat Raja memukul tangan Ratu, sampai Ratu nyengir keheranan juga. Bukan Raja marah dengan Ratu, Raja tidak mau adiknya melayaninya sedangkan suaminya di abaikan.


" Kakak bisa ambil sendiri, kamu ambilkan dan layani suami kamu dengan baik. Masa iya kakak duluan yang diambilkan, suami mu dulu yang kamu layani."Seru Raja menegur kekeliruan Ratu.


" Oh iya, maaf ya mas Arya. Tadi aku terlalu senang bisa makan siang sama kak Raja jadi sampai lupa kalau ada kamu. Maklum sudah lama tidak makan bareng Kak Raja."Ucap Ratu sambil nyengir kuda meminta maaf kepada suaminya.


" Heleh alesan. Dia sepertinya sudah melupakan kamu itu Ar, patut kamu curigai."Seru Raja sambil mengisi piringnya dengan nasi dan lauk yang lainnya.


" Kak Raja ini ya, mau jadi kompor meleduk."Seru Ratu dengan wajah yang dibuat cemberut.


Dari dulu Raja dan Ratu memang senang saling meledek. Bahkan saat Ratu masih kecil sering di buat Raja menangis karena keseringan dijahili olehnya.


Makan siang pun berlangsung, sesekali terdengar Ratu meledek kakaknya. Begitulah Ratu dan Arya jika bertemu, seakan mereka lupa jika kini mereka sudah sama-sama dewasa.


" Kak Raja, sebenarnya sudah punya pacar belum sih?." Tanya Ratu sambil mengunyah makanannya.


" Ditelan dulu itu makan yang dalam mulut. Jangan dibiasakan makan sambil bicara, nanti tersedak."Jawab Raja dengan cuek.


" Isshh... Menyebalkan."Ucap Ratu terlihat kesal dengan Raja.


" Dek, makan saja dulu. Nanti selesai makan baru kita mengobrol, bukannya adek sendiri yang selalu mengingatkan jangan bicara saat sedang makan."Ucap Arya ikut mengingatkan.


Heheeeee


Ratu tertawa nyengir, dia tahu jika dirinya salah. Dia pun melanjutkan makan siang nya. Selesai makan, Arya dan Raja bersantai di ruang keluarga. Ratu sedang membereskan meja makan dengan dibantu bik Siti. Dengan cekatan bik Siti membawa piring dan gelas kotor kedapur dan langsung mencucinya.


" Bik Siti, ini ikan bakar 2 untuk bik anak-anak bi Siti ya. Dan yang ini untuk makan siang bik Siti sama pak Mail. Ini bukan sisa ya bi, memang tadi sengaja sudah Ratu sisihkan 3 ekor untuk bik Siti. Bik Siti juga ambil lauk yang lainnya ya, itu tadi memang sengaja masak banyak kok."Ucap Ratu dengan ramah.


" Ya Allah. Mbak Ratu kok repot-repot sih, terima kasih ya mbak."Ucap bik Siti sangat berterima kasih.


" Selesai mencuci piring bik Siti langsung makan siang ya, pak Mail sekalian diambilkan. Pasti belum makan siang kan? Jangan menunda-nunda makan ya bik, nanti bisa sakit."Ucap Ratu mengingatkan.


" Iya mbak."Jawab bik Siti.


* Betapa baiknya Mbak Ratu, sudah cantik mana baik. Padahal dia orang kaya tapi sama sekali tidak membedakan pekerjanya. Aku jadi sungkan sendiri sama mbak Ratu. Semoga kebahagiaan selalu menyertai mbak Ratu dan pak Arya.*Gumam bik Siti dalam hatinya.


***********

__ADS_1


__ADS_2