Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Mencoba tidak perduli


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Hari ini Bima sudah mulai masuk bekerja kembali, dan dia belum tahu soal kabar perceraian Pak Santo dan ibu Marni. Serli dan Arya sepakat tidak memberitahu lebih dulu, sebab Bima baru saja merasakan kebahagiaan sebagai pengantin baru.


" Dari makan siang, Arya?."Tanya Bima yang berpapasan dengan Arya di lobby perusahaan.


" Eh iya mas, tadi makan siang sama Ratu di cafe dekat butik. Oh Iya Mas Dapat salam dari Mertuaku, katanya selamat menempuh hidup baru dan semoga bahagia selalu."Seru Arya menyampaikan salam dari Mama mertuanya.


" Aamiin.. Salam balik ya, dan sampaikan rasa terima kasihku kepada kedua mertua kamu. Memangnya mereka ada di kota ini ya? Atau mereka ada di rumah kamu?." Tanya Bima.


" Iya Mas. Mereka ada di rumah sudah tiga malam ini mereka menginap. Mungkin mereka akan lumayan lama di sini, sebab mereka juga baru pulang dari Jerman dan masih ingin bersama Ratu dulu. Apa lagi Ratu sekarang sedang hamil pasti mama mertuaku ingin selalu dekat dengan anak nya. Maaf mas, aku duluan ya soalnya sepuluh menit lagi ada meeting ma mempersiapkan berkasnya dulu."Seru Arya pamit untuk ke ruangannya lebih dulu.


" Iya Arya, silahkan." Seru Bima sembari menganggukan kepalanya.


Bima juga melanjutkan langkah kakinya menuju lift yang membawa nya ke lantai di mana ruangannya berada. Setelah sampai di ruangannya, Bima kembali disibukkan dengan sa setumpuk pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Hari ini memang hari pertama dia masuk dan pekerjaannya menumpuk setelah dia mengambil cuti satu minggu.


" Semoga saja pekerjaanku ini bisa selesai tepat waktu agar aku tidak merugikan perusahaan. Meskipun perusahaan ini milik adik iparku sendiri, tetap saja aku harus bekerja secara profesional. Aku tidak mau membuat Arya maupun Ratu merasa kecewa dan dirugikan atas kinerjaku yang tidak bagus. Apalagi sekarang memang aku sudah menjadi kepala staf yang mana pekerjaannya semakin bertambah."Seru Bima bermonolog pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bulan ini adalah bulan kedua Bima menjadi kepala staf di bagian marketing. Dia ingin menunjukkan kepada karyawan yang lainnya jika dia memang benar-benar bekerja dengan baik dan profesional. Kenaikan jabatannya menjadi kepala staf marketing bukan semata-mata karena dia saudara dari sang direktur.


Bima hanya tidak mau ada kesalah pahaman sesama karyawan saja. Semenjak Bima berpisah dengan Rani, hubungannya dengan Arya dan Ratu memang semakin membaik dan kinerja Bima juga jauh lebih baik sehingga dia mendapatkan kenaikan jabatan sebagai kepala staff marketing.


Tring


Tring


Dua pesan beruntun masuk ke ponsel Bima. Bima masih mengabaikan pesan itu dan tetap fokus dengan pekerjaannya. Akan tetapi, ponsel Bima justru berdering ada panggilan masuk dari ibu Marni.


" Ibu ? Mau apa dia telepon, tumben?."Seru Bima pada dirinya sendiri.


Namun Bima tetap mengabaikannya, sebab dia tahu jika pasti ada sesuatu yang ingin ibunya sampaikan. Bima tidak mau berdebat ataupun berantem dengan ibunya, yang akhirnya mood nya untuk bekerja akan hilang.


[ Hallo Assalamualaikum bu, ada apa? Bima sedang sibuk sekali bu, lain kali kalau mau telepon Bima tolong jangan pas jam kerja bu.] Seru Bima setelah dia mengangkat telepon ibunya.


[ Waalaikumsalam, Bima. Kamu apa kabar Bim? Ibu sangat merindukan kamu, Bim. Ibu sekarang sudah hidup sendiri seperti tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.] Ucap ibu Marni mulai mendramatisir keadaan. Ini memang salah satu dari rencananya untuk kembali mengambil simpatik dari Bima dan meluluhkan Bima.


Bima merasa ada yang aneh dengannya, pertama ibunya mau menjawab salamnya dan kedua ibunya bicara dengan lemah lembut yang biasanya akan bicara seperti petasan. Dan yang ketiga apa maksud hidup sendiri? Bukannya dia tinggal dengan suami dan anaknya, apakah ada sesuatu yang Bima tidak tahu.


[ Maksud ibu apa bicara seperti itu? Bicaralah yang jelas bu agar Bima paham. Tapi Bima tidak bisa bertelepon lama-lama ya Bu, karena Bima banyak pekerjaan. Ibu tahu sendiri kan jika Bima baru saja menikah dan kemarin Bima mengambil cuti 7 hari. Dan ini hari pertama Bima masuk kerja dan pekerjaan pun menumpuk yang harus segera Bima selesaikan.]


[ Iya, Bima maafkan Ibu jika Ibu sudah mengganggu waktu kamu bekerja. Ibu hanya ingin memberitahu kamu jika Ibu dan Bapak sudah bercerai dari dua hari yang lalu. Dan saat ini Ibu sudah tidak tinggal di rumah bapakmu lagi, bapak sudah mengusir ibu dan sekarang ibu menumpang di rumah Rani.]

__ADS_1


Degghhh


Bima terhenyak kaget saat Ibu Marni mengatakan jika dia sudah diceraikan oleh Pak Santo. Bahkan Pak Santo mengusirnya dari rumah, dan yang lebih parahnya lagi Ibu Marni menumpang di rumah Rani. Sulit dipercaya jika pak Santo menceraikan ibu Marni begitu saja, Bima tahu pak Santo adalah lelaki yang baik dan sabar menghadapi sikap dan sifat ibu Marni selama ini.


[ Ibu jangan bercanda, tidak mungkin Bapak menceraikan ibu.] Seru Bima tidak mempercayai ucapan ibu Marni.


[ Ibu tidak bercanda Bima, Ibu benar-benar sudah diceraikan oleh bapakmu. Dan saat ini ibu tinggal di rumah Rani, beruntung masih ada Rani yang mau menampung Ibu. Kalau tidak ada Rani, Ibu tidak tahu lagi mau tinggal di mana. Mau ikut tinggal dengan kamu, Ibu tidak enak dengan istri kamu. Pasti istri kamu tidak suka jika ibu tinggal denganmu, apalagi hubungan ibu dan istri kamu memang sedang tidak baik-baik saja.]


[ Jalau memang bapak menceraikan ibu, itu pasti Ibu sudah membuat bapak marah dan membuat bapak kesal. Bima tahu betul bagaimana sifatnya bapak, Bu. Bapak tidak mungkin menceraikan ibu begitu saja, pasti Ibu sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal.]


Hhhuuffff


Bima membuang nafas dengan kasar, tidak mungkin Bima akan mengajak ibunya untuk tinggal 1 atap dengannya. Bukan istrinya yang tidak setuju, justru Bima sendiri yang tidak mau jika ibunya tinggal dengannya. Seolah sudah tahu sifat asli ibunya, Bima merasa jika ibunya sedang merencanakan sesuatu.


[ Maaf bu, nanti kalau sudah jam pulang Bima telepon ibu. Sekarang Bima mau lanjut kerja lagi, maaf ya teleponnya Bima tutup, assalamualaikum.]


Klik


Sambungan telepon Bima tutup begitu saja tanpa menunggu ibu Marni menjawab salam yang dia ucapkan.


" Aku tidak mungkin mengajak ibu tinggal denganku. Aku tidak mau istriku tidak nyaman dan pasti ibu juga akan memperlakukan istri ku dengan tidak baik, seperti Ratu dulu. Hemm.. Apa lagi sekarang ibu tinggal dengan Rani, pssti fikirannya semakin di cuci."Ucap Bima pasa dirinya sendiri.


Bima kembali sibuk dengan pekerjaannya, dia melupakan masalah ibunya tadi sejenak demi pekerjaan yang harus dia kerjakan. Tanggung jawabnya menjadi kepala staf itu lebih besar daripada sebagai karyawan biasa. Bima tidak mau terlalu di pusingkan dengan urusan ibunya. Bukan dia tidak peduli dengan ibu kandungnya sendiri, akan tetapi semakin dikasih hati ibu Marni akan bersikap semaunya.

__ADS_1


**********


__ADS_2