
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Bruukkk
Aaaoowww....
Seseorang telah menabrak Ratu yang sedang berbelanja di supermarket. Ratu belanja sendirian, dia tidak mengajak bik Siti. Dia tadi dari butik langsung ke supermatket untuk belanja bulanan.
" Kalau jalan itu pakai mata dong !!."Seru seorang wanita membentak Ratu dengan lantang.
Ratu mengenali suara perempuan yang menabrak nya itu. Ratu mendongakkan kepalanya, ternyata wanita itu adalah Rani sang mantan kakak iparnya dulu yang memang sudah lama tidak bertemu. Tidak tahu kapan terakhir kali Ratu bertemu dengan Rani.
Rani saat ini sedang bersama seorang pria yang Ratu yakini itu adalah pacar ataupun calon suami Rani. Tubuh Rani terlihat lebih berisi, sepertinya dia lebih bahagia hidupnya setelah berpisah dari Bima.
" Mbak Rani ? Mbak apa kabar?."Tanya Ratu menyapa Rani dengan ramah. Mata Rani justru melotot sempurna setelah tahu jika yang bertabrakan dengannya adalah Ratu, salah satu wanita yang dia benci.
" Ohh.. Ternyata kamu? Pantas saja jalan tidak pakai mata, orang kaya sih jadi sesuka hati ya kalau jalan. Mungkin menganggap bisa membeli apapun disini, jadi ya seenaknya saja."Seru Rani sambil memicingkan matanya sinis kearah Ratu.
" Di tanya baik-baik kok jawabnya nyolot sih mbak? Memangnya ada masalah apa sih mbak antara kita? Perasaan dari dulu mbak itu tidak suka denganku, dan mbak seperti menganggap aku ini musuh."Ucap Ratu merasa aneh dengan kelakuan Rani yang selalu membencinya padahal dia sama sekali tidak pernah cari masalah dengan Rani. Sepertinya Rani memang sengaja ingin cari masalah dengan Ratu.
Pria di samping Ratu hanya diam saja dengan mata terus menatap Ratu dari atas sampai bawah. Ratu merasa risih dengan tatapan mata pria itu, dari sorot matanya Ratu bisa menyimpulkan jika pria yang bersama Rani itu mata keranjang dan buka pria baik-baik. Akan tetapi Ratu mencoba untuk biasa saja, agar tidak menyinggungnya.
Rani melirik Yanto yang ada di sampingnya, setelah dia tahu jika Yanto memperhatikan Ratu, Rani langsung mencubit pinggang Yanto sampai Yanto mengaduh kesakitan.
" Oww.. Aduhh. Sakit tahu Ran."Seru Yanto dengan kesal.
" Mata kamu itu di jaga, jangan jelalatan."Seru Rani mengingatkan Yanto.
" Apaan sih kamu, Ran. Kamu kira aku ini anak kecil yang bisa kamu asal cubit saja? Kamu tadi kan yang mengajak aku untuk jalan, tahu begitu tadi aku jalan sama yang lain saja. Alasannya ngidam pengen jalan-jalan padahal cuma modus agar bisa berduaan sama aku kan?." Seru Yanto membuat Rani kesal.
Kenapa juga Yanto harus bicara seperti itu dihadapan Ratu. Pasti Ratu akan menertawakannya, karena sudah dimarahi oleh Yanto didepannya secara langsung.
Benar saja, Ratu merasa ada yang aneh dengan Rani dan Yanto. Jika mereka sepasang kekasih, kenapa bicaranya seperti itu? Seakan tidak menghargai Rani sebagai pasangannya. Didepan orang saja dia bisa bicara seperti itu, bagaimana jika tidak ada orang.
" Haai.. Kenalkan aku Yanto."Seru Yanto mengulurkan tangannya ke arah Ratu.
__ADS_1
" Ratu."Jawab Ratu tanpa menyambut uluran tangan Yanto.
Yanto tersenyum jahil lalu menarik tangannya, baru pertama kali ada perempuan yang cuek dan seakan enggan berkenalan dengannya. Mata Yanto tetap memandang intens kearah Ratu membuat Ratu muak.
" Maaf, aku mau lanjut belanja."Seru Ratu tidak mau berlama-lama bicara dengan Rani.
" Tunggu !!."Seru Rani menghentikan langkah kaki Ratu. Dengan terpaksa Ratu menghentikan langkah kakinya.
" Ada apa lagi mbak? Kita ini tidak ada urusan apa-apa kan? Kalau mbak Rani mau cari masalah dengan ku, maaf aku tidak mau meladeni mbak Rani. Aku masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan, mbak."Seru Ratu sudah malas berurusan dengan Rani.
Dari dulu Rani tidaklah berubah, dulu dia selalu mengadu domba antara dia dan ibu mertuanya. Dan sekarang apa lagi yang akan dia perbuat? Rani melangkah semakin mendekati Ratu dengan tatapan mata yang sulit di artikan.
" Ada apa mbak? Cepat katakan saja jika mbak masih ada yang mau di sampaikan. Aku mau lanjut belanja, masih banyak barang yang harus aku beli."Seru Ratu lagi.
" Sombong !! Jangan mentang-mentang orang kaya, kamu seenaknya saja mata jelalatan begitu. Kamu fikir aku tidak tahu kalau kamu itu curi-curi pandang dengan calon suamiku? Hehh... Sekarang aku ini sedang hamil, jangan membuat ibu hamil marah. Bisa berdosa kamu nanti."Seru Rani dengan berkacak pinggang.
Deeggghhh
Ratu kaget saat tahu Rani hamil, apalagi ternyata pria yang ada disampingnya belum menjadi suaminya. Masih calon suami saja, akan tetapi dengan bangganya Rani mengakui jika dia sedang hamil dengan pria yang ada di sampingnya itu. Yanto nampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bodohnya Rani sudah membuka aibnya sendiri.
Ratu tersenyum kecut, apa yang dituduhkan Rani itu tidak ada buktinya sama sekali. Seujung kukupun, Ratu tidak mencuri-curi pandang kepada Yanto. Yang ada justru Yanto lah yang sedari tadi memperhatikan Ratu sampai Ratu dibuat risih dengan tatapan mata Yanto.
" Aku tidak mungkin mencuri pandang dengan calon suami kamu mbak, Rani ! Apa mbak lupa, kalau aku ini juga sudah punya suami dan suamiku jauh lebih tampan dari calon suamimu ini mbak."Ucap Ratu lagi.
Haahhh
Yanto tidak menyangka jika Ratu sudah mempunyai suami. Bahkan dia bilang suaminya lebih tampan dari dia, Yanto jadi penasaran seperti apa suaminya Ratu sampai Ratu membanggakan suaminya.
" Memangnya siapa sih suami kamu? Sampai segitunya kamu membanggakannya?."Tanya Yanto penasaran.
" Maaf aku tidak punya kewajiban untuk menjawabnya. Permisi, aku mau lanjut belanja lagi."Seru Ratu lalu dia melangkah menjauhi Rani dan calon suaminya.
Yanto terus memandang Ratu yang semakin menjauh sampai tubuh Ratu tidak terlihat karena sudah terhalang oleh rak-rak yang ada di supermarket.
" Jangan macam-macam kamu sama dia. Dia itu anak orang kaya, papanya seorang pengusaha. Pemilik dari perusahaan STR group, dan suaminya direktur di RR group. Kalau kamu macam-macam awas kamu."Seru Rani dengan kesal.
Rani bisa melihat jika Yanto itu tertarik dengan Ratu dari cara Yanto memandang nya. Sudah tidak asing lagi bagi Rani jika mata Yanto memang jelalatan, Yanto memang tidak bisa melihat yang bening-bening.
" Sudahlah kamu jalan-jalan saja sendiri, aku ada urusan. Kamu kan sudah pegang Atm , belanja saja pakai itu."Seru Yanto pergi begitu saja.
" Yanto.. !! Yanto.. !!! Yantoooo....!!"Teriak Rani dengan lantang sampai orang-orang melihat kearahnya.
__ADS_1
Rani mendengus dengan kesal sambil menghentakkan kakinya ke lantai. Akhirnya Rani pun diam dan berjalan pergi menjauh.
********
Pllakk
Pllakk
Tamparan mendarat di pipi Mita, tamparan itu hadiah dari Anne. Setelah lama menunggu, akhirnya Mita dan mamanya pulang juga dari luar negeri. Anne melampiaskan amarahnya yang sudah lama dia tahan.
" Kamu menjadikan aku sebagai alat untuk kamu balas dendam dengan Ratu !! Si4l4n kamu, Mita !! Kenapa kamu tidak bilang kalau Ratu itu anak dari pemilik Perusahaan STR group ? Kamu dan mama mu di pecat karena kesalahan kalian sendiri, dan dengan mudahnya kamu mengumpankan aku sebagai alat balas dendammu."Seru Anne dengan marah yang sudah tidak terbendung lagi.
Mita hanya diam menunduk, dia tidak bisa membantah. Semua yang diucapkan Anne adalah kebenarannya, saat ini hidup dan karier Mita berada di ujung tanduk. Sudah pasti Anne juga akan memecatnya dan juga ibunya. Jika itu sampai terjadi bagaimana dengan kelangsungan hidupnya nanti. Bagaimana dia bisa memenuhi gaya hidupnya yang mewah.
" Gara-gara kamu dan mama mu itu aku terjebak dengan permainanku sendiri. Kamu tahu Mita, saat ini aku sedang hamil, semua ini gara-gara kamu."Seru Anne lagi.
" Kamu hamil? Memangnya siapa yang menghamili kamu, Arya? Kalau memang Arya yang menghamili kamu itu Arya kenapa kamu tidak meminta dia untung tanggung jawab saja. Malah itu mudah kan? Bisa kamu jadikan alat untuk mengikat Arya."Seru Mita bicara tanpa tahu cerita yang sesungguhnya.
Anne pun menceritakan bagaimana awal mula dia sampai hamil. Setelah mendengar penjelasan Anne, sudah jelas Anne yang bodoh. Mita tidak mau disalahkan begitu saja, kehamilan Anne murni kesalahannya sendiri Meskipun begitu, Anne tetap menyalahkan Mita dan mamanya.
" Jangan menyalahkan aku dan mama ku dong. Itukan atas kesalahanmu sendiri, kamu saja yang bodoh. Tidak bisa memprediksi keadaan, salah siapa bertindak tapi tidak difikirkan matang-matang."Ucap Mita membela diri dan tidak mau di salahkan.
" Heeehhh... Ini semua juga gara-gara kamu !! Aku tidak mau melihat wajahmu dan mama mu itu di perusahaanku ini, mulai hari ini kamu dan mamamu aku pecat !! Tidak ada pesangon untuk kalian, aku tidak peduli meskipun kamu itu saudara dari papa ku."Seru Anne akhirnya memecat Anne dan mamanya.
Mita tidak terima atas keputusan Anne yang memecatnya secara sepihak. Mama Mita saja saat ini belum masuk bekerja , padahal sudah dari 3 hari yang lalu mereka pulang dari berlibur. Mama Mita merasa jika dia saudara dari papa Anne jadi bekerja dengan semaunya.
" Kamu tidak bisa memecat kami begitu saja dong Anne, semua ini juga atas kesalahan kamu. Coba kalau kamu tidak ceroboh dan tidak gegabah, pasti kamu tidak akan hamil. Sekarang kamu sudah hamil, ya sudah terima saja sih. Lagian zaman sekarang ini banyak kok wanita hamil tanpa suami, uang kamu banyak pasti bisa menghidupi anak kamu tanpa suami."Seru Mita dengan mudahnya.
Pllaaakkk
Satu tamparan kembali mendarat di pipi Mita. Seandainya Anne tahu jika Ratu itu anak dari pengusaha, tentunya dia tidak akan menghina dan merendahkan Ratu. Dan Anne juga tidak akan mengganggu rumah tangga Arya dan Ratu.
" Kamu bilang Ratu itu hanya ibu rumah tangga biasa yang kampungan, jadi aku semakin merasa pantas untuk bersanding dengan Arya. Tapi ternyata, aku ini tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Ratu."Ucap Anne.
" Kamu nya saja yang memang kegatelan sama Arya. Mur4h4n sampai main kotor untuk menjebak Arya seperti itu. Memangnya aku tidak tahu wanita seperti apa kamu itu, kamu itu kan wanita salome. Kamu tahukan artinya salome itu apa?."Seru Mita sambil terkekeh.
" Kamu juga wanita salome !!"Bentak Anne geram dengan Mita.
Sama-sama salome saling menghina satu sama lain.
************
__ADS_1