Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Ibu Marni ketakutan


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Apa?


Rani hamil? Yanto syok saat Rani memberitahu jika saat ini dia sedang hamil. Yanto tidak siap dan tidak mau menikah dengan Rani, karena hubungan mereka Yanto anggap hanya sebatas sama-sama membutuhkan saja. Rani butuh uang dari Yanto dan Yanto butuh tubuh Rani.


Apapun alasannya, Yanto tidak akan menikah dengan Rani. Dia akan bertanggung jawab atas anak itu tapi bukan berarti dia menikah dengan Rani.


" Iya sayang aku hamil dan ini buktinya."Ucap Rani sambil menunjukan alat tes kehamilan kepada Yanto.


Yanto hanya meliriknya sekilas tanpa mau mengambilnya. Yanto nampak frustasi dengan kabar kehamilan Rani. Sedangkan Rani seakan bangga dengan kehamilannya, kehamilan itu akan dia jadikan jalan cepat agar Yanto mau menikahinya.


" Apa itu benar anakku?."Tanya Yanto seakan dia meragukan anak dalam kandungan Rani.


" 100 persen ini anak kamu. Karena1 bulan sebelum aku keluar dari rumah Bima, aku sudah tidak melayaninya lagi. Dan selama aku tinggal disini pun sudah hampir 1 bulan, kita terus melakukannya Sayang. Jadi anak ini anak kamu."Ucap Rani menyakinkan Yanto.


Aarrrgghhh


Yanto berteriak dalam hatinya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Melihat Yanto seperti tidak bahagia dengan kabar kehamilannya, Rani pun bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah Yanto tidak siap punya anak.

__ADS_1


" Kamu tidak suka dengan kabar kehamilanku? Kamu tenang saja sayang, aku tidak akan mengecewakan kamu. Aku akan merawat anak kita dengan baik, kamu cukup cari uang yang banyak dan aku dirumah sama anak. Hanya saja aku mau kamu menikahiku secepatnya sebelum perut ku ini membesar. Oh iya, kenapa semalam kamu tidak pulang, padahal aku sangat merindukanmu."Seru Rani dengan suara manjanya justru membuat Yanto kesal dan marah.


Brrrakkkk


Yanto memukul nakas yang ada di samping ranjangnya. Semalaman Yanto memang tidak pulang karena dia ada pekerjaan dadakan. Siang ini pulang niatnya ingin istirahat tapi Rani terus merengek membuat kepalanya pusing tidak karuan.


Rani berjingkat kaget saat Yanto memukul nakas itu. Tidak menyangka jika Yanto akan semarah itu. Pada dasarnya dari dulu Yanto memang penarah dan kasar, tapi jarang untuk memukul secara langsung.


" Kamu bisa diam tidak Rani ? Aku capek, aku mau istirahat !! Kalau kamu masih saja cerewet seperti ini, lebih baik kamu keluar saja dari kamar atau keluar dari rumahku sekalian !!."Bentak Yanto dengan lantang.


Ddeegghh


Rani terperanjat saat Yanto bicara dengan lantang, dan bahasa yang diucapkan Yanto juga sebagai pengusiran. Tidak !! Rani tidak mau keluar dari rumah Yanto, Rani akan tetap berusaha menjadi nyonya di rumah Yanto. Apalagi ada anak Yanto yang saat ini tumbuh di dalam rahimnya.


Melihat Yanto yang marah, Rani cepat keluar dari kamar agar tidak terjadi keributan yang dapat merugikan dirinya.


*********


Tiga hari berlalu, ibu Marni masih tetap mendekam didalam penjara. Selama 3 hari ini, baru pak Santo dan Serli yang menjenguknya. Bima dan Rani belum ada datang untuk menjenguknya.


" Pak , tolong ibu pak. Ibu tidak mau di penjara, disini pengap tidurpun beralaskan tikar. Setiap kali bangun tidur tubuh ibu pegal-pegal pak."Seru ibu Marni memohon untuk segera dibebaskan.


Sebagai seorang suami tentunya pak Santo kasihan dengan ibu Marni. Meskipun dia menyebalkan, ibu Marni adalah ibu dari anaknya, Serli. Akan tetapi, pak Santo tidak bisa berbuat banyak, semua tergantung Arya dan bagaimana ibu Marni bersikap. Jika saja dia menyesali perbuatannya dan meminta maaf dengan tulus kepada Ratu dan Arya, pasti mereka berdua mau memaafkannya dan mencabut laporannya.


" Bapak tidak bisa berbuat banyak bu. Semua tergantung Arya dan Ratu, bapak sarankan lebih baik ibu meminta maaf dan mengakui kesalahan ibu serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Apa ibu lupa siapa Ratu? Orang tuanya itu kaya raya, dengan uang dia bisa melakukan apa saja. Membuat ibu mendekam 10 tahun di penjarapun mereka bisa. Apa ibu mau mendekam di penjara selama 10 tahun?."Seru pak Santo sengaja menakut-nakuti ibu Marni.

__ADS_1


Dengan cepat ibu Marni menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau sampai harus bertahun-tahun dalam penjara, baru menginap 3 malam saja dia sudah tidak sanggup apalagi harus sampai 10 tahun. Nampak ibu Marni ketakutan dan wajahnya langsung pucat pasi. Seandainya semua itu terjadi, pasti tubuhnya akan cepat menua.


" Ibu tidak mau pak. Ibu mau cepat keluar dari sini."Ucap ibu Marni lagi.


" Bisa ibu keluar dari sini, tapi ya ibu harus meminta maaf sama Arya dan Ratu. Terutama kepada Ratu, karena selama ini Ratu yang selalu ibu dzolimi. Bukan hanya meminta maaf, tapi berjanji tidak akan mengulangi kesalah yang sama atapun kejahatan yang lain. Jika ibu ingkar, pasti mereka akan memperkarakan masalah ini lagi? Bagaimana apa ibu sanggup?."Tanya pak Santo dengan tegas.


Ibu Marni tidak langsung menjawab, dia nampak sedang berfikir. Dia malu untuk meminta maaf lebih dulu dan mengakui kesalahannya yang selama ini dia perbuat kepada Ratu. Cukup lama ibu Marni terdiam, tapi tak kunjung memberikan jawaban.


Jam besuk pun sudah habis, Pak Santo segera meninggalkan kantor polisi. Ibu Marni nampak masih diam saja saat petugas membawanya kembali masuk ke sel tahanan.


* Apa aku harus berdamai dengan Ratu, agar aku bisa segera keluar dari sini? Tapi aku malu jika harus meminta maaf kepada Ratu, mau di tarok mana wajahku.*Gumam Ibu Marni dalam hatinya


Sedangkan meminta peetolongan Anne pun percuma, dia mau menolongnya jika Arya sudah bisa dia dapatkan. Serli memberitahunya jika Anne akan menolongnya, tapi dengan syarat Ratu harus bisa segera disingkirkan akan dia dengan lebih mudah mendapatkan Arya.


Aarrrrggghhhh


Ibu Marni menjerit dengan keras di dalam sel, dis melupakan jika saat ini dia tidaklah sendiri. Ada dua teman yang juga didalam sel bersama dengannya.


" Brisik !! Ganggu orang tidur saja ! Kalau tidak bisa diam, aku habisi kamu."Seru wanita yang berbadan tambun.


" Maaf."Jawab ibu Marni dengan pelan dan ketakutan.


* Sepertinya aku harus segera berdamai dengan Ratu. Jika aku kelamaan disini lama-lama aku bisa mati karena si gendut ini. Lihat saja wajah nya sangat sangar, dan bau badan nya membuat aku ingin muntah.*Gumam Ibu Marni dalam hatinya.


" Kenapa lihat-lihat? Sudah bosan hidup kamu, masih bagus kamu tidak aku habisi. Asal kamu tahu aku ini juga paling benci sama wanita seperti kamu, yang tega ingin menyakiti dan menghabisi menantu dan calon cucunya sendiri. Kalau bukan karena aku ingin cepat bebas, dari kemarin sudah aku habisi kamu.*Seru wanita tambun itu membuat ibu Marni semakin ketakutan.

__ADS_1


Ibu Marni duduk di pojokan tanpa berani memandang kearah wanita itu. Dia hanya diam meringkuk sambil menunduk, sedangkan wanita yang berbadan tambun itu kembali meluruskan tubuhnya diatas karpet tipis yang ada didalam sel tahanan.


************


__ADS_2