Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Saling bercerita


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Baru juga keluar dari Restoran, Ratu bertemu dengan Anne. Anne juga sedikit terkejut bisa bertemu dengan Ratu tanpa sengaja seperti itu. Anne terlihat lebih tenang dan tidak bar-bar seperti Mita dulu, meskipun mereka sama-sama ingin mendekati Arya namun Anne lebih santai.


" Bu Ratu, habis makan siang ya bu?."Tanya Anne berbasa-basi menyapa Ratu.


Selagi Anne bersikap baik dan sewajarnya, tidak ada salahnya Ratu juga bersikap baik dan membalas sapaan Anne dengan ramah. Ratu bukan tipe orang yang pendendam dan pencari masalah. Ratu bisa menempatkan dirinya, namun jangan sekali-kali secara terang-terangan menginginkan apa yang dimiliki Ratu.


" Ehhh Bu Anne. Iya bu, ini baru selesai belanja terus makan siang. Bu Anne mau makan? Sendirian saja?." Tanya Ratu balik.


" Dia sama saya."Seru Mita yang tiba-tiba saja datang dan mendekati mereka.


" Ohh ada si bibit pelakor? Hemm... Ternyata kalian saling kenal juga ya?."Seru Ratu sambil melirik Anne dan Mita secara bersamaan.


Mita tersenyum kecut, dia menunjukan rasa tidak sukanya dengan jelas. Anne melirik Mita dan mengkode dengan matanya agar bersikap biasa saja dengan Ratu agar Anne mudah untuk mengakrabkan diri dengan Ratu.


* Hemm... Sepertinya Anne dan Mita ini sudah kongkalikong untuk merencanakan mengganggu kebahagiaanku dengan mas Arya. Bukannya waktu itu Mita dan ibunya sudah bersumpah unuk mengganggu kebagagiaanku.*Gumam Ratu dalam hatinya.


" Senang bisa bertemu ibu Ratu disini. Lain kali nanti siapa tahu kita bisa makan siang bersama agar kita lebih akrab lagi."Ucap Anne.


" Oh iya bu Anne bisa kok nanti kita tentukan waktunya saja ya. Kalau begitu saya permisi ya, sudah semakin siang dan saya harus segera pulang."Ucap Ratu tidak mau berlama-lama berbicara dengan Anne.


" Sombong amat sih? Jangan mentang-mentang orang kaya, seperti alergi gitu bicara sama kita. Atau memang kamu sengaja menghindar dariku? Kamu takut kan sama aku, asal kamu tahu ya Ratu, sekarang aku dan ibu ku susah bekerja di perusahaan Anne. Anne itu sepupu ibu ku dan, dia juga kaya raya."Ucap Mita dengan sombong.


" Maaf aku tidak ada urusan dengan kamu, permisi."Seru Ratu dengan ketus.


Ratu yang sudah di tunggu bik Siti dalam mobil pun dia segera masuk ke mobil. Membiarkan mulut rombeng Mita yang masih saja terus berteriak memaki-maki Ratu. Ratu tidak ambil pusing, Mita itu wanita yang aneh. Semakin diladeni dia akan semakin tidak terkendali.


" Kamu ini kok buat malu sendiri sih, Mit? Pakai cara dan gaya yang elegant dong? Pantas saja kamu kalah dari wanita itu, gaya kamu saja kampungan begini. Apa tidak malu kamu, berteriak-teriak seperti tadi? Lihat tuh banyak orang yang melihat kearah sini."Seru Anne dengab kesal, sebab dia juga ikut malu dengan kelakuan saudaranya itu.


" Aku kesal sama wanita udik itu, Anne. Makanya aku tadi ingin sekali memaki-makinya, tapi dia keburu pergi."Ucap Mita terlihat masih menyimpan rasa kesal.


" Iya tapi tidak kamupungan juga. Kamu tahukan aku sengaja ingin mengakrabkan diri agar aku mudah menjalankan rencana kita. Oh iya, ingat ya kalau Arya berhasil aku dapatkan kamu jangan berani menggagunya. Awas saja kamu !."Seru Anne mengancam Mita.


Hhhuuuuuuuu

__ADS_1


Mita mendengus dengan kesal dan diapun masuk lebih dulu ke Restoran. Tujuan mereka tadi untuk makan siang, tapi siapa sangka justru bertemu dengan Ratu. Dan seketika itu rasa kesal Mita pun datang, ingat bagaimana gara-gara permasalahannya dengan Ratu , dia dan ibunya di pecat. Beruntung ada perusahaan Anne yang mau menampung mereka, jika tidak ada perusahaan Anne sudah pasti dia dan ibunya akan jadi pengangguran.


********


Sore hari, pulang dari Kantor Bima langsung mencari berkas-berkas yang diperlukan untuk mengajukan gugatan cerai. Salah satunya buku nikah, semuanya kini sudah Bima amankan dan besok baru dia akan mendaftarkan gugatan cerainya.


Bima sudah jijik dan tidak mau berdekatan dengan Rani. Selama proses perceraian, dia akan tinggal di rumah orang tuanya saja dan membiarkan Rani dan ibunya tinggal di rumah kontrakan.


Bima tidak memberitahu, kedua orang tuanya jika dia akan menceraikan Rani. Ibu Marni pasti tidak akan setuju dengan keputusan yang dia ambil, tapi Bima tidak peduli. Setuju tidak setujunya ibu Marni dia akan tetap menceraikan Rani.


" Semua berkas yang aku butuhkan sudah aman, besok aku akan menyerahkan berkas-berkas ini kantor pengadilan agama. Aku sudah muak dan jijik dengan Rani, ternyata wanita yang selama ini menjadi istriku tak ubahnya hanya seorang wanita j4l4ng mur4han." Ucap Bima sambil mengepalkan tangannya.


" Beruntung aku sudah menemukan Karina, tambatan hatiku yang bisa menghargaiku. Sebenarnya aku dan Rani sama-sama selingkuh, tapi aku tidak serendah Rani dan hubunganku dengan Karina pun sampai sekarang belum ada kepastian."Ucap Bima terus bermonolog pada dirinya sendiri.


Tok


Tok


Tok


Pintu kamar Bima diketuk dari luar, sepertinya ibu Darti yang sengaja mengetuk pintu kamar Bima. Bima bangkit dan membuka pintu kamarnya, dan mendapati ibu mertuanya ada di depan kamarnya.


" Ada apa bu?."Tanya Bima dengan lesu, sebab dia sangat lelah sekali.


Tanpa menjawab, Bima langsung mengambil dompet pada kantong belakang celananya dan memberikan uang 50 ribu kepada ibu Darti untuk membeli makan malam.


" Bima hanya ada uang segini, tanggal gajian masih lama. Ini cukup kalau untuk beli makan malam Bima sama ibu, Rani tidak perlu dibelikan. Mungkin dia disana sudah makan, atau dia juga tidak pulang."Ucap Bima.


" Yah cuma 50 ribu untuk makan berdua? Tambahin dong Bim, ibu ingin makan sate kambing sama sopnya juga."Seru ibu Darti tidak tahu di untung masih berusaha meminta uang tambahan.


" Kalau ibu tidak mau bawa sini. Uang 50 ribu untuk beli nasi padang lauk ayam sudah dapat 2 porsi, sisa 10 ribu. Sekarang jangan harap Bima mau royal sama ibu maupun Rani, sudah berapa puluh juta uang Bima yang kalian nikmati? Sampai sama keluarga Bima sendiri, Bima harus tutup mata."Ucap Bima mulai kesal dengan kelakuan ibu mertuanya yang tidak jauh berbeda dengan anaknya, Rani.


Bluuuummmm


Bima menutup pintu kamar dengan cukup keras sampai ibu Darti kaget. Tidak ada pilihan lain selain menerima uang 50 ribu itu untuk membeli makan malam. Jam dinding yang tergantung sudah menunjukan setengah 6 sore, namun tidak ada tanda-tanda Rani untuk pulang.


" Rani, sebenarnya kamu dan Yanto kemana sih? Masa sudah jam segini belum juga pulang, pulang dong Rani. Jangan buat suami mu itu lama-lama menaruh curiga kepadamu. Biarpun dia itu sangat bucin, tapi ibu perhatikan sekarang Bima itu sudah berubah. Dia lebih tegas dan seolah tidak peduli denganmu."Ucap ibu Darti bicara pada dirinya sendiri.


Kaki ibu Darti melangkah keluar rumah untuk membeli makanan di rumah makan padamg yang tidak jauh dari rumah. Hanya berjalan sekitar 8 menit saja dia sudah sampai di rumah makan padang. Ibu Darti membeli 2 bungkus nasi dengan lauk ayam goreng, sesuai dengan apa yang dikatakan Bima tadi dia masih menerima uang kembalian 10 ribu.


*********

__ADS_1


" Apa? Mas Bima mau menceraikan mbak Rani? Kok bisa mas? Setahu ku mas Bima itu sangat mencintai mbak Rani, istilah kerennya bucinlah."Seru Ratu kaget saat Arya memberitahunya jika Bima akan menceraikan Rani.


Arya pun menceritakan semuanya kepada Ratu, sesuai dengan cerita versi asli dari Bima tanpa ada yang dia tambahi. Tujuan Arya menceritakan masalah ini kepada Ratu bukan karena dia ingin menyebar aib kakaknya, tetapi dia ingin tahu tanggapan Ratu dan pendapat Ratu.


" Begitulah dek ceritanya, mas tadinya tidak setuju dengan keputusan mas Bima yang akan menceraikan mbak Rani karena pada dasarnya mas Bima juga punya wanita idaman lain. Tapi setelah mendengar cerita dari mas Bima soal mbak kelakuan mbak Rani, mas menjadi kasihan juga sama mas Bima. Tadi mas kasih saran, agar mas Bima mencari bukti-buktinya lebih dulu jadi suatu saat nanti dia tidak akan menyesali keputusannya. Kira-kira saran yang mas berikan sudag baik belum dek?."Tanya Arya meminta pendapat dari Ratu.


" Mas Arya sudah benar, memang harus kita cari tahu dulu bukti-buktinya. Dan apapun bukti yang didapat nanti itu sudah terserah mas Bima bagaima dia akan mengambil keputusan."Ucap Ratu membenarkan saran yang diberikan suaminya.


" Iya dek. Mas juga tidak mau ikut campur dengan rumah tangga Mas Bima. Tadi kalau bukan mas Bima sendiri yang memberitahu mas, mungkin mas tidak akan tahu permasalahan rumah tangga mas Bima."Ucap Arya.


Arya membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya. Dia berharap dan berdoa, hanya Ratu seorang wanita yang ada dalam hatinya dan yang menemaninya sampai akhir hayatnya. Dia sangat-sangat beruntung bisa memperistri wanita sehebat Ratu.


" Mas, biarpun mas Bima itu kakakmu, aku harap mas tidak akan seperti mas Bima. Mempunyai Wanita idaman selain istri itu tidaklah dibenarkan, jangan sampai mas Arya seperti mas Bima. Sampai mas berani seperti itu, aku pastikan perkututmu itu akan aku potong habis."Ucap Ratu dengan tangan seolah-olah membentuk seperti gunting.


Gleekkk


Arya menelan salivanya sendiri, bagaimana bisa istrinya sesadis itu. Mana mungkin juga Arya akan menduakan wanita sesempurna Ratu, yang ada Arya yang akan rugi dan menderita.


" Sayangku, cintaku, istriku tercinta dengarkan mas. Sampai dunia ini runtuh, cinta mas hanya untukmu seorang tidak akan mungkin mas bagi untuk siapapun. Mana mungkin mas meninggalkan atau menduakan wanita secantik kamu dan setangguh kamu, sayang."Ucap Arya sambil memegang kedua bahu Ratu.


" Terima kasih mas."Jawab Ratu lalu kembali memeluk suaminya dengan erat.


Hanya pria gila dan tidak waras saja yang akan menduakan wanita secantik dan semandiri Ratu.


" Mas, bagaimana kerja sama dengan perusahaannya bu Anne? Apa semuanya baik-baik saja? Oh iya aku tadi bertemu bu Anne dan Mita di restoran, tahu tidak mas? Ternyata mereka itu masih saudara loh mas? Aku jadi curiga jika bu Anne itu dimanfaatkan Mita dan ibunya untuk membalaskan dendamnya terhadapku."Ucap Ratu menyampaikan apa yang sedang dia fikirkan.


" Maksudnya?." Tanya Arya yang memang tidak paham arah pembicaraan Ratu.


" Mita dan ibu Liana itu pernah berjanji jika mereka tidak akan membiarkan aku bahagia, dan akan mengganggu rumah tangga kita. Aku curiga, mereka menggunakan bu Anne untuk mengganggu rumah tangga kita. Mas tahu sendirikan kalau bu Anne itu suka cari perhatian mas, dia suka sama mas padahal sudah tahu mas punya istri. Nah, itu tidak bereskan?."Ucap Ratu bicara dengan panjang lebar.


Apa yang dikatakan Ratu memang ada benarnya juga, Arya merasa sikap Anne memang terlalu berlebihan. Setiap hari hampir mengirim pesan hanya untuk menanyakan hal-hal yang tidak penting.


" Biarpun Bu Anne, berencana buruk mas akan tetap menjaga hati mas untuk istri cantikku ini."Ucap Arya sambil mencubit dagu Ratu pelan.


" So sweet banget sih suamiku. Sudah malam nih, yuk tidur. Tapi sebelum tidur tidak mau bikin dedek bayi dulu nih?."Ucap Ratu sengaja menggoda suaminya.


" Wah ada yang minta duluan nih. Kalau soal itu mah wajib tidak boleh ketinggalan."Ucap Arya lalu mengangkat tubuh Ratu dan membawanya masuk kekamar.


" Mas..."Seru Ratu menjerit sambil terkekeh.


Akhirnya malam itu mereka kembali menghabiskan malamnya dengan penuh kasih sayang. Sepasang suami itu berharap agar secepatnya diberi momongan agar kebahagiaan mereka semakin lengkap.

__ADS_1


*************


__ADS_2