Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kerjasama menyesatkan


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Arya dan Bima sudah mengurus semua berkas-berkas untuk kepulangan ibu Marni. Ibu Marni dinyatakan sehat, ibu Marni juga sudah terbebas dari masa tahanannya. Pengadilan memutuskan ibu Marni bebas. Selama perjalanan menuju rumah Bima, Ibu Marni nampak terdiam. Dia merasa banyak salah dengan anak-anaknya, dia malu dan sungkan dengan mereka.


" Bima, apa tidak apa-apa ibu tinggal di rumah mu?."Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut ibu Marni.


" Bu, Bima ini anak ibu. Jadi sudah sewajarnya Bima membawa ibu tinggal dengan Bima. Karina juga senang ibu mau tinggal dengan kami. Kami sama sekali tidak keberatan bu, jika ibu nanti mau menginap di rumah Arya atau di rumah Serli juga boleh kok. Mereka sangat mengizinkan, tapi untuk tinggal ibu tetap sama Bima."Ucap Bima kembali menyakinkan sang ibu.


" Iya bu. Kalau ibu mau menginap di rumah Arya, pintu rumah Arya selalu terbuka untuk ibu. Ratu juga tidak akan keberatan, apalagi di rumah ada sikembar yang pasti ikut senang kalau neneknya menginap dirumah."Ucap Arya setuju dengan Bima.


Ibu Marni nampak menganggukkan kepalanya saja. Dia kembali terdiam menyaksikan pemandangan dari luar kaca mobil. Jalanan yang dulu sering dia lalui, kini kembali dia lalui dengan perasaan yang berbeda.


Akhirnya mobil yang di kendarai Arya sudah sampai di depan rumah Bima. Mata ibu Marni menelisik sekelilingnya, dia merasa asing dengan tempat itu.


" Ini rumah siapa? Kenapa kalian membawa ibu ke sini?."Tanya ibu Marni heran.


" Bu, ini rumah Bima. Bima sekarang sudah mempunyai rumah sendiri bu, meskipun tidak sebesar rumah Arya. Tapi Bima yakin ibu pasti akan betah tinggal di rumah ini, di sini juga jauh dari tetangga yang toxic bu."Seru Bima sedikit tertawa kecil.


" Ibu suka rumahnya."Ucap ibu Marni terlihat tulus.


Bima menggandeng ibunya dan mengajak nya masuk ke rumah. Sementara itu Arya mengikuti dari belakang dan tangannya menenteng ransel milik ibu Marni.


Di dalam rumah sudah ada Serli, Ratu dan Karina yang menyambut kedatangan ibu Marni. Pak Santo dan Yusuf tidak ikut hadir, Yusuf ada kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan. Sementara pak Santo hanya berusaha menjaga jarak saja, terlalu berlebihan jika dia ikut menyambut ibu Marni. Terlebih status mereka sekarang sebagai mantan suami dan istri.


" Assalamualaikum."Seru Bima mengucapkan salam.

__ADS_1


" Waalaikumsalam." Ucap Serli dan yang lainnya serempak.


" Ibu, selamat datang di rumah yang sederhana ini. Karina senang ibu sudah sembuh dan mau tinggal bersama Karina."Ucap Karina menyalami ibu Marni lalu memeluknya.


Ketiga wanita itu saling memeluk ibu Marni secara bergantian. Ketiganya menyambut ibu Marni dengan bahagia dan senyum tulus terukir di bibir mereka bertiga.


* Ya Allah, ternyata mereka menerima ku dengan baik setelah kesalahan dan kejahatan yang selama ini sudah aku perbuat. Bahkan selama ini aku tidak pernah memperlakukan Ratu dengan baik, bahkan aku pernah mencoba mencelakainya. Ternyata benar, sejauh-jauhnya kita pergi dan sebanyak apapun kesalahan kita, tetap kepada keluargalah kita akan pulang. Terima kasih, Engkau telah memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri.*Gumam ibu Marni dan tanpa terasa air matanya deras membasahi pipinya yang sudah keriput.


" Terima kasih kalian masih mau menerima ibu dengan baik. Maafkan ibu, terutama kamu Ratu. Ibu selama ini sudah jahat banget sama kamu."Ucap ibu Marni sambil mengusap pipi Ratu dengan lembut.


" Bu, Ratu sudah memaafkan ibu. Sedikitpun Ratu tidak ada dendam kepada ibu, sekarang kita mulai semuanya dari awal. Kami semua menyayangi ibu."Ucap Ratu tangannya terulur mengusap air mata ibu Marni.


" Kalian semua baik, kalian semua anak-anak ibu."Ucap ibu Marni.


Ratu, Karina dan Serli secara bersamaan memeluk ibu Marni. Bima dan Arya ikut terharu melihat pemandangan yang ada di depannya itu. Mereka yakin, jika ibu Marni saat ini sudah berubah dan pasti akan menjadi ibu yang baik untuk mereka semua.


******


Tidak ada hujan dan tidak ada angin, tiba-tiba Yanti datang ke perusahaan Agung. Tentu saja Agung terkejut dengan kedatangan Yanti yang tahu-tahu sudah membuka pintu ruangannya tanpa mengetuknya lebih dulu.


Haahh..


Yanti? Agung terlihat kesal melihat Yanti datang dengan tidak sopan begitu. Apa lagi pakaian yang Yanti kenakan sama sekali tidak enak di pandang mata.


" Yanti !! Mau apa kamu datang ke sini? Tanpa mengetuk pintu, jangan sembarangan masuk ke ruanganku kamu, Yanti."Seru Agung memarahi Yanti.


" Duuhhh galaknya. Jangan galak-galak dong, aku ini datang karena ingin mengajak kamu kerja sama. Kerja sama yang tentunya sangat menguntungkan kamu."Seru Yanti yang kini sudah berdiri di samping Agung.


Yanti melingkarkan tangannya di leher Agung, dia tersenyum sinis karena merasa Agung akan menerima tawaran kerja samanya. Dan dengan mudah dia akan menghancurkan rivalnya.


" Apa-apaan kamu, Yanti !!."Seru Agung menyentak tubuh Yanti sampai Yanti hampir saja jatuh.

__ADS_1


Hhhuuuffff


Yanti mendengus dengan kesal, ternyata Agung masih saja seperti dulu. Susah untuk ditaklukkan. Padahal dia sudah berdandan secara paripurna agar Agung tertarik dengannya dan bisa menerima ajakan kerja samanya.


" Pergi kamu, aku lagi sibuk dan tidak ada waktu untuk meladeni wanita aneh dan sombong sepertimu."Ucap Agung mengusir Yanti.


" Jangan begitu dong, Gung. Aku datang dengan tujuan baik loh, aku mau mengajak kerja sama. Aku tahu, sampai sekarang kamu itu masih mencintai Ratu. Aku bisa melihat itu dari sorot mata kamu saat kamu memandang Ratu. Aku bisa membantu kamu untuk mendapatkan Ratu."Ucap Yanti dengan percaya diri.


Brrrakkkk


Agung menggebrak meja kerjanya sampai menimbulkan suara yang nyaring dan membuat Yanti kaget. Agung memandang tajam ke arah Yanti, melihat tatapan tajam Agung membuat Yanti ketakutan.


" Maksud kamu apa bicara seperti itu? Aku sudah menikah dan aku juga sudah punya anak, bahkan aku sangat mencintai istriku. Ratu itu hanya kisah masalaluku saja. Jangan asal bicara kamu, Yanti !!."Seru Agung membentak Yanti.


" Emm.. Tunggu dulu dong, jangan marah-marah dulu Gung. Aku tidak percaya kalau kamu sudah tidak mencintai Ratu. Begini, kamu kan tahu kalau aku dan Ratu sedang punya masalah. Aku mau kamu mendekati Ratu dan aku mendekati suami Ratu, aku hanya ingin rumah tangga Ratu hancur. Aku dendam dengan Ratu dan tidak rela melihat dia bahagia diatas penderitaanku. Jadi aku mengajak kamu kerja sama, dengan begitu kamu bisa mendapatkan Ratu."Ucap Yanti dengan bodohnya dia mengajak kerja sama orang yang salah.


Agung menggelengkan kepalanya dengan tersenyum sinis. Tidak mungkin Agung akan menerima kerja sama gila itu. Sama saja dia m3mbunuh dirinya sendiri, tawaran Yanti adalah tawaran gila dan menyesatkan.


" Wanita syaraf, Gila !! Kamu kira aku ini laki-laki br3ngs3k seperti dulu. Kamu salah Yanti, aku sudah bukan Agung yang tergila-gila kepada Ratu. Ratu dan Arya sekarang ini sudah aku anggap keluarga, kamu cari partner yang salah Yanti. Aku peringatkan, sampai kamu mengganggu kebahagiaan Ratu aku pastikan aku orang pertama yang akan menghancurkanmu."Seru Agung mengancam Yanti.


Yanti mengepalkan tangan kanannya, ternyata apa yang sudah dia rencanakan tidak berjalan sesuai dengan prediksinya. Namun Yanti tidak akan berhenti begitu saja, jika Agung tidak mau untuk diajak kerjasama, dia akan bertindak sendiri untuk menghancurkan Ratu.


" Pergi, dan kamu urus saja rumah tangga kamu. Jangan bisanya sibuk mau menghancurkan rumah tangga orang tapi rumah tangga sendiri tidak di urus. Kalau aku jadi Firman sudah dari dulu aku menceraikan wanita seperti kamu."Seru Agung ketus.


" Mas Firman itu sangat mencintaiku, dia tidak akan menceraikanku."Seru Yanti dengan percaya diri.


" Cepat sana pergi, atau mau aku panggilkan satpam agar menyeretmu keluar?."Tanya Agung dengan mata melotot sempurna.


Hhhaaahhhh


Yanti m3ndes4h kesal, tanpa rasa malu akhirnya Yanti pun beranjak pergi dari ruangan Agung. Sepeninggalan Yanti, Agung menghubungi resepsinis dan satpam agar tidak mengizinkan perempuan yang bernama Yanti datang kembali ke perusahaannya.

__ADS_1


" Wanita itu sepertinya sudah gila, syaraf di kepalanya sudah banyak yang korslet. Sepertinya aku harus memberitahu Ratu soal ini, aku yakin jika Yanti masih akan tetap berusaha menghancurkan Ratu. Aku tahu betul Yanti itu liciknya bagaimana."Ucap Agung bicara pada dirinya sendiri.


***********


__ADS_2