
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Setelah Yanto tahu jika Arya adalah menantu dari Satria. Yanto memutuskan untuk mengikuti apa yang sudah menjadi kemauan Arya dan Bima, dengan menjauhi Serli dan memutuskan hubungannya dengan Serli. Yanto berjanji tidak akan mendekati Serli asalkan Arya dan Bima tidak mengusik kehidupan nya dan bisnisnya.
Saat ini di tempat lain, Rani sedang menunggu kedatangan Serli. Dia sudah membuat janji akan menemui Serli di salah satu taman kota. Sudah 50 menit Rani menunggu tapi Serli tak kunjung datang juga. Rani semakin kesal dan semakin membenci Serli, karena Rani mengira jika Serli terlambat datang karena lebih memilih bersama Yanto lebih dulu.
Rani terus melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jam di tangannya sudah menunjukan pukul setengah 2 siang, namun belum ada tanda-tanda Serli datang.
" Kemana juga si Serli ini? Sudah hampir 1 jam aku menunggunya tapi belum datang juga. Lihat saja kamu Serli, aku tidak akan pernah ikhlas jika kamu menguasai Yanto. Aku sudah cukup berbaik hati menunggu nya selama ini, dasar wanita mur4h4n !! Pasti dia sedang bersama Yanto."Seru Rani lalu mengepalkan kedua tangannya.
Rani mengambil ponsel didalam tasnya lalu mencoba menghubungi Serli. Panggilan pertama dan kedua tidak di angkat juga oleh Serli, sampai panggilan ke 3 akhirnya Serli mengangkat telepon dari Rani.
[ Haii... kamu dimana? Sampai kering aku menunggumu disini ! Cepat datang kesini atau aku datang ke rumah mu dan aku buat ke kacauan disana?."Seru Rani langsung memarahi Serli dengan lantang.
Rani tidak perduli jika suaranya sudah mengganggu ketenangan orang-orang yang ada di taman itu. Seakan bersikap masa bodoh dan tidak memperdulikan ketenangan orang lain.
[ Waaoww... Berani juga kamu membentakku, Mbak Rani? Apa kamu mau kelakuan kamu ini aku adukan kepada mas Anto? Agar kamu di tendang dari kehidupannya, baru deh nangis-nangis dan memohon. Repotkan ngurusin anak kalau tidak ada ayahnya. Duhh.. Kasihan. Hahaaaa....] Serli mencibir Rani dengan menertawakannya.
[ Semakin kurangajar saja kamu, Serli? Apa kamu fikir aku takut dengan ancaman mu itu? Cuiihhh... Sedikit pun aku tidak takut .] Ucap Rani sampai dia meludah.
[ Lihat saja, mas Anto akan berpihak kepadaku dan dia akan menendangmu !!.]
Dua wanita berdebat di telepon untuk memperebutkan Yanto. Belum tentu pria yang mereka perebutkan akan memilih mereka, terlebih Yanto saat ini sudah berhadapan dengan Arya dan dia sudah berjanji tidak akan mendekati Serli lagi.
[ Cepat datang kesini !!]
[ Ogah !! Bagaimana? Enakkan menunggu sesuatu yang tidak pasti. Makan tuh bangku taman. Hahahaaaa ... ]
Tutttt Tuttt
Panggilan telepon dimataikan secara sepihak oleh Serli. Dia tidak berniat menemui Rani, dia sengaja mengerjai Rani dengan membiarkan dia berlama-lama menunggunya di taman.
__ADS_1
" Si4l !! Serli ternyata hanya membohongiku, tapi aku tidak akan membiarkan Serli dengan mudah hidup bahagia. Hemmm.. Aku akan kerumah mantan mertuaku, mungkin Serli ada dirumah dan dia sendirian. Akan lebih mudah untuk ku mencelakainya."Ucap Rani bermonolog pada dirinya sendiri.
Rani memesan ojek online terlebih dahulu, setelah 15 menit ojek Online itu sudah datang dan Rani meminta langsung di antar ke rumah mantan mertuanya.
Ojek online itu melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan cepat, sesuai dengan permintaan Rani. Hati Rani saat ini sudah dikuasai oleh amarah dan setan, niat dia mencelakai Serli sedikitpun tidak berkurang.
" Ini ongkosnya, kembaliannya ambil saja."Seru Rani memberikan selembar uang merah kepada sopir ojek online.
" Terima kasih mbak."Jawab sopir ojek online dengan haru.
Hemmmm....
Rani hanya berdehem saja tanpa menoleh ke arah sang sopir. Suasana rumah pak Santo saat ini terlihat sepi, sepertinya memang tidak ada siapapun di rumah. Rani masih menyimpan kunci duplikat rumah itu, dia mencoba membuka pintu dan ternyata kunci masih tetap yang lama.
Rani memakai masker dan kaca mata hitam, kali ini dia akan beraksi secara sembunyi-sembunyi.
" Hahh... Rumah ini benar-benar kosong, kira-kira Serli ada di rumah atau tidak ya? Atau jangan-jangan dia masih bersama Yanto, awas saja kamu Serli. Aku akan buat wajahmu membusuk sampai tidak ada lelaki manapun yang mau denganmu."Ucap Rani kesal.
Rani melangkah menuju kamar Serli, dan ternyata Serli memang ada di kamarnya. Serli tidur dengan pulas, tanpa menyadari jika Rani saat ini sudah ada di dalam kamarnya. Rani bersiap-siap untuk menyiram wajah Serli dengan air ker4s yang sudah dia bawa sedari tadi.
" Setelah ini wajah cantik kamu akan cacat,Serli. Tidak ada lagi pria yang mengagumimu, yang ada para pria yang akan mencaci dan membencimu. Aku tidak ikhlas jika kamu merebut Yanto dariku, m4mpus kamu Serli."Seru Rani bermonolog pada dirinya sendiri.
" Hehh.. Siapa kamu? Mau apa kamu ada dikamarku."Seru Serli sedikit berteriak karena dia kaget.
" Jangan banyak b4cot kamu, rasakan ini."Seru Rani menyiramkan air keras itu kewajah Serli.
Serli berusaha menghindar dan menghalau air itu menyiram wajahnya. Namun tetap saja air dalam botol itu berhasil mengenai wajahnya, akan tetapi tangannya berusaha menutupi wajahnya sehingga sebagian air itu mengenai tangan kirinya juga. Kini pipi sebelah kiri Serli terasa panas seperti terbakar, Serlo menjerit kesakitan dan kepanasan.
" Ahh panas, panas. Tolong ini panas sekali, ahh. Panas. Sebenarnya kamu siapa? Ahh...ini panas sekali."Seru Serli menjerit kepanasan.
Melihat Serli yang kepanasan dan kesakitan Rani puas, diapun dengan buru-buru keluar dari kamar Serli dan meninggalkan rumah. Serli masih menjerit kesakitan, sedikitpun Rani tidak merasa kasihan dengan Serli. Padahal tanpa dia mencelakai Serli, Yanto sudah menjauhi Serli namun tidak menjamin Yanto akan selamanya bersama Rani.
" Tolong...!!."Seru Serli berlari ke luar rumah sambil terus mengipas-ngipas tangan dan pipinya yang sudah mulai melepuh.
Suara teriakan Serli mengundang rasa penasaran para tetangga. Sehingga beberapa ibu-ibu datang berlari ke rumah pak Santo, dan terlihat di teras rumah Serli sudah kesakitan.
" Ya Allah, Serli kamu kenapa?." Tanya ibu Pinah yang ikut datang melihat keadaan Serli.
__ADS_1
" Bu, kita langsung bawa ke rumah sakit saja. Lihat pipi kiri dan dan tangan nya melepuh seperti kebakar. "Seru ibu Rt mengusulkan langsung membawa Serli ke rumah sakit.
" Iya bu, ayok kita bawa ke rumah sakit."Jawab yang lainnya setuju dengan ibu Rt.
Tanpa menunggu lama, Serli di bawa ke rumah sakit dengan di antar oleh ibu Rt dan pak Rt mengendarai mobil salah satu tetangga. Kebetulan mobil pak Rt masih di bengkel. Setelah 35 menit perjalanan, Serli sudah sampai di rumah sakit dan langsung masuk UGD.
" Pak, apa sudah mengabari pak Santo?."Tanya ibu Rt.
" Belum bu, bapak lupa. Ya sudah bapak telepon pak Santo dulu di luar, ibu tungguin Serli. Kasihan dia tidak ada yang menunggunya."Ucap pak Rt.
Ibu Rt mengangguk patuh. Pak Rt pun menjauh dari ruangan UGD untuk menghubungi pak Santo maupun Bima dan Arya. Pak Rt mencoba menghubungi pak Santo lebih dulu tapi tidak di angkat juga. Begitupun dengan Bima dan Arya yang memang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
" Kenapa mereka bertiga tidak ada yang mau mengangkat telepon?."Pak Rt bertanya pada dirinya sendiri.
" Aku coba telepon mbak Ratu saja."Ucap pak Rt lalu mencari kontak atas nama Ratu.
Hanya satu kali panggilan Ratu mengangkat telepon dari Pak Rt.
[ Hallo Assalamualaikum mbak Ratu.] Sapa pak Rt dengan sopan.
[ Waalaikumsalam pak, ada apa ya pak? Tumben telepon?] Tanya Ratu penasaran.
[ Maaf ya mbak ganggu waktunya, tadi saya susah mencoba menghubungi pak Santo, mas Arya dan mas Bima tapi tidak ada jawaban. Ini mbak saya mau memberitahu jika Serli masuk rumah sakit. Di rumah sakit XX, sekarang masih di ruangan UGD]
[ Serli masuk rumah sakit? Sakit apa pak?]
[ Kurang paham mbak, tadi dia menjerit minta tolong dan saat kami sampai tangan dan wajahnya melepuh. Sepertinya terkena air keras.]
[ Ya Allah, Serli. Baik pak saya akan segera kesana, terima kasih atas infonya pak.]
[ Sama-sama mbak Ratu. Assalamualaikum.]
[ Waalaikumsalam.]
Setelah selesai telepon pak Rt menghampiri istrinya kembali.
Sementara itu di butiknya, Ratu bergegas pergi ke rumah sakit. Dia diantarkan oleh salah satu karyawannya, untuk memesan taksi online saja sudah tidak keburu lagi. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Ratu berusaha menghubungi Arya maupun Bima akan tetapi kedua pria itu tidak mengangkat teleponnya.
__ADS_1
[ Mas aku sekarang di rumah sakit XX, Serli masuk rumah sakit.] Akhirnya Ratu mengirim pesan itu berharap Arya segera membacanya.
**************