Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Jangan salah paham


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Siapa itu? Mantan pacar mu, Mas?."Tanya Rani dengan wajah serius.


Dengan cepat Agung menggelengkan kepalanya, lalu menidurkan Tegar yang terlelap di atas sofa tepat di sampingnya.


" Dia itu sekretaris aku sayang, baru juga 3 atau 4 bulan ini dia bekerja. Namanya Tari, dia itu anak dari teman arisannya mama. Emm jangan marah ya, aku tidak mungkin selingkuh."Ucap Agung merayu Rani.


" Selingkuh? Memangnya ada aku bilang mas Agung selingkuh? Atau jangan-jangan mas Agung memang selingkuh sama wanita tadi?."Tanya Rani penuh selidik.


Tatapan mata Rani tajam menelisik ke arah Agung, bukan Rani tidak percaya dengan suaminya. Hanya saja dia takut jika Agung akan berpaling, apalagi wanita yang bernama Tari tadi sangat cantik dan jauh lebih muda dari dirinya. Sebagai seorang wanita yang pernah gagal berumah tangga tentunya ada rasa takut gagal kembali.


" Tidak, mas tidak selingkuh dan mas juga tidak ada hubungan dengan wanita tadi maupun wanita yang lainnya. Sayang, percaya sama mas jika di hati mas ini hanya kamu seorang. Jangan salah paham ya, Sayang."Seru Agung merayu Rani sembari menggenggam tangan Rani.


Rani melihat keseriusan dalam sorot mata Agung. Agung pria yang berhasil menyakinkannya sehingga dia berani menjalin rumah tangga dengan Agung.


" Janji ya mas, jangan pernah khianati dan sakiti aku?."Seru Rani sembari menyandarkan kepalanya di d4d4 bidang Agung.


" Iya sayang, mas sudah janji tidak akan pernah menghianati kamu. Mas sangat mencintaimu, Sayang."Seru Agung sembari mencium lembut kening Rani.


" Terima kasih mas."Jawab Rani kembali memeluk Agung dengan erat.


Eheemm Ehhemm


Agung berdehem untuk menetralisir kewarasannya. Jika Rani terus dalam pelukannya, kewarasannya pun lama-lama akan berontak dan tidak mungkin Agung akan memakan Rani di ruangannya terlebih ada Tegar.


" Sayang, emm... Jangan begini terus ya. Aku takut tidak bisa mengendalikan kewarasanku. Bisa sih kita main di sini, tapi kan tidak lucu kalau lagi asik main tiba-tiba Agung bangun dan menangis. Kalau saja di rumah, sudah pasti aku lahap dari tadi kamu."Ucap Agung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Haaahhhh...


Rani pun langsung melongo, bisa-bisanya suaminya itu mempunyai fikiran mesum seperti itu.

__ADS_1


Buugghhh


Rani meninju perut Agung pelan, namun Agung tetap pura-pura kesakitan.


" Aduh, sakit sayang."Seru Agung sembari memegangi perutnya.


" Dasar ot4k mesum !! Sudah sekarang makan, biar fikiran kamu jernih tidak mesum terus."Seru Rani kesal.


" Heheee .. M3sum sama istri sendirikan tidak apa-apa dong sayang kan sudah sah."Jawab Agung seenak nya.


Heeemmmmm....


Rani hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suami mesumnya. Dia pun mengambilkan makan untuk suaminya lebih dulu agar suaminya mengakhiri pembahasan.


" Mas, aku kangen sama ibu. Kapan kamu ada waktu untuk mengantarku ke kampung?."Tanya Rani.


" Minggu depan. Iya, minggu depan mas kosong dan mas sudah mengatur jadwal untuk pulang kampung menemui ibu. Sekalian mas memeriksa pabrik yang ada di sana, tapi mas yakin Andi pasti bisa menjalankan tugasnya dengan baik."Jawab Agung yakin.


Rani semakin terharu dengan kebaikan dan pengertian dari Agung. Ternyata tanpa dia minta pun Agung sudah mengatur jadwal untuk pulang kampung. Betapa beruntungnya Rani bisa mendapatkan suami sebaik Agung dan sepengertian Agung. Di setiap duka pasti ada kebahagiaan yang tersembunyi, begitupun juga yang dialami Rani.


" Terima kasih, Mas Agung."Seru Rani.


" Sama-sama istriku sayang."Jawab Agung sembari memainkan alis nya.


Agung dan Rani kembali fokus dengan makanannya. Selesai makan siang, Rani dilarang pulang oleh Agung, Agung meminta Rani membawa Tegar untuk beristirahat dikamar pribadinya yang ada di ruangannya dan akan pulang bersama saat pekerjaan Agung sudah selesai.


Karena mengantuk dan lelah, akhirnya Rani pun mengikuti perintah dari Agung.


Di tempat lain, Ratu dan yang lainnya datang ke rumah sakit untuk menemui ibu Marni dan merayakan hari ulang tahun ibu Marni. Kedatangan mereka yang ramai, sempat mendapat penolakan dari pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit takut kedatangan anak-anak dan para menantu ibu Marni itu akan membuat ibu Marni ketakutan dan akan berujung ibu Marni mengamuk.


Namun setelah Arya dan Bima mencoba menyakinkan, akhirnya pihak rumah sakit pun mengizinkan dengan catatan saat ibu Marni tidak nyaman mereka harus segera menjauh dari ibu Marni.


" Ibu Marni akhir-akhir ini sering menangis dan tiba-tiba mengamuk. Mungkin dia mengingat seesuatu yang membuat dia merasa bersalah atau membuat dia ketakutan. Saya harap kehadiran anak dan menantunya akan membawa dampak baik untuk proses kesembuhan ibu Marni. Dan jika ibu Marni merasa tidak nyaman dengan kalian, tolong jangan dipaksa dan kalian bisa tinggalkan ibu Marni."Ucap dokter penanggung jawab menjelaskan.


" Kami akan mengingat ucapan dokter."Seru Bima yakin.


Akhirnya ke tiga anak dan menantu ibu Marni melangkah menuju kamar rawat ibu Marni. Ada yang membawa kue ulang tahun, ada juga yang membawa kado dan ada yang membawa buah dan makanan yang lainnya.

__ADS_1


" Assalamualaikum ibu, ibu apa kabar?."Tanya Bima dengan lembut saat mereka sudah memasuki kamar ibu Marni.


Ibu Marni hanya bisa duduk di tempat tidurnya saja sebab kakinya diikat dengan ranjang. Tangan kirinya sudah tidak terikat lagi, sesekali ikatan di kaki dilepas, saat malam pun dilepas agar ibu Marni lebih nyaman saat beristirahat.


" Serli."Seru ibu Marni mengenali Serli.


Serli dan yang lainnya nampak saling pandang, Ratu meminta Serli untuk mendekati ibu Marni. Dengan pelan dan hati-hati Serli mendekati ibu Marni.


" Ibu mengenali Serli?."Tanya Serli pelan.


" Serli."Seru ibu Marni lagi memanggil nama Serli.


" Sepertinya ibu Marni mulai kembali mengingat anggota keluarganya, jika seperti ini terus ibu Marni pasti akan cepat sembuh."Ucap dokter menyimpulkan.


Terlihat ibu Marni membelai pipi Serli, dia menyusuri wajah Serli. Serli nampak menahan tangisnya, dia bahagia dan terharu dengan sikap yang ditunjukan oleh ibunya.


" Ibu hari ini ulang tahun, selamat ulang tahun ya bu."Seru Serli lembut.


" Ulang tahun?."Seru ibu Marni lalu melihat kearah yang lainnya.


Dia melihat Ratu memegang kue ulang tahun dan diapun tersenyum. Melihat reaksi ibu Marni, Ratu pun mendekatkan dirinya ke arah ibu Marni.


" Ini kue ulang tahun untuk ibu."Ucap Ratu menyerahkan kue kepada ibu Marni.


Tanpa diduga ibu Marni menerima kue itu dengan raut wajah berbinar. Terlihat sekali jika dia bahagia saat diberikan kue ulang tahun. Ratu dan yang lainnya pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil bertepuk tangan. Respon ibu Marni baik, dia ikut menggoyang-goyangkan kepalanya saat yang lainnya bernyanyi.


" Selamat ulang tahun bu, ini ada hadiah untuk ibu."Ucap Bima memberikan kado yang terbungkus rapi.


" Ini juga untuk ibu." Arya ikut memberikan kado yang dia bawa.


Karina dan Yusuf meletakkan beberapa makanan yang sedari tadi mereka bawa. Hari ini anak - anak dan menantu ibu Marni akan menghabiskan waktu bersama ibu Marni.


" Aaaa.. Ibu buka mulutnya."Seru Serli hendak menyuapkan kue ke mulut ibu Marni.


Ibu Marni mengikuti permintaan Serli, dia pun membuka mulutnya dan Serli menyuapkan kue.


*********

__ADS_1


__ADS_2