Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Revan dan Devan


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Setelah melewati operasi selama 35 menit, akhirnya babby twins sudah lahir. Dengan berat masing-masing 2,9 kilo gram. Berat badan yang cukup, kedua anak Ratu dan Arya terlahir dengan sempurna meskipun lahir lebi cepat dari perkiraan dokter.


Arya sudah mengabari kedua mertuanya dan juga mengabari keluarganya. Kini Ratu sudah dipindahkan di ruang rawat inap, sedangkan kedua bayinya masih ada di kamar khusus bayi.


" Mas, kok bayi kita belum dibawa ke sini juga ya? Ini sudah 1 jam dari aku melahirkan?."Seru Ratu tidak sabar segera ingin bertemu dengan kedua jagoannya.


Ke dua anak kembar Ratu dan Arya laki-laki semua, ke dua bayi itu masih di ruangan khusus bayi. Arya sendiri tadi sudah melihat dan mengadzankan ke dua bayi kembarnya.


" Sabar ya, sebentar lagi pasti akan di bawa perawat kesini kok. Tadi kondisi kamu kan masih lemas dan belum stabil jadi anak kita belum diantar ke sini."Ucap Arya menenangkan Ratu.


Ceklekkk...


Baru saja Arya selesai bicara, tiba-tiba pintu terbuka dan masuk dua perawat dengan masing-masing mendorong bayi yang masih merah dalam bok dorong.


" Permisi, pak buk. Ini bayi nya, dua-duanya masih tidur. Nanti kalau perlu sesuatu bisa panggil kami lewat alat yang ada di samping itu ya pak, bu."Seru perawat dengan ramah.


" Iya mbak, terima kasih."Jawab Arya sambil menganggukkan kepalanya.


Ke dua perawat itupun pamit dan meninggalkan ruang perawatan Ratu. Ratu begitu senang melihat kedua bua hatinya sudah terlahir di dunia. Tanpa terasa air matanya menetes, tidak menyangka jika saat ini dia sudah menjadi seorang ibu.


" Mas, aku mau gendong mereka dong."Seru Ratu meminta Arya untuk mengambil kedua bayinya.


" Tapi mereka masih tidur sayang? Apa tidak akan mengganggu mereka?."Seru Arya takut tidur anaknya terganggu dan akan menangis.


" Sudah tidak apa-apa mas, tapi angkat dengan hati-hati ya mas."Seru Ratu lagi.


Arya tidak bisa menolak keinginan istrinya, dia pun mengangkat anaknya satu persatu. Satu dia serahkan kepada Ratu, dan satunya lagi dia gendong. Ke dua anak kembar itu nampak anteng dan tenang, sama sekali tidak terganggu.


Arya dan Ratu sama-sama menciumi anaknya secara bergantian.


" Mas, mereka kok dua-duanya mirip kamu sih? Tidak ada mirip-miripnya sama aku?."Seru Ratu memprotes.


" Namanya juga masih bayi dek, bisa berubah-ubah loh. Sekarang mirip sama mas, besok mirip sama kamu. Mereka lucu ya, lihat nih bibirnya komat kamit."Seru Arya sambil tertawa kecil.

__ADS_1


" Iya mas mereka lucu sekali. Mas akan memberi nama mereka siapa?."Tanya Ratu sambil memandangi anak dalam gendongannya.


" Revan Anggara dan Devan Anggara, kedua nama itukan yang sudah kita sepakati. Nanti bisa dipanggil Revan dan Devan, kalau dibelakangnya mau ditambah nama keluarga papa tidak masalah."Jawab Arya serius.


" Iya mas, nanti minta persetujuan papa dulu ya. Ini yang di pangkuanku namanya Revan dan yang sama mas namanya Devan."Seru Ratu dengan senyum bahagianya.


Tok


Tok


Pintu di ketuk, sepertinya keluarga Arya yang datang. Sebab kedua orang tua Ratu akan datang sore nanti, mungkin saat ini masih dalam perjalanan.


" Assalamualaikum."Seru pak Santo dan yang lainnya.


" Waalaikumsalam."Jawab Ratu dan Arya secara bersamaan.


Pak Santo, Karina dan Serli masuk secara bersamaan. Bima tidak ikut karena saat ini dia masih di kantor, sementara Yusuf pasti sedang menunggu toko.


" Cucu bapak jagoan semua? Alhamdulillah, semoga kelak jadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orang tuanya."Ucap pak Santo sambil mengusap kepala Revan dan Devan secara bergantian.


" Aamiin."


*****


Di tempat lain, ibu Marni baru saja melayani tamu. Tubuh ibu Marni remuk redam, dia sudah tidak sanggup lagi melayani tamu. Bahkan Yanto juga tidak perduli dengan kehamilannya, ibu Marni sudah tidak pernah memeriksakan kandungannya lagi. Perut ibu Marni akhir-akhir ini sering sakit, rasa sakitnya hilang sebentar dan datang lagi secara tiba-tiba.


" Kenapa kamu? Jangan manja!."Ucap Yanto belum apa-apa sudah memarahi ibu Marni.


" Yanto, tolong kali ini saja antarkan aku ke rumah sakit. Kalau kamu tidak mau mengantarkan aku, setidaknya biar aku pergi sendiri. Aku janji tidak akan kabur."Ucap ibu Marni memohon.


Ibu Marni merasa ada yang tidak beres dengan kehamilannya. Dia harus ke rumah sakit untuk memeriksakannya, ibu Marni tidak mau gangguan kehamilannya ini berdampak buruk untuk kesehatan tubuhnya. Dan dia juga takut terjadi sesuatu dengan kandungannya. meskipun Ibu Marni tidak senang dengan kehamilannya ini, akan tetapi dia juga tidak mau terjadi sesuatu dengan kehamilannya.


" Tidak ada rumah sakit dan tidak ada yang boleh keluar rumah tanpa izin dari ku !!."Seru Yanto berteriak.


" Yanto, perutku sakit sekali Yanto. Kalau begini terus aku tidak akan bisa untuk melayani tamu-tamu kamu. Tolong antar aku ke rumah sakit, Yanto."Seru ibu Marni sambil memegang perutnya yang semakin sakit.


" Dasar manja !! Nanti saja, aku masih ada urusan lain."Ucap Yanto tetap tidak memperdulikan ibu Marni yang sudah kesakitan.


Wajah ibu Marni sudah terlihat pucat dan keringat dingin membasahi tubuhnya. Tetap saja Yanto tidak perduli, justru dia menyambar kunci mobil di atas meja dan hendak pergi dari rumah untuk mencari hiburan.


Bruukkkk

__ADS_1


Tiba-tiba ibu Marni jatuh ke lantai, dan d4r4h keluar dari sela-sela p4h4nya. Yanto pun menghentikan langkahnya dan berbalik badan untuk melihat sesuatu yang terjatuh. Melihat ada d4r4h Yanto pun nampak kebingungan, dia pun mendekati ibu Marni dan melihat ibu Marni yang sudah pingsan.


" Menyusahkan saja sih wanita tua ini, pakai pingsan segala, mana dia juga pendarahan. Bagaimana ini, jika aku biarkan di sini pasti dia akan mati, dan kalau aku bawa ke rumah sakit apa alasanku saat aku ditanya oleh dokter?." Ucap Yanto kebingungan.


Melihat d4r4h yang semakin banyak, membuat Yanto semakin ketakutan. Akhirnya Yanto pun membawa ibu Marni ke rumah sakit, dia tidak mau terjadi sesuatu dengan ibu Marni sebab dia juga nanti yang akan rugi. Penghasilan nya akan berkurang, untuk saat ini ibu Marni bagaikan Berlian yang dapat dia jadikan uang dengan mudah.


" Pasti dia keguguran, hemm lebih baik seperti itu agar dia bisa fokus dengan pekerjaannya. Kalau kehamilannya semakin besar, pasti tidak ada orang yang mau memakainya. Setelah ini, aku tidak akan melepaskan wanita tua ini. Dia tambang emas ku."Seru Yanto bicara pada dirinya sendiri.


Mobil yang dikendarai Yanto sudah sampai rumah sakit. Yanto memanggil perawat untuk membantunya membawa ibu Marni. Ibu Marni masih tetap pingsan, dan langsung dibawa ke ruangan UGD.


" Apa yang terjadi dengan pasien sampai dia pendarahan begitu? Dan bapak ini siapa?."Tanya dokter ingin tahu kronologinya.


" Saya adiknya dokter. Saya juga tidak tahu, saat saya datang ke rumahnya tahu-tahu kakak saya sudah pingsan dan p3nd4r4han seperti itu."Seru Yanto dengan sengaja dia berbohong.


Dokter mengangguk lalu segera masuk ke UGD menyusul perawat yang sudah masuk lebih dulu. Yanto menunggu ibu Marni di depan ruangan UGD, dia berharap bayi yang di kandung ibu Marni m4ti.


Yanto menghubungi pelanggan yang akan memakai ibu Marni, terpaksa dia cancel mengingat keadaan ibu Marni yang sedang tidak bisa melakukan tugasnya. Dan bisa jadi akan libur sampai 1 bulan kedepan.


Setelah 15 menit, dokter yang menangani ibu Marni tadi keluar dan menemui Yanto.


" Kemana suami pasien?."Tanya dokter dengan serius.


" Saya tidak tahu dokter. Saat saya datang ke rumah nya, suaminya tidak ada di rumah."Jawab Yanto lagi-lagi berbohong.


" Pasien keguguran, dan sepertinya dia itu banyak fikiran, stress. Dan ada satu lagi penyebabnya, pasien kelelahan. Sepertinya suaminya terus mengajaknya b3rhubung4n."Ucap dokter sesuai dengan faktanya.


Yanto langsung gugup, jangan sampai dokter tahu jika selama ini ibu Marni memang dia jadikan sebagai wanita pelayan para pria-pria hidung b3l4ng. Yanto tetap berpura-pura tidak tahu dan tetap bicara bohong.


" Emm.. Suami kakak saya ini memang masih muda. Mereka baru menikah 5 bulan yang lalu, tapi saya sendiri heran kenapa kakak saya bisa hamil padahal usianya sudah 60 tahun."Ucap Yanto tetap berpura-pura.


" Semua tidak ada yang mustahil jika sang pencipta sudah berkehendak. Segera hubungi suami pasien dan suruh dia datang untuk menemani pasien. Pasien butuh suport dari orang terdekatnya. Kalau begitu saya permisi, nanti suster akan memindahkan pasien ke kamar rawat inapnya."Ucap dokter lalu pergi meninggalkan Yanto yang masih saja berdiri di depan ruangan UGD.


Hhaaahhhh...


Yanto nampak lega saat dokter sudah tidak ada. Setidaknya dia tidak akan ketahuan jika dia sedang berbohong. Suster keluar dari ruangan UGD dengan membawa ibu Marni yang akan dia pindahkan ke ruang perawatan.


" Berapa uang yang harus aku keluarkan untuk biaya rumah sakit wanita tua itu. Huuhhh menyusahkan saja, setelah sehat dia harus membayar semua uang yang aku keluarkan untuk biaya rumah sakitnya ini."Ucap Yanto dengan kesal.


Yanto mengikuti suster dari belakang, dia hanya berpura-pura perduli saja agar pihak rumah sakit tidak menaruh curiga.


**************

__ADS_1


__ADS_2