Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Fitnah dari mertua


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Ratu !!


Ratu !!


Ratu !!


Seorang perempuan berteriak-teriak memanggil nama Ratu dari luar pintu gerbang yang tertutup dan terkunci dari dalam. Perempuan itu terlihat marah dan emosi, sepertinya dia menyimpan amarahnya untuk Ratu.


Ratu !!


Ratu !!


Teriak wanita itu terus menerus memanggil Ratu dan suaranya itu semakin lantang. Tentunya hal itu mengganggu kenyamanan penghuni rumah dan para tetangga komplek. Pak Satpam sudah berusaha mengusir wanita itu, akan tetapi wanita itu tetap tidak mau pergi.


" Keluar kamu Ratu !! Dasar penghianat !!."Seru wanita itu semakin membuat keonaran dan keributan.


Raja, Arya dan Satria yang memang sedang berbincang di ruang keluarga langsung beranjak dari tempatnya duduk untuk melihat siapa yang sudah buat onar.


Sementara itu Ratu dan mamanya yang ada dikamar juga penasaran, kenapa ada wanita yang datang ke rumahnya dan marah-marah. Sehingga mereka berdua memutuskan untuk keluar dari kamar. Jika didengar dari suaranya, Ratu mengenali suara wanita itu, suara itu tidak asing di telinga Ratu.


" Siapa itu mas?."Tanya Ratu yang kini sudah berada di teras rumahnya bersama yang lainnya.


" Sepertinya mbak Rani ya mas."Ratu bertanya sendiri tapi dia jawab sendiri, aneh kan?


Hheeemm...


Raja hanya berdehem melihat tingkah adiknya, dia yang bertanya dia juga yang menjawabnya sendiri. Memang rada-rada aneh juga si Ratu ini.

__ADS_1


" Iya dek itu mbak Rani. Mau apa ya dia datang kesini dan marah-marah begitu ya dek?." Seru Arya dengan wajah keheranannya.


" Lebih baik suruh saja dia masuk, biar kita tanyakan maksud kedatangannya itu apa. Malu kalau sampai tetangga pada kumpul, mereka lama-lama juga pasti akan terganggu dengan suara teriakan Rani. Mama yakin jika Rani tidak akan pergi sebelum dia bertemu sama kamu, Ratu."Ucap mama Dinda memberikan sarannya.


" Iya ma, Ratu minta pak Mail untuk membukakan pintu gerbangnya biar Mbak Rani bisa masuk."Seru Ratu mengikuti saran dari mamanya.


Ratu pun memberi isyarat kepada pak Mail alias pak Satpam untuk membukakan pintu gerbang. Setelah itu, Ratu dan yang lainnya masuk ke rumah dan menunggu Rani di ruang tamu. Mereka tidak mau ribut di teras rumah, yang ujungnya akan didengar oleh para tetangga. Nantinya tetap Ratu dan Arya juga yang akan malu.


Ratu !!


Teriak Rani dari ambang pintu, dia sama sekali tidak takut maupun tidak sungkan dengan kedua orang tua Ratu. Mata Rani menatap tajam ke arah Ratu yang masih berdiri di samping mamanya.


Ratu sendiri tidak tahu apa maksud kedatangan Rani ke rumahnya dengan marah-marah begitu. Bahkan kehadiran orang tuanya pun sepertinya tidak di anggapnya.


" Yang sopan mbak kalau bertamu tempat orang. Di luar pagar sana tadi ada bel dan di pos jaga juga ada pak Satpam. Apa mbak tidak bisa datang secara baik-baik, tanpa harus berteriak-teriak seperti tadi? Dimana urat malu mbak Rani? Ini komplek perumahan elite mbak bukan sawah atau hutan yang bisa mbak bertindak semau mbak sendiri. Bertamu itu harus ada etika dan sopan santunnya."Ucap Ratu langsung memberikan ceramahnya kepada Rani.


" Halah jangan banyak bicara kamu Ratu !! Aku tidak akan takut meskipun ini dirumah mu dan kamu ada orang tuamu begi. Kamu jahat Ratu, kamu penghianat !! Ternyata kamu itu wanita yang tidak punya hati, kamu dendam kepadaku sampai kamu tega melihat anakku ini nanti lahir tanpa seorang ayah. Kejam kamu Ratu. "Seru Rani kembali mencibir dan memarahi Ratu.


Degh..


Bukan hanya Ratu, semua yang ada di ruangan itu juga kaget dengan umpatan demi umpatan yang Rani tujukan untuk Ratu. Terutama Arya, karena dia merasa jika Ratu sang istrinya tidak pernah berulah dan cari masalah kepada Rani.


Untuk sementara semua yang ada di ruangan itu diam, mereka membiarkan Ratu dan Rani menyelesaikan masalahnya sendiri lebih dulu. Mama Dinda melarang Arya saat Arya ingin mendekati Ratu.


" Maksud mbak Rani apa? Aku tidak pernah bikin masalah dengan mu mbak, bicara yang jelas agar aku tahu letak kesalahanku dimana. Dan memang aku salah aku akan memperbaikinya."Ucap Ratu bicara dengan setenang mungkin agar Rani bisa mengendalikan emosinya.


Ccciiihhh


Rani berdercak dengan kesal sembari mengulas senyum sinis. Menurutnya Ratu hanya berpura-pura tidak tahu letak kesalahannya.


" Apa maksud kamu mengenalkan Karina kepada Bima? Dan pada akhirnya Bima dan Karina hari ini menikah? Padahal kamu tahukan kalau aku ini sedang hamil, bisa-bisanya kamu memakai cara licik seperti ini untuk balas dendam denganku?. Kamu melampiaskan dendanmu kepadaku dengan cara yang licik, Ratu. Kamu memakai Karina sebagai alat balas dendammu kepadaku, benar-benar licik !."Seru Rani terdengar ketus saat dia bicara.


Akhirnya Ratu dan semua orang yang ada di ruangan itu tahu hal apa yang membuat Rani datang dan langsung marah-marah. Ternyata ada hubungannya dengan Bima dan Karina. Ratu yang merasa tidak pernah mengenalkan Bima dan Karina sudah pasti marah sudah dituduh seperti itu oleh Rani.


Tuduhan Rani itu tidak bisa dibenarkan sama sekali. Sama saja Rani sudah memfitnah Ratu. Pernikahan Bima dan Karina sama sekali tidak ada campur tangan Ratu, bahkan Bima mengenal Karina jauh sebelum Ratu mengenal Karina.

__ADS_1


" Mbak, aku ini sama sekali tidak pernah mengenalkan mas Bima dan Mbak Karina. Mas Bima mengenalnya sendiri jauh sebelum aku mengenal mbak Karina. Lagian soal anak dalam kandungan mbak itukan bukan anaknya mas Bima, mbak yang selingkuh kan dengan mantan pacar? Aku sudah tahu cerita semuanya mbak, jadi jangan memfitnahku."Jawaban Ratu sebenarnya cukup jelas dan bisa dimengerti dengan baik. Akan tetapi Rani yang sudah terhasut dengan ucapan ibu Marni sama sekali tidak mempercayai apa yang dikatakan Ratu.


Ibu Marni sudah mengarang cerita, dia menceritakan kepada Rani jika Bima mengenal Karina dari Ratu. Dan Ratu juga yang sudah menjodohkan Bima dengan Karina. Ibu Marni sengaja bicara seperti itu agar Rani memarahi Ratu dan menghajar Ratu, dengan begitu ibu Marni merasa puas.


" Bohong !! Kamu itu pembohong besar Ratu! Kamu ingin membuat hidupku menderita kan? Soal hubunganku dengan mantan pacarku itu bukan urusan kamu dan kamu tidak berhak ikut campur. Kamu itu wanita yang sedang hamil juga, seandainya hal ini terjadi dengan dirimu bagaimana?"Seru Rani masih saja menuduh Ratu yang bukan-bukan.


" Cukup..!! Kamu jangan sembarangan menuduh anakku yang tidak-tidak. Sedari tadi kami ini sudah diam saja, tetapi didiamkan justru kamu semakin kurangajar. Apa kamu ini sudah tuli? Anakku sudah menjelaskan semuanya tapi kamu tidak percaya."Seru mama Dinda ikut membela anaknya.


Hati ibu mana yang tega melihat anaknya sedari tadi dibentak dan dituduh hal yang tidak pernah dia lakukan. Rani langsung melirik mama Dinda yang sudah berdiri di samping Ratu, Rani sama sekali tidak gentar menghadapi mama Dinda.


" Tante tidak perlu ikut campur, ini urusanku dengan Ratu. Lebih baik tante diam saja dan cukup menyaksikannya, saya tidak akan seperti ini jika anak tante tidak memulainya lebih dulu."Seru Rani meminta mama nya Ratu untuk tidak ikut campur.


" Sudah pasti saya akan ikut campur karena kamu sudah keterlaluan dengan anakku. Sekarang begini saja, lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan pernah datang ke rumah ini lagi jika hanya ingin cari ribut."Seru Mama Dinda bicara pelan dan tegas.


Rani menggelengkan kepalanya dengan tersenyum kecut. Tidak semudah itu dia akan pergi dari rumah Ratu sebelum Ratu meminta maaf kepadanya atas perbuatannya yang sudah menjodohkan Bima dengan Karina.


" Pergilah mbak, jangan sampai kami semua yang ada di ruangan ini memarahimu dan menyeretmu keluar secara paksa."Seru Arya akhirnya dia ikut buka suara setelah tadi dilarang oleh mama mertuanya.


" Tunggu mas, aku ingin tahu siapa yang bilang sama mbak Rani jika aku yang sudah mengenalkan dan menjodohkan mas Bima dan mbak Karina."Ucap Ratu sambil mengangkat tangan kanannya.


" Siapa mbak? Siapa orang yang sudah mengatakan jika aku ini mak comblang hubungan mas Bima dan Karina?."Tanya Ratu pelan namun pasti.


" Ibu Marni."Seru Rani menjawab dengan singkat.


Semuanya kaget saat mendengar jawaban dari Rani. Ternyata biang kerok dari semua keributan hari ini. Ratu tidak habis fikir dengan ibu mertuanya itu, dia takut berhadapan dengan Ratu langsung sehingga menjadikan Rani sebagai alatnya.


" Ibu itu bohong mbak. Sudahlah jangan lagi saling membenci atau bermusuhan. Kita ini sama-sama wanita hamil dan usia kandungan kita sepertinya tidak jauh beda. Sekarang jika mbak Rani bisa bersikap baik, aku akan bersikap baik juga mbak. Kita bisa duduk di sini bersama-sama, kebetulan kakakku dan kedua orang tuaku baru datang."Ucap Ratu mencoba bersikap manis.


" Aku tidak sudi berbaikan dengan kamu !!."Seru Rani dengan tangan menunjuk tepat di wajah Ratu.


Pllaaakkk


Satu tamparan dari mama Dinda berhasil mendarat dengan sempurna di pipi Rani. Tamparan itu cukup keras dan pastinya terasa sakit dan panas.


*********

__ADS_1


__ADS_2