Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kerjasama yang disengaja


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Setelah drama kurangnya uang bulanan dan uang untuk beli perhiasan tidak Arya berikan. Ibu Marni pun memilih pulang dengan meminta diantarkan oleh Arya. Sebagai anak yang baik Arya akhirnya mau mengantarkan ibu Marni pulang, tentunya dengan Ratu yang tetap ikut.


Arya dan Ratu tidak bisa berlama-lama, setelah ibunya turun dan menyapa pak Santo mereka pun memutuskan untuk pulang.


" Mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu dek?." Tanya Arya.


" Kemana ya mas? Hemm kita ke alun-alun kota saja yuk mas, makan jagung bakar sepertinya enak."Jawab Ratu dengan cepat.


" Baiklah. Apa di perut istriku ini sudah ada dede bayinya. Sampai menginginkan makan jagung bakar segala."Tanya Arya sambil terkekeh.


" Aamiin. Semoga saja ya mas, tapi sepertinya belum mas. Soalnya baru berapa hari ini kan aku selesai haid, mas jangan sedih ya. Kalau sudah saatnya nanti pasti Allah akan menitipkan kepercayaannya dalam rahimku ini."Ucap Ratu sambil mengusap perutnya.


" Iya dek. Maa tidak sedih, mungkin memang Allah meminta kita untuk pacaran dulu. Lagi pula kita masih muda dan usia pernikahan kita saja belum genap 1 tahun. Yang penting kita tetap berusaha, selebihnya Allah yang menentukan."Ucap Arya begitu bijak menyikapinya.


Tanpa terasa,mobil yang dikendarai Arya sudah sampai di alun-alun kota. Belum juga mobil di parkir, Ratu dengan segera turun dan mendatangi lapak penjual jagung bakar yang sudah menjadi langganannya. Sedangkan Arya, masih mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya.


Setelah mobil terparkir, Arya berjalan menuju lapak penjual jagung bakar yang didatangi Ratu. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada seseorang yang memanggilnya.


" Pak Arya?."Seru seorang wanita memanggil Arya.


Arya dengan segera mengalihkan pandangannya kearah orang yang memanggilnya. Arya tidak mengenali wanita yang memanggilnya itu. Sehingga dia hanya mengangguk dan tersenyum saja.

__ADS_1


" Anda benar pak Arya Herlambang kan?." Tanya wanita itu lagi.


" Betul, maaf mbak siapa ya?." Tanya Arya mencoba tetap bersikap ramah.


" Ohh maaf, sebelumnya memang kita belum pernah bertemu secara langsung. Tapi saya mengenal anda, Anda direktur RR Group kan? Saya Anne, anak dari pemilik perusahaan Tirta company." Tanya wanita itu.


RR Group adalah nama perusahaan cabang STR group yang sekarang. RR sendiri diambil dari nama Raja dan Ratu sebagai pemilik perusahaan itu.


" Iya benar saya Arya, senang bisa berkenalan dengan anda. Maaf, saya mau menemui suami saya dulu. Permisi."Ucap Arya tidak mau berlama-lama.


Arya melangkah menuju dimana saat ini istrinya berada. Anne terus memandang punggung Arya sampai Arya menjauh dengan sempurna. Anne melihat jika Arya memang menghampiri seorang wanita.


* Ternyata lebih tampan aslinya daripada di foto. Hemm.. Tante Liana betul, jika Arya itu sangat tampan dan tidak cocok dengan istrinya yang udik itu. Masa iya istri dari direktur kok keluar rumah pakai baju seperti itu, mana jajan jagung bakar. Ihhh gak banget deh.*Gumam Anne dalam hati.


Anne sendiri memang tidak mengenal Arya secara langsung. Dia pernah melihat Arya saat ada acara kantor satu tahun yang lalu yang mana Anne datang untuk menemani papanya. Anne banyak tahu tentang Arya juga dari Liana, Liana adalah sepupu dari Mamanya Anne.


" Untuk mendekati dia aku harus bisa menjalin kerja sama dengan perusahaannya. Tidak perduli soal Mita, lagipula Mita saja gagal mendekati Arya. Justri dia malah dipecat."Ucap Anne bermonolog sendiri.


******


Pagi hari seperti biasa, aktifitas Ratu dan Arya disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing. Dengan mengendarai mobilnya masing-masing, Ratu dan Arya menuju tempat kerjanya.


Di perusahaan, saat ini Arya sedang menerima klien. Klien yang akan bekerja sama dengan perusahaannya.


" Kita bertemu lagi pak Arya."Seru seorang wanita yang semalam bertemu di alun-alun kota.


" Emm.. Anda ini yang bertemu dengan saya tadi malam kan?."Tanya Arya balik.


" Iya betul pak, Arya. Saya Anne, anak dari pemilik perusahaan Tirta Company. Maaf sebelumnya, seharusnya papa saya yang datang menemui anda. Berhubung proyek ini dipercayakan dengan saya, jadi saya sendiri yang menemui Anda."Ucap Anne bicara dengan ramah dan sopan. Anne memang wanita yang cantik, smart dan anggun.

__ADS_1


Arya dan Anne saling berjabat tangan, setelah itu mereka membahas kerja sama yang akan melibatkan dua perusahaan itu. Arya tertarik dengan kerja sama yang ditawarkan oleh Anne.


" Semoga kerja sama kita ini akan berjalan dengan lancar. Senang bekerja sama dengan anda, Arya."Seru Anne memanggil Arya tanpa memakai kata pak.


" Iya bu, Anne."Jawab Arya sambil menjabat uluran tangan Anne.


Meeting Arya dan Anne cukup lama dan sampai jam makan siang. Anne mencoba untuk mengajak Arya makan siang bersama, sebagai perayaan atas kerjasama mereka yang baru saja terjalin.


" Maaf bu Anne, saya sudah dibawakan bekal makanan sama istri saya. Maaf sekali lagi tidak bermaksud untuk menolak ajakan makan siang bu Anne. Tapi saya memang lebih suka makan makanan yang dimasak oleh istri saya." Ucap Arya menolak ajakan makan siang Anne.


" Wahhh istri pak Arya sangat sayang dan perhatian sekali ya dengan pak Arya. Pasti istri pak Arya juga merasa bangga mempunyai suami seperti bapak. Sudah mapan, pekerjaan bagus dan yang pasti pak Arya juga sangat mencintai istri."Ucap Anne pura-pura baik padahal saat ini hatinya sangat kesal karena Arya sudah menolak ajakan makan siangnya.


Baru Arya seorang yang menolak ajakan Anne, Anne mempunyai pesona yang luar biasa yang dapat menggait dan meluluhkan lawan jenisnya. Namun berbeda dengan Arya, sepertinya Arya sama sekali tidak tertarik kepada Anne. Cara memandang Anne pun dia nampak biasa, tidak seperti pria diluaran sana yang kebanyakan jelalatan.


" Sudah pasti kami saling menyayangi dan mengasihi. Istri saya itu bidadari tak bersayap, dia wanita yang paling baik, sabar dan penuh kasih sayang. Bukan dia yang beruntung mendapatkan aku, tapi akulah yang beruntung mendapatkan dia."Ucap Arya membanggakan Ratu didepan Anne.


" Semoga bahagia selalu ya pak."Ucap Anne dengan senyum nya yang aneh.


" Aamiin. Nanti lain kali pasti Bu Anne akan saya kenalkan dengan istri hebat saya."Ucap Arya yang memang sangat membanggakan istrinya.


" Oh iya pak. Saya permisi dulu ya pak, sepertinya sudah semakin siang."Ucap Anne sengaja menyudahi obrolannya karena dia malas Arya terus-terusan membanggakan istrinya.


"Iya bu Anne silahkan."Jawab Arya ramah.


Setelah berpamitan, Anne keluar dari ruangan meeting. Wajahnya sama sekali tidak bersahabat , dia terlihat kesal karena kesan pertama kali datang ke perusahaan Arya sudah dibuat tidak enak.


" Si4l4n ! Kenapa Arya justru membanggakan istrinya? Sehebat apa sih istrinya itu, kalau kata tante Liana istri Arya itu hanya orang biasa yang pekerjaannya hanya dirumah saja. Kalau cuma dirumah hebat apanya? Hebat itu seperti aku, sudah cantik, berpendidikan, dan anak orang kaya. Pekerjaannku juga menjanjikan, hemm pokoknya aku harus bisa mendapatkan Arya dan menyingkirkan istri udiknya itu." Gerutu Anne saat dalam perjalanan pulang.


Sepeninggalan Anne, Arya kembali ke ruangannya untuk makan siang. Dia membuka bekal makan siang yang dibawakan oleh istrinya. Ayam rica-rica dan tumis brokoli menjadi menu makan siang Arya. Tidak lupa, Ratu juga menyiapkan potongan buah mangga sebagai cuci mulutnya.

__ADS_1


" Istriku memang terthe best."Ucap Arya sambil memakan bekal makan siangnya.


*************


__ADS_2