
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Seminggu sudah berlalu, dan dalam seminggu ini ibu Marni sama sekali tidak keluar rumah. Dia menjalankan bisnisnya dari rumah, dia mengikuti nasehat dari Yanto agar tidak sembarangan keluar rumah agar polisi tidak curiga.
Namun polisi tidak putus asa, mereka tetap menempatkan 2 anak buahnya untuk memantau pergerakan ibu Marni. Dan sepertinya sore ini membuahkan hasil, ibu Marni kedatangan tamu seorang laki-laki paruh baya. Laki-laki itu mengajak ibu Marni keluar rumah, dan tanpa ibu Marni ketahui jika dia sedang diikuti oleh polisi.
" Apa wanita itu mau menemui target kita?."Tanya Polisi yang bernama Rahmat kepada temannya, Bagas.
" Sepertinya begitu. Kita ikuti saja terus mobil mereka, jangan sampai kehilangan jejak."Jawab polisi yang bernama Bagas.
Mobil yang dinaiki ibu Marni berhenti di salah satu rumah yang letaknya lumayan jauh dari perkotaan. Setelah itu, pria paruh baya yang tadi menjemput ibu Marni meninggalkan tempat itu. Dia hanya datang untuk menjemput ibu Marni dan mengantarkan ibu Marni.
" Sepertinya pria paruh baya itu hanya sopir taksi online. Atau memang sopir khusus yang disiapkan oleh Yanto. Kita harus cari tahu apa yang dilakukan ibu tua tadi di dalam sana. Setelah kita tahu, baru kita kabari komandan."Ucap Rahmat dengan serius dan mendapat persetujuan dari temannya.
Di dalam rumah yang di datangi ibu Marni, sudah ada beberapa pria dan wanita yang sedang bersenang-senang. Ternyata tempat itu adalah markas yang disiapkan Yanto untuk menjadi tempat bersenang-senang para hidung bel4ng dengan para wanita bayaran yang sudah di siapkan ibu Marni.
" Mami, kemana saja seminggu ini tidak datang ke sini? Aku kira Mami sudah lupa sama kami-kami, lupa sama bayaran kami."Seru salah satu wanita penghibur yang ada di rumah itu.
" Ceritanya panjang, sudah diam saja kamu. Pasti uang bayaran kalian akan aku berikan makanya ini aku datang ke sini untuk memberikan uang kalian. Panggil yang lainnya, yang masih bersama pelanggan biarkan dulu."Seru ibu Marni.
__ADS_1
Sekitar 5 wanita itupun akhirnya sudah berkumpul di dalam salah satu ruangan. Mereka menerima bayaran sesuai dengan yang mereka hasilkan. Tentu saja ibu Marni punya catatannya tersendiri, biarpun dalam seminggu dia tidak datang langsung. Para pelanggan akan langsung memesan kepada nya dan membayar dengan cara transfer. Setelah pembayaran baru pria - pria itu bisa memakai wanitanya dan membawanya ke hotel atau ke penginapan.
" Sudah sesuai kan dengan pekerjaan kalian selama seminggu ini. Kalian juga pasti dapat tips kan dari pelanggan kalian? Apa tempat ini selalu ramai?."Tanya ibu Marni.
" Ramai sih tidak mami, mereka yang datang rata-rata kan minta di layani di tempat yang lain. Kalau di sini terlalu ramai, ya bagi mereka yang tidak ada modal untuk sewa hotel ya tetap minta dilayani di sini. Tapi kalau kita berlima kan beda kelas, pastinya bayaran kita mahal dan kelas kita hotel dong."Seru salah satu wanita dengan bangganya.
Heeemmmm...
Ibu Marni hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia juga ikut senang jika para anak didiknya mendapatkan pelanggan yang berdompet tebal.
Sementara itu di luar sana, ada beberapa polisi yang sudah bergerak dan berada di setiap titik. Mereka tidak tahu pasti jika Yanto ada di dalam atau tidak, saat ini yang mereka tahu jika tempat itu adalah tempat port!tus!.
Ada dua orang polisi yang bersiap menyamar sebagai pelanggan agar mereka mudah untuk masuk.
" Mami, ada pelanggan tuh. Katanya nyariin mami dan minta disiapkan wanita yang paling bagus."Seru salah satu wanita datang ke ruangan Ibu Marni.
Ibu Marni dan kelima wanita itupun keluar dari ruangan, mereka semua berjalan di belakang ibu Marni menuju ruang tamu. Pakaian yang mereka pakai pun tidak layak, bahkan seperti tidak memakai baju.
" Wah wah, ternyata ada tamu yang tampan-tampan ya. Kalian berdua datang ke tempat yang tepat, oh iya ini para bidadari yang bisa kalian pakai. Untuk servisenya jangan diragukan lagi, sudah banyak yang pu4s dengan pelayanan mereka. Kalian pilih saja mau pakai yang mana."Ucap ibu Marni dengan nada suara yang genit.
Ibu Marni sama sekali tidak ingat dengan usianya yang sudah semakin tua. Bukannya bertaubat, tapi malah semakin menjadi-jadi.
" Barang bagus. Tapi kami ini juga ada perlu sama Yanto, kami mau beli barang itu. Tapi sudah beberapa hari ini Yanto susah sekali kami hubungi. Apa kami bisa mendapatkan barang itu juga di sini?."Tanya polisi yang bernama Bagas.
Bicara soal Yanto, ibu Marni harus hati-hati jangan sampai dia salah bicara. Dan tidak sembarangan juga dia memberitahu keberadaan Yanto. Barang yang di maksud oleh kedua tamunya itu ibu Marni sudah paham.
__ADS_1
" Yanto masih ada pekerjaan di luar negeri, tapi luar negeri mana juga aku tidak tahu. Memang sudah beberapa hari ini aku juga tidak berkomunikasi dengan Yanto. Dan untuk barang itu sekarang tidak ada di sini, barang itu ada sama Yanto saja. Biasanya ada sih, tapi itu urusan Yanto saja. Saya di sini hanya menyediakan para wanita yang cantik-cantik dan s3ksi ini."Jawab ibu Marni dengan hati-hati sekali agar dia tidak salah bicara.
Sebenarnya ibu Marni tahu dimana Yanto saat ini, Yanto sudah berpesan agar tidak memberitahu keberadaannya kepada siapapun terlebih dahulu.
Beberapa polisi pun mulai masuk lewat pintu belakang, dan mereka belum menyadarinya. Hingga akhirnya tedengar suara bentakan yang sangat lantang.
" Jangan bergerak !! Tempat ini sudah kami kepung!!." Seru polisi dengan lantang sambil menodongkan s3njat4.
Sontak ibu Marni dan para wanita itupun terkejut. Mata ibu Marni terbelalak, dia tidak menyangka jika tempatnya sudah di kepung oleh polisi. Yang membuat dia semakin terkejut, ternyata dua pria yang ada dihadapannya juga seorang polisi.
" Mami, ini bagaimana?."Seru salah satu wanita.
" Diam kamu."Seru ibu Marni menghardik wanita itu.
" Jangan bergerak dan jangan coba-coba untuk melarikan diri. Tempat ini sudah kami kepung !! Rahmat, Bagas dobrak semua pintu kamar dan bawa keluar manusia yang sedang bersenang-senang itu."Seru komandan.
" Siap komandan !!."Seru Rahmat dan Bagas secara bersamaan.
Setelah 30 menit, ibu Marni dan para wanita serta para pria hidung b3l4ng di gelandang ke kantor polisi. Ibu Marni tidak bisa berkutik lagi, dan sudah di pastikan dia juga akan mendapat hukuman yang setimpal.
" Pak Polisi tolong jangan penjarakan aku. Aku tidak mau di penjara, aku tidak sudi di penjara !!."Teriak ibu Marni saat dalam perjalanan menuju kantor polisi.
Ibu Marni sudah tahu betul bagaimana kehidupan dalam penjara. Tidur hanya beralaskan kasur lantai yang tipis, bahkan tak jarang juga dia tidur di lantai karena kasur lantai lebih dikuasai oleh tahanan yang lainnya.
" Diam !! Jangan berisik !! Kamu pasti ada hubungan dengan Yanto, atau jangan-jangan kamu tahu keberadaan Yanto. Mengaku Art, ternyata seorang g3rmo !!."Bentak polisi dengan kesal.
__ADS_1
Ibu Marni langsung diam dan menundukan kepalanya. Dia tahu betul jika hukumannya kali ini akan lebih berat ketimbang para anak didiknya. Yang mungkin hanya akan di masukkan ke panti sosial saja.
************