Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Taubatlah Bu


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Ratu menceritakan soal kecurigaannya jika Rani lah calon istri Agung. Dari cerita Agung, semua mengarah ke Rani.


" Masa sih dek? Mungkin hanya kebetulan saja pesan baju yang mirip."Ucap Arya mencoba tidak percaya.


" Aku yakin banget mas, mas ingat kan kalau wanita yang akan menjadi istri kak Agung itu janda dan beranak satu. Dan saat ini tinggal di kampung juga, terus waktu pernikahan mereka nanti juga sama loh mas. Aku sih yakin mereka itu sepasang pengantinnya."Seru Ratu dengan yakin sekali.


Hhheeemmm...


Arya bedehem sembari memikirkan perkataan Ratu barusan. Apa yang di katakan Ratu memang ada benarnya, jika hanya secara kebetulan juga tidak akan sedetail itu. Apa lagi tanggal dan bulan pernikahan mereka juga sama.


" Coba tanya mbak Rani dek, biar kamu tidak penasaran lagi. Kalaupun memang benar ya kita ikut berbahagia saja, akhirnya mbak Rani bisa mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab. Bukan berarti dulu mas Bima tidak baik, yang tidak baik itu si Yanto. Beruntung sekali mbak Rani terlepas dari pria b4ji94n itu, si Yanto itu sekarang lagi di cari polisi."Ucap Arya memberitahu Ratu soal Yanto.


" Iya mas. Aku akan tanya mbak Rani, ya aku pura-pura tidak kenal saja sama kak Agung, aku akan bilang kalau kak Agung juga pesan baju di butik ku."Seru Ratu tidak mau membuka jika dia mengenal Agung agar Rani tidak salah paham terlebih Agung dulu pernah mencintai Ratu.


Ratu mencoba menghubungi Rani, namun karena sudah malam sehingga Rani tidak mengangkatnya. Ratu memilih mengirim pesan saja kepada Rani.


[ Mbak Rani, apa suami mbak Rani bernama Agung ya? Kalau memang iya berarti aku jadi lebih mudah memadukan pakaian pengantin kalian, karena pak Agung juga memesan baju di butik ku.]


Pesan itu Ratu kirim, semoga setelah dibaca Rani bisa membalasnya. Dan Ratu tidak penasaran lagi.


" Tidur dek, sudah malam. Katanya besok kamu mau ke butik, anak-anak dibawa apa tidak?."Tanya Arya .


" Tidak mas, anak - anak sama mama tidak boleh di bawa. Karena aku juga tidak lama, hanya sampai jam makan siang saja kok. Mas, mulai besok sudah ada bany siter yang membantu mengasuh Devan dan Revan. Aku sudah konsultasi sama mama, dan akhirnya mama setuju denganku. Aku kasihan mama kalau aku tinggal ke butik pasti dia kerepotan."Ucap Ratu memberitahu Arya soal pengasuh.


" Iya dek, tadi Mama juga sudah bilang dan minta izin sama mas. Mas ya setuju-setuju saja, karena dari dulu mas juga sudah bilang kan untuk pakai jasa baby sitter untuk bantu jaga Sikembar. Ya sudah, sekarang tidur ini sudah jam 10 malam."Ucap Arya meminta Ratu untuk segera tidur.


Hemmmm


Ratu menganguk patuh. Ratu membaringkan tubuhnya di samping Arya, dengan lembut Arya menyelimuti Ratu dan mencium kening Ratu. Persis seperti seorang Ayah yang sedang menidurkan anaknya. Tidak menunggu lama, Ratu pun sudah terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Melihat Ratu yang cepat sekali terlelap, Arya jadi tahu jika istrinya itu pastinya sangat lelah mengurus kedua anaknya. Di tambah lagi, Ratu tetap memantau perkembangan butik dari rumah dan mengerjakan desain - desain terbaru.


" Tidurlah yang nyenyak istriku, kamu pasti lelahkan.?"Seru Arya sembari mengusap pucuk kepala Ratu dengan lembut.


Arya justru tidak bisa tidur, dia turun dari ranjang dan menghampiri kedua anaknya yang terlelap dalal bok bayinya. Meskipun sikembar mempunyai kamar sendiri, saat malam mereka akan ikut tidur di kamar Ratu agar memudahkan Ratu dan Arya mengontrol sikembar. Dan jika mereka terbangun, baik Ratu maupun Arya bisa bergantian menjaga mereka.


" Anak-anak papa boboknya nyenyak banget. Anak pintar, anak sholehnya papa dan mama. Jadi tidak sabar ingin melihat kalian tumbuh besar, bisa maib bola bareng, main sepeda bareng dan main perang-perangan bareng. Sehat-sehat ya sayang."Ucap Arya sambil mengusap kepala Devan dan Revan secara bergantian.


Tak lupa Arya juga mencium keduanya secara bergantian. Arya pun kembali naik ranjang dan mengistirahatkan tubuhnya, esok hari masih banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.


********


Ibu !!


Seru Bima dan Karina secara bersamaan saat melihat ibu Marni ada di restoran bersama dua orang wanita muda yang dandanannya nampak menor.


Bima dan Karina saat ini ada di restoran, Karina ingin makan makanan di restoran tersebut. Saat mereka sedang menunggu pesanan, mereka melihat ibu Marni dan dua orang wanita berjalan memasuki restoran dan duduk tidak jauh dari tempat Karina dan Bima duduk.


" Mas, lihat deh penampilan ibu? Sekarang modis banget, dan lihatlah perhiasan yang dia pakai pun juga banyak. Sepertinya ibu bahagia dengan hidupnya yang sekarang."Ucap Karina berpendapat jika ibu Marni hidup bahagia dengan Yanto.


" Hemm.. Tapi siapa dua wanita itu ya sayang?."Tanya Bima penasaran.


" Aku juga tidak tahu mas, kita lihat saja dari sini. Ibu sama sekali tidak menyadari keberadaan kita mas."Jawab Karina.


Karina dan Bima menajamkan pendengarannya, dia ingin tahu apa yang dibicarakan oleh ibu Marni dan dua temannya.


" Nanti kalian harus bisa memberikan servise terbaik kalian, jangan sampai membuat pelanggan bosan dan tidak pu4s. Kalau itu sampai terjadi, jangan harap kalian akan dapat pelanggan dan uang yang banyak."Seru ibu Marni memberi wejangan kepada anak-anak didiknya.


" Siap mami. Kami sudah tahu apa yang harus kami lakukan, mami tidak perlu khawatir pasti pelanggan kita akan pu4s dengan servise yang kita berikan."Ucap wanita yang memakai dress warna biru yang menampakkan setengah p4h4nya.


Deeggghhh


Jantung Bima dan Karina seketika seperti dihujam dengan benda yang keras. Mereka akhirnya tahu, jika ibu Marni saat ini sudah menjadi mami, mami dalam artian seorang wanita yang mempunyai anak didik untuk memu4sk4n para pria hidung bel4ng.


" Mas, ibu...."Seru Karina tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.


" Iya sayang, mas paham pembicaraan mereka. Kenapa ibu jadi melangkah sejauh ini, awalnya aku mengira dia sudah bahagia dengan Yanto. Justru malah sekarang ikut-ikutan dengan bisnisnya Yanto. Aku tidak tahu lagi bagaimana cara berfikirnya ibu."Seru Bima dengan wajah sedih.

__ADS_1


Saat mereka sedang membicarakan ibu Marni, pelayan datang mengantarkan makanan yang sudah mereka pesan. Dan saat itu juga bertepatan dengan seorang pria yang datang menghampiri ibu Marni, dan dia pergi lagi membawa 1 wanita yang berbaju biru.


Tidak lama kemudian, satu pria datang lagi mejemput wanitanya yang sedang duduk dengan ibu Marni. Kini ibu Marni sudah sendirian, dia menikmati makanannya seorang diri.


" Mas mau menghampiri ibu, sayang. Kamu makan saja dulu."Seru Bima lalu bangkit tanpa meminta persetujuan Karina lebih dulu.


Bims melangkah mendekati ibu Marni, hanya butuh beberapa langkah saja Bima sudah sampai di hadapan ibunya. Melihat ada seseorang yang berdiri di dekat mejanya, ibu Marni pun mendongakkan kepalanya. Dia terkejut saat yang berdiri di dekatnya adalah Bima, anak kesayangannya.


" Bima."Seru ibu Marni kaget.


" Iya bu, ini aku Bima anak ibu. Kenapa bu? Ibu kaget melihat keberadaanku? Bima tidak menyangka bu, jika sekarang ibu menjadi wanita yang tidak punya hati. Ibu melakukan pekerjaan yang h4r4m, ibu sudah merusak generasi muda bu."Seru Bima dengan suara pelan namun terdengar sangat tegas.


Ibu Marni menggeleng, ternyata Bima sudah tahu bisnis barunya. Sudah kepalang tahu, tidak perlu dirahasiakan lagi. Menurut ibu Marni pekerjaannya sah-sah saja dan tidak mengganggu Bima dan yang lainnya.


" Oh, kamu sudah tahu pekerjaan ibu yang baru. Ibu ingatkan sama kamu Bim, jangan pernah ikut campur dengan urusan ibu. Ibu selama ini sudah tidak ikut campur dengan kehidupan kalian, jadi kita sama kan? Jangan saling mengganggu !."Seru ibu Marni.


Sebenarnya dia sangat merindukan Bima, anak kesayangannya itu, dan ingin memeluknya. Namun dia mencoba menekan perasaan rindunya itu. Dia tidak mau terlihat lemah dihadapan Bima, apa lagi di tempat itu juga ada Karina.


" Bima sudah malu dengan kelakuan ibu dan sekarang Bima tambah malu lagi bu. Bertaubatlah bu sebelum terlambat, jangan sampai ibu merugi dengan semua kelakuan ibu ini. Tinggalkanlah dunia ibu yang kelam ini dan kembalilah meniti kehidupan yang baik."Seru Bima mengingatkan ibu Marni.


" Jangan menggurui ibu, Bima. Sudah sana kembalilah kemeja mu, jangan mengganggu ibu dan jangan ikut campur dengan urusan ibu. Ibu sekarang sudah bahagia dengan hidup ibu, dengan begini ibu punya uang banyak yang belum tentu kamu bisa memeri ibu sebanyak yang ibu punya. Sana !! "Ucap ibu Marni sambil mengibaskan tangannya lalu m3nghis4p kembali rokoknya.


" Tanpa ibu usir pun, Bima akan pergi bu. Ingat bu, setiap pekerjaan itu pasti ada resikonya. Dan pekerjaan ibu itu resikonya masuk penjara!."Ucap Bima lalu dia melangkah meninggalkan meja ibu Marni.


Ibu Marni terdiam, selama ini dia tidak berfikir resiko dari pekerjaannya itu. Yang penting dia terbebas dari pekerjaan lamanya dan uang dia banyak. Tanpa memikirkan resiko yang ada.


Karina meminta Bima untuk segera makan, agar bisa segera pergi dari restoran. Untuk sementara, Karina memilih diam dan tidak mau membahas soal obrolan nya dengan ibu Marni tadi.


" Sayang, maaf ya acara makan malamnya jadi seperti ini."Seru Bima merasa tidak enak dengan Karina.


" Tidak apa-apa mas, aku bisa memahaminya. Mas cepat makan, itu makanan sudah mau dingin."Ucap Karina dengan lembut.


" Iya sayang."Jawab Bima singkat.


Ibu Marni terpaku memandang Bima dan Karina yang sedang fokus dengan makanannya. Dia memikirkan ucapan Bima tadi, hidup di penjara sama sekali tidak enak. Dia sendiri sudah pernah merasakan bagaimana hidup di penjara selama 2 bulan dan tidak mau untuk kembali ke sana lagi.


************

__ADS_1


__ADS_2