
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
" Dek, kamu masih marah ya soal kejadian tempo hari?." Tanya Arya saat sedang menonton televisi bersama.
Ratu mengernyitkan keningnya, sebab dia tidak tahu apa yang ditanyakan Arya. Marah? Kenapa dia harus marah, kenapa Arya bertanya seperti itu. Atau Arya melakukan kesalahan yang membuat Ratu marah.
" Kalau adek masih marah, apa lebih baik mas batalkan saja kerja sama dengan perusahaan Tirta company agar Mas tidak bertemu dengan Bu Anne lagi."Ucap Arya yang akhirnya membuat Ratu paham arah pembicaraan suaminya.
Ratu sendiri sudah melupakan kejadian kemarin. Ratu akan tetap percaya dengan Arya, jika dia merasakan kejanggalan dalam diri Arya pasti Ratu akan mencari tahu alasannya bila perlu menanyakan secara langsung dengan Arya.
" Mas, aku tidak marah kok. Lagian aku sudah melupakan masalah yang kemarin. Kenapa harus dibatalkan kerja samanya? Bukannya sudah tanda tangan kontrak, nanti kena denda atau ganti rugi yang besar loh."Seru Ratu sambil mengusap lengan Arya lembut.
" Tapi dek, sepertinya apa yang kamu katakan kemarin benar. Kalau bu Anne menyukai mas, tapi sumpah mas tidak ada perasaan apapun sama dia. Hubungan mas hanya sebatas kerja sama ini saja, tidak ada yang lainnya."Ucap Arya dengan cepat menyakinkan Ratu.
" Kok mas bisa yakin jika wanita itu menyukai mas Arya?." Tanya Ratu penuh selidik.
Arya mengambil ponsel yang sedari tadi ada di atas meja. Arya membuka aplikasi hijau dan mumbuka chatt atas nama Bu Anne.
" Kamu baca saja ini."Ucap Arya menyerahkan ponselnya kepada Ratu.
Ratu menerima ponsel Arya dengan wajah bingung. Tanpa menunggu lama dia membaca pesan yang sudah Arya buka, yang ternyata pesan itu adalah dari wanita yang bernama Anne.
[ Hallo pak Arya, maaf ya sudah mengganggu waktu istirahat siangnya.]
[ Pak Arya sudah makan siang belum?]
[ Arya, aku mau bicara jujur sama kamu. Maaf ya aku panggil Arya saja biar lebih akrab. Sejak pertama kali melihat mu, aku itu langsung menyukai kamu. Aku kira kamu masih bujangan, ternyata sudah menikah.]
__ADS_1
Ketiga pesan beruntun itu tidak ada satupun yang dibalas oleh Arya. Ratu membaca pesan itu dengan kesal, baru beberapa minggu yang lalu Mita dia hadapi. Sekarang bibit pelakor tidak tahu diri sudah muncul lagi.
" Kenapa tidak mas balas?."Tanya Ratu.
" Mas tidak mau membalasnya dek, beruntung itu cuma nomor yang untuk kerja. Kalau nomor pribadi mas tidak ada yang mas kasih tahu meskipun itu klien penting. Terus mas harus gimana dek?."Tanya Arya meminta persetujuan Ratu.
Hhhuuufffff
Jujur Ratu juga kesal dengan Anne, jika Arya harus membatalkan kerja sama pasti perusahaan Anne akan menuntut ganti rugi yang tidak sedikit. Dan tentunya itu semua akan mempengaruhi nama baik perusahaan, para klien mengira jika Arya tidak konsisten dengan kerjsamanya.
" Sudah biarkan saja mas. Jangan dibalas chatt dia selain soal pekerjaan, sepertinya kalau dia terus mendekatimu aku juga akan ikut campur. Aku basmi lagi bibit pelakor tidak tahu diri ini, aku percaya sama kamu mas. Jika memang suatu saat kamu tergoda dengannya, berarti jodoh kita hanya sampai situ saja."Ucap Ratu pelan namun terdengar tegas.
" Insya Allah hanya kamu yang selamanya menemaniku hingga akhir hayatku nanti dek."Ucap Arya dengan lembut lalu membawa Ratu dalam pelukannya.
Sementara itu di tempat lain, Anne sedang bertemu dengan Liana dan Mita. Anne menanyakan soal Ratu, dia ingin tahu soal Ratu lebih banyak lagi agar bisa dengan mudah bersaing dan menyingkirkan Ratu.
" Ratu itu hanya ibu rumah tangga biasa, dia wanita rumahan saja. Memangnya kenapa sih kamu tanya lagi soal Ratu?."Tanya Mita sedikit ketus.
" Yakin dia cuma wanita rumahan atau ibu rumah tangga biasa? Kemarin itu dia ada dikantor Arya dan fashion yang dipakai dia bagus dan fashionable. Kalian bilang dia itu hanya gadis kampung tapi dia juga bisa mengendarai mobil mewah juga."Ucap Anne merasa tidak yakin jika Ratu hanya wanita rumahan biasa.
Mita dan mamanya benar-benar dendam dengan Ratu, sehingga mereka memanfaatkan Anne untuk mendekati Arya dan menghancurkan rumah tangga Ratu dan Arya. Sengaja tidak memberitahu Anne siapa itu Ratu yang sebenarnya.m, agar Anne tidak mundur.
Pada dasarnya Anne sendiri juga sudah jatuh cinta dengan Arya dan dia tidak sadar jika dia hanya dimanfaatkan Mita dan mamanya saja.
" Kamu jangan berhenti mendekati Arya, terus pepet saja. Ibarat kucing, walau dia sudah dapat ikan dirumah di tempat lain juga dikasih ikan mau tidak mau pasti akan dimakan juga. Kamu terus goda dia, sampai Arya jatuh dalam genggaman kamu."Seru Liana terus memberi semangat Anne untuk mendekati Arya.
" Kalian itu sebenarnya ada masalah apa sih sama Ratu? Kok sepertinya dendam banget?."Tanya Anne penuh selidik.
" Kami berdua ini dipecat gara-gara dia. Mulutnta yang lemes dan licik itu sudah mempengaruhi Arya, akhirnya Arya mengadu sama direktur kantor pusat. Mau tidak mau ya kami dipecat, masalahnya sepele banget. Hanya karena dia cemburu sama aku."Jawab Mita bicara tidak sesuai dengan kenyataannya.
Anne mendengarkan sambil menganggukkan kepalanya. Dia paham apa yang harus dia lakukan, yaitu terus mendekati Arya sampai Arya jatuh dalam pelukannya.
Mita dan mama nya tersenyum senang, mereka saling pandang dan memainkan kode matanya. Tidak perlu buang-buang tenaga untuk membalaskan dendam mereka, ada Anne yang bisa dia manfaatkan.
__ADS_1
*******
Braakk
Braakk
Di rumah kontrakannya Bima saat ini sedang marah dengan Rani dengan menggedor pintu kamar yang sengaja di kunci oleh Rani. Tanpa sepengetahuan Bima, Rani sudah mengambil Atm Bima dan menarik uang sebanyak 3 juta untuk pergi shopping.
Rani yang belum menyadari jika Bima sudah tahu apa yang sudah dia lakukan nampak kesal karena Bima sudah menggangu istirahatnya.
" Ada apa sih mas? Ganggu orang lagi tidur saja, tumben jam segini kamu sudah pulang?." Tanya Rani berbasa-basi.
Bima mendorong Rani sampai Rani tersungkur di lantai. Rani kesakitan tapi sedikitpun Bima tidak perduli dengan Rani.
" Aduuhhh... Mas kamu ini kenapa sih? Datang-datang kok marah seperti ini?."Tanya Rani masih saja tidak menyadari kesalahannya.
Tidak mau menanggapi pertanyaan Rani, Bima segera membuka pintu lemari Rani dan mengambil dompet yang Rani pakai untuk menyimpan uang. Wajah Rani tiba-tiba langsung pucat dan pias, dia baru ingst jika tadi pagi saat Bima sedang mandi dia mengambil Atm Bima dan mengambil uang yang ada dalam saldo Atm itu.
" Maling !! Kamu kenapa mengambil Atm ku dan dengan seenaknya kamu mengambil uang 3 juta ? Apa sudah habis uang bulanan yang aku kasih minggu lalu? Kamu sudah keterlaluan Rani !! Uang itu sengaja aku simpan karena aku mau buka usaha Rani, tidak selamanya aku mau kerja sama orang terus. Yang ada dalam fikiran kamu itu hanya UANG UANG DAN UANG !!."Bentak Bima dengan lantang.
Kurang sabar apalagi Bima menghadapi Rani. Rani sering sekali menguji kesabaran Bima, secinta-cintanya Bima dengan Rani, jika Rani tidak bisa merubah sikap dan tidak bisa menghargai Bima. Sudah pasti Bima juga merasa bosan, dan bisa jadi Bima akan meninggalkan Rani.
" Maaf mas, itu karena aku sudah tidak ada uang. Ibu minta jalan-jalan dan skincare ku juga habis, setelah itu aku ajak ibu makan di restoran. Bosan aku mas di rumah terus, uang dari mas Bima itu cuma 2 juta mana cukup untuk aku dan ibu. Kami sekali makan saja berdua kalau pesan online bisa 100 ribu, itu untuk 1 kali makan saja."Ucap Rani membela diri.
" Masak Rani, masak !! Beras ada, minyak ada, kompor juga gas ada. Kamu tinggal beli sayurannya saja, 50 ribu sudah bisa beli 1 kilo ayam dan sayuran bisa untuk makan sehari. Kalau makan beli terus, uang 5 juta pun tidak akan cukup untuk satu bulan."Seru Bima dengan kesal.
" Kalau kamu begini terus bisa-bisa aku mati berdiri Rani. Jika seperti ini, mulai bulan depan aku akan memberikan uang belanja harian saja. Untuk sehari aku akan memberikan uang 50 ribu, jatah 2 juta perbulan tidak ada lagi. Terserah kamu mau atau tidak, aku tidak perduli."Seru Bima dengan kasar.
Rani langsung menggelengkan kepalanya, dia tidak mau jika Bima hanya memberikan jatah uang belanja secara harian. Rani merasa ini semua tidak adil bagi Rani.
" Aku tidak mau dan aku tidak setuju !!."Teriak Rani lantang.
Ibu Darti sedari tadi hanya mendengarkan pertengkaran anak dan menantunya dari dalam kamarnya. Dia tidak mau mendekat, takut jika Bima juga akan memarahinya dan akhirnya dia diusir. Ibu Darti tidak mau lagi tinggal di desa, di desa atau di kampung sana menurutnya justru hidupnya sulit.
__ADS_1
" Aku tidak perduli kamu setuju atau tidak. Jika kamu mau uang banyak itu kerja sendiri. Kamu yang sudah membuat aku kejam begini, Rani."Seru Bima dengan menatap tajam Rani.
**********