Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Teman lama


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Di perusahaan.


Arya sedang meeting dengan klien, belum genap sebulan Arya memimpin perusahaan dia sudah bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan asing yang selama ini belum pernah kerja sama dengan perusahaan. Sepertinya Arya memang berhasil memimpin perusahaan, dan itu semua tidak luput dari perhatian Raja sang kakak ipar. Meskipun jauh, Raja selalu memantau pekerjaan sang adik ipar.


Selesai meeting dengan klien, Arya kembali ke ruangannya. Namun tiba-tiba langkah nya terhenti karena dia bertemu dengan teman semasa SMA dan kuliahnya.


" Arya ? Kamu Arya kan?."Tanya seorang wanita yang sudah tidak asing lagi bagi Arya.


" Iya, kamu Mita kan? Kamu bekerja disini juga?."Tanya Arya yang memang baru melihat Lusi hari ini.


" Iya, baru 3 hari ini aku bekerja di sini. Aku bekerja di bagian pemasaran, sebagai kepala staff pemasaran yang baru. Tadinya aku di kantor pusat, dan aku diminta menggantikan kepala staff pemasaran yang sekarang sedang cuti. Mungkin seterusnya aku akan tetap disini, soalnya disini aku betah."Ucap Mita dengan semangat.


Arya hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu dia hendak kembali melangkah menuju ruangannya. Namun Mita menghentikannya, karena Mita mau mengajak Arya untuk makan siang.


" Aku senang bisa bertemu dengan mu, Arya. Sudah lama loh kita tidak bertemu, bagaimana kalau kita makan siang bersama. Aku yang traktir deh, sebagai perayaan karena kita bertemu lagi."Ajak Mita dan berharap Arya mau dengan ajakannya.


" Maaf Mit, aku sudah bawa bekal makanan. Istriku sudah membawakan makanan untukku, maaf aku duluan."Seru Arya berlalu meninggalkan Mita yang nampak kesal dengan sikap cuek Arya.


* Ternyata dia sudah menikah? Seperti apa sih wanita yang bisa melukuhkan hatinya, aku jadi penasaran? Aku yang dari SMA sampai kuliah mencoba mendekati dia saja selalu di cuekin. Aku harus mencari tahu siapa istrinya.*Gumam Mita dalam hatinya.

__ADS_1


Mita belum tahu jika kedudukan Arya di perusahaan itu sebagai direktur. Dia juga baru tahu Arya bekerja di perusahaan yang sama dengannya juga baru saat mereka bertemu. Tidak semua karyawan tahu jika Arya adalah menantu dari sang pemilik perusahaan. Hanya beberapa saja yang tahu.


" Kamu kenapa Mit? Diam saja seperti orang yang nunggu angkutan umum?"Tanya Tika salah satu karyawan yang sudah berteman dengan Mita.


" Itu tadi bertemu dengan teman kuliah ku, ternyata dia bekerja disini juga. Tapi ya begitu orangnya dari dulu memang cuek, dan sekarangpun tetap cuek. Susah sekali di taklukkan hatinya."Jawab Mita dengan jujur.


" Siapa? Yang mana sih orangnya?." Tanya Tika penasaran.


" Namanya Arya, aku tidak tahu dia di devisi mana. Sepertinya dia punya jabatan yang tinggi di perusahaan ini."Ucap Mita lagi.


" Maksud kamu pak Arya Herlambang? Kalau yang kamu maksud Arya Herlambang, dia itu direktu di perusahaan ini. Dulu dia hanya staff biasa, ya kurang lebih 1 bulan ini dia diangkat jadi direktur. Sebenarnya karyawan yang heran sih, tapi memang jabatan itu layak sih untuk dia."Ucap Tika menceritakan tentang status Arya


Wwwaaoouuuwww


Mita membuka matanya lebar dan mulutnya pun bengong. Beruntung tidak ada lalat atau nyamuk yang masuk ke mulutnya. Dia sangat kagum dengan Arya, diam-diam ternyata dia seorang direktur. Mita semakin semangat untuk mendekati Arya, terlebih Arya seorang direktur.


" Kamu yakin Arya itu direktur? Iya, yang aku maksud Arya herlambang itu. Dia teman ku, waow luar biasa itu anak. Dia memang dari dulu pintar makanya dia kuliah dapat beasiswa dan belum lulus kuliah saja sudah bekerja. Mana lulusan terbaik dan tercepat."Ucap Mita dengan penuh semangat menceritakan Arya.


Mita terus terkagum-kagum dengan Arya. Dia semakin tertantang untuk mendekati Arya. Tidak peduli Arya sudah mempunyai istri, yang penting dia berusaha masalah hasil itu belakangan.


Sementara itu, di rumah Ratu. Ratu yang baru saja selesai makan siang dan sedang bersantai di ruang televisi di kagetkan dengan kedatangan pak satpam yang masuk rumah dengan buru-buru.


" Pak Mail, ada apa kok buru-buru begitu?."Tanya Ratu sambil meletakkan remot tv di atas meja.


" Itu Mbak, ada ibunya pak Arya. Mereka memaksa untuk masuk, sudah teriak-teriak di luar gerbang. Takutnya tetangga terganggu Mbak, bagaimana mau di suruh masuk atau tidak?." Tanya pak Mail.


" Hemmm mau apa lagi mereka datang kesini. Ya sudah suruh saja masuk pak, daripada bikin onar saya juga yang malu sama tetangga komplek. Lagipula kalau mereka nanti macam-macam sama saya, rumah ini ada CCTV nya jadi enak kita laporin kepolisinya "Seru Ratu dengan terpaksa meminta tamu tak di undangnya untuk masuk.

__ADS_1


" Baik mbak."Jawab pak Mail lalu dia berlari menuju depan dan membukakan gerbang.


Meskipun gerbang sudah di buka, pak Mail tetap saja mendapat omelan dari Ibu Marni. Hanya berstatus sebagai ibu tirinya Arya saja dia sudah sombong dan seolah dia berkuasa dan penting di rumah itu.


" Dasar satpam miskin, bodoh !! Lihat saja jika aku sudah tinggal disini aku akan memecatmu !!."Seru ibu Marni mengancam.


" Oh silahkan saja bu, saya tidak takut."Jawab pak Mail dengan santainya.


" Sudah bu, jangan di ladenin. Cuma satpam juga, tidak ada gunanya kita ribut sama dia. Sekarang lebih baik kita masuk saja dan kita temui si Ratu. Pasti saat ini dia lagi bersantai sambil ongkang-ongkang kaki."Ucap Rani menghentikan perdebatan mertuanya dengan pak Satpam.


Ibu Darti sendiri sudah berjalan di depan mereka, dia kagum dengan rumah Ratu. Rumahnya besar, bertingkat, halamannya luas dan ada kolam ikan hias serta bunga yang terawat dan bermekaran. Dia semakin tidak sabar ingin melihat dalam rumah itu.


" Rumahnya besar banget ini bu, masa rumah sebesar ini cuma di tempati Arya dan istrinya? Dzolim sekali mereka sama ibu, seharusnya ibu itu di ajak tinggal disini dan rumah yang saat ini ibu tempati buat Bima dan Rani. Ini rumah pasti banyak kamarnya, yuk cepat masuk Ran. Ibu sudah tidak sabar ingin melihat dalamnya."Ucap ibu Darti dengan seenaknya.


* Yang dikatakan ibu Darti ada benar nya juga sih. Kenapa aku dan bapak serta Serli tidak tinggal disini saja, dan rumah yang lama biar ditempati Bima sama Rani. Dengan begitu Bima tidak perlu beli rumah baru, tapi apa bapak mau? Itu rumahkan atas nama Arya.*Gumam ibu Marni.


Mereka bertiga masuk, Ratu sama sekali tidak menyambut mereka. Ratu tetap duduk di sofa sambil menonton televisi dengan jus mangga terhidang di atas meja.


" Waaooww.. Enak sekali ya hidup kamu. Arya kerja banting tulang cari uang kamu enak-enakan duduk santai di rumah. Jadi istri itu jangan cuma menadahkan tangan sama suami, harus ikut usaha juga."Seru ibu Marni datang-datang mulutnya langsung pedas seperti sambal level 10.


" Datang kerumah orang bukannya mengucapkan salam atau apa, eh datang-datang kok langsung marah-marah sama tuan rumah. Punya malu sedikit dong bu, kalian disini itu tamu bukan pemilik rumah."Ucap Ratu terdengar sangat ketus.


Ratu tidak mau bersikap manis dan baik dihadapan ke tiga tamunya. Tamu tidak punya sopan santun seperti itu tidak pantas untuk dibaiki.


" Ehh anak menantu kok sama mertua tidak sopan begini ya? Apa kamu ini tidak pernah diajarkan sopan santun sama orang tua kamu? Kasihan banget sih si Arya menikah dengab gadis urakan seperti kamu."Ucap ibu Darti membuat Ratu naik darah.


" Diam kamu bu !! Siapa yang meminta anda berkomentar tentang orang tua saya. Anda itu tidak tahu apa-apa tentang orang tua saya jadi jangan sok tahu. Orang tua saya selalu mengajarkan sopan santun dan tutur kata yang lembut. Tapi semua itu tidak berguna untuk kalian !!." Seru Ratu dengan lantang.

__ADS_1


Kali ini Ratu sangat marah, karena ibu Darti sudah menyinggung kedua orang tua Ratu. Ratu paling sensitif jika ada orang yang membawa-bawa orang tuanya. Bagi Ratu, kedua orang tuanya adalah orang paling baik, orang paling sabar dan penyayang sedunia ini.


**********


__ADS_2