Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tentang ibu Marni


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


APA???


" Ibu dirawat di rumah sakit jiwa? "


Arya kaget saat Bima memberitahunya bahwa ibu Marni saat ini dirawat di rumah sakit jiwa. Dan ternyata semua itu sudah berjalan dari seminggu yang lalu dan Bima baru memberitahunya. Meskipun ibu Marni hanya mantan ibu tirinya, akan tetapi Arya tetap menganggapnya sebagai ibunya.


" Kenapa mas Bima baru memberitahu aku? Apa mas Bima sengaja? Karena aku hanya mantan anak tirinya ibu saja? Mas Bima, kita ini keluarga kan?."Tanya Arya sedikit kesal dengan Bima.


" Maaf, aku bukannya tidak mau memberitahu kamu, Arya. Hanya saja aku benar-benar lupa, dan baru ingat tadi malam saat Karina menanyakan kabar ibu."Seru Bima mencoba untuk menjelaskan agar Arya tidak salah paham.


Bima pun mulai menceritakan saat pihak kepolisian mengabarinya mengenai ibu Marni yang dibawa ke rumah sakit jiwa.


" Jadi saat itu kita masih di kampung, dan aku tidak mau merusak suasana liburan kalian semua."Seru Bima mengakhiri ucapannya.


" Ya mas, maaf tadi aku sudah bicara agak kasar sama mas Bima. Jam makan siang nanti, kita jenguk ibu. Bagaimanapun keadaan ibu dan kesalahan ibu, dia tetap ibu kita mas. Aku memang hanya mantan anak tirinya, tapi sampai detik ini aku tetap menganggapnya ibuku. Kesalahan nya sudah aku lupakan, lebih baik memaafkan daripada terus menyimpan kebencian dan dendam."Seru Arya.


" Terima kasih Arya, kamu sudah mau memaafkan ibuku dan tetap menganggapnya sebagai orang tua mu. Baiklah, nanti kita berangkat bersama saja. Sekarang aku mau kembali ke ruanganku, ada pekerjaan yang harus segera aku selesaikan."Ucap Bima berpamitan.


" Iya mas, silahkan."


Arya menganggukkan kepalanya sambil mempersilahkan Bima untuk kembali ke ruangannya. Sepeninggalan Bima, Arya kembali memikirkan nasib ibu Marni. Dia tidak pernah menyangka jika mantan ibu tirinya itu akan mengalami hal yang membuatnya sampai harus dirawat di rumah sakit jiwa.


Hhhhuuufffff


Arya membuang nafas dengan kasar sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya dengan mata yang terpejam.


" Ada-ada saja kejadian yang menimpa ibu. Semoga setelah ini tidak ada kejadian buruk lain yang dialami ibu. Dan semoga ibu juga bisa cepat sembuh, dan bisa menjalani kesehariannya dengan baik."Ucap Arya pada dirinya sendiri.


Melupakan masalah ibu nya, kini Arya kembali berkutat dengan pekerjaannya yang sudah menantinya di atas meja. Banyak berkas-berkas yang harus dia periksa dan harus dia tanda tangani.

__ADS_1


Perkembangan perusahaan semenjak Arya yang memimpinnya semakin pesat. Beberapa perusahaan asing juga sudah banyak yang menjalin kerja sama. Raja dan Satria bangga dengan cara kerja serta pencapaian Arya. Arya membuktikan jika dia benar-benar bisa diandalkan.


Mengingat dulu dia hanya pegawai biasa, yang saat itu juga bekerja di perusahaan itu yang ternyata anak cabang dari perusahaan milik mertuanya. Arya sendiri tidak pernah menyangka jika kehidupannya akan sampai di titik seperti sekarang ini.


Rumah tangga nya dengan Ratu saat ini sudah semakin bahagia, ditambah dengan kehadiran Devan dan Revan yang menambah kebahagiaan dalam rumah tangganya.


Tok


Tok


Tok


" Masuk."Seru Arya dengan cepat dengan pandangannya tetap lurus pada berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.


Ceklekkk


Pintu ruangannya pun terbuka, dan masuklah menejer keuangan dengan membawa laporan keuangan bulanan yang akan dia serahkan kepada Arya.


" Pak Arya ini laporan keuangan bulan ini."Seru pak menejer dengan sopan.


" Alhamdulillah, untuk pendapatan bulan ini ada peningkatan pak. Pendapatan ada peningkatan sebanyak 35 persen."Jawab pak menejer.


" Heemmm.. Kerja yang bagus. Oh iya, hari ini para karyawan gajian kan? Pastikan gaji mereka sudah mereka terima dan tidak ada yang ditahan perusahaan. Saya paling tidak suka dengan orang yang menunda-nunda atau menahan hak orang lain."Seru Arya dengan tegas.


" Semua gaji karyawan sudah dikirimkan ke rekening karyawan masing-masing dari jam 8 tadi pak. Kalau begitu saya permisi pak, Arya."Seru pak menejer.


Heemmm...


Arya hanya berdehem sembari menganggukkan kepalanya saja. Setelah menejer keuangan itu pergi, Arya melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Pekerjaan itu harus sudah selesai sebelum jam makan siang, setelah itu dia akan lebih sedikit lega saat menemui ibu Marni nanti.


*****


Karina, Rani saat ini ada di rumah Ratu. Ratu hari ini sengaja tidak ke butik, karena Revan dan Devan badannya sedikit demam sehingga mereka agak rewel. Sepasang anak kembar itu ikatan batinnya kuat, jika demam satu pasti akan demam semua. Dan jika sembuh satu, pasti juga akan sembuh semua.


" Bagaimana keadaan Revan sama Devan? Apa demamnya sudah turun?."Tanya Rani ikut khawatir dengan sikembar.


" Alhamdulillah, demamnya sudah turun mbak. Dan sekarang mereka sedang tidur, maaf ya jadi tadi kalian berdua aku anggurin."Seru Ratu yang baru bisa bergabung dengan Rani dan Karina.

__ADS_1


" Kenapa harus meminta maaf? Revan dan Devan itu lebih penting dari pada ikut duduk dan ngobrol sama kita. Malah kita ini yang tidak enak sama kamu, sudah tahu kamu repot malah kami main ke rumah mu."Seru Karina yang sebenarnya dia juga tidak enak dengan Ratu.


" Santai saja sih mbak. Oh iya, tumben-tumbenan ini kalian datang bersamaan. Janjian ya?."Seru Ratu dengan memandang Rani dan Karina secara bergantian.


Dengan cepat Karina dan Rani menganggukkan kepalanya. Memang Rani yang menghubungi Karina untuk main ke rumah nya, dan saat tahu Ratu tidak pergi ke butik, Rani mengajak Karina ke rumah Ratu sekalian. Dan ternyata alasan Ratu tidak ke butik karena Devan dan Revan yang sedang demam.


" Kalian sudah tahu belum, kalau ibu Marni sekarang itu dirawat di rumah sakit jiwa."Seru Karina membuat Ratu dan Rani kaget.


" Apa ? Rumah sakit jiwa?."Seru Rani dan Ratu secara bersamaan.


Mereka benar-benar syok dan kaget saat Karina memberitahu jika mantan mertua dari mereka, alias ibu Marni dirawat di rumah sakit. Setahu mereka, ibu Marni ada di penjara.


" Mbak Karina seriusan? Mbak dapat info darimana?."Tanya Ratu dengan rasa penasarannya.


" Dari mas Bima. Semalam mas Bima yang memberitahuku, katanya sudah 1 minggu ini ibu ada di rumah sakit jiwa."Jawab Karina menyakinkan Ratu dan Rani.


Jika sumber berita itu dari Bima, Ratu dan Rani pun percaya. Tidak mungkin juga Bima berbohong dengan mengatakan ibunya dirawat di rumah sakit jiwa.


" Kasihan sekali ibu."Seru Rani pelan namun masih bisa didengar oleh Ratu dan Karina.


Sebagai wanita yang pernah disakiti dan dikhianti oleh ibu Marni, tentunya Rani harus senang dengan balasan yang Allah berikan untuk ibu Marni. Akan tetapi, Rani yang sekarang tidak seperti itu. Justru dia kasihan dan prihatin dengan keadaan ibu Marni, pasti semua itu juga karena ulah Yanto. Pastinya Yanto turut andil dengan masalah yang dihadapi dan menimpa ibu Marni.


" Apa semua ini karma ya, mbak?."Seru Ratu pelan.


" Bisa jadi. Sebab selama hidupnya ibu Marni itu selalu menyakiti hati orang-orang terdekatnya."Jawab Rani dengan cepat.


" Apa mbak Rani masih dendam dengan ibu?."Tanya Ratu ingin tahu.


" Tidak, aku tidak punya dendam. Aku sudah memaafkan semua kesalahannya yang pernah dia perbuat terhadapku. Memaafkan bukan berarti aku melupakannya begitu saja, jujur aku masih belum melupakan semua perbuatan ibu Marni."Jawab Rani dengan berkata jujur.


Karina hanya mendengarkan pembicaraan Rani dan Ratu saja. Dia sendiri belum mempunyai banyak interaksi dengan ibu Marni. Hanya bertemu beberapa kali saja dengan ibu mertuanya itu.


" Kapan kita ada waktu, kita jenguk ibu Marni."Seru Karina akhirnya buka suara juga.


" Iya mbak aku setuju, tapi kita juga harus meminta izin suami kita dulu."Jawab Ratu setuju dengan ide yang diberikan oleh Karina.


**************

__ADS_1


__ADS_2