
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Empat hari berlalu, Karina dan anaknya sudah dibawa pulang. Untuk sementara, mama Karina tinggal beberapa hari dengan Karina dan Bima untuk membantu Karina mengurus bayinya. Karina sendiri belum banyak tahu cara mengurus bayi dan harus masih banyak belajar dari mamanya.
Acara aqiqah baby girl juga akan diadakan minggu depan, saat Bima libur bekerja. Untuk saat ini Bima tidak bisa mengambil cuti, sebab banyak pekerjaan dan Bima juga sedang dipromosikan untuk menjadi menejer.
Disaat Bima bekerja, Karina di rumah bersama baby girl dan mamanya saja. Baby girl sendiri saat ini memang sudah mempunyai nama, namun belum Bima umumkan secara langsung.
" Rin, anak kalian ini siapa namanya? Mama lupa?."Tanya mama Karina.
" Binar Ayu Lestari, mama panggil saja Binar. Mas Bima bilang sih Binar itu singkatan dari Bima dan Karina, tapi nama ku kan belakangnya Na? Terus R nya itu mas Bima dapat darimana?."Ucap Karina bingung.
" Nama kamu kan Karina, itu ada huruf R nya juga loh. Mungkin Bima pinjam R didepan nya itu. Hahaaaa... Ada-ada saja Bima itu."Ucap mama Karina lalu tertawa.
" Iya juga ya Ma. Hahaaa."Karina pun ikut tertawa dengan mamanya.
Tok Tok Tok
Saat Karina dan mamanya sedang asik tertawa, tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu utama. Karina dan mamanya langsung menghentikan tawanya. Karena mama Karina sedang memangku Binar, Karina lah yang membukakan pintu untuk tamunya.
Cekllekk...
Pintu terbuka, dan didepan pintu sudah berdiri Rani sembari menggendong anaknya.
" Assalamualaikum, Karina."Seru Rani mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam, Rin. Yuk masuk, wah Tegar semakin gemuk dan tampan saja."Seru Karina menyambut kedatangan Rani dengan sangat baik.
" Alhamdulillah, terima kasih tante Karina."Jawab Rani sambil melambaikan tangan Tegar.
__ADS_1
Karina mengajak Rani duduk di sofa ruang tamu, di sana juga ada mamanya yang sedang memangku Binar. Mama Karina belum tahu jika Rani adalah mantan istri pertama Bima.
" Ma, kenalkan ini Rani. Rani ini mantan istri mas Bima."Ucap Karina mengenalkan Rani kepada mamanya tanpa ada yang dia tutupi.
Mama Karina terlihat terkejut dengan ucapan Karina. Jadi wanita yang ada di hadapannya itu adalah mantan istri menantunya. Mama Karina pun tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Rani, dan Rani juga menyambut baik uluran tangan dari mama Karina.
Karina bangkit, meninggalkan mamanya dengan Rani. Karina menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk Rani.
" Siapa namanya, Tante?."Tanya Rani ingin tahu nama anak Karina.
" Namanya Binar, ini jagoan tampan ini siapa namanya?."Tanya mama Karina balik sambil memegang pipi Tegar yang sedang asik dengan mainan di tangannya.
" Binar nama yang bagus, indah dan cantik. Kalau ini namanya Tegar, Tante."Jawab Rani tidak lupa memuji nama indah anak Karina.
Karina datang dengan membawa 3 cangkir teh untuk menemami mereka mengobrol. Setelah meletakkan teh dan cemilan, Karina kembali bergabung dengan mama nya dan Rani.
" Maaf ya Rin, aku baru bisa jengukin bayi kamu. Kemarin saat kamu lahiran, Tegar badannya demam, jadi tidak bisa ke rumah sakit. Oh iya ini ada hadiah sedikit untuk anak kamu."Seru Rani sembari menyerahkan paper bag warna biru kepada Karina.
" Iiihh repot-repot loh Ran, padahal datang saja aku sudah senang. Iya tidak apa-apa kok, aku bisa memakluminya. Apa sekarang Tegar sudah sehat?."Tanya Karina sambil mengusap pipi Tegar lembut.
" Alhamdulillah sudah, ternyata kemarin itu dia tumbuh gigi jadi rewel dan badannya anget terus. Maklum baru anak pertama jadi belum ada pengalaman lebih mengurus bayi, sempat panik dan mau nangis saat Tegar demam dan rewel."Seru Rani menjelaskan sembari dia tertawa kecil.
" Ohh mau tumbuh gigi, sudah semakin pintar saja Tegar ini. Oh iya, tadi datang sama siapa?."Tanya Karina.
" Diantar pak sopir, sekarang pak sopirnya aku suruh pulang saja nanti jemput kalau aku sudah mau pulang."Jawab Rani.
Karina, Rina serta mama Karina terlibat obrolan santai, dua mama muda itu mendengarkan penjelasan cara mengurus bayi dari Mama Karina. Sesekali mereka menganggukkan kepala dan terkadang juga tertawa saat mama Karina menceritakan pengalaman pertamanya mempunyai anak.
" Jadi mama dulu juga bingung pertama kali punya anak? Dan anak pertama mama itu aku, berarti dulu aku itu nakal ya ma?."Seru Karina sambil terkekeh.
" Mama dulu apa-apa serba sendiri, papa kerja dan kami juga saat itu jauh dari orang tua. Mau tidak mau ya mama belajar sendiri, zaman dulu ponsel tidak secanggih sekarang. Sekarang apa-apa bisa kita cari tahu di ponsel."Ucap mama Karina.
" Loh, kok aku baru tahu sih kalau dulu saat mama melahirkan aku jauh dari keluarga?."Tanya Karina.
" Ya karena dulu mama dan papa merantau jauh, pulang ke kota ini saat kamu umur 5 tahun. Kamu masih terlalu kecil jadi kamu tidak ingat."Jawab mama Karina.
__ADS_1
Cukup lama mereka bertiga berbincang, tanpa terasa waktu sudah semakin siang. Saat Rani hendak berpamitan, Karina melarangnya. Karina dan mamanya mengajak Rani untuk makan siang lebih dulu baru diperbolehkan untuk pulang.
Di kediaman Arya, saat ini kedatangan kedua mertua dan nenek serta kakek Ratu. Mereka datang tanpa memberitahu Ratu maupun Arya, sengaja memberikan kejutan untuk Ratu.
" Nenek, Kakek !!!."Seru Ratu kaget melihat kedatangan kedua orang tuanya beserta nenek dan kakeknya.
Ratu berlari menghampiri nenek dan kakeknya lalu memeluknya satu persatu. Nenek dan Kakeknya memang memaksa ingin ikut ke kota bertemu dengan cucu dan cicitnya, sikembar. Mereka berdua sudah sepuh, bahkan pak Karim duduk di kursi roda.
" Kenapa nenek sama kakek datang ke sini?."Pertanyaan Ratu membuat nenek dan kakeknya menggelengkan kepala.
" Apa kakek dan nenek tidak boleh ke rumah kamu?."Tanya balik pak Karim.
" Ehh.. Maksud Ratu tidak begitu kek. Kakek dan Nenek kan sudah sepuh, pasti capek kalau perjalanan jauh begini. Ratu tidak mau kakek dan nenek kelelahan terus sakit, kalau kalian kangen kan bisa Ratu sama mas Arya yang datang ke kampung."Ucap Ratu langsung meluruskan ucapannya.
" Ngobrol nya dilanjut di dalam saja ya."Seru Satria memotong pembicaraan.
Semuanya tampak menganggukkan kepalanya, Ratu mengambil alih kursi roda kakeknya dari tangan sang papa. Dengan dibantu pak Satpam, Satria membawa masuk koper serta barang-barang bawaan mereka.
" Suami kamu dan anak-anak kamu kemana?."Tanya nenek Rahayu saat memasuki rumah namun rumah terlihat sepi.
" Anak-anak baru saja tidur sekitar 10 menit yang lalu, Nek. Kalau mas Arya jam segini ya masih ada di kantor, sore dia baru pulang."Jawab Ratu.
" Ohh. Iya ini juga masih jam 1 siang, maklum nenek sudah tua jadi sudah mulai tidak ingat."Ucap nenek Rahayu.
" Ratu, kami ini belum makan siang loh. Apa di rumah ada makanan?."Tanya Dinda.
" Ada dong Ma, aku juga belum makan siang. Kalau begitu yuk kita makan siang sama-sama, aku mau minta suapin sama nenek. Kangen disuapin nenek seperti dulu."Seru Ratu bersikap seperti anak kecil yang manja.
Nenek Rahayu mengiyakan permintaan sang cucu. Dia juga merindukan saat bersama cucu-cucunya, Ratu dulu memang sangat manja dengannya. Sering minta disuapin, tidur minta ditemani.
" Sudah jadi orang tua loh, masa masih minta disuapin? Malu dong sama Devan dan Revan."Seru Satria meledek Ratu.
" Biarin dong pa, mumpung ada nenek di rumah dan Revan Devan tidur. Lagian papa kalau mau suap-suapan sama mama juga boleh kok. Pasti saat di rumah nenek tidak suap-suapan karena malu kan? Hayo mengaku saja."Seru Ratu sambil terkekeh.
" Huuhhh.. Dasar bocah, senang bener ya meledek mama dan papanya."Seru Dinda sembari menarik telinga Ratu.
__ADS_1
Semua orang yang ada di ruangan itupun ikut tertawa semua melihat kelakuan Ratu.
*************