Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tidak terganggu


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Maafkan istri saya Nona Ratu, saya berjanji akan mengganti kalung anda. Tapi tolong jangan pecat saya."Ucap Firman memohon dihadapan Ratu dan Arya.


Saat ini para tamu undangan sudah pulang, acara pesta ulang tahun yang di gelar secara meriah itupun terpaksa dibubarkan karena suasana yang sudah tidak mendukung. Saat ini Arya, Ratu, Agung dan tuan rumah acara sedang berada di salah satu ruangan untuk membahas masalah yang tadi terjadi.


Agung tetap ada di sana, sebab Agung ingin tahu kelanjutannya. Dia sendiri tidak terima saat Yanti mengatakan jika Ratu keganjenan dan tebar pesona saat berbicara dengannya tadi.


" Di sini anda tidak bersalah, yang bersalah itu istri anda. Jadi tidak ada alasan saya untuk meminta kakak saya atau papa untuk memecat anda. Namun, anda dan istri anda ini harus bertanggung jawab untuk mengganti kalung saya. Dan anda harus bisa mengajari istri anda ini sopan santun dan bagaimana etika yang baik dan bagaimana cara menghargai orang lain."Ucap Ratu bicara dengan santai namun terdengar tegas di telinga siapapun yang mendengarnya.


" Terima kasih, Nona Ratu. Saya pasti akan mengajari istri saya sopan santun dan cara menghargai orang lain. Sekali lagi terima kasih atas kebaikan Nona."Seru Firman merasa sedikit lebih lega karena Ratu tidak akan meminta kakaknya untuk memecatnya.


Yanti hanya menundukkan kepalanya saja, dia tidak berani mengangkat wajahnya. Dia malu dengan Ratu, meskipun begitu Yanti enggan untuk meminta maaf kepada Ratu. Dia masih saja kesal karena Ratu berhasil mempermalukannya dihadapan para tamu undangannya. Dan acara pesta ulang tahunnya juga terpaksa dihentikan karena Ratu.


" Yanti, minta maaf kamu sama Non Ratu."Seru Firman meminta Yanti untuk meminta maaf.


" Tidak mau !!."Seru Yanti mengangkat kepalanya dan memandang kesal suaminya.

__ADS_1


" Kamu ini susah benar kalau dikasih tahu. Di sini kamu itu yang salah dan kamu sumber masalahnya."Seru Firman lagi.


" Aku tidak mau !! Semua ini juga gara-gara dia kok, salah siapa dari dulu dia tidak memberitahu siapa dia yang sebenarnya. Kalau aku tahu dia orang kaya kan aku tidak akan menghinanya. Lagian sudah impas kan, pesta ulang tahunku juga berantakan gara-gara dia !!."Seru Yanti justru menyalahkan Ratu.


Firman sudah mengangkat tangannya hendak menampar Yanti. Namun dengan cepat Ratu menghentikannya, dia tidak mau Firman kembali melakukan kekerasan. Jika memang Yanti tidak mau meminta maaf, Ratu pun tidak mempermasalahkannya.


" Aku tidak masalah jika Yanti tidak mau meminta maaf. Aku sudah memaafkannya, tapi tetap ganti kalung saya."Ucap Ratu lagi.


Firman hanya bisa mengangguk dengan pasrah. Memang dia harus mengganti kerugian Ratu, sebab itu semua ulah dari istrinya.


" Hehh Yanti !! Nasib bagus kamu bertemu sama Ratu, kalau bukan Ratu pasti sekarang ini kamu sudah dibawa ke kantor polisi. Kamu kira tuduhanmu itu tadi bukan pencemaran nama baik? Biarpun aku dulu menyukai dan mencintai Ratu bahkan dulu memang aku sangat-sangat mencintainya sampai aku menolak mu. Tapi bukan berarti sekarang aku masih mencintainya, karena sekarang aku sudah menikah dengan wanita lain."Seru Agung langsung mendapat pelototan dari Arya dan Ratu secara bersamaan.


Bisa-bisanya disaat seperti itu Agung bicara soal cinta masalalu. Mana mengakui jika dulu dia sangat mencintai Ratu. Mendapat pelototan mata dari Arya dan Ratu, Agung hanya bisa nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Iya sayang."Jawab Arya singkat.


Tidak menunggu lama, Arya Ratu dan diikuti Agung dari belakang, mereka keluar dari ruangan yang menjadi tempat musyawarah. Mereka bertiga langsung menuju parkiran hotel, sebenarnya Ratu kasihan dengan Firman. Dia harus menanggung malu dan menanggung ganti rugi akibat ulah istrinya yang tidak tahu diri. Namun jika hanya dibiarkan tanpa mengganti rugi, Yanti akan semakin seenaknya dan dia akan terus menganggap dirinya tidak bersalah.


" Dasar istri bodoh !! Kamu salah mencari lawan Yanti, kalau sudah begini kita mau ganti rugi pakai apa? Bisanya cuma cari masalah saja kamu ini ! Aku tidak mau tahu, pokoknya perhiasan dan mobil kamu harus dijual untuk menambah-nambah uang ganti rugi itu."Ucap Firman masih saja terus memarahi istrinya.


" Mana bisa begitu? Aku tidak akan menjual perhiasan dan mobilku, mungkin mobil dan perhiasanku kalau dijual tidak lebih dari 160 juta. Pokoknya aku tidak mau !! Aku itu dijual, aku malu dong kalau kumpul sama teman-temanku tidak memakai perhiasan dan mengendarai mobil."Seru Yanti tetap menolak.


" Terserah kamu, Yanti !! Mungkin lebih baik aku minta Non Ratu untuk memenjarakanmu saja, karena aku tidak sanggup untuk menanggung semua ganti rugi itu."Seru Firman mengancam Yanti.

__ADS_1


Firman pun bangkit dan keluar ruangan itu meninggalkan Yanti. Malam ini dia sudah menghabiskan uang 150 juta untuk membiayai pesta ulang tahun Yanti. Jika karena bukan Firman punya hutang budi dengan kedua orang tua Yanti, sudah dari dulu Firman menceraikan Yanti.


Sementara itu sesampainya di rumah, Agung langsung menceritakan kejadian yang tadi terjadi di tempat pesta kepada Rani. Rani mendengarkan cerita Agung sampai selesai. Rani sendiri jadi teringat, dulu dia juga menganggap Ratu wanita miskin yang tidak selevel dengannya. Jika ingat hal itu, rasa bersalah Rani kembali muncul.


" Kok aku jadi ingat saat dulu aku menganggap Ratu juga wanita miskin ya mas. Padahal aku sendiri saat itu wanita miskin juga, aku jadi merasa bersalah jika mengingat hal itu."Seru Rani.


" Soal itu jangan difikirkan lagi, masalalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang hubungan mu dengan Ratu sudah membaik. Mas sendiri dulu juga pernah loh membully Ratu tapi itu sudah menjadi masalalu. Oh iya, ibu jadi tidur sama Tegar?."Tanya Agung penuh selidik.


" Iya mas jadi. Ibu yang maksa untuk tidur sama Tegar, padahal aku sudah bilang biar Tegar tidur di kamar kita saja. Lagian ibu juga pasti capek karena baru datang sore tadi."Jawab Rani jujur.


* Heeemmm ada waktu lebih nih untuk berduaan dengan Istriku. Nah sering-sering saja bu datang dan menginap di rumah, jadi saat lagi tempur tidak akan terganggu saat Tegar bangun.*Gumam Agung sambil senyum-senyum sendiri.


Bbuugghhh


Rani memukul suaminya menggunakan bantal, dia kesal karena Agung senyum-senyum sendiri dan tidak menanggapi ucapannya.


" Mas kok dipukul sih sayang?."Tanya Agung dengan manja.


" Salah siapa situ senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Sudah malam, aku mau tidur. Mas jangan lupa ganti baju dan bersih-bersih dulu."Seru Rani lalu berbaring di atas kasur.


Agung tidak mengindahkan ucapan Rani, saat Rani hendak menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya, tiba-tiba Agung menyergapnya. Rani tidak bisa berontak ataupun berteriak, mau tidak mau diapun memberikan apa yang sudah sewajarnya dia berikan kepada sang suami.


***************

__ADS_1


__ADS_2