Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Berdebat dengan ibu


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Hari-hari pun berganti, meskipun sedang hamil Ratu tetap disibukkan dengan pekerjaannya di butik. Semenjak Serli pulang ke rumah, Ratu belum pernah menjenguknya lagi. Terhitung sudah 7 hari Ratu tidak bertemu dengan Serli. Ratu hanya tidak mau datang ke rumah mertuanya dan akan bertemu dengan ibu Harti. Ratu hanya menghindari kata-kata pedas ibu mertuanya saja, meskipun sedikit berubah namun Ratu seakan enggan bertemu ibu mertuanya.


Perubahan sikap ibu Harti pun karena dia takut dimasukkan penjara kembali oleh Ratu dan Arya., bukan karena dari dirinya sendiri.


Siang ini Karina datang ke butik untuk fitting baju pengantin yang akan dia kenakan di hari pernikahannya nanti. Karina sudah mempercayakan pakaian yang akan dia kenakan di hari sakralnya kepada Ratu. Dengan senang hati Ratu mengerjakan pesanan Karina.


" Terima kasih ya Ratu, kamu sudah membuatkan baju sebagus ini."Seru Karina berterima kasih.


" Iya mbak sama-sama, ini belum jadi sempurna ya mbak. Yang penting ukuran sudah pas dan modelnya juga mbak Karina cocok, tinggal aku pasang payet dan detail yang lainnya. Kalau mbak Karina mau penambahan aksen yang lainnya bilang saja ya."Ucap Ratu.


" Sudah tidak ada, aku percayakan sepenuhnya sama kamu saja. Aku yakin tangan mungil kamu ini bisa membuat baju yang bagus untuk aku kenakan saat hari pernikahanku nanti."Ucap Karina memuji hasil karya Ratu.


Ratu dan Karina sama-sama tertawa, mereka berdua memang sudah paham satu sama lain.


Sampai saat ini Karina belum mendapatkan restu dari ibu Marni. Bahkan saat acara lamaran 3 hari yang lalu, ibu Marni juga tidak ikut. Sepertinya dia memang tidak menerima Karina sebagai menantunya.


" Ratu, sampai sekarang ibu Marni belum bisa menerima ku sebagai calon istri nya mas Bima. Lalu aku harus bagaimana, Ratu?."Tanya Karina dengan wajah lesu.


Hhhuuufffff


Ratu menghela nafasnya dengan kasar, jika bicara soal ibu Marni dia sendiri juga bingung. Karena sampai sekarang Ibu Marni juga tidak bisa bersikap baik dengannya, bahkan sepertinya tidak menganggap Ratu sebagai menantunya.


" Yang buat ibu tidak bisa menerima mbak itu apa ya? Padahal mbak berpendidikan, punya usaha dan mbak juga kaya. Sebab dulu aku di hina dan aku di anggap tidak pantas untuk mas Arya karena aku miskin tapi setelah dia tahu aku ini berduit dia tetap tidak berubah."Ucap Ratu bicara apa adanya dengan Karina.


" Aku juga tidak tahu Ratu, nanti aku minta mas Bima untuk menanyakan hal apa yang membuat ibu tidak bisa menerimaku. Aku tidak mau hubungan mas Bima dan ibunya renggang hanya gara-gara aku, Ratu."Jawab Karina dengan lesu.


Belum juga menjadi istrinya Bima, calon ibu mertuanya sudah tidak menyukainya. Namun Bima selalu menyakinkannya jika mereka akan tetap menikah meskipun ibu Marni tidak merestui pernikahan mereka. Bahagia Bima yang mengatur, bukan ibunya atau orang lain.

__ADS_1


Setelah urusannya di butik selesai, Karina pun berpamitan dan dia kembali ke cafe. Pernikahannya yang tinggal 2 minggu lagi tidak membuat dia untuk tidak ke cafe. Bima dan Karina menggunakan jasa WO, untuk mengatur semuanya.


Sementara itu saat ini Rani dan Yanto sedang bertengkar dengan hebat. Rani terus menuntut Yanto untuk menikahinya, karena kandungannya saat ini sudah masuk usia 4 bulan . Sama seperti usia kandungan Ratu.


Plaakk


Plaakk


Yanto tidak segan-segan untuk menampar Rani. Sampai kapanpun Yanto tidak akan pernah menikahi Rani, Yanto tidak mau terikat dengan yang namanya pernikahan. Dia ingin bebas bermain dengan wanita manapun, jika dia ingin menikah tentunya wanita baik-baik yang akan dia nikahi. Bukan wanita mur4h4n seperti Rani ataupun wanita yang sudah pernah dia pakai.


" Sampau ki4mat pun aku tidak akan menikahimu dan jangan terus-terusan memintaku untuk menikah dengan mu hanya demi anak dalam kandunganmu itu. Tanpa menikahimu juga aku bisa bertanggung jawab atas hidup anak itu. Aku punya uang, kamu tidak perlu takut anak itu kekurangan uang. Aku memang bukan pria baik, jika pun aku mau menikah aku tetap mencari wanita yang baik-baik bukan wanita murahan seperti kamu !!."Seru Yanto bicara dengan keras.


Rani menangis tersedu-sedu, keinginannya untuk hidup bahagia dengan Yanto kini telah sirna. Yanto mencampakkannya begitu saja setelah dia bosan.


" Tapi kandunganku semakin besar Yanto, aku malu dengan orang-orang hamil tidak punya suami. "Seru Rani.


" P3rset4n !! Aku tidak peduli dengan orang di luaran sana. Sekarang kamu peduli dengan omongan orang di luaran sana atau denganku. Kalau kamu peduli dengan omongan orang lebih baik kamu keluar dari rumahku. Dan jika kamu peduli dengan omonganku aku bisa bertanggung jawab atas anak dalam kandunganmu tanpa menikahimu."Ucap Yanto membuat hati Rani semakin sakit dan perih.


Rani tidak mungkin keluar dari rumah itu apalagi setelah dia keluar rumah pasti Yanto sudah tidak mau menanggung biaya hidupnya lagi. Jika dia terus bertahan, batinnya akan tersiksa setiap malam melihat Yanto terus menerus membawa wanita ke rumah.


" Jahat kamu Yanto !! Tahu begini aku tetap bertahan dengan Bima, meskipun hidup sederhana."Seru Rani sambil menangis.


* Apa aku mendekati Bima lagi ya? Jika aku berhasil bersama Bima lagi aku tidak peduli dengan hidup sederhana, yang penting anak ini ada ayahnya dan hidupku tidak tersiksa seperti ini. Ya, aku akan meminta bantuan ibu Harti.*Gumam Rani dalam hatinya.


Braaakkk


Rani yang sedang melamun di kagetkan Yanto yang menutup pintu dengan kasar. Yanto keluar dari kamar dan meninggalkan rumah mengendarai mobilnya. Rani sudah hafal, pasti malam nanti Bima akan pulang dengan membawa wanita yang berbeda lagi dengan malam sebelumnya.


" Lebih baik aku hubungi ibu Marni dan mengajak dia bertemu. Semoga saja siang ini dia bisa aku ajak ketemu." Seru Rani.


Rani mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk ibu Marni. Pesannya masih centang satu abu-abu.


" Huuhh.. Si4l !! Sepertinya ibu Marni sudah ganti nomor, aku kirim pesan dari kemarin-kemarin juga cuma centang satu sampai sekarang."Seru Rani mendengus kesal.


******

__ADS_1


Malam ini Bima akan bicara serius empat mata dengan ibu Marni. Bima ingin tahu alasan yang membuat ibunya tidak menyetujui hubungannya dengan Karina. Karina sendiri yang sudah memintanya menanyakan masalah ini kepada ibu Marni. Bima sendiri justru khawatir jika sikap ibunya ini akan merusak rencana pernikahannya.


" Bu, sebenarnya apa yang membuat ibu tidak menyetujui hubungan Bima dan Karina? Karina itu wanita baik-baik bu, dia wanita terpelajar dan dia juga punya usaha sendiri. Orang tuanya juga orang berada, meskipun begitu Karina bukan wanita yang manja. Dia baik bu, sedikitpun dia tidak pernah menyombongkan dirinya. Dia selalu menghargai Bima, padahal Bima ini jika di bandingkan dengan dia tidak ada apa-apanya. Dulu Ratu juga ibu perlakukan dengan tidak baik, dia ibu hina dan ibu jadikan pembantu karena ibu kira dia wanita miskin."Seru Bima mulai mengeluarkan uneg-unegnya yang sudah lama dia simpan.


" Setelah tahu Ratu orang kaya ibu tetap memperlakukan dia dengan tidak baik. Bahkan ibu berusaha mencelakai kandungannya. Sebenarnya apa yang membuat hati ibu membatu seperti ini? Wanita seperti apa yang harus Bima nikahi."Ucap Bima lagi.


Ibu Marni melongos begitu saja, seakan enggan menanggapi pertanyaan Bima. Menurutnya apa yang di tanyakan Bima itu tidak penting untuk dia jawab.


" Jawab bu."Seru Bima memaksa.


" Sekali ibu tidak setuju ya tidak setuju !! Ibu tidak mau mempunyai menantu pelit dan kurangajar, untuk apa kaya kalau ibu tidak bisa menikmati kekayaannya dan dia lebih menguasai uang mu dari pada ibu. Seperti Ratu itu, dia menguasai seluruh gaji Arya sampai ibu cuma di kasih uang sisa gajinya saja. Ratu juga pelit, dan calon istrimu itu juga pasti sifatnya tidak jauh beda dengan Ratu. Kamu gagalkan saja pernikahan kamu, jika bisa rujuk saja lagi sama Rani. Ingat kita itu hutang budi dengan orang tua Rani."Seru ibu Marni bicara dengan seenaknya saja tanpa peduli dengan perasaan Bima.


Praaangggg


Bima membanting gelas kopinya ke lantai sampai gelas itu pecah tidak karuan. Bima terlihat kesal dengan ibunya, bisa-bisanya ibu nya meminta Bima untuk rujuk dengan Rani. Susah payah Bima menyakinkan Karina untuk mau menjadi istrinya, kenapa justru ibunya sendiri yang akan menghancurkannya.


Mendengar suara benda pecah, Serli dan pak Santo langsung bergegas ke ruang tengah untuk melihat apa yang sedang terjadi.


" Ada apa ini mas?."Tanya Serli dengan wajah keheranan.


" Iya ada apa ini Bim, Bu?"Tanya pak Santo juga heran.


Pertanyaan mereka berdua tidak langsung mendapatkan jawaban dari Bima maupun ibu Marni. Bima terlihat berdiri dengan menatap ibunya tajam dengan tangan mengepal. Melihat Bima yang sepertinya sedang marah dan emosi, Serli mencoba mendekatinya dan mengusap lengan Bima agar Bima bisa sedikit tenang.


" Tenang mas, coba mas duduk dulu dan bicarakan apa yang terjadi."Seru Serli dengan pelan.


" Ibu tidak punya hati Serli, dia memang egois !! Dia tidak ingin anak-anaknya hidup bahagia. Dia tidak menyetujui pernikahan mas dengan Karina, tapi justru dia meminta mas untuk rujuk dengan Rani. Itu permintaan yang gila !!."Ucap Bima dengan lantang.


Pak Santo dan Serli kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bima barusan. Mereka berdua tidak habis fikir dengan permintaan konyol ibu Marni.


" Bu, apa yang sebenarnya ada di otak ibu? Apa ibu sadar meminta seperti itu? Rani itu sudah berselingkuh bu, untuk apa ibu tetap meminta Bima untuk rujuk dengan Rani?."Tanya pak Santo.


" Kalau tidak ada pertolongan dari keluarganya Rani, mungkin Bima sudah tidak ada dari dulu pak, jadi wajar dong kalau ibu meminta Bima rujuk lagi dengan Rani. Ibu yakin Rani pasti mau kembali dengan Bima, karena hidupnya yang sekarang dia juga tidak bahagia."Jawaban ibu Marni membuat d4d4 Bima semakin sesak.


Selalu dan selalu masalah hutang budi yang ibunya permasalahkan. Hutang budi puluhan tahun masih saja jadi masalah, padahal uangnya pun sudah di kembalikan.

__ADS_1


* Ibu memang keterlaluan, apa dia tidak mau melihat aku hidup bahagia? Sekarang aku juga merasakan apa yang di rasakan Arya.*Gumam Bima dalam hatinya.


**************


__ADS_2