
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
" Jadi laki-laki yang ingin bapak jodohkan dengan Serli itu si Mas Yusuf, alias Ucup pak?."Tanya Serli sedikit kaget saat pak Santo memberitahu laki-laki yang akan di jodohkan dengannya adalah Ucup.
Usia Ucup dan Serli terpaut 4 tahun, tua Ucup 4 tahun dari Serli. Serli sudah mengenal Ucup dengan baik, dan sepertinya tidak ada alasan untuk Serli menolak pilihan pak Santo. Selama mengenal Ucup, Ucup selalu bertutur sapa dengan baik dan Ucup juga laki-laki yang bertanggung jawab.
" Iya Serli. Apa kamu tidak suka dengan pilihan bapak?."Tanya pak Santo.
" Tidak ada alasan Serli untuk menolak laki-laki sebaik mas Ucup pak. Mas Ucup orang baik, selama ini dia juga selalu memperlakukan Serli dengan baik. Padahal dulu Serli ini sombong dan ketus terus saat dia menyapa Serli."Seru Serli sambil terkekeh.
" Dan ternyata, Ucup itu menaruh hati sama kamu sudah sejak lama."Ucap pak Santo semakin membuat Serli kaget.
Serli tidak menyangka jika Ucup sudah menaruh hati pada dirinya. Padahal dulu dia sombong dan tidak pernah mau mengenal Ucup. Dia mulai dekat dan mau berbicara dengan Ucup pun belum lama ini, saat dia mulai ikut membantu di toko.
" Kapan Mas Yusuf mau datang membawa orang tuanya pak? Serli manggilnya Yusuf saja ya pak, biar lebih sopan. Soalnya usia mas Yusuf juga lebih tua dari Serli."Seru Serli nampak malu-malu.
" Iya tidak apa-apa dong, bapak dari awal kenal Ucup manggilnya sudah Ucup Ucup terus jadi mau memanggil Yusuf kok sering lupa. Sepertinya mulai sekarang bapak akan mencoba memanggil Ucup dengan nama Yusuf. Ucup juga aneh ,nama bagus Yusuf mau saja dipanggil Ucup."Seru pak Santo sambil terkekeh.
" Katanya secepatnya dia akan datang membawa orang tuanya. Nanti pasti dia mengabarinya, kamu yakin kan menerima dengan ikhlas pria yang bapak pilihkan?."Tanya pak Santo lebih menyakinkan Serli lagi.
Dengan cepat Serli mengangguk dengan mantap. Pilihan pak Santo tidak salah, Yusuf pasti bisa membimbing Serli dengan baik dan bisa menjadi imam Serli.
Obrolan Serli dan pak Santo berhenti karena terdengar ada suara mobil memasuki halaman rumah pak Santo. Serli mengintip dari balik gordeng jendela ruang tamu, untuk mengetahui siapa yang datang. Ternyata yang datang Karina dan Bima.
__ADS_1
" Mas Bima sama mbak Karina pak. Tumben datang tidak kasih kabar, mungkin mereka mau menginap pak, besok kan hari minggu."Seru Serli lalu dia pun bergegas membuka pintu.
Cekleeekkk
Pintu terbuka, dan nampak Bima dan Karina tersenyum kearah Serli. Serli langsung memeluk Karina, semenjak pulang dari kampung mereka memang belum bertemu lagi.
" Assalamualaikum."Seru Bima dan Karina secara bersamaan.
" Waalaikumsalam."Jawab Pak Santo dan Serli juga secara bersamaan.
Bima dan Karina menyalami pak Santo secara bergantian. Setelah itu mereka pun ikut duduk bergabung dengan pak Santo. Serli pun kembali duduk di samping pak Santo.
" Kalian datang sudah malam begini, apa kalian mau menginap?."Tanya pak Santo kepada Bima dan Karina
" Iya pak, kami sengaja datang tidak mengabari bapak dan Serli. Kami memang mau menginap pak, kebetulan besok juga hari minggu."Jawab Bima serius.
" Serli, ajak mbak mu ke kamar. Kalian ngobrol di dalam kamar saja sembari tiduran. Mbak mu juga pasti lelah."Ucap Bima meminta Serli mengajak Karina ke kamar.
Bima sengaja meminta Serli dan Karina menjauh, sebab Bima ingin bicara soal ibunya dengan pak Santo. Meskipun pak Santo hanya bapak tirinya, Bima tetap menghargainya seperti orang tua kandungnya sendiri. Lagi pula tidak ada alasan Bima untuk tidak menghargai pak Santo, selama ini pak Santo selalu memperlakukan Bima dengan baik selayaknya anaknya sendiri.
" Apa ada yang ingin kamu bicarakan dengan bapak, Bim? Bapak juga ada hal penting yang ingin bapak sampaikan kepada Kamu dan Arya."Ucap pak Santo juga akan memberitahu soal perjodohan antara Serli dan Ucup.
" Iya pak. Bima memang ada sesuatu hal yang ingin Bima bicarakan sama bapak. Kalau bapak ada yang ingin disampaikan, bisa bapak duluan saja."Seru Bima meminta pak Santo untuk bicara lebih dulu.
Hhhuufff....
Pak Santo mengangguk sembari membuang nafas dengan pelan. Pak Santo pun memberitahu Bima soal perjodohan Serli dan Ucup. Bima mendengarkan setiap detail kalimat yang di ucapkan oleh pak Santo, Bima pun yakin jika pak Santo sudah memikirkan semuanya dengan matang-matang.
" Jika Serli setuju dan menurut bapak Ucup itu baik dan bisa menjadi imam yang baik untuk Serli, Bima juga setuju pak. Bima juga yakin jika Arya juga setuju, lagi pula Ucup bukan orang lain bagi kita. Dia sudah seperti keluarga, selama ini Bima juga mengenal Ucup dengan baik."Ucap Bima setuju dengan pria pilihan pak Santo untuk menjadi pendamping hidup adiknya, Serli.
__ADS_1
" Alhamdulillah jika kamu juga setuju. Arya pasti juga setuju kan? Besok bapak akan memberitahu dia juga. Nanti setelah Ucup datang melamar Serli, kita langsung tentukan hari pernikahan nya saja. Ucup siap menikah dalam waktu dekat, emm.. Tapi nanti kamu temui ibu kamu ya Bim. Kamu beritahu jika Serli akan menikah."Seru pal Santo tetap tidak melupakan ibu Marni sebagai ibu kandung Serli.
" Tidak pak !!."Seru Bima langsung berkata tidak saat diminta untuk mengabari ibu Marni.
Pak Santo menautkan kedua alisnya, dia tidak tahu masalah apa yang sedang terjadi sampai Bima tidak mau memberitahu ibunya. Padahal ibu Marni itu ibu kandungnya sendiri, tidak biasanya Bima bersikap dingin begini saat membicarakan ibunya.
" Kamu tidak mau bertemu dengan ibumu, Bim? Kenapa? Bagaimanapun dia itu ibu kandung kamu, ibu yang telah melahirkan kamu. Ada masalah apa sampai kamu tidak mau menemui ibumu?."Tanya pak Santo bicara dengan tegas.
" Bukan tidak mau bertemu pak, justru Bima saat ini ingin sekali bertemu dengan Ibu. Tapi, saat Serli menikah nanti Bima tidak mau ibu hadir, Pak. Bima malu pak."Seru Bima dengan suara mulai bergetar.
" Malu ? Malu kenapa?." Tanya pak Santo dengan wajah keheranan.
" Ibu sudah punya pria lain pak. Bahkan pengadilan saja belum memutuskan perceraian bapak dan ibu. Baru juga sidang pertama, dan yang lebih bikin malu lagi saat ini ibu sedang hamil pak. Ibu hamil dengan pacarnya, dan itu tanpa adanya ikatan pernikahan. Satu hal lagi yang membuat Bima malu, ibu hamil dengan Yanto mantan pacar Serli pak."Seru Bima menjelaskan secara detail kepada pak Santo.
Deegghhh....
Astaghfirullahaladzim, pak Santo mengusap d4d4nya sembari mengucapkan istighfar. Dia sendiri juga tidak menyangka jika mantan istrinya bisa seperti itu. Bahkan sudah setua itupun masih bisa hamil, apa lagi hamil dengan mantan pacar anaknya sendiri.
" Kamu serius Bim? Dan bukannya Yanto itu calon suaminya Rani? Jadi ibumu tinggal bersama Rani, tapi juga ada main dengan calon suami Rani? Ya Allah.. Salah apa aku sampai ibumu bisa berbuat seperti itu. Bapak merasa bersalah Bim , karena saat ibumu masih menjadi istri bapak. Bapak tidak bisa mendidiknya dengan baik, sehingga sekarang dia menjadi seperti ini."Ucap pak Santo dengan suara melemah.
" Bapak tidak bersalah. Semua itu kesalahan ibu sendiri, makanya itu Bima tidak mau Ibu datang saat Serli menikah. Bima malu dengan kelakuan ibu, dan Bima juga tidak mau Serli sedih jika tahu Ibu hamil dengan mantan pacarnya, Pak."Ucap Bima lagi menyampaikan alasannya kenapa dia tidak setuju jika ibunya datang ke pernikahan Serli.
Lagi pula Ibu Marni sudah tidak mau berhubungan lagi dengan anak-anaknya. Serli saja sudah tidak anggapnya anak.
Tanpa mereka sadari, Serli mendengar semua pembicaraan mereka. Serli yang niat nya pergi ke dapur untuk membuatkan kopi Bima ternyata justru dia mengetahui apa yang menjadi pembahasan Bima dan pak Santo. Tanpa terasa air mata Serli membasahi pipinya. Bukan dia masih mencintai Yanto, akan tetapi Serli tidak bisa berfikir kenapa ibunya bisa hamil dengan Yanto? Bahkan tanpa ikatan pernikahan, dulu ibunya mengatakan dan menghina dia mur4h4n ternyata ibunya sendiri yang mur4h4n.
Serli tetap berpura-pura tidak mengetahui apa yang dibicarakan Bima dan pak Santo. Serli menghapus air matanya, lalu melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya. Dia mengurungkan niatnya untuk membuatkan Bima kopi.
* Ibu, tega ibu melakukan ini sama Serli. Bukan karena Serli masih punya perasaan dengan Yanto, tapi kenapa harus Yanto pria itu bu. Yanto itu bukan pria baik-baik bu. Berarti aku akan punya adik dari mantan pacarku sendiri?.*Gumam Serli dalam hatinya.
__ADS_1
***************