Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Dikira hamil


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Mas, kok aku mual ya?."Seru Ratu secara tiba-tiba.


Hhaaahhh...


Mual ? Arya langsung meletakkan remote televisi yang dia pegang dan langsung beralih memegang kedua wajah Ratu.


" Kamu hamil sayang?."Tanya Arya dengan wajah polosnya.


Buuuggghh....


Ratu langsung memukul lengan Arya dengan cepat. Bisa-bisanya dia menganggap mualnya itu karena hamil. Ratu bukan tidak mau hamil lagi, hanya saja saat ini Revan dan Devan masih terlalu kecil untuk mempunyai adik. Usia Devan dan Revan baru 6 bulan, dan juga baru mulai Mpasi.


" Kok malah main pukul sih?."Seru Arya sambil mengusap lengannya.


" Mas ini yang ngawor, mas kan tahu kalau sudah 2 hari ini aku ini lagi haid masa dibilang aku hamil sih? Ada-ada saja kamu mas, aku belum mau hamil dulu. Tunggu Devan dan Revan agak besar dulu, setidaknya dia sudah bisa paham soal adik."Seru Ratu dengan wajah cemberut.


Arya nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Dia lupa jika saat ini istrinya sedang haid, dan semalam pun dia tidak mendapatkan jatahnya.


" Heee heee lupa sayang."Jawab Arya sambil nyengir kuda.


" Sudahlah lupakan soal itu. Oh iya mas, apa aku boleh menjenguk ibu? Aku juga ingin mengetahui keadaan ibu, mas."Seru Ratu meminta izin ingin menjenguk ibu Marni.


" Heemm bagaimana ya dek? Mas khawatir ibu mengamuk dan akan membahayakan kamu, kamu pasti sama mbak Karina dan Serli juga kan? Apa lagi perut mbak Karina besar begitu, Serli juga sedang hamil. Menurut perawat di sana, suasana hati ibu itu sering berubah-ubah sehingga dia suka mengamuk tidak jelas."Seru Arya khawatir jika Ratu menjenguk ibu Marni tanpa pengawasan darinya.


Ratu nampak memikirkan ucapan Arya, yang dikatakan suaminya memang ada benarnya juga. Apa lagi Karina perutnya sudah besar, tinggal menunggu hari saja untuk dia lahiran.


" Emm... Apa ibu suka mengamuk ya mas?."Tanya Ratu ingin tahu.

__ADS_1


" Menurut informasi dari petugas rumah sakit seperti itu. Bahkan kalau mengamuk ibu suka memukul siapa saja yang ada di dekatnya. Kemarin saat mas ke sana ibu sempat mendorong mas Bima sampai dia jatuh."Seru Arya memberitahu Ratu.


Hhhuuuffff


Ratu membuang nafas dengan kasar, keinginannya untuk melihat keadaan ibu Marni.


" Jadi mas Arya tidak mengizinkan?."Tanya Ratu dengan wajah sedihnya.


" Bukan mas tidak mengizinkan sayang, nanti kalau mau menjenguk ibu kita sama-sama saja ya."Ucap Arya.


" Heemmm.. Ide yang bagus."Jawab Ratu setuju dengan Arya.


Keinginan Ratu untuk menjenguk dan melihat keadaan ibu Marni sangatlah kuat. Dia ingin mantan ibu mertuanya itu sembuh dan sehat seperti sedia kala. Jika Ratu mau, dia bisa menertawakan dan bahagia melihat kehidupan mantan ibu mertuanya yang dulunya selalu menghina dan jahat kepadanya. Niat buruk ibu Marni yang ingin mencelakai Ratu sampai detik ini pun belum bisa Ratu lupakan, akan tetapi bukan Ratu tidak memaafkan kesalahan ibu Marni. Dia memaafkannya, tapi kesalahan itu masih saja teringat meskipun Ratu sudah berusaha untuk melupakannya.


" Dek, padahal dulu ibu itu jahat banget sama kamu dan dia juga pernah berusaha untuk mencelakaimu saat kamu hamil. Tapi kenapa kamu masih saja bersikap baik dan peduli dengan ibu. Terbuat dari apa sih dek hati kamu ini?."Seru Arya bangga dengan sikap istrinya yang mempunyai hati seperti malaikat.


" Mas, setiap orang pasti mempunyai kesalahan. Aku hanya berusaha untuk tidak mempunyai musuh, aku memaafkan ibu dan aku ingin hubungan ku dengan ibu membaik. Tapi jujur, kesalahan ibu masih aku ingat dan semua itu alu jadikan pelajaran saja. Sudah ys mas, jangan bahas masalah yang sudah berlalu."Ucap Ratu meminta Arya untuk tidak membicarakan masalah yang sudah berlalu.


" Iya sayang, maaf kalau mas tadi mengingatkan kamu dengan masalah yang sudah berlalu. Sudah malam, kita istirahat yuk."Seru Arya mengajak Ratu untuk istirahat.


******


Pertemuannya dengan Harsa kemarin sudah Serli lupakan. Hari ini dia sudah nampak biasa saja seperti hari-hari sebelumnya. Yusuf sendiri sekarang sudah meminta Serli untuk lebih banyak di rumah saja untuk beristirahat. Namun, berlama-lama di rumah pun membuat Serli bosan.


Siang itu, Serli mengendarai sepeda motornya menuju toko sembari mengantarkan makan siang untuk suaminya dan karyawan toko. Di toko saat ini sudah mempunyai 3 karyawan, alhamdulillah toko saat ini semakin ramai.


" Loh dek, kok kamu yang nganterin makan siangnya? Baru juga mas mau pulang ambil makanannya."Seru Yusuf saat Serli masuk toko dengan menenteng rantang makanan.


" Aku bosan di rumah mas, jadi aku ke toko saja sambil mengantar makan siang kalian. Bagaimana hari ini mas? Ramai?."Tanya Serli mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Alhamdulillah toko ramai dek, ini rezeki nya dedek bayi yang ada dalam sini."Jawab Yusuf sambil mengusap perut Serli dengan pelan.


" Alhamdulillah ya mas. Aku tidak menyangka jika toko ini akan sebesar ini dan ramai pembeli. Bahkan dulu toko ini tidak sebesar ini, lambat laun toko sepi dan barang-barang yang di jualpun tidak ada. Sampai akhirnya bertahun-tahun bapak tetap bertahan di toko ini, dan belum tentu 3 hari sekali ada orang yang datang untuk memesan furniture. Semua ini berkat mbak Ratu, berkat dia memberikan bapak modal toko jadi sebesar ini."Ucap Serli dengan memandangi sekeliling toko yang sekarang lebih besar dan luas dan barang yang di jual pun bertumpuk dan beraneka ragam.


Apa yang dikatakan Serli mendapat anggukan dari Yusuf. Yusuf tahu betul bagaimana toko milik pak Santo, sebelumnya dulu saat masih bersekolah Yusuf juga pernah bekerja di toko pak Santo. Pasang surutnya toko, Yusuf sudah banyak tahu.

__ADS_1


" Mas, makan siang dulu ya."Seru Ratu menawari Yusuf makan siang.


" Iya dek boleh, kebetulan juga belum adzan dzuhur. Ya sudah kita makan sama-sama ya, yang punya karyawan kamu berikan saja sama mereka."Ucap Yusuf.


" Iya mas."Jawab Serli singkat.


Serli meletakkan rantang makanan untuk ke tiga karyawannya di atas meja tempat biasa para karyawan makan. Mereka nanti akan makan secara bergantian saat pulang dari masjid.


" Sayur asem dek? Heemmm pasti ini enak banget."Seru Yusuf saat Serli membuka rantang makanan miliknya.


" Iya mas, aku tadi lagi ingin banget makan sayur asem. Jadi aku masak sayur asem, sudah lama banget tidak makan sayur asem. Ini ada sambal terasi, ayam goreng sama ikan goreng juga. Sayang tidak ada tempe sama ikan asinnya, tadi di tukang sayur sudah kehabisan."Ucap Serli sambil menyiapkan makanan untuk suaminya.


" Ini saja sudah enak dek. Yuk makan, mau di suapin apa mau makan sendiri?."Tanya Yusuf membuat hati Serli semakin berbunga-bunga.


" Suapin ya mas."Jawab Serli dengan cepat.


Yusuf dan Serli pun makan bersama, Yusuf menyuapi Serli dengan sabar. Sedikitpun dia tidak merasa keberatan dengan sikap manja Serli. Justru Yusuf senang bisa menyuapi Serli makan, apapun akan Yusuf lakukan demi membahagiakan Serli.


Tanpa terasa, 1 rantang nasi habis dengan mereka berdua. Yusuf dan Serli sama-sama kekenyangan, tidak sampai 5 menit Adzan dzuhur pun berkumandang. Yusuf bersiap berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah.


" Alhamdulillah kenyang banget mas. Sampai begah ini perutku."Seru Serli mengusap-usap perutnya.


" Mas juga kenyang banget dek. Mas ke masjid dulu ya, nanti kalau mau pulang tunggu mas dari masjid. Nanti mas antar saja pulangnya."Seru Yusuf.


" Iya mas."Jawab Serli dengan patuh.


Yusuf dan karyawannya berangkat ke masjid, berhubung di toko ada Serli jadi ketiga karyawannya berangkat ke masjid semua. Biasanya salah satu di antara mereka akan tinggal di toko dan sholat di toko.


Sembari menunggu suaminya selesai sholat, Serli duduk di kursi kasir sembari memainkan ponselnya. Membuka aplikasi sosial medianya hanya untuk sekedar mencari hiburan saja. Serli sudah jarang aktif di sosial medianya, kegiatan hariannya juga sudah tidak pernah dia posting lagi seperti dulu.


" Maaf apa di sini menjual etalase dan kursi-kursi plastik?."Tanya seseorang dari arah depan.


Deegghh....


Serli langsung menghentikan jari-jarinya yang sedang bermain ponsel. Dia hafal betul siapa pemilik suara itu.

__ADS_1


************


__ADS_2