Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Terus berusaha


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Tidak semua orang yang dulunya jahat akan selamanya jahat. Setiap orang pasti mempunyai yang namanya kesalahan, contohnya seperti Rani. Dulu dia sangat benci Ratu dan memusuhi Ratu, dan iri apa saja yang di miliki Ratu. Rani selalu berusaha untuk menjatuhkan Ratu dan memanfaatkan Ratu.


Kehidupan Rani berangsur membaik semenjak dia menyadari semua kesalahannya dan meminta maaf kepada orang-orang yang sudah dia sakiti.


Kehidupannya di kampung menjadikannya pribadi yang lebih baik lagi. Dia berinteraksi dengan para warga, bertutur kata dengan baik. Perubahan Rani telah berdampak baik untuk dirinya dan kehidupannya. Namun dengan statusnya yang janda membuat dia sering kali takut, takut jika akan di pandang sebelah mata oleh para warga.


" Bu, apa seorang janda itu selalu di pandang tidak baik? Apa status janda menakutkan?."Tanya Rani kepada ibu Darti.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu? Memangnya siapa yang memandang Janda itu hina? Di pandang hina kalau mungkin dia mengganggu rumah tangga orang, dan dia menjadi pekakor. Memangnya kamu seperti itu? Kan tidak Ran?."Seru ibu Darti serius.


" Aku memang tidak seperti itu bu, warga di sini juga semuanya baik. Hanya saja aku yang terkadang takut dengan statusku ini, kebanyakan di luaran sana janda itu di anggap menakutkan dan di pandang hina."Seru Rani sambil memandangi kearah luar warung.


Rani dan Ibu Darti berada di dalam warung, mereka baru selesai membereskan barang dagangan yang di beli ibu Darti kemarin.


" Apa kamu tidak mau menikah lagi? Kamu jangan memikirkan dirimu sendiri, ada Tegar yang juga butuh kasih sayang dari seorang Ayah. Kalau ibu perhatikan, sepertinya nak Agung itu menyukai kamu. Kalau tidak untuk apa dia mau datang jauh-jauh dari kota ke kampung hanya untuk melihat anak kamu."Ucap ibu Darti.


" Entahlah bu, untuk menikah aku belum kefikiran lagi. Aku masih ingin menikmati kesendirianku, lagi pula siapa yang mau sama wanita pendosa seperti ku. Aku ini seorang janda, punya anak tanpa suami juga. Agung juga itu orang kaya bu, dia pasti banyak wanita yang menyukai. Aku tidak pantas jika bersanding dengan Agung."Ucap Rani tanpa melihat wajah ibunya.


" Bu, aku lihat Tegar dulu ya. Siapa tahu dia sudah bangun."Ucap Rani sengaja menghindar agar ibunya tidak membahas Agung lagi.


Ibu Darti melihat tubuh Rani yang keluar dari warung menuju ke rumah dengan tatapan sendu. Dia prihatin dengan nasib yang menimpa anak perempuannya itu. Dulu dia yang mendukung Rani berselingkuh dengan Yanto, namun sekarang Yanto justru mencampakkannya begitu saja tanpa perduli dengan kehamilannya.

__ADS_1


" Semoga kelak kamu mendapatkan pria yang bisa menerima kamu dan anakmu, Ran."Ucap ibu Darti bicara dengan dirinya sendiri.


Seburuk apapun seorang ibu, pasti dia tetap menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Begitupun dengan ibu Darti, dia mengakui jika dia juga bukanlah seorang ibu yang baik. Jika ibu yang baik tidak akan membiarkan anaknya untuk berselingkuh sedangkan anaknya sudah bersuami.


" Bu Darti beli gula 1 kilo sama tehnya 1 kotak, sama telur setengah kilo"Ucap anak kecil datang berbelanja.


" Ehh.. Rohim, sebentar ya ibu ambilkan. Kok tumben kamu yang belanja? Ibu kamu kemana?."Seru ibu Darti dengan ramah.


" Ibu ku ada di rumah, bu. Katanya lagi sakit kepala, biasalah bu ini jadwalnya angsuran pasti ibu ku sakit kepala. Sampai aku pulang sekolah mau makan saja ibu belum memasak, ini beli telor dulu. "Seru Rohim bocah kelas 5 itu sambil bersungut-sungut.


Ibu Darti hanya bisa mengulas senyum sembari menggelengkan kepalanya. Sudah tidak heran lagi, rata-rata para ibu-ibu di tempat tinggalnya memang suka mengambil uang koperasi dengan sistem cicilan mingguan. Beruntungnya dulu Andi melarangnya untuk ikut-ikutan, sehingga tidak pusing memikirkan cicilan.


" Ini belanjaan kamu, totalnya 30 ribu."Ucap ibu Darti.


" Iya bu terima kasih dan ini uangnya."Seru Rohim sambil mengulurkan uang pecahan 10 ribuan 3 lembar.


" Iya sama-sama."Jawab ibu Darti.


******


" Senang bekerjasama dengan pak Agung."Seru Arya mengakhiri pembahasan kerja sama.


" Sama-sama, saya juga senang bisa bekerjasama dengan anda. Emm tolong panggil Agung saja. Kita ini sepertinya kan seumuran, lagi pula sekarang ini kita ngobrol santai saja."Ucap Agung.


" Ok, tidak masalah."Jawab Arya setuju-setuju saja dengan Agung.


" Arya, menurutmu salah tidak sih kalau kita itu jatuh cinta sama wanita yang sudah tidak punya suami. Maksudku wanita yang sudah menjadi janda."Ucap Agung memperjelas ucapannya.


Hhaaahhh

__ADS_1


Arya merasa heran mendengar apa yang diucapkan Agung. Apa Arya tidak salah dengar, Agung seakan sedang curhat dengannya.


" Kamu jatuh cinta dan mencintai seorang janda?."Tanya Arya.


Agung hanya menganggukkan kepalanya dengan cepat dengan wajah sedikit lesu. Pesan yang dia kirim kepada Rani dari kemarin belum dibalasnya juga.


" Mencintai seseorang itu tidak salah sih, perasaan itu datang secara tiba-tiba dan pergipun semaunya sendiri. Yang penting bukab istri orang saja yang kamu cintai, apa kamu mau jadi pembinor."Seru Arya sambil terkekeh.


" Dia janda beranak satu, tapi aku susah untuk mendekatinya. Dia sepertinya menghindariku karena pesanku sering tidak dia balas. Begini amat ya hidup ku, karier mulus tapi urusan cinta seret."Seru Agung sambil membuang nafas dengan kasar.


" Kalau memang kamu serius dengan janda itu, tetap kamu dekati jangan pantang menyerah. Mungkin dia hanya takut gagal lagi, kamu harus pintar-pintar mengambil hatinya dan menyakinkannya. Kamu juga harus siap dan menerima anaknya, jangan cuma mau sama emaknya tapi anaknya tidak."Ucap Arya mengingatkan Agung.


Agung menerima Rani apapun adanya, dan dia juga akan menerima anak Rani dengan baik. Agung merasa sudah cocok dengan Rani, meskipun Rani terkesan cuek bebek.


" Anaknya namanya Tegar, dan baru berusia 1 bulan. Wanita itu dan anaknya tinggal di kampung, dulu dia tinggal di kota di perumahan yang sama denganku. Aku sudah lama memperhatikannya, hingga aku menyadari jika aku jatuh cinta dengannya."Ucap Agung bicara jujur apa adanya.


" Semoga kamu berhasil meluluhkan hati wanita itu, agar kamu cepat menikah dan tidak melirik-lirik istriku lagi."Ucap Arya disertai candaan ringan.


" Hah... Aku sudah tidak melirik istrimu lagi. Itu dulu, sekarang sudah tidak lagi semenjak aku tahu jika Ratu itu istrimu dan ternyata dia anak dari pengusaha yang kaya raya. Justru aku malu sama Ratu."Ucap Agung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Heemmmm


Arya hanya berdehem sambil menganggukkan kepalanya saja. Dia percaya dengan yang dikatakan Agung, jika Agung masih berani mengganggu Ratu, sudah pasti Arya juga akan bertindak.


" Aku permisi, masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan."Ucap Agung bangkit lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Ok. Kalau sudah berhasil jangan lupa undang-undang, aku doakan semoga wanita itu segera membuka hatinya untukmu."Doa tulus dari Arya.


" Aamiin. " Jawab Agung cepat.

__ADS_1


**************


__ADS_2