
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Di tempat lain, saat ini Serli sedang berada di sebuah hotel bersama Harsa. Tentunya mereka bertemu untuk saling memadu kasih. Bagi Harsa asal dia punya uang dia bisa melakukan apapun kepada Serli. Begitupun dengan Serli, asal ada uang dia akan melakukan apa saja yang diminta Harsa.
" Om Harsa, kemarin-kemarin Serli telepon kenapa tidak di angkat sih? Di reject terus menerus?." Tanya Serli dengan wajah cemberut.
" Kamu kan tahu aku habis dari luar kota dan saat pulang pun aku habiskan waktu untuk anak dan istriku lebih dulu. Lagian ngapain kamu itu menghubungi ku? Bukannya aku sudah bilang kalau aku butuh kamu pasti aku yang menghubungi kamu, aku tidak suka kamu terus menerus menghubungiku seperti kemarin."Jawab Harsa kelihatannya seperti orang yang sedang marah.
Serli semakin cemberut dan mengerucutkan mulutnya. Dia mengira jika Harsa akan menyukai kelakuan konyol nya itu. Antara Serli dan om Harsa tidak ada hubungan yang spesial, hanya hubungan sama-sama membutuhkan saja. Serli butuh uang dan Harsa butuh servise dari Serli.
" Om Harsa, maaf ya kemarin aku sudah buat kesal. Dalam beberapa hari ini aku benar-benar kalut, bingung dan takut makanya aku terus menerus menghubungi om Harsa."Ucap Serli dengan wajah sedihnya.
" Memangnya ada apa?."Tanya Harsa penasaran.
" Aku hamil om."Jawab Serli dengan singkat.
" Terus ?."Tanya Harsa sangatlah singkat.
Serli mengerutkan keningnya, dia kaget melihat reaksi Harsa yang nampak tenang dan tidak kaget sama sekali dengan kabar kehamilannya. Perasaan Serli semakin tidak nyaman setelah mendengar jawaban dan sikap Harsa.
" Kok bertanya seperti itu? Aku kan hamil dan om Harsa kapan akan menikahiku?." Tanya Serli.
__ADS_1
" Apa? Menikah? Kamu jangan gila Serli !! Aku dan kamu itu tidak ada hubungan apa-apa. Kamu hamil itu juga sudah menjadi resiko kamu, lagi pula memang pekerjaan kamu memang sebagai p3l4cur ? Di antara kita ini tidak ada hubungan apa-apa, kamu itu denganku hanya bekerja dan aku memberimu uang. Setiap permainan kamu selalu aku bayarkan? Jadi saat kamu hamil bukan urusanku dan bukan tanggung jawabku, itu sudah menjadi resiko pekerjaan kamu."Ucap Om Harsa sambil menghembuskan asap rokoknya tinggi-tinggi.
Deeghhhh
Serli terdiam setelah dia mendengar penjelasan dari om Harsa. Dia melupakan statusnya yang hanya sebagai wanita p3l4cur yang akan di gunakan saat dia dibutuhkan. Serli pun tidak bisa menuntut tanggung jawab dari Harsa.
" Tapi aku ini hamil anak om Harsa? Om harus tanggung jawab, jangan cuma mau enaknya saja. Bagaimanapun ini darah daging om Harsa."Seru Serli dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Kamu yakin itu anak ku, darah dagingku? Serli, kamu itu seorann l4cur dan sebelum denganku juga kamu sudah gonta-ganti pasangan. Seenaknya saja kamu minta aku tanggung jawab. Lagi pula itu sudah jadi resiko kamu sendiri? Kamu sudah tahu pekerjaan kamu itu apa, kenapa kamu tidak pakai pengaman? Kamu itu wanita bodoh !! Ingat ya Serli, kamu itu selalu aku bayar dan itu sudah sesuai kesepakatan kita."Ucap Harsa menegaskan.
Air mata Serli semakin luruh, pipinya sudah basah dengan air matanya sendiri. Dia sudah tidak tahu harus bagaimana dia menghadapi orang tuanya, pasti dia akan menjadi bulan-bulanan ibunya.
Harsa sama sekali tidak kasihan ataupun tersentuh melihat Serli menangis. Dia bangkit dan mengambil uang yang ada di tas kerjanya lalu dia lemparkan dihadapan Serli.
" Itu bayaran kamu, aku sudah melebihkan bayaranmu. Anggap saja itu sebagai salam perpisahan dari ku, dengan uang itu kamu bisa urus itu kehamilan kamu. Dan setelah ini aku sudah tidak mau memakaimu lagi. Aku tidak mau bermain dengan wanita hamil sepertimu."Seru Harsa ketus dan sangat menyakitkan hati Serli.
" Jangan harap aku mau menikahi pel4cur seperti kamu !!."Ucap Harsa dengan tegas.
Setelah bicara seperti itu Harsa keluar dari kamar hotel dan tidak menghiraukan Serli yang menangis sambil terus memanggilnya.
" Kurangajar kamu, Harsa. Lihat saja, aku akan menghancurkan rumah tangga mu. Aku akan datangi istrimu."Seru Serli sambil mengepalkan kedua tangannya.
Serli mengambil uang yang tadi di lemparkan oleh Harsa. Kali ini uang itu cukup banyak, Harsa memberi Serli uang 20 juta. Serli senang saat mendapatkan uang sebanyak itu, namun tidak bisa dibohongi jika hati dan perasaan nya saat ini kalut dan sedih. Dan dia juga takut kehamilannya akan menjadi masalah untuknya.
*******
" Kamu tahu atau dapat darimana rekaman itu dek?."Tanya Arya saat mereka kini sudah ada di rumah mereka sendiri.
__ADS_1
Sudah dari tadi Arya ingin menanyakan masalah ini kepada Ratu. Namun baru saat di rumahlah dia memberanikan diri menanyakannya.
" Itu hasil rekamanku sendiri mas. Saat aku ke supermarket, aku melihat mbak Rani dan ibunya. Awalnya aku iseng mendekat, tapi ternyata mereka membicarakan mas Bima. Terus aku rekam saja pembicaraan mereka, kasihan saja mas Bima. Dia banting tulang dan hasilnya dinikmati oleh keluarga istrinya.
" Mungkin itu juga hukuman untuk mas Bima karena selama ini mengabaikan tanggung jawabnya kepada ibu. Dan mas yang menggantikan nya, jadi sama saja impas."Jawab Arya membuat Ratu melongo.
Ratu heran, bisa-bisanya sang suami mempunyai fikiran seperti itu. Tapi kalau di fikir-fikir memang ada benar nya juga apa yang dikatakan Arya. Selama ini Arya sudah menanggung biaya hidup keluarganya, dan akhirnya Bima merasakan apa yang Arya alami dengan menanggung biaya mertuanya.
" Jangan bicara seperti itu mas, kasihan mas Bima. Tapi memang ada benarnya juga sih, bisa dibilang hukum tabur tuai. Tapi kita tidak boleh menyalahkan mas Bima juga, semua ini karena ulah mbak Rani yang tidak bisa dipercaya untuk mengatur keuangan."Ucap Ratu menasehati suaminya.
" Iya dek. Mas Bima itu memang sangat mencintai mbak Rani, berapa kali saja dia melakukan kesalahan selalu dimaafkan. Ibu juga yang selalu membela mbak Rani, lantaran ibu selalu beralaskan balas budi."Ucap Arya.
" Kalau bicara soal balas budi memang tidak ada habisnya mas. Ya sudah, aku mau mandi dulu ya mas badanku sudah gerah banget, ini juga sudah jam 5 sore."Ucap Ratu lalu dia bangkit dan berjalan menju kamarnya.
Senyum jahil tersunggih di bibir Arya, Arya mengikuti istrinya masuk kamar. Saat Ratu hendak masuk kamar mandi, Arya juga ikut masuk kamar mandi dan itu membuat Ratu kaget.
" Mas."Seru Ratu kaget.
" Mandi bareng ya, Dek."Ucap Arya tersenyum jahil.
" Alasan saja mandi bareng, padahal mau minta yang lain."Jawab Ratu sambil terkekeh.
" Hehee... Kamu tahu saja sih dek."Jawab Arya juga sambil tertawa.
Akhirnya mereka pun mandi bersama, bukan hanya mandi bersama saja. Apa yang tadi diinginkan Arya akhirnya dia dapatkan juga. Mandi yang seharusnya 10 menit selesai kini menjadi 1 jam. Mereka menikmati setiap permainan yang mereka lakukan.
**********
__ADS_1