Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Salah lawan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Mita datang ke butik milik Ratu, dia datang bersana Tari salah satu temannya yang dia kenal saat bekerja di perusahaan cabang. Mita dan Tari sedang mencari gaun yang akan mereka pakai untuk menghadiri acara pernikahan salah satu menejer di perusahaan tempat mereka bekerja.


" Mita, aku mau yang ini saja. Aku cocok sama harga dan warnanya. Kamu mau cari yang model seperti apa?."Tanya Tika sambil memegang baju pilihannya tadi.


" Belum ketemu, aku mau lihat di sebelah sana. Sepertinya disana ada yang lebih bagus dari pilihan kamu."Seru Mita keluar lagi sifat sombongnya.


" Iya sana cepat segera kamu pilih, ini sudah sore kita harus segera pulang."Seru Tika sedikit kesal dengan sifat sombong Mita.


Meskipun mereka terlihat akrab, tapi sikap sombong Mita tidak bisa di tutupi. Dia sama sekali tidak bisa menempatkan dirinya.


" Iya, iya bawel."Jawab Mita dengan kesal.


Saat Mita sedang memilih baju, tiba-tiba pandangan matanya memandang kearah lain dimana ada seorang wanita yang sangat dia kenali ada di butik itu juga. Wanita yang dalam beberapa minggu ini menjadi rivalnya, siapa lagi kalau bukan Ratu.


Ratu memang sedang membereskan susunan baju yang sedikit berantakan akibat para pelanggan yang datang.


* Ternyata si kampungan itu bekerja disini? Hemm.. Dasar memalukan !! Masa iya istri dari seorang direktur bekerja sebagai pelayan butik. Bagaimana jika rekan kerja Arya tahu?.*Gumam Mita dalam hatinya dengan senyum sinis.


Mita berjalan mendekati Ratu, dan dia berencana akan mempermalukan Ratu. Siapa tahu dengan dipermalukan Ratu bisa dipecat dari pekerjaannya dan akan menjadi pengangguran yang hanya bisa nodong uang suaminya.


" Wahh.. Wahh. Masa ada istri pak direktur bekerja di sini? Mana pekerjaan rendahan lagi, apa tidak malu tuh bekerja disini? Atau jangan-jangan uang dari suami kurang, terus kamu bekerja disini? Atau memang dasarnya kamu saja yang suka foya-foya?."Seru Mita dengan tiba-tiba sehingga membuat Ratu terkejut.


" Mita !! Mau apa kamu datang kesini?."Tanya Ratu.


Hahaaa... Haaaaa


Mita menertawakan kekonyolan Ratu, dia datang ke butik sudah pasti untuk membeli baju. Pertanyaan Ratu tadi seakan menggelitik pendengaran Mita. Ratu hanya melirik malas dengan tetap melanjutkan merapikan susunan dress.


Mendengat tawa Mita yang cukup keras, Tari pun menghampiri Mita. Tari juga melihat ada Ratu disana.


" Loh bu Ratu kerja disini? Atau butik ini punya bu Ratu?." Tanya Tika bersikap ramah kepada Ratu.


" Heehh... Kamu ini bodoh banget sih Tik !! Mana ada orang udik seperti dia punya butik seperti ini. Dia itu cuma pegawai rendahan saja, padahal ya suaminya ini seorang direktur tapi kok dia mau gitu bekerja di butik ini. Kalau aku jadi pemilik butiknya sih males memperkerjakan dia. Bikin nama baik jelek saja."Ucap Mita dengan sombong.


" Tapi untungnya butik ini bukan milik kamu. Kalau mau belanja silahkan pilih saja mana yang cocok, tapi kalau cuma mau cari ribut lebih baik anda keluar dari butik ini !! Jangan buat saya bersikap kasar sama anda."Ucap Ratu tidak mau jika Mita semakin membuat masalah di butiknya.


Biarpun sudah sore, butik Ratu masih ramai di datangi oleh para pengunjung. Rata-rata yang datang memang bekerja di kantoran sehingga mereka akan datang di saat pulang kantor. Jika para ibu sosialita, kapanpun mereka bisa datang.

__ADS_1


" Kamu mengusirku? Kamu ini cuma pekerja, jangan sok jadi pemiliknya. Aku bisa membuat kamu di pecat dari pekerjaan mu ini. Kamu mau lapor sama suami mu ya silahkan, tah aku ini tidak takut dengan suamimu. Dia tidak berhak memecat ku, yang berhak memecatku hanya pak Raja saja. Tapi sayangnya pak Raja tidak akan memecatku, karena ada ibuku juga. Pak Raja itu baik banget loh sama aku, kami juga dekat."Seru Mita dengan bangganya dia mengatakan kedekatannya dengan Raja.


Ratu menyunggingkan senyuman nya, belum tahu saja si Mita siapa itu Raja. Ratu masih memberikan toleransinya untuk Mita, namun jika dia semakin kurangajar, Ratu tidak lagi memberikan ampun. Wanita bibit pelakor seperti Mita memang harus di musnahkan.


Ratu berjalan mendekati Mita, melihat Ratu yang tepat ada di depannya membuat Mita nyalinya sedikit menciut. Apalagi tatapan mata Ratu terlihat tajam dan mengerikan.


" Kamu dekat dengan Pak Raja anak pertama dari Tuan Satria sang pemilik STR Group? Sedekat apa hubungan kalian?."Tanya Ratu dengan penuh penekanan.


" Dekat, iya kami sangat dekat. Bisa dibilang saya sudah seperti adik kandungnya. Kenapa? Kamu iri? Pak Raja saja bisa sedekat itu dengan saya, jadi tidak menutup kemungkinan Arya juga bisa lebih dekat dengan ku. Arya pasti bisa berpaling darimu dan dia akan memilihku, aku lebih cantik dan lebih modis. Apalagi setiap hari aku dan Arya bertemu di kantor, bisa dong lama-lama dia juga tergoda dengan ku?."Seru Mita sambil terkekeh.


Mita sama sekali tidak tahu malu, padahal ada beberapa pengunjung butik yang memandang kearah mereka. Tika sendiri heran dengan kelakuan Mita yang semakin tidak tahu mau itu. Dia anggap apa Ratu itu, sampai secara terang-terangan dia menginginkan Arya.


" Mita !! Jaga ucapan kamu !! Apa kamu ini sudah gila?." Seru Tika mengingatkan Mita yang semakin tidak tahu diri.


" Biarkan saja dia berhalusinasi dengan keinginannya itu, Tika. Wanita seperti dia memang bisanya hanya berhalu saja, tanpa ada kenyataan yang ada. Tidak tahu malu, iya benar jika kamu itu tidak tahu malu. Malu dong mengarang cerita yang katanya dekat dengan pak Raja dan sudah di anggap adik. Hehee... Mimpi mu terlalu tinggi Mita."Seru Ratu sambil terkekeh.


" Dasar wanita udik !! Kamu itu tidak tahu apa-apa tentang pak Raja. Sebenarnya kamu itu juga tidak pantas untuk Arya, akulah yang lebih pantas bersanding dengan Arya. Sepertinya mata Arya itu sudah tidak normal, apa yang dia lihat dari wanita seperti kamu ini."Seru Mita semakin menaikan amarah Ratu yang sedari tadi sudah dia tahan.


Plaakkk


Plaakkk


Tangan Ratu terayun sempurna di pipi Mita, mata Mita sampai di buat melotot karena tamparan Ratu yang secara tiba-tiba. Tika sendiri yang melihatnya merasa ngilu, pasti saat ini pipi Mita itu terasa panas dan sakit.


" Kurangajar !! Berani kamu menampar ku? Lihat saja aku akan buat suamimu kehilangan pekerjaan, aku akan minta pak Raja untuk memecat suami mu. Lihat saja apa disaat suami kamu bukan direktur kamu masih mau bersamanya. Wanita seperti kamu adalah wanita matrealistis !!."Seru Mita semakin tidak terarah lagi.


Ratu sudah tidak bisa lagi bersikap baik kepada Mita. Semakin kesini Mita semakin kurangajar, tidak ada sopannya sama sekali. Memang benar jika Mita secepatnya harus di singkirkan dari STR group, wanita seperti Mita tidak pantas ada di perusahaan keluarganya.


" Hahaaa.. Kamu mau membuat aku di pecat? Oh silahkan saja jika kamu bisa. "Seru Mita dengan sombongnya.


" Ok. Ini mau kamu kan? Jadi jangan salahkan aku kalau kamu benar-benar di tendang dari perusahaan. Bukan hanya kamu saja, bila perlu ibu mu juga di pecat !! Karena ibumu pasti juga banyak melakukan kecurangan."Seru Ratu lalu dia mengambil ponsel dalam kantong celanya.


" Wah wah.. Sok jadi pemilik Perusahaan saja kamu? Padahal suaminya saja jadi direktur juga secara kebetulan, hanya untuk sementara saja menggantikan adik dari pak Raja yang memang belum siap mengambil alih perusahaan. Silahkan saja lakukan sesuka hatimu, Ratu. Wahh mau menghubungi pak Raja ? Kamu kira kamu itu siapa? Pak Raja itu orang sibuk dan tidak sembarangan orang punya nomor telepon pribadinya."Seru Mita sambil tertawa mengejek.


* Lihat saja Mita, hari ini adalah hari sial mu. Aku akan membuat kamu menjadi pengangguran, tidak pantas orang sepertimu berada dalam lingkungan perusahaan papaku.*Gumam Ratu dalam hatinya.


" Jika aku bisa membuat kamu di pecat, kamu mau ngapain?." Tanya Ratu menantang.


" Aku akan bersujud di kakimu. Hahahaaa "Jawab Miska sambil tertawa lebar.


" Ok siapa takut."Jawab Ratu dengan santainya.


Ratu mulai mencari kontak atas nama Raja, lalu dia menghubungi Raja. Namun sampai 2 kali panggilan Raja belum juga mengangkat teleponnya.


" Kamu kira Pak Raja mudah untuk di telepon? Siapa yang menjamin jika yang kamu telepon itu benar pak Raja?." Tanya Mita.

__ADS_1


" Mita sudah sih jangan di perpanjang lagi. Kita pulang saja yuk, ini sudah semakin sore. Tidak enak loh jadi tontonan orang seperti ini."Seru Tika menarik lengan Mita untuk di ajak pulang.


" Diam dulu sih Tik. Aku ingin tahu sampai mana sombongnya wanita udik ini."Ucap Mita lagi.


Ratu terus menghubungi Raja, sampai panggilan ke 4 baru Raja menganggkatnya. Ratu sengaja melakukan panggilan video call agar Mita percaya jika dia menghubungi Raja.


[ Hallo Assalamualaikum Pak Raja yang terhormat, apakah aku mengganggu istirahat anda?.] Tanya Ratu menggunakan bahasa yang formal.


Mita dan Tika langsung menatap Ratu, mereka belum tahu jika yang di hubungi Ratu benar-benar Raja karena ponsel masih menghadap kearah Ratu.


[ Waalaikumsalam, ada apa? Kenapa bahasa kamu seperti sedang bicara dengan atasan saja? Mau apalagi anak manja?.] Seru Raja dari seberang telepon sana.


Deegghhh


Mita kaget mendengar suara dari ponsel Ratu, dia sangat mengenali pemilik suara itu. Iya itu adalah suara Raja, Raja sang direktur di perusahaan pusat.


* Tidak mungkin. Itu hanya suaranya saja yang mirip, tidak mungkin dia menghubungi pak Raja. Itu hanya suaranya saja yang mirip.*Gumam Mita dalam hati.


[ Hehee... Bercanda saja pak Raja. Pak Raja, saya mau meminta anda untuk memecat Karyawan anda yang bernama Mita. Karyawan yang baru dipindahkan ke perusahaan cabang, Mita itu sudah berani kurangajar. Wanita tak ber atittude itu tidak pantas ada di perusahaan.]


[ Mita ? Mita anak dari maneger HRD? ]


Hahhh..


Mita semakin panas dingin dan penasaran karena pria dalam telepon itu tahu jika dia anak dari menager HRD.


" Hai jangan bohong kamu !! Kamu pasti sudah bersekongkol kan sama pria dalam telepon itu? Sebelumnya kamu sudah memberitahu aku ini siapa? Dasar wanita udik, kampungan ! Miskin saja belagu, beruntung Arya menikahimu!"Seru Mita dengan marah.


Kamera tadi sudah Ratu ubah menjadi kamera belakang sehingga wajah Mita yang ada di layar ponsel Ratu dan Raja bisa melihat semua kelakuan buruk Mita.


[ Mita !! Kurangajar kamu !! Hari ini juga kamu aku PECAT !!.] Seru Raja tidak terima adik kesayangannya dihina.


Kamera sudah normal, tanpa aba-aba Mita langsung merebut ponsel dari tangan Ratu. Dia ingin tahu siapa orang yang Ratu hubungi.


[ Hahh... Pak Raja? Kenapa anda bisa berkomunikasi dengan Ratu? Apa jangan-jangan kalian ada hubungan?] Tanya Mita kaget saat yang dia lihat di layar ponsel itu Raja.


Fikiran Mita sudah negatif lebih dulu, dia mengira jika Raja dan Ratu ada hubungan asmara yang terlarang.


[ Iya, aku memang ada hubungan dengan Ratu. Apa urusan kamu?]


[ Kalian selingkuh?]


Tanpa tahu malunya Mita menuduh Ratu dan Raja berselingkuh membuat keduanya sangat geram.


[ Aku tidak salah memecat mu, Mita. Ot4k mu itu dangkal, Ratu itu ADIK KANDUNG KU !! Besok ambil surat pemecatanmu di kantor pusat !!]

__ADS_1


Klik sambungan telepon langsung di putus secara sepihak oleh Raja. Dengan sigap Ratu mengambil ponselnya, Mita masih syok dan tidak percaya jika Ratu adalah adik kandung dari Raja. Yang artinya dia adalah anak kedua dari sang pemilik perusahaan.


***********


__ADS_2