Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Mendatangi rumah istri Harsa


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Ibu Marni datang kerumah kontrakan Serli dan Harsa untuk meminta uang bulanan. Dia mengikuti apa kata Ratu, jika Harsa menantu kayanya itu juga harus memberikan jatah bulanan.


Namun apa yang dia lihat di rumah kontrakan sangat tidak sesuai dengan harapannya. Rumah kontrakan yang cukup bagus itu memang sudah terisi dengan barang-barang rumah tangga. Tetapi semua itu milik pemilik kontrakan, tidak ada barang mewah milik Serli. Yang dimaksud bu Marni barang mewah adalah mobil, perhiasan, tas branded dan semua yang mahal.


Ibu Marni mengira jika Serli akan dimanjakan oleh Harsa dengan uang dan berbagai hadiah barang mewah. Nyatanya semua itu hanya sebuah harapan dari ibu Marni saja. Semuanya berbanding terbalik 180 derajat, bahkan untuk memberinya uang bulanan saja Harsa tidak bisa.


" Jadi suamimu hanya punya gaji 12 juta dan di potong 5 juta untuk pinjaman? Rumah ini saja 1 bulan 3 juta? Duhh Serli kenapa kamu bisa sebodoh ini, menikah dengan seorang pengusaha justru hidupmu melarat begini."Seru ibu Marni saat Serli selesai menceritakan keadaan rumah tangganya dengannya.


" Ya mau bagaimana lagi, semua ini kan ibu yanh maksa. Padahal aku juga sudah tidak mau menikah dengan Harsa, aku berencana m3nggugukannya."Seru Serli seakan justru dia menyalahkan ibunya.


" Bodoh !! Kamu sudah melakukan dosa jangan kamu tambah lagi dosa kamu. Lagipula kamu kira itu semua tidak akan sakit, yang ada itu semua taruhannya nyawa, Serli. Kamu ini kuliah dibidang kesehatan dan kamu pasti tahu resiko melakukan 4borsi. Sekarang kamu siap-siap, kita kerumah istrinya Harsa yang peot itu. Kamu harus mendapatkan hak yang sama seperti yang wanita itu dapatkan. Kamu ini juga sama-sama istrinya Harsa, kamu juga berhak atas kemewahan yang dimiliki suamimu."Ucap ibu Marni akan mengajak Serli kerumah istri pertama Harsa.


" Tapi bu, mas Harsa bilang semua harta yang selama ini dinikmatinya itu adalah milik istrinya. Mas Harsa hanya menjalankan perusahaan dan mendapat gaji, dulu memang iya dia punya kredit card dan bisa mudah menggunakan uang perusahaan. Tapi sekarang sudah tidak bisa lagi karena ketahuan sudah berselingkuh. Jadi apa Serli ini masih bisa menuntut hak atas harta itu?."Tanya Serli dengan wajahnya yang bingung.


Plllaakkk


Dengan cepat ibu Marni memukul kening Serli. Rasanya percuma saja Serli berkuliah kalau cara berfikirnya saja yang lemot. Bukan Serli yang lemot, tapi ibu Marni nya saja yang bodoh dan serakah.


Serli mengusap kening nya yang terasa sakit itu dengan mulut yang cemberut. Seenaknya saja ibunya memukul keningnya, tanpa mikir sakit tidaknya.


" Bodoh !! Apa yang dimiliki istrinya Harsa itu juga atas kerja Si Harsa. Kalau perusahaan itu tidak di pimpin Harsa apa mereka akan sekaya ini? Lagian kalau sudah menikah itu, harta istri ya harta suami juga. Apalagi sekarang kamu sedang hamil, nah anak kamu itu berhak atas harta yang dimiliki suamimu. Enak saja mau dikuasai istri pertama dengan anak-anaknya, sudah sana cepat ganti baju dan dandan yang cantik. Tunjukan sama istri tuanya itu jika kamu itu lebih pantas mendampingi Harsa, syukur-syukur kalau wanita itu di ceraikan Harsa."Ucap ibu Marni terus meracuni fikiran Serli agar Serli setuju dengan apa yang diinginkannya.


Serli nampak menimang-nimang apa yang diucapkan ibunya. Dan tanpa menunggu lama Serli pun bangkit dan berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Dia akan membuktikan jika dirinya lebih pantas bersanding dengan Harsa ketimbang istri tuanya itu.


Tidak menunggu lama, Serli keluar dari kamar dengan penampilan yang modis dan mek up yang benar-benar membuat dirinya semakin cantik. Pada dasarnya Serli memang cantik, dengan ditambah mekup juga semakin cantik.

__ADS_1


Ibu Marni dan Serli pergi dengan mengendarai taksi online. Dalam fikiran ibu Marni dia sudah berangan-angan istri Harsa akan memberikan apa yang nanti akan dia minta. Taksi online yang dinaiki Serli dan ibu Marni sudah tiba di depan gerbang rumah Wida, istri pertama Harsa. Mereka berdua turun dan meminta satpam untuk segera membukakan pintu gerbang.


Satpam yang memang tahu jika Serli adalah istri kedua Harsa, dia segera membukakan pintu gerbang. Dengan langkah kaki yang sombong, mereka berjalan menuju pintu utama.


" Maaf cari siapa?." Tanya Art yang bekerja dirumah.


" Heehh bodoh !! Apa kamu tidak mengenali kami? Kami ini juga tuan mu, ini istri Harsa dan aku mertua Harsa. Jangan banyak tanya, segera menyingkir kami mau masuk."Seru Ibu Marni lalu dia menggeser tubuh Art itu dengan tangannya sehingga Art itu pun menyingkir kesamping.


Serli dan ibunya tersenyum bangga, layaknya seorang Nyonya mereka berdua duduk di Sofa ruang tamu dan meminta Art untuk segera membuatkan minuman dingin untuknya. Tambah membantah Art tadi langsung berlalu kedapur membuatkan minuman yang diminta tamunya.


" Oh ternyata kalian yang datang? Ada apa?."Tanya Wida istri pertama Harsa.


" Idihh tidak sopan sekali anda, tamu baru datang itu biarkan makan dan minum dulu. Ini datang-datang main mencecar pertanyaan saja. Katanya orang kaya, kok tidak punya sopan santun."Seru ibu Marni dengan kesal.


Dia kesal karena penyambutan Wida terkesan cuek dan tidak menghargai kedatangannya dan Serli.


" Oh mau makan minum dulu? Tunggu saja, nanti Art juga akan menyuguhkannya. Bukannya tadi anda sudah memintanyakan?." Tanya Wida lagi.


Ibu Marni hanya melengos saja, sedangkan Serli lebih memilih diam dan pura-pura sibuk dengan ponselnya. Tidak menunggu lama, Art sudah datang dan menghidangkan minuman lengkap dengan kud basah di dua piring. Tanpa berbasa-basi, ibu Marni segera meminum minumannya dan melahap kue sampai habis 4 potong. Serli yang melihat kelakuan ibunya jadi malu sendiri, ibunya terkesan seperti orang yang tidak pernah makan.


Ibu Wida melirik Serli, dia tahu jika saat ini Serli sedang menahan malu karena kelakuan ibunya. Senyum tipis terukir di sudut bibir ibu Wida.


" Sudah kan makan kue dan minumnya? Jika belum selesai, dilanjutkan saja dulu. Nanti kalau kurang saya akan minta Art untuk menyuguhkan lagi."Ucap ibu Wida pelan namun mempermalukan.


" Anda kira perut saya ini karet? Cuma kue seperti ini saja aku juga bisa membelinya sendiri."Ucap ibu Marni sombong.


" Bu, sudah jangan berulah. Sekarang ibu sampaikan saja apa yang ingin ibu sampaikan."Tegur Serli pelan. Dia tidak mau ibunya semakin membuat dirinya malu.


" Ohh ada orang juga ya disebelah sini? Hemmm aku kira tadi patung, soalnya diam saja dari tadi. Oh iya kamu inikan istri keduanya Harsa? Bagaimana berumah tangga dengan Harsa? Sudah dibelikan apa saja kamu sama Harsa? Atau hidup kamu justru semakin susah? Kasihan banget sih kamu."Seru ibu Wida sengaja dia mencecar Serli dengan banyak pertanyaan.


Brrakkk


Tiba-tiba ibu Marni memukul meja sampai suaranya mengagetkan Ibu Wida dan Serli. Pertanyaan Wida tadi sama saja penghinaan, dia pasti sudah tahu bagaimana nasib Serli. Tidak perlu berbasa-basi bertanya seolah-olah Harsa mempunyai uang banyak. Ibu Marni tidak akan pernah terima jika Serli di perlakukan secara tidak adil.

__ADS_1


" Anda itu tamak ! Anda serakah !! Anda tahukan Serli ini istrinya Harsa juga dan saat ini dia sedang mengandung anaknya Harsa? Dan dengan serakahnya anda menguasai semua uang dan harta yang selama ini dikumpulkan kamu kuasai sendiri. Serli dan anaknya juga berhak atas harta itu, jadi lebih baik sekarang anda berikan harta yang seharusnya menjadi hak nya Serli dan anaknya. Jika anda masih saja menahan haknya Serli, aku akan tuntut anda kepengadilan bila perlu aku minta Harsa untuk menceraikanmu. Lihat anakku Serli, dia lebih muda dan lebih cantik daripada kamu. Dan dia juga lebih pantas mendampingi Harsa daripada kamu yang sudah nenek-nenek."Ucap Ibu Marni tanpa berfikir terlebih dahulu siapa yang saat ini dia hadapi.


Hahahaaaaa Hahaahaaaa


Bukannya marah, Wida justru tertawa setelah mendengar ucapan ibu Marni. Wida tidak pernah menyangka jika dia akan berhadapan dengan orang tidak tahu malu, seperti ibu Marni dan Serli.


Serli dan ibu Marni terlihat saling pandang, heran saja kenapa Wida justru tertawa. Seakan apa yang diucapkannya tadi sebagai lelucon atau dongeng yang lucu.


" Apa yang ibu tertawakan? Memang benarkan jika aku ini lebih cantik dari anda sampai mas Harsa tergoda dengan ku. Bagaimana tidak tergoda karena aku sangat menarik, sedangkan anda peot dan tua. Percuma punya uang banyak jika tidak bisa perawatan untuk mempercantik diri, agar suami tidak melirik wanita lain."Cibir Serli menghina ibu Wida.


" Percuma saja cantik kalau pekerjaan nya cuma ng4ngk4ng dan mengharap uang dari para hidung belang."Jawab ibu Wida langsung membuat Serli tertohok dan diapun terdiam.


" Jangan banyak b4cot !! Jangan hina anak saya, biar bagaimanapun dia itu adik madu anda."Ucap ibu Marni marah.


" Sekarang memang adik madu saya, tapi sebentar lagi bukan adik madu tapi mantan adik madu. Aku akan berbaik hati dengan menyerahkan Harsa sepenuhnya untuk anak anda. Aku sudah tidak butuh lelaki seperti Harsa, sampah memang lebih pantas sama sampah."Ucap ibu Wida dengan mata melirik kearah Serli.


Apa yang diharapkan ibu Marni akhirnya terjadi juga, tanpa susah-susah dia meminta Harsa untuk menceraikan istri pertamanya. Justru istri pertamanya yang akan menggugat Harsa. Dengan begitu ibu Marni mengira Serli akan menjadi Nyonya besar, dengan harta yang bergelimbangan. Tanpa disadarinya justru hidup Serli akan semakin susah dan Harsa akan kehilangan pekerjaannya.


" Baguslah kalau anda tahu diri. Kalau mau cerai ya cerai saja, jangan menuntut harta gono gini secara berlebihan."Seru ibu Marni terdengar lebih santai.


" Apa? Apa saya tidak salah dengar? Menuntut harta goni gini? Saya tidak akan menuntut Harta gono gini, karena apa yang saat ini saya miliki adalah milik saya. Tidak ada hubungannya dengan Harsa, Harsa menikah denganku itu tidak membawa apa-apa. Jadi sudah pasti semua harta ini milikku, bahkan aset-aset juga atas namaku dan anak-anakku. Apa tidak malu anda membicarakan soal gono gini?." Ucap ibu Wida membuat Ibu Marni syok.


Dia fikir meskipun harta itu milik istrinya setidaknya masih ada haknya Harsa. Tapi setelah tahu aset-aset atas nama anak-anaknya, tiba-tiba tubuh ibu Marni lemas seakan tidak ada tenaga.


" Bu, ibu tidak apa-apa?." Seru Serli sambil memegang lengan ibunya.


" Kamu cepat bawa pulang ibumu yang tidak tahu malu ini. "Seru ibu Wida mengusir Serli dan ibunya.


" Heehhhh !! Wanita serakah, kamu tidak bisa mengusir kami begitu saja. Rumah ini juga rumah Harsa jadi kami juga berhak disini. Serli juga berhak tinggal disini, jika Serli tidak boleh tinggal disini, jual saja rumah ini dan uangnya bagi secara adil."Ucap ibu Marni tetap bersikukuh jika Serli ada hak atas rumah yang ditempati Wida.


Ibu Wida terlihat tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau berdebat lagi, yang ada akan membuatnya semakin emosi saja. Ibu Wida memanggil Satpam yang berjaga didepan untuk mengusir Serli dan ibunya secara paksa. Ibu Marni berteriak, dia tidak terima dengan perlakuan Wida.


" Wanita si4l4n !! Kamu tidak bisa mengusir kami seperti ini...!!"Teriak ibu Marni dari luar rumah.

__ADS_1


**************


__ADS_2