Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tidak berubah juga


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Meskipun Rani sudah mencelakai Serli, tidak membuat Yanto memperhatikannya. Yanto tetap saja keluar rumah sesuka hatinya , bahkan secara terang-terangan malam ini Yanto membawa wanita yang Rani tidak mengenalinya. Wanita itu Yanto bawa ke rumah sesuka hatinya, bahkan tidak segan-segan Yanto dan wanitanya bermesraan didepan Rani.


Rani tidak terima atas kelakuan Yanto yang tidak memperhatikannya dan kandungannya. Malah asik dengan wanita barunya.


* Aku fikir setelah aku melukai Serli, Yanto akan meninggalkan Serli dan dia akan lebih perhatian denganku. Tapi ternyata aku salah, dia memang tidak bersama Serli lagi, akan tetapi dia justru mencari wanita yang lainnya. Apa mungkin yang dikatakan Bima waktu itu benar? Jika Yanto adalah pria yang tidak baik dan suka bergonta-ganti wanita?.*Gumam Rani dalam hatinya.


Rani berdiri di ambang pintu kamarnya sambil terus memandang ke arah Yanto dan wanitanya yang sedang bermain di atas sofa ruang keluarga. Benar-benar bi4d4b dan tidak punya hati, tega Yanto melakukannya di dalam rumah seperti itu.


" Yanto !! Apa sedikitpun kamu itu tidak peduli dengan anak mu yang ada dalam kandunganmu?." Teriak Rani tanpa risih dia mendekati Yanto yang sedang menikmati permainan wanitanya.


" Ssstt.. Ahhh, kamu jangan mengganggu permainan kami Rani. Sana masuk saja dalam kamar mu, kalau kamu tidak mau masuk kamar ya terserah. Kamu bisa menonton permainan kami secara live."Seru Yanto dengan suara serah dan sedikit m3nd3s4h menikmati permainan wanitanya yang sedang menggoyangnya.


" B4jing4n kamu Yanto !!."Seru Rani dengan lantang.


" Jangan teriak-teriak, mengganggu konsentrasiku saja. Jika kamu masih saja terus mengomel, aku akan usir kamu dan aku ambil semua kartu yang ada. Sana pergi !! Jang lupa buatkan kami makanan, satu jam lagi makanan itu harus sudah ada di atas meja makan. Cepat sana masak !!"Sentak Yanto dengan kasar.


Yanto dan wanitanya sama sekali tidak menghentikan permainannya. Mereka berdua semakin membara dan tidak tahu malu. Rani tidak ada pilihan lain selain meninggalkan Yanto dan wanitanya. Rani tidak mau, Yanto mengambil kartu yang dia pegang. Jika kartu itu di ambil, hidup Rani akan susah dan bagaimana dia bisa membiayai hidupnya dan anaknya.


" Lihat saja kalian, aku akan berikan kalian pelajaran."Seru Rani dengan mengepalkan tangannya.


Rani hanya akan memasak nasi goreng dengan telur mata sapi saja. Dia tidak tahu bagaimana rasa makanan yang dia masak, enak apa tidaknya Rani tidak perduli yang penting sudah membuatkan Yanto dan wanitanya makanan.


" M4mpus kalian, setelah ini kalian akan keluar masuk toilet sampai kalian lemas."Seru Rani sambil memasukkan bubuk pencahar kedalam nasi goreng yang dia masak.

__ADS_1


Setelah 30 menit, nasi goreng dan telur mata sapi sudah matang. Dua piring nasi goreng dengan toping telur mata sapi dan timun sudah terhidang di atas meja makan. Tidak lupa disana juga Rani menyiapkan 2 gelas air putih.


Setelah selesai memasak Rani keluar dari dapur dan masuk kamarnya. Ternyata saat ini sudah ganti posisi dengan Yanto yang ada di atas.


" Aku harus kuat mental, jangan sampai aku stress gara-gara Yanto. Kasihan bayi dalam kandunganku ini kalau aku stress."Ucap Rani pada dirinya sendiri.


Ceklekk..


Pintu kamar terbuka, Yanto melangkah masuk kamar dengan tubuh polos. Dia tidak menyapa Rani tapi langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah 10 menit, Yanto keluar dari kamar mandi dan segera mengambil baju gantinya dan memakainya langsung didepan Rani tanpa ada rasa malu sedikitpun.


Ehheemm Ehheemmm


Yanto sengaja berdehem untuk mengalihkan perhatian Rani dari ponselnya.


" Apa?."Seru Rani lalu meletakkan ponselnya di atas nakas yang ada di samping ranjang.


" Apa yang sudah kamu lakukan kepada Serli? Jangan kamu kira aku tidak tahu, Rani. Dasar bodoh !! Tanpa kamu repot-repot menyiramnya dengan 4ir ker4s aku sudah menjauhinya karena aku tidak mau berhubungan dengan orang yang ada hubungannya dengan....."Yanto menjeda ucapannya.


Yanto tidak mau Rani tahu soal bisnisnya, jika banyak orang yang tahu pastinya akan rumit. Apalagi Rani si wanita licik, pasti dia akan menyulitkan dirinya jika Rani tahu siapa dirinya yang sebenarnya.


" Ahh.. Sudahlah, bukan urusan kamu juga. Sekarang kamu jangan macam-macam denganku lagi karena aku sudah tahu apa yang kamu perbuat terhadap Serli. Jika kamu berani macam-macam, aku akan membongkar kebusukanmu dan tentunya penjara sudah menantimu, camkan itu Rani !!."Ucap Yanto mengancam Rani.


Tubuh Rani langsung bergerdik ngeri mendengar ancaman Yanto yang tidak main-main. Dia memilih untuk diam daripada Yanto melaporkannya ke polisi dan dia akan mendekam di penjara dan bisa jadi dia juga akan melahirkan di penjara.


" Darimana kamu tahu jika aku yang melukai Serli?."Tanya Rani ingin tahu lebih jelas saja. Siapa tahu jika Yanto hanya omong kosong saja.


" Kamu kira aku orang bodoh !! Untuk apa kamu membeli 4ir ker4s itu kalau bukan untuk mencelakai Serli. Dan kemarin lusa Serli dirawat di rumah sakit karena ada orang misterius yang datang ke rumahnya dan menyiramnya. Dan orang itu adalah kamu ! "Seru Yanto tersenyum dengan kecut.


" Iya memang aku yang melukai Serli, itu karena dia sudah merebut mu dariku."Jawab Rani akhirnya mengakui perbuatannya.


" Kamu fikir dengan kamu melukai Serli aku akan berhenti main wanita dan terus berada disisimu? Kamu salah besar Rani, masih banyak stok wanita di bumi ini. Bukan hanya Serli dan kamu saja, sudahlah jangan mencari masalah lagi denganku. Aku mau makan, wanitaku pasti sudah menungguku."Ucap Yanto dengan senyum kecut.

__ADS_1


Yanto keluar kamar untuk mengisi perutnya dengan makanan yang dimasak oleh Rani. Rani hanya tersenyum jahil, setelah ini Yanto dan wanitanya pasti akan bolak-balik ke toilet.


* Makan tuh makanan yang sudah aku campur bubuk pencahar. M4mpus kamu.*Gumam Rani tersenyum sinis.


******


" Jadi bapak tidak mau kita bantu mas?."Tanya Ratu memastikan.


Arya baru saja menceritakan jika pak Santo tidak mau menerima bantuannya. Dia punya tabungan yang memang di khususkan untuk Serli, dan saat ini tabungan itu di gunakan.


" Iya dek. Bapak ada tabungan untuk Serli, dan kemungkinan itu sudah cukup. Lagi pula Serli juga punya jaminan kesehatan."Jawab Arya.


Ratu mengangguk paham dengan yang dikatakan oleh suaminya. Kali ini Ratu ingin bicara serius soal ibu Marni kepada Arya, Ratu meminta untuk membebaskan ibu Marni. Ratu sudah menceritakan masalahnya kepada sang mama, dan mamanya menyarankan untuk membebaskan ibu Marni dengan syarat. Tidak mau meminta maaf tidak apa-apa.


" Mas, aku sudah cerita sama mama soal ibu."Seru Ratu mulai membuka pembicaraannya.


" Hahh.. Dek? Terus mama dan papa bagaimana? Apa mereka marah sama mas karena mas tidak bisa melindungi kamu, dek?."Tanya Arya dengan wajah merasa sangat bersalah.


" Mama tidak marah dengan mas Arya, mama hanya marah dan kesal dengan ibu. Akan tetapi Mama tidak membetulkan tindakan kita memenjarakan Ibu, mas Arya. Mama mau kita mencabut laporannya dan membebaskan Ibu. Bagaimanapun ibu itu mertuaku juga, Mas. Mama tidak mau hubungan antara menantu dan mertua akan semakin merenggang."Ucap Ratu menyampaikan apa yang disampaikan oleh mamanya kepada Arya.


" Tapi dek, mas khawatir jika ibu akan mengulanginya lagi."Ucap Arya khawatir.


" Dua bulan sudah cukup untuk memberikan ibu pelajaran, Mas. Aku tidak masalah jika Ibu tidak mau meminta maaf secara langsung kepadaku. Kita bisa membebaskan ibu dengan syarat, kita bikin perjanjian di atas materai dan kita tanda tangani antara kedua belah pihak. Jadi Ibu tidak akan macam-macam lagi kepadaku dan tidak akan mengulangi kesalahannya yang dulu. Bagaimana Mas, Apa kamu setuju dengan saran dari mama?." Tanya Ratu dengan serius.


Ratu ingin menyudahi permusuhan antara dirinya dan ibu mertuanya. Jika pun Ibu mertuanya tidak mau meminta maaf Ratu tidak masalah. Ratu sudah memaafkannya jauh hari sebelum Ibu mertuanya meminta maaf. Ratu hanya ingin hubungan dengan ibu mertuanya tidak memanas lagi. Siapa tahu setelah dibebaskan, Ibu mertuanya bisa merubah pandangannya terhadap Ratu.


Huuufffftttt....


Arya menghela nafas dengan berat, jika mama mertua dan istrinya sudah meminta untuk membebaskan ibunya. Arya bisa apa? Arya hanya berharap, semoga saja setelah ibunya di bebaskan tidak akan berulah lagi dan bisa bersikap baik kepada Ratu.


" Baiklah, besok kita temui ibu. Nanti mas yang buat surat perjanjiannya, mas akan buat surat perjanjian itu yang membuat ibu takut untuk mencari masalah dengan kita."Ucap Arya bicara dengan serius.

__ADS_1


" Iya mas."Jawab Ratu sambil megulas senyum manis.


*************


__ADS_2