
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Polisi membawa ibu Marni masuk ke mobil, dia terus berontak tidak mau di bawa ke kantor polisi. Dia pun memaki dan berteriak menyebut-nyebut Ratu menantu durhaka dan pembawa sial. Melihat semua itu, Rani dan Anne hanya bisa diam. Mereka tidak tahu duduk masalahnya, sehingga tidak bisa ikut campur begitu saja. Terlebih sudah berurusan dengan polisi.
" Ada apa ini mbak? Kenapa ibu Marni di tangkap polisi?." Tanya Anne buka suara saat mobil polisi sudah menjauh.
" Aku tidak tahu Anne, kalau urusan sama polisi aku tidak mau ikut campur. Tadi sepertinya polisi itu bilang kalau ibu Marni mencoba mencelakai Ratu. Nah terlihat sekalikan kalau dia itu benci banget sama Ratu. Kamu harus bisa merebut Arya secepatnya, agar tidak semakin dikuasai Ratu."Ucap Rani sengaja bicara seperti itu agar Anne bisa segera bertindak.
Rasa benci dan dendam Rani terhadap Ratu sudah mendarah daging. Jika ada kesempatan dia akan menghancurkan Ratu,dan saat ini ada kesempatan melalu Anne. Dia bisa menggunakan Anne untuk alat balas dendamnya terhadap Ratu.
Ceklekkk...
Pintu kamar Serli terbuka, Serli menghampiri Rani dan Anne yang ada di ruang tamu. Anne dan Rani langsung mengalihkan pandangannya kearah Serli. Namun Rani seakan tidak suka dan benci dengan kehadiran Serli.
* Kenapa aku merasa ada yang aneh begini ya saat melihat Serli. Aku merasa dia seperti sebuah ancaman untukku. Melihatnya membuat aku benci begini?.*Gumam Rani dalam hatinya.
" Siapa dia mbak?."Tanya Anne kepada Rani.
" Oh itu Serli, adiknya Arya dan mantan suamiku. Biarpun masih muda seperti itu, dia itu seorang janda."Seru Rani mencibir Serli dan memandangnya sinis.
Serli kaget saat Rani menyebut jika Bima adalah mantan suami. Serli tidak menyangka jika kakak nya bisa bercerai juga dari Rani. Padahal kakanya itu dulu sangat bucin dan tunduk dengan Rani.
" Tidak penting statusku itu apa. Sekarang yang terpenting tolong keluarkan ibu dari penjara. Bukannya kamu tadi bilang kalau mencintai mas Arya dan ingin merebutnya. Aku bisa membantumu juga asal kamu mau membantu ibuku untuk bebas."Ucap Serli mengajukan sebuah syarat.
" Memangnya permasalahan jelasnya bagaimana?."Tanya Anne ingin tahu permasalahannya.
" Ibu mencoba mencelakai mbak Ratu dengan mencampurkan obat penggugur kedalam minumannya. Dan ternyata gelas itu di tukar, justru aku yang meminumnya, sampai aku keguguran.'Ucap Serli menceritakan permasalahannya.
Anne bingung antara mau membantu atau tidak. Jika dia tidak membantu ibu Marni, tidak ada orang yang akan membantu dan mendukungnya untuk mendapatkan Arya. Jika dia membantu ibu Marni sudah pasti harus berurusan dengan Arya dan polisi, dan yang pasti Anne harus mengeluarkan uang untuk menjamin ibu Marni.
__ADS_1
Belum apa-apa saja masalah sudah serumit ini. Serli sangat berharap jika Anne bisa membantu nengeluarkan ibunya.
Saat Anne, Serli dan Rani saling diam. Tiba-tiba terdengar suara motor pak Santo memasuki halaman rumah. Secara buru-buru pak Santo masuk dan menanyakan soal penangkapan ibu Marni tadi.
" Apa benar ibu kamu di bawa Polisi, Serli?."Tanya pak Santo.
" Iya pak. Keterlaluan sekalikan mas Arya dan mbak Ratu? Padahal dia juga tidak celaka, aku yang celaka saja bisa biasa saja tidak marah sama ibu."Seru Serli lagi-lagi tetap menyalahkan Ratu dan Arya.
" Kamu memang tidak menginginkan bayi kamu , makanya kamu bisa bicara seperti itu. Ratu dan Arya itu sudah benar, biarkan saja ibu kamu di penjara. Setidaknya ibu mu bisa merenungkan kesalahannya, dan bisa merubah kelakuannya itu."Ucap pak Santo yang ternyata setuju dengan tindakan Arya.
Serli hanya melengos kesal mendengar perkataan dari pak Santo. Anne dan Rani merasa semakin tidak nyaman berada disana, mereka pun memilih segera meninggalkan rumah pak Santo. Namun langkah Rani tiba-tiba berhenti saat pak Santo memanggilnya.
" Rani tunggu !!."Seru pak Santo memanggil Rani.
Rani pun menghentikan langkahnya lalu berbalik badan menghadap ke arah pak Santo. Dia menatap pak Santo dengan gaya sombongnya, Rani juga memandang ke arah Serli dengan senyum tipis di sudut bibirnya.
" Ada apa pak? Aku mau pulang."Seru Rani seakan enggan bicara dengan pak Santo.
" Kata Bima kamu pulang kampung? Kapan kamu datang, dan sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dari kami?."Tanya Pak Santo.
Hhhuuuffff
Rani membuang nafasnya dengan kasar, sebenarnya dia malas sekali membahas masalah Bima. Karena tidak penting dan tidak ada waktu lagi.
" Aku dan Bima dalam proses cerai, sudah jangan tanya lagi karena aku tidak mau membahasnya. Percuma waktuku akan terbuang sia-sia, yuk Anne kita pulang. Kamu harus mengantar aku pulang, karena tadi kesini kita sama-sama."Ucap Rani sama sekali tidak menghargai pak Santo.
Pak Santo dan Serli memandang kepergian Rani dan Anne. Serli merasa jika Rani sepertinya tidak suka dengannya, tapi alasannya apa dia pun tidak tahu.
Saat perjalanan pulang, didalam mobil tiba-tiba Rani terasa pusing dan mual. Ingin sekali dia muntah tapi terus dia tahan, dia tidak mau mengotori mobil Anne dan yang ada nanti dia yang akan disuruh membersihkannya. Saat perutnya terasa mual, cepat-cepat Rani menutup mulutnya.
" Kamu mau muntah? Aduh kalau mau muntah jangan di mobilku dong, nanti mobil ku kotor dan bau."Seru Anne dengan ketus.
" Emmhh... "Rani sudah tidak bisa menahannya lagi.
Ciitttt...
__ADS_1
Anne mengerem mobil nya secara mendadak dan meminta Rani untuk segera turun dari mobil. Begitu turun dari mobil, Rani memuntahkan isi perutnya dengan bau yang menyengat.
Hooeeekk Hooeeekk Hoooeekk
Rani terus muntah sampai tubuhnya terasa lemas. Anne yang sedari tadi didalam mobil pun turun menghampiri Rani dengan membawa sebotol air mineral.
" Minum ini."Seru Anne mengulurkan sebotol air mineral sambil menutup hidungnya.
Tidak ada jawaban dari Rani, namun tangannya tetap merah air meneral itu dan meminumnya sampai setengah. Rani masih sangat lemas dan wajahnya terlihat pucat.
" Naik mobil begitu saja mabuk, kampungan banget sih."Seru Anne bicara cukup ketus.
" Hehh.. Siapa yang kamu bilang mabuk? Aku tidak mabuk, hanya masuk angin saja. Mobil calon suamiku saja lebih bagus dan mewah dari mobil kamu. Seenaknya saja kamu mengatakan aku mabuk dan kampungan."Seru Rani tidak terima dikatakan kampungan oleh Anne.
" Sudah terserah kamu, ini kamu mau di anter pulang atau tidak. Kalau tidak mau, aku mau lanjut nih. Kamu naik ojek atau taksi online saja."Ucap Anne sudah terlihat watak aslinya. Bahkan panggilan mbak untuk Rani sudah di ganti dengan kata kamu.
Rani memandang jengah kearah Anne. Tanpa menunggu lama, Rani pun kembali masuk ke mobil Anne. Perutnya mulai mual lagi, namun dia terus menahannya. Setelah 30 menit, mobil Anne sudah sampai didepan rumah Yanto. Rumah yang sekarang menjadi tempat tinggal Rani.
" Besar juga rumah kamu."Ucap Anne singkat.
" Ini hadiah dari calon suamiku."Jawab Rani berbangga diri.
" Belum cerai tapi sudah tinggal bareng sama pria lain, mur4h4n banget sih. Atau jangan-jangan kamu muntah tadi karena kamu sedang hamil? Duhh.. Awas tuh kalau orang hamil itu belum bisa bercerai. Kalaupun cerai tunggu sampai melahirkan."Seru Anne dengan senyum mengejek Rani.
" Sembarangan, aku ini tidak hamil. Aku sudah memakai kontrasepsi yang bagus jadi tidak mungkin aku hamil. Jangan menghinaku kamu , kamu sendiri saja suka sama suami orang. "Ucap Rani menyekak ucapan Anne tadi.
Setelah Rani turun, Anne langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Rani. Sepeninggalan Anne, Rani terus memikirkan perkataan Anne tadi. Apa benar dia sedang hamil? Dia memang belum kedatangan tamu bulanannya semenjak sering main dengan Yanto. Tapi dia memang selalu meminum pil penunda kehamilan.
" Apa aku hamil? Tapi tidak mungkin, aku memang sering h4id tidak teratur dan akupun masih rutin minum pil itu."Ucap Rani bermonolog pada dirinya sendiri.
" Tapi kenapa aku tadi mual dan muntah , tubuhku pun terasa lemah sekali. Sepertinya aku harus memeriksakan tubuhku, jika aku hamil sudah pasti ini anak nya Yanto. Karena sebelum bercerai dari Bima, hampir satu bulan aku tidak melayaninya."Rani terus bermonolog sendiri.
Rani masuk kerumah dan langsung mencari ART yang bekerja di rumah itu. Dia meminta ART untuk membelikan alat tes kehamilan, Rani sangat penasaran ingin memastikan dirinya hamil atau tidak.
**************
__ADS_1