Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Bubur Ayam


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Pak Santo meminta Serli untuk duduk didekatnya, beliau ingin membicarakan hal yang serius dengan Serli. Serli menurut saja dengan perintah pak Santo, setelah selesai mencuci piring Serli membuatkan teh untuk pak Santo dan membawanya ke ruang keluarga dimana saat ini pak Santo sedang menunggunya.


" Minum tehnya pak."Seru Serli dengan lembut.


Sekarang sudah tidak ada lagi Serli yang urakan, Serli yang kasar dan Serli yang tidak sopan dengan orang tuanya. Serli benar-benar sudah berubah 180 derajat, dia menjadi anak yang baik dan penurut, serta bertutur kata yang baik.


" Terima kasih, duduklah bapak ingin bicara sama kamu."Ucap pak Santo sambil menepuk sofa samping.


" Hemm.. Iya pak."Jawab Serli sambil menganggukkan kepalanya sekilas.


Kini Serli sudah duduk di samping pak Santo dan menunggu pak Santo membuka pembicaraan. Serli belum tahu, hal apa yang akan dibicarakan oleh Pak Santo.


" Serli, sebelumnya maaf kalau misal pertanyaan bapak ini sedikit lancang atau tidak kamu sukai. Serli, bapak dan ibu sekarang sudah bercerai. Meskipun pengadilan agama belum ketuk palu, tapi bapak sudah mengucapkan kata cerai. Apa kamu sedih dengan perceraian kami?."Tanya pak Santo mulai membuka pembicaraan.


" Awalnya Serli sedih saat bapak dan ibu memutuskan untuk bercerai, akan tetapi sekarang aku tidak sedih lagi pak. Tidak mungkin juga Serli memaksakan bapak untuk tetap bersama ibu, Serli tahu apa yang selama ini bapak rasakan. Ibu sepertinya memang lebih bahagia hidup tanpa kita pak, nyatanya dia lebih memilih mbak Rani daripada Serli. Ibu sudah tidak menganggap Serli anak pak, ibu malu mempunyai anak seperti Serli. Serli pun sudah tidak bisa di banggakan lagi, wajah tidak sempurna pendidikanpun tidak jelas. Serli memang tidak berguna pak."Seru Serli seakan menyalahkan dirinya sendiri.


Pak Santo langsung membawa Serli dalam pelukannya. Hati pak Santo ikut sedih mendengar curhatan hati Serli. Serli sudah menguatkan diri dan hatinya, sehingga tidak ada air mata yang keluar dari matanya. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika dia tidak akan menangisi ibunya yang sudah tidak menganggapnya anak.


" Maafkan bapak."Seru pak Santo justru dia yang meminta maaf.


" Bapak tidak salah, bapak tidak perlu meminta maaf. Sekarang jangan bahas soal ibu lagi ya pak, meskipun Serli tidak mau membahas ibu. Serli tidak membenci ibu pak, Serli tetap mendoakan yang terbaik untuk ibu. Serli hanya mengikuti apa yang sudah ibu lakukan, ibu tidak menganggap Serli anaknya begitupun dengan Serli yang tidak menganggap dia ibu Serli lagi."Ucap Serli mencoba tersenyum tipis meskipun hatinya sangat sakit.


Pak Santo tidak mau banyak komentar, dia tahu jika Serli sakit hati dengan kata-kata dan perlakuan ibunya sendiri.


" Serli, apa kamu tidak mau berkuliah ?."Tanya pak Santo mengganti topik pembicaraan.


" Tidak pak."Jawab Serli dengan singkat dan tegas.


Serli sudah tidak mau membenani orang tuanya maupun para kakaknya lagi. Biarlah para kakaknya saat ini hidup bahagia, sudah cukup dulu Serli menjadi beban kakaknya terutama Arya.


" Kenapa? Apa kamu mau menikah saja?."Tanya pak Santo disertai candaan agar Serli tidak tegang.


" Menikah? Serli mau menikah sama siapa pak? Apa ada laki-laki yang mau menerima kekurangan Serli? Wajah Serli sudah tidak seperti dulu lagi, pak."Jawab Serli tidak percaya diri.


" Ada, pasti ada. Allah itu sudah menciptakan manusia secara berpasang-pasangan, jadi kamu sudah pasti ada jodohnya juga. Apa mau bapak carikan jodoh?."Tanya pak Santo yang saat ini dikepalanya hanya ada nama Yusuf alias Ucup yang ingin dia jodohkan dengan Serli.

__ADS_1


Serli diam, dia sedang memikirkan perkataan pak Santo barusan. Mungkin ada bagusnya jika pak Santo lah yang mencarikan dia suami agar tidak salah lagi. Pernikahan pertamanya dengan Harsa dulu menyisakan luka perih dalam hatinya. Serli tidak mau salah pilih dan tidak mau jika menikah akan gagal lagi, sehingga dia akan menyetujui keinginan pak Santo.


" Apa bapak yakin akan mencarikan jodoh untuk Serli? Bapak tidak malu mencarikan jodoh untuk wanita buruk seperti Serli?."Seru Serli lagi.


" Bapak tidak akan malu, justru bapak bangga bisa mencarikan suami untuk anak perempuan bapak satu-satunya ini. Bapak janji akan mencarikan pria yang baik, bertanggung jawab dan bisa membawa kamu ke Surganya Allah. Tapi bukan pria kaya raya yang akan bapak carikan untukmu."Ucap pak Santo dengan serius.


" Harta bukan segalanya pak. Serli akan menerima siapapun laki-laki itu, jika bapak yang memilihnya sudah pasti laki-laki itu pilihan yang terbaik. Bapak tidak mungkin akan menjerumuskan aku."Seru Serli dengan serius.


Serli semakin bisa bersikap dan berfikir secara dewasa, melihat perubahan Serli membuat pak Santo benar-benar bangga. Perubahan Serli itu juga berkat kepedulian Ratu dan Karina yang selalu mengsuport dan menasehati Serli. Kedua menantunya itu sangat tulus menyayangi Serli. Terutama Ratu, dia sama sekali tidak menaruh dendam kepada Serli. Padahal dulu Serli selalu memusuhinya, sedikitpun Ratu tidak menyimpan dendan dan bencinya kepada Serli.


* Sepertinya besok aku harus membicarakan hal ini kepada Ucup. Dia mau tidak jika aku jodohkan dengan Serli, jika dia tidak mau aku pun tidak akan memarahinya. Dia berhak memilih calon istrinya sendiri, calon yang terbaik untuknya.*Gumam Pak Santo dalam hatinya.


" Pak, Serli masuk kamar duluan ya. Bapak kalau mau menonton televisi jangan sampai malam-malam. Lihat sudah jam setengah 9 malal."Seru Serli sambil menunjuk ke arah jam dinding.


" Iya, bapak sebelum jam 10 nanti akan masuk kamar."Jawab pak Santo dengan patuh.


Serli bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di kamar dia langsung naik ranjang dan berbaring. Tubuh nya cukup lelah, sehingga dia memutuskan untuk langsung tidur saja.


*****


Pagi-pagi di rumah Ratu sudah dihebohkan dengan permintaan Ratu yang aneh-aneh. Pagi-pagi buta Ratu sudah menginginkan bubur Ayam padahal masih jam 5 pagi alias subuh. Tukang bubur ayam mulai mangkal jam 6 pagi, yang berarti masih 1 jam lagi.


" Ini masih jam 5 sayang, bubur ayam yang ada di depan komplek itupun mulai mangkal jam 6 bahkan kadang sudah jam 6 lewat. Mas buatkan makanan yang lain saja ya? Mie goreng atau nasi goreng?."Seru Arya mencoba menawarkan menu yang lain.


Hhuuufffff


Arya menghela nafas dengan pelan, mau tidak mau Arya tetap harus mengikuti kemauan istrinya. Apalagi sang istri sedang hamil, dan orang hamil biasanya memang ada fase ngidam. Dan bisa jadi saat ini Ratu sedang ngidam makan bubur ayam.


Namun Arya sedikit heran, saat Ratu diketahui hamil, Ratu tidak bertindak seperti sekarang ini. Biasanya wanita yang sedang hamil muda akan mengalami fase ngidam, tapi Ratu disaat kandungannya sudah 5 bulan dia baru ngidam dengan minta makanan yang aneh-aneh.


" Ya sudah, kamu di rumah saja ya dek. Biar mas yang keluar beli bubur ayamnya, ini di luar pasti masih dingin banget."Seru Arya turun dari ranjang lalu membuka lemari dan mengambil jaket yang tergantung.


" Aku mau dua porsi ya mas."Seru Ratu meminta porsi dobel sekaligus.


" Iya. Mas berangkat dulu ya."Seru Arya.


Arya keluar rumah untuk membeli bubur ayam dengan mengendarai motor. Saat ini baru jam lima lebih lima belas menit, suasana komplek juga masih sepi.


" Masa iya sih aku harus menunggu hampir satu jam? Hem.. Kira-kira pak Satpam tahu tidak ya rumah pedagang bubur itu."Ucap Arya pada dirinya sendiri.


Arya menghentikan laju motornya didepan pos satpam gerbang komplek. Dua satpam langsung menghampiri Arya, salah satpam itu segera menanyakan kedatangan Arya.


" Pak Arya? Ada apa? Apa ada yang terjadi di rumah pak Arya? Apa ada yang bisa kami bantu?."Tanya pak Satpam secara beruntun.

__ADS_1


" Emm.. Tidak ada apa-apa pak, di rumah saya juga aman terkendali. Kompek kita ini kan sekarang tidak bisa sembarangan orang masuk jadi sudah pasti aman. Saya cuma mau tanya, kira-kira bapak tahu tidak ya rumah tukang bubur ayam yang suka mangkal di depan gerbang komplek ini pak?."Tanya Arya sambil nyengir kuda dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Haaahhh...


Tukang bubur ayam? Kedua satpam itupun bengong dan saling beradu pandang. Mereka heran kenapa Arya cari tukang bubur ayam sepagi itu? Apa tukang bubur ayam itu sudah buat masalah?


" Memang nya ada apa pak? Apa tukang buburnya bikin masalah?."Tanya pak Satpam yang bernama Kurdi.


" Oh bukan begitu pak. Emm.. Istri saya ngidam bubur Ayam sedari sebelum subuh tadi pak. Makanya saya bingung, karena setahu saya tukang bubur yang disini mangkalnya jam 6 dan ini setengah 6 saja belum ada. Makanya saya mau ke rumah nya saja biar cepat."Seru Arya menjelaskan.


" Saya tahu rumahnya pak. Tidak jauh kok dari sini, mungkin tidak sampai 7 menit kalau naik motor. Mari saya antar, daripada nanti anak mas Arya ileran kan? Soalnya tukang bubur itu hari ini tidak mangkal di sini, setiap hari Kamis dia mangkal di dekat minimarket depan sana dan jam segini pasti masih dirumah."Seru pak Kurdi memberitahu Arya.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan lagi, Arya langsung mengiyakan tawaran pak Kurdi. Apa lagi hari ini tukang buburnya tidak mangkal didepan gerbang komplek, kalau tidak dibelikan bisa-bisa anaknya nanti akan ileran.


Arya meminta pak Kurdi untuk mengendarai motornya dan dia duduk di jok belakang. Setelah sampai rumah pedagang bubur, Arya segera membungkus 10 bubur ayam. Arya sengaja membungkus banyak, untuk dia bawa pulang 5 yang akan dia bagi juga untuk bik Siti dan satpam rumahnya. Yang 5 lagi Arya berikan kepada pak Satpam bisa dibagi juga dengan teman-temannya di post satpam.


Pesanan Arya sudah selesai di bungkus, Arya dan pak Kurdi kembali melajukan motor menuju komplek perumahan.


" Terima kasih ya pak, maaf sudah merepotkan."Seru Arya saat sudah sampai di depan pos satpam.


" Sama-sama pak Arya. Terima kasih juga sudah di traktir sarapan."Seru pak Kurdi.


" Iya pak, sama-sama. Kalau begitu saya permisi ya pak."Seru Arya.


Arya pulang dengan hati lega, akhirnya tidak sampai jam 6 pagi dia sudah membelikan bubur ayam yang dipesan oleh istrinya yang sedang ngidam.


" Loh mas, kok dapat bubur ayamnya? Cepat lagi? Mas beli dimana itu? Seingat Ratu hari ini tukang bubur itu tidak mangkal di depan gerbang komplek? Pasti mas beli di tempat lain ya?."Seru Ratu dengan wajah cemberut.


" Kok adek tahu kalau tukang buburnya hari ini tidak mangkal disana? Kenapa adek tidak bilang? Hemm.. Mas tadi ke rumahnya langsung dek, di antar sama pak Satpam komplek."Jawab Arya jujur.


" Oh begitu. Hehee.. Lupa mas. Tadi ingat mas sudah pergi, mau di telpon mas tidak bawa ponsel. Tapi alhamdulillah mas ke rumahnya."Seru Ratu sambil nyengir kuda.


Arya hanya menggelengkan kepalanya, dia pun membantu menyiapkan bubur untuk istrinya 2 porsi seperti permintaan istrinya tadi. Dengan lahap Ratu memakan bubur ayam yang masih panas itu, dan benar saja Ratu bisa menghabiskan dua porsi bubur ayam lengkap dengan sate telur puyuhnya juga.


" Mas, kenyang."Seru Ratu sambil mengusap perutnya.


" Bagaimana tidak kenyang dek, bubur nya dua porsi terus sate telur nya 6. Tapi tidak apa-apa, biar anak kita dalam sini sehat dan mamanya juga ikut sehat."Seru Arya sambil mengusap perut buncit Ratu.


" Siap papa."Jawab Ratu menirukan suara anak kecil.


Ratu dan Arya pun tertawa bersama, setelah sarapan Arya dan Ratu kembali ke kamar untuk siap-siap beraktifitas. Baru kali ini mereka sarapan belum mandi dan belum bersiap ke kantor.


***********

__ADS_1


__ADS_2