
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
" Ini Serli adiknya Arya?."Tanya mama Ratu kaget dengan wajah Dinda yang tidak seperti dulu lagi.
Serli hanya mengangguk membenarkan ucapan dari mamanya Ratu. Mamanya Ratu memang tidak tahu jika Serli wajahnya terluka akibat siraman air ker4s oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
" Emm.. Kamu tetap cantik, Serli. Cantiknya seseorang itu tidak hanya dari wajah, akan tetapi dari hati. Untuk apa cantik wajah kalau hati nya buruk dan busuk. Selalu bersyukur dengan anugerah yang Allah berikan."Ucap mama Ratu langsung merubah keterkejutannya dengan sebuah nasehat indah untuk Serli.
" Iya tante, terima kasih. Tadinya aku tidak percaya diri dengan wajahku yang seperti ini, tapi berkat Mbak Ratu dan Karina aku jadi percaya diri. Betul kata tante tadi, jika cantik memang bukan hanya dari wajahnya saja tetapi dari hatinya juga."Jawab Serli dengan senyum manisnya yang tidak pernah memudar.
Ratu bangga dengan Serli, perubahan Serli sangatlah cepat. Dia menerima dan ikhlas dengan kondisi wajahnya yang tidak semulus dulu lagi, mungkin jika orang lain tidak akan setegar dan sepercaya diri Serli. Serli terpuruk hanya beberapa hari saja, setelahnya dia ikhlas menerima semuanya.
" Emm.. Kalian sudah makan siang?."Tanya Mama Ratu mengalihkan pembicaraan.
" Sudah Ma, tadi makan siang bareng Serli sama Mas Arya juga. Kebetulan Serli tahu kalau mama ada di sini, makanya dia sekalian ikut sama Ratu."Jawab Ratu jujur.
" Oh begitu. Ini papa sama kakakmu kok belum pulang ya. Sudah dari pagi mereka pergi dan belum pulang juga, padahal kakakmu sore ini mau pulang karena besok ada klien yang datang ke perusahaan."Ucap mama Ratu nampak khawatir karena anak laki-lakinya dan suaminya belum pulang juga.
Begitulah mamanya Ratu, dia pasti akan mengkhawatirkan anak-anak dan suaminya jika pulang terlambat. Padahal tadi mereka janji pulang sebelum jam makan siang, ini sudah jam setengah 2 belum juga pulang.
Ratu dan Serli mengajak mama Dinda mengobrol di teras belakang sembari menikmati jus mangga buatan bik Siti.
" Serli, kamu mau tidak kalau misalnya tante ini membiayai kamu untuk operasi plastik di luar negeri?."Tanya Dinda.
__ADS_1
" Terima kasih tante sudah mau peduli dan baik sama Serli. Tapi maaf, Serli tidak bisa menerimanya, Serli sudah nyaman dengan keadaan wajah Serli yang seperti ini. Mungkin dengan begini Serli bisa menemukan pria yang benar-benar tulus mencintai Serli. Bukan mencintai hanya karena wajahnya saja."Ucap Serli menolak dengan halus tawaran dari Dinda.
" Ma, sebelumnya Ratu dan mbak Karina juga sudah menawarkan operasi ke luar negeri tapi Serli nya yang memang tidak mau."Ucap Ratu ikut berkomentar.
Dinda hanya mengangguk, sebenarnya wajah Serli tidak semengerikan sebelum dia operasi. Hanya kulitnya saja yang mengkerut dan bekas luka masih terlihat nyata. Mungkin jika di bawa ke luar negeri dengan peralatan yang canggih wajah Serli bisa kembali mulus seperti dulu. Namun biaya yang ditaksir sekitar 100 sampai 200 juta lagi.
" Apa kabar ibu kamu, Ser?."Tanya Dinda yang memang belum tahu kabar perceraian Ibu Marni dan pak Santo.
" Serli tidak tahu kabarnya ibu, tante. Ibu sudah tidak tinggal lagi dengan Serli dan bapak. Karena bapak sudah menceraikan ibu beberapa hari yang lalu."Jawab Serli.
Dinda langsung memandang Ratu untuk mencari tahu kebenarannya. Dan akhirnya Ratu pun menceritakan apa yang tadi di ceritakan Serli soal perceraian antara pak Santo dan ibu Marni. Tentu saja Dinda kaget, dan dia merasa tidak enak gara-gara laporannya yang melaporkan kelakuan ibu Marni kepada pak Santo berujung perceraian.
*******
Ibu Marni menemui pak Santo di toko, dia datang untuk membicarakan soal perceraian mereka. Dia tahu jika rumah tidak mungkin bisa dijadikan sebagai harta gono-gini karena rumah itu atas nama Arya. Jadi toko yang akan ibu Marni ajukan sebagai harta gono-gini.
" Aku datang kesini tentunya ada perlu, mana mungkin aku datang kesini cuma untuk melihatmu saja pak. Ada yang ingin aku bicarakan, ini penting apa kita bicara di depan toko begini?."Tanya ibu Marni.
Pak Santo penasaran apa yang ingin dibicarakan oleh ibu Marni. Sehingga pak Santo mengajak ibu Marni bicara di belakang toko. Disana ada tempat duduk yang biasa pak Santo gunakan untuk beristirahat.
" Ada apa? Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan, Marni."Seru pak Santo tidak mau berlama-lama bicara dengan ibu Marni.
" Apa kamu sudah mengurus perceraian kita? Aku mau toko ini dijadikan harta gono-gini."Seru ibu Marni bicara tanpa memikirkan pak Santo setuju atau tidak.
Akhirnya apa yang ditakutkan Pak Santo terjadi juga. Ibu Marni mempermasalahkan toko yang dan meminta untuk dibagi menjadi harta gono gini saat mereka bercerai. Pak Santo tidak mungkin menjadikan toko ini sebagai harta gono gini, sebab toko ini sekarang sudah dia atas namakan Serli.
Sebelum mengubah nama toko menjadi milik Serli, Pak Santo sudah membicarakan semua itu kepada Arya dan Arya pun menyetujuinya. Sebab bagaimanapun juga Serli adalah anak kandung Pak Santo, meskipun berbeda ibu dengan Arya.
" Toko ini tidak bisa dijadikan gono gini, Marni. Sebab toko ini juga bukan milikku, toko ini sudah aku atas namakan Arya. Sebab tokoh ini ada saat aku masih menjadi suami ibunya Arya. Jadi tidak mungkin toko ini bisa dijadikan gono gini. Semua aset yang aku dapatkan saat masih bersama ibu nya Arya sudah aku atas namakan Arya." Ucap Pak Santo sengaja berbohong dengan mengatakan toko itu milik Arya.
__ADS_1
Pak Santo sudah hafal dan tahu bagaimana watak Ibu Marni. Dia pasti akan mendekati Serli dan meminta Serli untuk menjual toko tersebut. Meskipun toko sudah atas nama Serli, pak Santo berharap toko itu tidak di jual. Pak Santo mau toko itu tetap Serli jalankan.
" Lantas kalau semua kamu atas namakan Arya, Serli dapat apa? Dan aku juga dapat apa? Kamu jangan serakah, bagaimanapun Serli itu anak kandung kamu juga dan dia juga berhak mendapatkan warisan dari kamu, Santo!!."Seru ibu Marni berteriak dengan lantang. Beruntung saat ini mereka ada di belakang toko sehingga pelanggan yang datang tidak akan terganggu.
" Kalau soal Serli aku sudah memikirkan sendiri, bagian Serli pasti ada tapi nanti tunggu sampai Serli benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. Sekarang apa lagi yang ingin kamu permasalahkan?."Tanya pak Santo lagi.
" Lantas bagianku apa? Semua kamu serahkan kepada Arya "Seru ibu Marni terlihat kesal.
Pak Santo tersenyum tipis, Ibu Marni tidak mendapatkan bagian apa-apa. Sebab ibu Marni selama menjadi istri Pak Santo sangatlah boros. Dan berapapun uang yang diberikan Pak Santo dan Arya pasti akan habis. Sedikitpun tidak ada yang dia tabungkan untuk hari tuanya.
" Tidak ada ."Jawab pak Santo jelas padat dan singkat sehingga membuat ibu Marni semakin meradang.
Braakkkk
Braaakk
Ibu Marni bangkit dan menendang kursi plastik yang tadi dia duduki sampai kaki kursi tersebut patah. Pak Santo mendiamkannya saja, sedikitpun pak Santo sudah tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh ibu Marni. Ibu Marni tidak terima karena pak Santo tidak menyisakan sedikitpun gono gini untuk dirinya.
Wanita paruh baya itu semakin marah, selain kursi yang dia tendang. Dia juga menendang meja plastik yang ada disana, dia mengamuk sudah seperti orang yang tidak waras.
" Hancurkan saja semuanya, nanti aku tinggal menghitung berapa kerugian yang aku terima akibat perbuatanmu ini. Setelah itu aku akan menjadikan semua ini gugatan saat di pengadilan nanti. Aku akan meminta kamu untuk ganti rugi. Bagaimana Marni?." Seru pak Santo dengan santai.
Sudah pasti ibu Marni semakin marah dan semakin tidak terima. Niat dia datang untuk meminta pembagian harta, namun malah dia yang justru akan di tuntut untuk ganti rugi.
" B4n9s4t kamu, Santo. Selama ini aku sudah mengabdikan diriku kepadamu dan anak-anakmu tapi kamu justru memperlakukan aku dengan tidak berprikemanusiaan."Seru ibu Marni benar-benar meradang sampai dia juga mengeluarkan umpatan-umpatan yang kasar.
" Terserah kamu, Marni. Sekarang cepat pergi dari sini sebelum aku meminta ucup untuk mengusirmu dari sini. Oh iya, bukannya saat ini kamu sudah tinggal dengan Rani? Tanpa harta dariku pun kamu pasti bisa hidup mewah bersama Rani. Bukannya Rani itu sekarang sudah kaya raya dan bisa memberikan apa yang kamu mau. Ingat Marni, sampai kamu mengganggu rumah tangga Arya serta Bima aku pastikan kamu akan mendekam di penjara !!."Seru pak Santo mengancam ibu Marni.
***********
__ADS_1