Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Rencana beli ayam


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Kamu tadi sudah bicara sama Ratu, Bim?."Tanya pak Santo saat para tamu sudah pulang dan rumah Bima pun sudah sepi.


Hanya tinggal beberapa kerabat saja yang tinggal, sementara keluarga yang lainnya sudah pulang termasuk Ratu dan Arya. Pak Santo sengaja mencari suasana yang sepi agar obrolan mereka tidak didengar banyak orang. Bagaimanapun pak Santo tidak mau orang-orang tahu keadaan mantan istrinya, yang tak lain ibu kandung Bima. Bima juga pasti akan malu jika tadi orang-orang sampai tahu keadaan ibu Marni.


" Alhamdulillah sudah pak, insya Allah besok siang Ratu akan menjenguk ibu. Sebenarnya Ratu dan Karina waktu itu sudah mau menjenguk ibu pak, hanya saja Karina saat itu sedang hamil besar dan Arya takut jika ibu akan mengamuk. Jadi Arya meminta Ratu untuk menundanya."Seru Bima bicara sesuai dengan yang diberitahu Ratu.


" Heemm.. Alhamdulillah kalau Ratu mau menemui ibumu. Semoga saja setelah bertemu dengan Ratu, ibumu bisa segera sembuh. Oh iya Bim, tolong antarkan bapak pulang ya? Bapak tadi sengaja pulang belakangan karena ingin membicarakan masalah ini sama kamu."Ucap pak Santo meminta Bima untuk mengantarkannya pulang.


" Iya pak, nanti Bima antar bapak pulang. Atau bapak mau menginap di sini juga boleh loh pak, bapak kan sudah lama tidak menginap di rumah Bima."Seru Bima sambil tersenyum.


" Nanti saja kalau rumah baru kamu sudah jadi, bapak akan menginap di rumahmu."Jawab Pak Santo membuat Bima terkejut.


Pasalnya Bima belum memberitahu siapapun masalah dia yang sedang membangun rumah impiannya. Darimana pak Santo bisa tahu jika dia saat ini sedang mempersiapkan hunian baru? Bima langsung menatap lekat wajah pak Santo, sementara itu pak Santo nampak mengulas senyum ramahnya.


" Bapak sudah tahu jika kamu sedang membangun rumah di daerah persimpangan Merpati sana. Bapak ikut bangga atas pencapaian kamu, Bim. Akhirnya keinginanmu untuk mempunyai rumah sendiri sudah tercapai. Kamu juga sekarang sudah jadi menejerkan? Selamat ya, jadilah orang yang amanah dan bertanggung jawab dengan jabatanmu."Ucap pak Santo menasehati Bima.

__ADS_1


" Terima kasih pak, maaf soal rumah bukan Bima tidak mau memberitahu bapak atau yang lainnya. Bima akan memberitahu semuanya saat rumah itu sudah siap huni, dan untuk jabatan menejer memang sudah 2 hari ini Bima naik jabatan sebagai menejer pak. Dan sebenarnya hari ini juga Bima akan memberitahu bapak, tapi bapak sudah tahu duluan. Pasti tahu dari Arya kalau tidak dari Ratu? Semua pencapaian Bima ini atas doa dari bapak juga, meskipun bapak bukan bapak kandung Bima akan tetapi kasih sayang bapak seperti bapak kandung. Bima berterima kasih banyak atas semuanya pak."Seru Bima lalu memeluk pak Santo.


Tanpa terasa Bima meneteskan air matanya yang sedari tadi sudah dia tahan. Meskipun pak Santo hanya bapak tirinya, pak Santo tidak pernah membeda-bedakannya dari Arya. Pak Santo tulus dan ikhlas memberikan kasih sayangnya untuk Bima. Bahkan Bima sendiri pernah menyesal dulu sudah menjadi anak yang tidak menghargai pak Santo dan adiknya, Arya.


Bima sadar betul, semenjak dia berubah dan menyadari semua kesalahan serta menjalin hubungan baik dengan keluarganya hidupnya semakin berubah. Kehidupan dan kariernya semakin baik, rezeki yang dia dapat juga mengalir begitu saja.


" Meskipun bapak bukan orang tua kandungmu, bapak ini orang yang sudah merawatmu dan membesarkanmu. Jangan pernah beranggapan jika bapak hanya orang tua tiri, di mata Bapak kamu, Arya dan Serli itu sama. Kalian bertiga anak-anak bapak yang bapak banggakan."Seru pak Santo sembari mengusap punggung Bima.


Bima melepaskan pelukannya lalu dia mencium kedua tangan pak Santo. Berkat tangan itulah, Bima kecil dulu bisa sekolah dan hidup dengan layak dan sekarang sudah menjelma sebagai kepala keluarga. Pak Santo akan tetap sebagai orang tuanya, Bima banyak hutang budi dengan pak Santo.


" Sudah jangan begini, tidak enak kalau dilihat mertua kamu. Sekarang antar bapak pulang ya, bapak kangen sama ayam-ayam bapak. Ini sudah waktunya para ayam-ayam itu makan."Seru pak Santo sambil tertawa kecil.


" Pak ? Terima kasih untuk kasih sayang bapak, maaf Bima belum bisa kasih bapak apa-apa. Bima belum bisa membalas kasih sayang yang selama ini bapak berikan. Arya dan Ratu sudah membuat toko bapak besar, Bima belum bisa kasih apa-apa."Seru Bima nampak sedih.


Bima juga ikut bangkit, dia masuk ke kamar untuk mengambil kunci mobil dan berpamitan dengan Karina.


" Sayang, mas antar bapak pulang ya."Seru Bima berpamitan.


" Loh, bapak pulang mas? Aku kira bapak mau menginap?."Seru Karina.


" Bapak minta pulang sayang, katanya sudah kangen sama ayam-ayamnya. Heheeee."Seru Bima.


" Oh ya sudah. Hati-hati ya mas, oh iya mas jangan lupa nanti pulangnya mampir minimarket. Tolong belikan aku tissu basah sama kapas ya mas, aku lupa kalau stok di rumah habis. Ini masih ada sih, tapi tinggil dikit banget."Ucap Karina sambil mengangkat kapas yang ada di atas meja rias yang tinggal 1 lembar saja.

__ADS_1


" Ok istriku sayang. Mas antar bapak dulu ya, Assalamualaikum."Seru Bima mencium kening Karina lalu mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam."Jawab Karina.


Bima dan pak Santo pun akhirnya meninggalkan rumah kontrakan, sepanjang perjalanan pak Santo dan Bima banyak membicarakan soal keseharian pak Santo yang saat ini lebih suka menghabiskan waktunya di rumah untuk berkebun dan memelihara ayam. Ayam pak Santo saat ini ada 20 ekor, dan juga ada yang sedang bertelur.


* Hemm sepertinya bapak aku belikan ayam saja. Kalau aku kasih uang pun pasti dia tidak mau, jadi lebih baik aku belikan saja ayam yang bagus biar untuk indukannya. Tanah belakang rumah kan luas, dan setahuku bapak juga bikin kandang ayam lumayan besar.*Gumam Bima berniat menghadiahkan ayam untuk pak Santo.


Sementara itu, di penjara Yanto sedang menjalani hukumannya. Tubuh Yanto semakin kurus, sebab selama di tahanan dia tidak mau makan. Menu di penjara tidak sesuai dengan seleranya sehingga dia memilih jarang makan bahkan sekarang sudah ada 1 minggu dia tidak makan.


" Menyusahkan saja !! Kalau di suruh makan itu ya makan! Makan yang ada jangan minta yang tidak ada, ini itu penjara bukan hotel bintang lima atau restoran bintang lima."Seru petugas rutan memarahi Yanto.


Karena keadaan nya yang lemas, Yanto terpaksa di larikan di rumah sakit tahanan. Yanto mengalami dehidrasi dan asam lambung yang sudah lumayan parah. Gaya hidup tidak sehat Yanto selama ini juga mempengaruhi kesehatannya selama dia hidup di penjara.


Selang infus sudah dipasang di tangan kiri Yanto, nampak wajah Yanto kering dan pucat.


" Dia harus dirawat untuk beberapa hari kedepan pak. Dia dehidrasi dan asam lambungnya sudah cukup parah, apa dia jarang makan?."Tanya dokter yang menangani Yanto.


" Dokter benar, dia memang jarang sekali makan. Bahkan sudah seminggu ini dia tidak menyentuh jatah makannya, dia mau yang enak-enak terus apa dia kira di hotel. Mau daging dan ayam terus, ada-ada saja kelakuan tahanan satu ini."Seru petugas lapas.


Dokter pun hanya menganggukkan kepalanya. Dia tahu petugas lapas itu pasti sedang kesal dengan Yanto. Lagian di penjara mau makan yang enak-enak terus, ada-ada saja Yanto.


**************

__ADS_1


__ADS_2