
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Setelah sampai rumah, Ratu masih sangat mengantuk. Dia memutuskan untuk tidur lebih dulu, baru nanti akan menelpon orang tuanya serta sang kakak.
" Pak Arya, maaf saya mau bertanya. Emmh... Apa mbak Ratu beneran hamil?."Tanya bik Siti.
" Iya bik, Alhamdulillah Ratu sekarang sedang hamil 3 minggu. Tolong kalau dia mau sesuatu bibik buatkan ya bik."Jawab Arya dengan sopan.
" Alhamdulillah, kalau itu sudah pasti pak."Jawab bik Siti ikut senang dengan kabar kehamilan Ratu.
Orang baik pasti akan dipertemukan dengan orang-orang baik pula. Salah satunya seperti Ratu, dia baik dan peduli dengan siapapun sehingga dia dipertemukan dengan ibu Siti yang baik banget.
Arya menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk kamar. Saat Arya sampai kamar, ternyata Ratu sedang tertidur dengan pulas. Tidak mau mengganggu tidur istrinya, Arya sendiri memilih berbaring di sofa yang ada di kamarnya.
Sementara itu, di tempat lain. Serli dan ibu Marni ada di dalam kamar Serli. Mereka sedang merencanakan sesuatu untuk mencelakai Ratu agar anak dalam kandungan Ratu juga ikut celaka. Baik ibu Marni maupun Serli tidak suka dengan kabar kehamilan Ratu. Menurut ibu Marni sendiri, anak yang di kandung Ratu adalah sebuah ancaman. Ancaman bagi kelangsungan uang bulanannya, jika anak itu lahir ibu Marni beranggapan jika Arya akan mengurangi jatah uang bulanannya dan dialihkan untuk kebutuhan anaknya.
" Bu, aku tidak mau anaknya mbak Ratu jadi saingan anakku. Aku berharap mas Arya lah kelak yang akan menanggung hidup anakku jadi aku tidak perlu susah-susah menafkahinya. Tapi kalau begini caranya, semua keinginanku tidak akan pernah terwujud."Ucap Serli dengan kesal.
" Kamu kira hanya kamu saja yang tidak kesal, kalau anak itu lahir akan menjadi ancaman uang bulanan ibu. Bisa-bisa jatah bulanan ibu semakin berkurang, kamu tahu sendirikan kalau Arya itu sekarang pelit soal uang. Itu semua gara-gara istrinya itu, soal anak kamu nanti biar ibu yang merawatnya dan Arya yang menanggung nafkahnya. Kamu lanjut kuliah saja, kalaupun mau menikah cari pria yang kaya raya."Ucap ibu Marni.
" Terus gimana bu?."Tanya Serli dengan wajah kesal.
Ibu Marni nampak berfikir untuk mencari ide apa yang akan mereka lakukan. Namun tiba-tiba ibu Marni tersenyum, sepertinya dia sudah menemukan ide untuk mencelakai Ratu. Ibu Marni membisikkan sesuatu ketelinga Serli.
" Ibu yakin bakal berhasil?."Tanya Serli merasa ragu dengan ide dari ibunya.
__ADS_1
" Sudah kamu tenang saja, pasti berhasil."Ucap ibi Marni merasa percaya diri sekali.
Serli dan ibu Marni pun bersiap-siap, mereka berdua akan menginap beberapa hari di rumah Ratu untuk melancarkan rencananya. Pak Santo melihat Anak dan Istrinya yang sudah bersiap pun bertanya mereka hendak kemana.
" Kalian mau kemana?."Tanya pak Santo dengan heran.
" Mau ke rumah Ratu pak, ibu dan Serli mau meminta maaf sama Ratu. Mungkin tadi ibu sama Serli sudah keterlaluan, tidak seharusnya kami marah dan memusuhi Ratu. Ratu sekarang sedang hamil, kalau Arya bekerja pasti dia sendirian. Makanya ibu dan Serli mau menginap di rumah Ratu untuk beberapa hari."Ucap ibu Marni seolah dia menyesal dan perduli dengan kehamilan Ratu.
Pak Santo nampak mengernyitkan keningnya, dis seakan tidak percaya dengan perubahan sikap anak dan istrinya yang berubah secara tiba-tiba. Sebelumnya mereka sangat membenci dan memusuhi Ratu. Pak Santo menatap istri dan anaknya secara bergantian, dia menaruh curiga dengan mereka berdua.
" Kalian sedang tidak merencanakan sesuatu kan?."Tanya Pak Santo penuh selidik.
" Jangan menaruh curiga terus pak, kami ini serius ingin memperbaiki hubungan dengan Ratu. Apalagi Serli juga saat ini hamil, jadi biar saling berbagi tips menjaga kandungan juga sama Ratu. Ya sudahlah kami berangkat dulu, itu taksi online juga sudah datang."Ucap ibu Marni sambil melihat kearah taksi online yang dipesan Serli sudah datang.
Pak Santo tidak bisa melarang istri dan anaknya, dia hanya berharap semoga saja anak dan istrinya itu sedang tidak merencanakan sesuatu untuk Ratu.
Ibu Marni dan Serli pun pergi dengan taksi online, setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit mobil taksi online itupun sudah sampai didepan gerbang rumah Ratu. Serli dan ibu Marno turun dari mobil langsung menghampiri pintu gerbang yang masih tertutup.
" Maaf mbak, bu. Saya tidak berani membuka gerbangnya kalau tidak ada izin dari pak Arya. Saya kedalam dulu, saya izin ke pak Arya."Jawab pak Satpam lalu dia berlari menuju rumah.
Di luar gerbang, Serli dan ibu Marni menunggu sambil menggerutu. Mereka masing-masing menenteng tas yang berisi pakaian ganti mereka. Setelah menunggu hampir 5 menit, pak Satpam keluar dari rumah dan membukakan pintu gerbang untuk tamunya.
" Silahkan masuk bu."Seru Satpam dengan ramah.
" Dari tadi kek dibuka gerbangnya, ini tu rumah anak dan menantu ku. Sudah pasti mereka mengizinkan aku masuk, jadi satpam saja belagu. Kalau aku sudah menetap disini, aku pastikan akan aku pecat kamu."Seru ibu Marni memarahi pak Satpam.
Satpam itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Menganggap apa yang dibicarakan ibu Marni sebagai sebuah nyanyian saja. Dia tidak mau mengambil hati.
" Ibu, Serli. Kok datang tidak bilang-bilang, lagipula bukannya tadi baru ketemu ya?." Tanya Arya menyambut kedatangan adik dan ibunya dengan heran.
" Iya Arya, ibu datang kesini mau meminta maaf kepada Istrimu. Tidak seharusnya ibu dan Serli tadi memarahinya, ibu menyesal sudah marah sama Ratu."Ucap ibu Marni bicara dengan mulut manisnya yang berbisa.
__ADS_1
" Iya mas, aku juga mau meminta maaf sama mbak Ratu. Mana mbak Ratu mas?." Tanya Serli ikut bicara.
Tentu saja apa yang dikatakan oleh Serli dan ibunya tadi membuat Arya heran dan bertanya-tanya. Sejak kapan mereka sadar seperti itu, padahal beberapa jam yang lalu baru saja memarahi Ratu.
" Ratu sedang tidur."Jawab Arya dengan singkat.
" Emm.. Begini Arya. Ibu sama Serli ingin memperbaiki hubungan kami dengan Ratu. Kami sadar, jika selama ini sudah memusuhi Ratu. Makanya ibu dan Serli berniat menginap di rumah ini untuk beberapa hari agar ibu dan Serli bisa lebih banyak mengenal Ratu."Ucap ibu Marni.
" Bukannya ibu dan Serli sudah mengenal Ratu dari dulu? Dulu selama 7 bulan loh kalian juga satu atap dengan Ratu, tapi kalau memang niat ibu dan Ratu baik serta benar-benar ingin memperbaiki hubungan dengan Ratu, Arya sangat senang bu."Ucap Arya sepertinya dia menyambut baik alasan ibu Marni.
Ibu Marni dan Serli saling pandang dan melempar senyum senang. Akhirnya satu langkah sudah bisa lalui, ternyata menyakinkan Arya tidak sesusah yang dia bayangkan.
" Tapi.. Untuk menginap Arya harus izin dulu sama Ratu bu. Sebab bagaimanapun rumah ini adalah rumah Ratu, Arya tidak mau seenaknya saja mengizinkan orang untuk menginap disini."Ucap Arya membuat senyum mereka berdua tiba-tiba pudar.
Ibu Marni dan Serli pun nampak kesal saat Arya hendak bertanya dulu dengan Ratu soal mereka menginap. Mereka mengira Arya sudah mengizinkan, sebab Arya sudah menerima niat baiknya untuk berdamai dengan Ratu. Namun baik ibu Marni atau Serli, pura-pura tidak masalah dengan keputusan Arya. Agar Arya percaya jika mereka berdua sudah berubah.
" Iya nak, tidak apa-apa. Kamu tanyakan dulu sama Ratu, bagaimanapun rumah ini memang benar rumah Ratu. Kalau begitu ibu akan menunggu Ratu di sini saja, ibu akan menunggu Ratu sampai bangun. Kamu jangan bangunkan dia, biar dia beristirahat."Ucap ibu Marni bicara dengan lembut .
Siapapun yang mendengar suara lembut ibu Marni pasti akan percaya jika wanita culas itu sudah berubah baik. Arya tetap waspada dengan adik dan ibunya, bukan dia mau seudzon dengan keduanya. Akan tetapi tidak ada salahnya untuk tetap waspada.
" Ibu sama Serli menunggu di kamar tamu saja. Kalian bisa sambil istirahat."Ucap Arya.
" Apa tidak merepotkan?." Tanya Ibu Marni lembut.
" Tidak bu."Jawab Arya singkat.
" Iya nih bu, Serli mengantuk sekali. Jadi kita tunggu mbak Ratu sambil tiduran di kamar saja. Masa iya kita mau tiduran di sofa begini?." Seru Serli yang sepertinya sudah mulai malas berbasa-basi.
Ibu Marni pun mengangguk setuju, Arya mengantar keduanya ke kamar tamu. Setelah Serli dan ibu Marni masuk kamar tamu, Arya kembali kekamar untuk melihat istrinya yang sudah tidur dari 3 jam yang lalu belum juga bangun.
**********
__ADS_1