
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Ratu , Arya dan rombongan yang lainnya saat ini sudah dalam perjalanan menuju kampung halaman mamanya. Mereka membawa 2 mobil, kedua anak Ratu beserta pengasuhnya juga ikut. Arya sengaja mengajak pengasuh anak-anaknya, agar Ratu tidak kerepotan. Terlebih kemarin mereka harus menghadiri pernikahan Rani dan Agung. Mobil yang dipakai Arya juga jenis mobil yang besar, biasa orang-orang menyebutnya mobil 4lp4rt.
Ini untuk pertama kalinya sikembar ikut perjalanan jauh dan akan bertemu dengan Kakek dan nenek buyutnya. Sikembar sepertinya tahu jika mereka sedang tidak di rumahnya sendiri, dari kemarin mereka sama sekali tidak rewel.
" Mas, kok aku pusing ya."Seru Serli sambil memijat kepalanya yang terasa pusing.
" Mungkin masuk angin, karena semalam kamu makan sedikit banget dan tadi saat sarapan juga cuma makan kue saja kan? Ya sudah sini mas pijit kepalanya, tiduran saja di paha mas sini."Seru Yusuf lembut dan penuh kasih sayang.
Heeemmmm
Serli berdehem sambil menganggukkan kepalanya saja. Lalu dia meletakkan kepalanya di pangkuan suaminya. Dengan lembut Yusuf mengoleskan minyak angin di kepala Serli dan memijatnya dengan pelan-pelan.
Dari sekian pria yang dekat dengan Serli, hanya Yusuf yang memperlakukan Serli dengan sopan dan lembut. Dari zaman dulu, Yusuf tetap baik dan sopan. Sampai sekarangpun dia tetap sopan memperlakukan Serli.
" Dihhh manjanya."Seru Karina dari kursi depan.
" Aku pusing dan mual mbak "Jawab Serli dengan mata yang terpejam.
" Makanya kalau di suruh makan itu makan, jangan ogah-ogahan. Kalau sudah begini susah kan? Padahal mau liburan loh, masa iya Yusuf harus menjaga orang sakit."Ucap Bima menasehati Serli dengan tegas.
" Iya iya Mas."Jawab Serli sedikit mengerucutkan bibirnya, meskipun matanya terpejam.
Namun tiba-tiba perut Serli mual dan rasanya seperti sedang di aduk-aduk. Dengan cepat dia bangun dan mengambil plastik yang tadi sempat dia selipkan di dalam tasnya. Begitu plastik terbuka dia langsung muntah.
Hoooeeek Hooeekk Hhooeekk
Serli memuntahkan isi perutnya, kue yang tadi sebelum berangkat dia makan akhirnya keluar juga. Melihat adiknya yang muntah-muntah, Bima pun menghentikan laju mobilnya. Dia menepi agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain.
" Bawa turun saja dulu, Suf."Seru Bima memberi saran.
__ADS_1
" Iya mas."Jawab Yusuf dengan cepat.
Yusuf membantu Serli turun dari mobil, sesampainya di luar Serli kembali memuntahkan isi perutnya sampai dia keluar keringat dingin. Wajah Serli pun kelihatan pucat, melihat Serli yang pucat Yusuf pun terlihat menghawatirkan istrinya. Yusuf memijat tengkuk Serli dengan pelan dan lembut.
" Dek, wajahmu pucat sekali."Seru Yusuf sembari mengusap keringat di wajah Serli lalu memberikan air mineral kepada Serli.
Serli menerima botol air mineral itu dan secara perlahan meminumnya.
" Aku tidak apa-apa mas, aku hanya mual saja. Tapi ini mualnya sudah sedikit berkurang."Jawab Serli dengan suara pelan.
" Serli, apa kamu sedang hamil?."Tanya Karina secara tiba-tiba.
Haahhhh ? Hamil ?
Serli langsung mengingat ingat kapan terakhir dia halangan. Dan sepertinya dia sudah terlambat sekitar dua mingguan.
" Hamil ? Apa iya aku hamil ya mbak? Sepertinya bulan ini aku memang sudah terlambat."Jawab Serli tidak begitu yakin juga jika dia hamil.
" Semoga saja kamu beneran hamil. Oh iya, apa kamu kuat melanjutkan perjalanannya. Kalau tidak kuat, kita cari tempat untuk istirahat saja dulu."Ucap Karina sembari mengusap punggung Serli.
" Aku kuat kok mbak. Ini juga mualnya sudah mulai berkurang, tidak apa-apa kita lanjutkan saja perjalanannya. Mobil mbak Ratu juga sudah jauh di depan sana, nanti di mobil saya tiduran saja mbak."Jawab Serli dengan yakin.
Hee Emm
Jawab Serli hanya berdehem sambil menganggukkan kepalanya pelan. Yusuf merangkul Serli dan membantunya masuk kembali ke mobil. Setelah semua sudah kembali ke mobil, Bima kembali melajukan mobilnya menyusul mobil Ratu yang jauh di depan sana.
Di dalam mobil, Serli merebahkan kepalanya di atas pangkuan Yusuf lagi. Yusuf pun mengusap perut Serli dengan minyak angin.
* Ya Allah, semoga di dalam rahim istriku ini sudah ada kehidupan yang engkau titipkan. Aamiin.*Gumam Yusuf dalam hatinya.
" Kamu tidak mual lagi, dek?."Tanya Yusuf pelan.
" Tidak mas, sudah agak enakan kok mas."Jawab Serli pelan.
Padahal saat ini kepalanya pusing dan tubuhnya terasa lemas. Namun dia tidak mau membuat Yusuf khawatir, sehingga dia terpaksa berbohong.
" Kalau ada yang sakit kasih tahu mas ya, dek. Jangan diam saja."Seru Yusuf lagi.
__ADS_1
" Iya mas."Jawab Serli pelan.
Mobil Ratu berada jauh di depan, sesekali Ratu melihat ke arah belakang untuk melihat mobil yang dikendarai Bima. Dia pun heran, karena mobil yang dikendarai Bima tidak terlihat.
" Mas, kok mobil mas Bima tidak kelihatan ya? Apa mungkin mobil mereka ada masalah ya? Kemarin mobil kita yang bermasalah, dan siapa tahu kali ini bergantian mobil mas Bima."Seru Ratu.
" Coba kamu hubungi mbak Karina saja dek."Seru Arya dan mendapat anggukan dari Ratu.
Ratu mengambil ponsel dari dalam tasnya, dan dia pun menghubungi Karina.
[ Hallo mbak, mbak Karina dan yang lainnya kok tertinggal jauh. Apa ada masalah dengan mobilnya atau terjadi sesuatu?] Tanya Ratu secara beruntun saat sambungan telepon sudah tersambung.
[ Satu-satu dong Ratu kalau bertanya, jadi bingungkan mbak mau jawab yang mana dulu.] Seru Karina.
[ Heheee iya mbak, maaf.]
[ Kami baik-baik saja dan tidak ada kendala dengan mobil kami. Tadi memang sempat berhenti sebentar karena Serli mual dan muntah-muntah. Jadi mas Bima menepikan mobilnya, tapi alhamdulillah Serli tidak apa-apa. Sekarang dia lagi tidur tuh.]
[ Kok tumben Serli muntah? Dia kan tidak mabuk kendaraan? Apa mungkin masuk angin karena tadi dia tidak sarapan nasi?]
[ Sepertinya sih tidak, Ratu. Kalau prediksi ku sih, Serli sedang hamil. Semoga saja prediksiku ini tidak meleset.]
[ Aamiin, semoga saja benar ya mbak. Ya sudah aku tutup ya teleponnya, nanti kalau mas Bima lupa jalannya hubungi aku saja. Ini para penghuni dalam mobil juga pada tidur semua.]
[ Iya Ratu.]
Klik
Ratu mematikan sambungan teleponnya dan mengembalikan teleponnya ke dalam tas lagi.
" Siapa yang hamil, dek?."Tanya Arya kepo.
" Ohh.. Tadi Serli itu mual dan muntah-muntah mas, jadi mas Bima menepikan mobilnya. Ada kemungkinan Serli hamil, itu sih menurut mbak Karina."Jawab Ratu menjelaskan.
" Semoga saja Serli hamil bener dek, Yusuf sepertinya memang sudah sangat mendambakan kehadiran seorang anak."Ucap Arya dengan pandangannya tetap lurus ke depan.
" Aamiin."Jawab Ratu mengaminkan ucapan Arya.
__ADS_1
Arya mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, dia sadar saat ini sedang membawa mertua dan orang tua serta keluarganya. Tidak mau membahayakan mereka semua, sehingga Arya mengendarai dengan pelan dan sangat hati-hati.
************