Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Saling memaafkan


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Rani memberanikan diri datang menemui pak Santo dan Serli. Rani datang saat pak Santo sudah pulang dari toko, Rani benar-benar ingin berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dia sadar jika selama ini dia sudah sangat jahat kepada Serli, sampai dia tega menyiram wajah Serli dengan 4ir k3r4s.


Apapun yang akan di lakukan Serli dan pak Santo, Rani sudah siap. Jika pun mau di penjara dia juga siap. Jika dengan penjara bisa membuat Serli memaafkannya, Rani ikhlas dan rela di penjara.


Tok


Tok


Tok


Rani mengetuk pintu yang tertutup dengan hati yang was was dan perasaan yang tidak menentu. Apakah kedatangannya akan diterima atau bahkan malah akan diusir oleh tuan rumah.


Cekleekkkk


Pintu terbuka, nampak pak Santo yang membukakan pintu. Pak Santo mengernyitkan keningnya saat tahu jika Rani yang bertamu ke rumahnya.


" Rani."Seru pak Santo heran.


" Assalamualaikum pak."Seru Rani lebih dulu.


" Waalaikumsalam, masuk Ran."Seru pak Santo ternyata dia menyambut Rani dengan baik. Pak Santo bukan tipe orang pendendam, sejahat apapun orang itu jika memang datang secara baik-baik akan dia perlakukan dengan baik pula.


Rani mengangguk lalu dia masuk dan duduk di kursi yang ada di ruang tamu. Rumah itu masih sama seperti saat dia tinggal di rumah itu. Suasananya nyaman dan sama sekali tidak bising. Mata Rani tertuju di pintu kamar yang pernah dia tempati selama 3 tahun lamanya.

__ADS_1


" Mau minum apa Ran?."Seru pak Santo mengagetkan Rani yang sedang melamun.


" Tidak usah repot-repot pak. Serli mana pak?."Tanya Rani menanyakan keberadaan Serli.


" Ohh Serli sepertinya sedang mandi. Kami juga baru pulang dari toko."Jawab pak Santo.


" Emm kedatangan Rani jadi ganggu istirahat bapak dan Serli. Maaf ya pak, Rani sepertinya datang diwaktu yang tidak tepat."Ucap Rani merasa tidak enak dengan pak Santo.


Pak Santo menggeleng pelan, kedatangan Rani sama sekali tidak mengganggunya. Pak Santo sendiri tadi sedang menonton televisi sendirian. Serli ada di kamarnya, sedangkan Yusuf sedang ke rumah orang tuanya mengambil barangnya yang tertinggal.


Mendengar pak Santo sedang berbicara dengan seseorang membuat Serli keluar dari kamarnya untuk mencari tahu siapa orang yang sedang bersama pak Santo.


" Mbak Rani !! Mau apa mbak datang ke sini? Mau cari masalah lagi? Mau membuat wajahku semakin menyeramkan lagi? Masih untung aku tidak melaporkan perbuatanmu, meskipun aku tidak punya bukti tapi aku yakin jika mbak Rani yang sudah menyiram wajahku."Seru Serli langsung memaki Rani dengan kesal.


" Apa ? Jadi Rani yang sudah mencelakai kamu?."Tanya pak Santo dengan wajah keheranan.


Pak Santo memandang Rani dan Serli secara bergantian, berharap Rani mau meluruskan perkataan Serli barusan. Dengan penuh rasa bersalah, Rani pun menganggukkan kepalanya dengan pelan. Dia pasrah jika pak Santo akan melaporkannya kepada polisi.


Hhhuuffff


Pak Santo memandang Serli yang nampak biasa saja. Dia baru tahu jika Serli ternyata sudah lebih dulu tahu jika Rani tersangka yang sudah mencelakainya. Dan dengan sengaja Serli tidak mau melaporkannya ke polisi.


" Serli, kamu sudah tahu jika Rani pelakunya? Tapi kenapa kamu tidak mau melaporkan masalah ini ke polisi? Tindakan Rani ini sudah termasuk kriminal?."Tanya pak Santo ingin tahu alasan Serli kenapa tidak membawa masalah ke jalur hukum.


" Aku tidak mau menghukum wanita yang sedang hamil pak. Kasihan jika anak yang dia kandung harus lahir dalam penjara.. Lagi pula aku juga salah, seandainya saat aku tahu jika Yanto itu pacarnya mbak Rani, aku bisa secepatnya menjauhinya. Bukan malah secara terang-terangan tetap menjalin hubungan dengan Yanto. Mungkin jika aku mengindahkan peringatan dari mbak Rani, mungkin dia tidak akan senekat itu."Ucap Serli ternyata dia bisa berfikir secara dewasa.


Rani menunduk dengan mata yang berkaca-kaca. Dia sangat menyesali perbuatannya yang sudah membuat Serli menderita, wajah Serli rusak. Meskipun sudah melakukan operasi, wajah Serli tidak kembali seperti semula.


" Serli, maafkan mbak."Seru Rani langsung memeluk Serli dan menangis sesunggukan dalam pelukan Rani.


Serli masih diam saja, bahkan dia tidak membalas pelukan Rani. Memaafkan sudah, tapu untuk melupakan perbuatan Rani, Serli masih belum bisa. Tapi Serli berusaha untuk bisa melupakannya dan berdamai dengan masalalunya.

__ADS_1


Pak Santo meminta Serli untuk mengajak Rani duduk, kasihan sedang hamil besar. Serli pun ikut duduk di samping pak Santo.


" Maafkan aku Serli, Pak. Aku memang salah, dan aku mengakui segala perbuatanku. Jika kalian mau memenjarakanku, aku rela dan ikhlas yang penting bisa mendapatkan maaf dari kalian."Ucap Rani masih dengan isak tangisnya.


" Mbak tidak perlu seperti ini. Manusia memang tidak luput dari salah dan dosa, begitupun dengan diriku. Aku juga banyak salah dan dosa, kita sama-sama memperbaiki diri. Aku juga minta maaf kalau dulu sudah menyakiti hati mbak Rani. Kita saling memaafkan ya."Seru Serli lalu dia membalas pelukan Rani.


Pak Santo terharu melihat anak dan mantan menantunya saling bermaafan. Inilah yang dari dulu pak Santo inginkan, saling mengasihi dan hidup rukun. Namun kini itu semua terjadi di saat semuanya sudah berbeda.


Rani dan Serli saling melepaskan pelukannya. Rani sudah bisa tersenyum, dia pun menghapus air matanya yang membasahi kedua pipinya. Perasaan lega dan hati yang damai kini sudah bisa Rani rasakan.


" Terima kasih atas maaf yang bapak dan Serli berikan."Seru Rani dengan sungguh-sungguh.


" Sama-sama Rani. Setelah ini, kita sama-sama perbaiki silahturahmi kita. Meskipun kamu bukan menantu bapak lagi, bapak tetap menyayangi kamu sebagai anak dan menganggap kamu keluarga. Bapak berharap semoga kelak kamu mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab, serta bisa membahagiakan kamu dan anak kamu."Ucap pak Santo bicara dengan tulus.


" Aamiin. Terima kasih atas doa nya untuk Rani pak. "Ucap Rani terlihat bahagia karena pak Santo sama sekali tidak membencinya.


Sudah cukup lama Rani di rumah pak Santo, hati dan perasaannya sudah lega. Kini dia pun berpamitan pulang, karena hari sudah semakin sore dan bahkan setengah jam lagi magrib tiba. Pak Santo dan Serli menawari nya untuk makan malam, namun Rani menolaknya. Dia tidak mau merepotkan Serli dan mantan bapak mertuanya.


Rani pulang dengan taksi online yang dia pesan, selama di rumah pak Santo tadi Rani sama sekali tidak membahas ibu Marni. Rani tidak mau ikut campur apapun urusan ibu Marni dengan keluarganya. Yang Rani tahu, ibu Marni sudah tidak akur lagi dengan anak-anaknya dan ibu Marni juga tidak menganggap anak-anaknya lagi.


* Apa aku pulang ke kampung saja ya? Sepertinya aku pulang ke kampung saja, aku masih punya tabungan dan perhiasan yang bisa aku pergunakan untuk modal usaha di kampung. Aku harus siap dengan omongan para tetangga, kepulanganku dengan perut besar begini pasti akan menjadi bahan gunjingan warga.*Gumam Rani dalam hatinya.


Tanpa terasa, taksi online yang dinaiki Rani sudah sampai di depan rumahnya. Lebih tepatnya rumah Yanto yang masih dia tempati. Saat Rani turun dari mobil, ternyata di teras sudah ada Yanto yang menunggunya. Dengan malas Rani berjalan mendekati Yanto.


" Pulang juga kamu. Darimana saja kamu malam begini baru pulang? Tapi ya sudahlah, ini bukan urusan ku, aku sudah tidak perduli kamu pergi kemana. Oh iya, aku minta kamu segera tinggalkan rumah ini karena rumah ini akan aku jual."Seru Yanto dengan tersenyum sinis.


" Baik, aku akan pergi dari rumah ini. Tapi berikan aku waktu paling tidak 2 hari, aku butuh mengemas barang-barangku."Ucap Rani langsung mengiyakan permintaan Yanto.


" Ok tidak masalah. Aku berikan kamu waktu 2 hari untuk berkemas dan mencari tempat tinggal baru. Dan untuk anakmu itu aku sudah tidak mau menanggung nya lagi, kamu cari saja uang sendiri untuk menafkahi anakmu. Ju4l d!ri atau apa terserah kamu. Ingat hanya 2 hari, bye !."Seru Yanto lalu melangkah meninggalkan rumah yang di tempati Rani.


Rani sudah memantapkan dirinya untuk tidak berhubungan lagi dengan Yanto. Yanto bukan pria baik-baik, dia hanya menghancurkan hidup Rani saja.

__ADS_1


" Sepertinya aku memang harus segera meninggalkan rumah Yanto ini. Aku tidak mau berurusan dengan Yanto lagi, sepertinya dia sedang kesusahan uang. Lama-lama takut juga jika terus bersama Yanto, takut terseret kasusnya. Mengerikan.*Gumam Rani dalam hati.


************


__ADS_2