
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Serli dan suaminya sudah pindah di rumah sewanya, dengan biaya 3 juta perbulannya. Kini di rumah pak Santo, hanya tinggal Bima beserta istri dan ibu mertuanya.
Setelah selesai makan malam, Bima memberitahu jika dia berniat akan pindah ke rumah kontrakan. Bima tidak mau lagi terus-terusan merepotkan kedua orang tuanya.
" Jadi kamu juga mau pindah, Bim? Serli sudah pindah kerumah suaminya sekarang kamu juga mau pindah? Tidak, ibu tidak mengizinkannya."Seru Ibu Marni melarang Bima untuk pindah.
" Tapi bu, Bima sudah membayar rumah itu untuk 6 bulan kedepan. Bu, tolong biarkan Bima pindah agar Bima bisa mandiri. Lagipula kontrakan Bima ini dekat bu, di kontrakan milik bu Jannah. Hanya 10 menit dari sini bu, kontrakan itu juga sudah Bima bayar bu. Mana mungkin Bima tidak jadi pindah, bi rugi dong bu."Ucap Bima mencoba tetap pada pendiriannya.
" Pokoknya ibu tidak mengizinkan kamu pindah. Jika kamu pindah ibu juga akan ikut kamu, ibu tidak bisa jauh dari kamu Bima. Hikss.. Hikksss."Tiba-tiba ibu Marni berucap sambil menangis.
Bima jadi serba salah, dia tahu jika dari dulu memang dia menjadi anak kesayangan sang ibu. Dia dianak emaskan, hal itulah yang membuat Bima lama-lama tidak nyaman. Bima bukan lagi anak kecil, dia ingin hidup mandiri seperti Arya. Terbesit perasaan iri nya terhadap Arya, namun dia sadar jika dia tidak bisa jika harus dibandingkan seperti Arya.
" Kalau ibu mau ikut Bima, silahkan saja. Tapi setelah itu jangan pernah kembali lagi ke rumah ini."Ucap pak Santo.
Haahhhh
Ibu Marni langsung memandang aneh kearah pak Santo. Sepertinya dia heran kenapa pak Santo bisa bicara seperti itu. Biasanya dia akan diam saja dan tidak mau tahu apapun yang akan dilakukan istrinya.
" Pak, apa maksud bapak bicara seperti itu?."'Tanya Bu Marni.
" Ibu kan tidak mengizinkan Bima pindah, dan justru ibu mengancam mau ikut. Silahkan saja, bapak tidak akan melarang ibu untuk ikut Bima. Tapi jangan salahkan bapak jika bapak melarang ibu balik ke rumah ini lagi."Ucap pak Santo memperjelas semuanya.
" Maksud bapak, bapak mau menceraikan ibu?."Tanya ibu Marni.
__ADS_1
" Kalau ibu sudah tahu maksud bapak, bapak tidak perlu menjawabnya lagi."Ucap pak Santo.
Selesai bicara seperti itu pak Santo pun masuk ke kamarnya. Ibu Marni sendiri tidak pernah menyangka jika suaminya kini sudah berubah. Bima tetap bersikukuh untuk pindah, meskipun ibu Marni tidak mengizinkannya.
" Besok bereskan barang-barang mu Ran, kita akan pindahan besok. Tadi aku sudah izin tidak masuk kantor, untuk perabot dapur nanti kita cicil sedikit demi sedikit. Untuk kursi, lemari dan tempat tidur sudah ada disana kita tidak perlu beli."Ucap Bima.
" Mas, aku tidak mau ya kalau tinggal di kontrakan yang sempit. Kontrakan bu Janah itukan kecil, kamar mandi saja menjadi satu sama dapur. Pokoknya kalau mau mengontrak mas harus cari kontrakan yang besar."Seru Rani merajuk tidak mau tinggal di kontrakan yang kecil.
" Kalau kamu tidak mau ya sudah, biar aku saja yang tinggal di kontrakan itu. Tapi aku tidak akan memberikan uang bulanan untuk mu."Ucap Bima mengancam.
Akhir-akhir ini Bima sendiri sebenarnya merasa jenuh dengan rumah tangganya dengan Rani. Rani tidak mengurusnya dengan baik, urusan makan saja semua yang memasak ibu dan mertuanya. Pekerjaan rumah pun Rani tidak mau mengerjakannya, untuk cuci pakaian memang dikerjakan Rani namun untuk setrika masih dikerjakan Bima sendiri saat hari libur.
" Mas kamu jahat banget sih."Seru Rani dengan wajah dibuat cemberut.
" Bagaimana aku itu tergantung sikap kamu. Jangan buat aku jenuh dan bosan dengan sikap mu ini, Rani."Ucap Bima lagi-lagi bersikap tegas.
Gleekkk
Rani menelan salivanya sendiri, seumur mereka menikah baru kali ini Bima bisa bicara dengan tegas sampai Rani tidak bisa membantah lagi. Rani melirik ibunya yang sedari tadi sudah mengkode untuk diam dan mengikuti kemauan Bima. Jika Bima menceraikan Rani pada siapa lagi mereka akan meminta uang.
******
Pihak WO sendiri memilih butik Ratu yang memang sudah mempunyai nama. Pakaian pengantin yang butik Ratu jual juga semuanya bagus dan kualitas jahitan terjamin.
Butik Ratu memang tidak hanya menjual gaun, dress saja. Tapi juga menyediakan baju pengantin pria dan wanita yang terletak di lantai 2. Untuk lantai 2 sendiri memang khusus untuk baju-baju pengantin.
" Apa bu Ratu setuju dengan kerja sama yang saya ajukan?."Tanya wanita muda dan cantik yang bernama Almira.
" Sepertinya kerja sama ini cukup bagus dan saya tertarik untuk bergabung."Jawab Ratu dengan yakin.
" Alhamdulillah, terima kasih bu. Insya Allah WO kami akan selalu amanah dengan kerja sama ini. Selama ini sudah ada beberapa butik yang sudah kerja sama dengan WO saya, tapi rata-rata para pelanggan tidak cocok di bajunya. Zaman sekarang banyak para calon pengantin yang tidak mau ribet, mereka meminta langsung sama Mekup dan bajunya sekalian. Jadi mereka nanti tinggal datang ke butik untuk fitting, kita yang atur semua jadwalnya."Ucap Almira menjabarkan kembali.
__ADS_1
Ratu paham dan setuju dengan gagasan yang di buat Almira. Jadi ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Ratu melihat sosok Almira ini yang pekerja keras dan mandiri.
" Maaf, untuk lebih akrab tolong panggil Ratu saja ya. Saya masih terlalu muda untuk di panggil ibu. Heheeee."Ucap Ratu lalu tertawa.
" Oh begitu, tapi kamu juga panggil aku cukup dengan nama saja ya. Bagaimana? Impaskan?." Seru Almira juga ikut tertawa.
" Deal."Seru Ratu sambil mengulurkan tangannya.
Almira menyambut uluran tangan Ratu, mereka saling berjabat tangan. Obrolan mereka pun berlanjut, tidak hanya seputaran pekerjaan tapi juga tentang kehidupan pribadinya. Dan Ratu pun menceritakan jika dia sudah menikah.
" Aku kira kamu belum menikah? Wahh.. Ternyata aku tertipu dengan penampilan mu yang imut-imut ini. Aku kira kamu ini masih kuliah, ternyata sudah bersuami."Seru Almira semakin kagum dengan Ratu.
" Sudah ketemu jodohnya, jadi mau bagaimana lagi. Padahal kakakku saja belum menikah, tidak tahu kenapa dulu pengen banget menikah muda. Sampai aku harus ribut dulu sama kakak ku, ya tetap saja kedua orang tuaku merestuinya. Alhamdulillah pernikahan ku saat ini sudah berjalan 9 bulan."Ucap Ratu terlihat mulai akrab dengan Almira.
" Hemm.. Aku dulu juga sebenarnya ingin sekali menikah muda, tapi sayangnya sampai sekarang belum ketemu jodohnya."Seru Almira.
" Masa sih wanita secantik dan semandiri kamu tidak ada pria yang mendekati? Bohong ini mah."Seru Ratu.
Almira m3nd3s4h pelan, memang banyak sih pria yang mendekati dia. Bukan dia menolak karena pria itu tidak mapan atau masalah harta. Almira hanya merasa tidak cocok dengan para pria yang mendekatinya. Jadi dia hanya menganggap mereka semua sebagai teman saja.
" Hhhuufff.. Ada sih, tapi aku nya yang memang merasa tidak cocok dengan mereka. Jujur, ada 1 pria yang sampai saat ini mencuri hatiku. Aku mengenalnya sekitar 3 tahun yang lalu, sampai sekarang masih sering ketemu. Dia kelihatannya juga ada rasa, tapi dianya kelewat cuek dan dingin. Dia tipe pria yang terlalu gila dengan pekerjaannya."Ucap Almira mulai bercerita tentang kehidupan pribadinya.
" Terus bagaimana tuh kelanjutannya?." Tanya Ratu ingin tahu.
" Ya kami komunikasi biasa, kalau masalah hati dan perasaan kata temannya dia memang suka sama aku. Tapi sampai sekarang tidak ada tuh dia mengungkapkan perasaannya, tapi tidak tahu kenapa aku masih saja mencintainya. Ehh kok aku jadi curhat begini sih, kamu asik sih kalau diajak ngobrol jadi aku kebablasan begini."Ucap Almira.
Hahaaaa haaaaa
Almira dan Ratu tertawa berdua, mereka terlihat cocok seperti sepasang adik dan kakak.
Waktupun semakin siang, Almira izin pamit pulang lebih dulu. Ada banyak pekerjaan yang harus segera dia kerjakan, salah satunya menemui klien yang akan memakai jasa WO nya.
__ADS_1
* Seandainya Almira aku kenalkan sama kak Raja, dan kak Raja menyukainya pasti akan aku minta langsung lamar saja. Tapi Almira sudah jatuh cinta sama pria lain lebih dulu. Jadi ingin tahu sebenarnya siapa pria yang di cintai Almira.*Gumam Ratu dalam hatinya.
*********