Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Menjenguk ibu Marni


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Siang ini Ratu menyempatkan diri untuk menjenguk ibu mertuanya tanpa memberitahu Arya. Ratu datang seorang diri dengan mengendarai mobilnya, tidak lupa Ratu membawakan makanan untuk ibu mertuanya. Sebagai seorang menantu tentunya Ratu ingin berbakti kepada mertuanya, apalagi saat ini dia sedang hamil.


Ratu duduk menunggu petugas memanggil ibu Marni. Setelah 5 menit menunggu akhirnya ibu Marni datang dengan di dampingi seorang polisi wanita.


Saat tahu jika Ratu yang menjenguknya tiba-tiba raut wajah ibu Marni berubah. Dia tadi berharap Bima atau Arya yang datang menjenguknya dan akan membebaskannya. Ternyata justru menantunya yang tidak dia anggap.


" Assalamualaikum bu, apakabar?."Tanya Ratu bangkit dan berusaha menyalami ibu Marni.


" Mau apa kamu datang kesini? Kamu puas sudah bisa memenjarakanku seperti ini? Dasar menantu durh4k4 !! Pergi sana, aku tidak sudi bertemu denganmu !!."Seru Ibu Marni mengusir Ratu dengan berteriak.


Petugaspun menghampiri ibu Marni agar bisa menjaga sikap dan mengecilkan volume suaranya karena mengganggu yang lainnya. Setelah petugas menegur ibu Marni, ibu Marni memelankan suaranya namun masih saja memandang Ratu dengan sorot mata yang tajam. Baginya Ratu adalah seorang musuh yang tidak pantas untuk di baik-baikin.


" Bu, ini Ratu bawakan makanan untuk ibu. Dan ini ada perlengkapan sholat untuk ibu."Seru Ratu sambil menyodorkan tas kecil yang sedari tadi dia bawa dan ada kotal makanan juga.


Ibu Marni tidak menjawab, dia hanya menatap barang bawaan Ratu tadi. Ratu tidak mengharapkan ibu mertuanya mengucapkan terima kasih atas apa yang dia bawa. Tapi Ratu hanya ingin ibunya menerima apa yang sudah dia bawa itu dengan baik. Dan bersyukur jika perlengkapan sholat itu akan ibunya pakai untuk sholat.


" Bu."Seru Ratu lagi.


" Jika kamu datang hanya untuk melihat keadaanku, kamu sudah melihatkan keadaanku baik-baik sajakan? Sudah sana pergi dan jangan datang lagi terkecuali kamu mau membebaskanku."Seru ibu Marni bicara tanpa mau memandang ke arah Ratu.

__ADS_1


" Bu, apa setelah Ratu membebaskan ibu, ibu bisa berdamai dengan Ratu? Ibu bisa menerima Ratu dengan baik."Ucap Ratu penuh harap.


Keinginan Ratu tidaklah muluk-muluk, dia hanya ingin ibu Marni menerimanya dengan baik sebagai menantunya. Menjaga hubungan baik antara menantu dan mertua, Ratu juga ingin bercanda, bergurau dengan ibu mertuanya seperti Rani dan ibu Marni dulu.


" Pulanglah, jangan buang-buang waktu untuk menemui ku."Seru ibu Marni tetap egois dan tidak mau menjawab pertanyaan dari Ratu.


" Baiklah, Ratu akan pulang. Jaga kesehatan ya bu, didalam sini juga ada vitamin untuk ibu."Seru Ratu tetap berusaha sabar menghadapi ibu mertuanya yang egois.


Ratu bangkit dan mengambil tangan ibu Marni untuk dia salami dan dia cium. Ibu Marni tidak menolak, dia membiarkan Ratu mencium tangannya. Cukup lama Ratu mencium tangan ibu mertuanya, setelah itu Ratu benar-benar pergi meninggalkan ibu Marni yang masih diam terpaku.


Ratu mengendarai mobilnya menuju rumah ayah mertuanya. Sudah lama dia tidak berkunjung kerumah ayah mertuanya. Tidak lupa Ratu membawakan makan siang untuk pak Santo. Ratu tidak langsung kerumah, tapi dia ke toko lebih dulu untuk melihat apakah Ayah mertuanya ada di sana atau tidak.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mobil Datu berhenti tepat di depan toko milik Pak Santo. Dan ternyata di sana ada Pak Santo, toko Pak Santo kali ini sudah mulai ramai lagi dan barang atau furniture yang dijual pun semakin banyak. Pak Santo sudah memiliki satu karyawan lagi untuk membantunya menjaja toko.


" Assalamualaikum pak."Seru Ratu masuk ke toko tidak lupa mengucapkan salam.


" Ratu sendirian pak. Toko sekarang semakin ramai ya pak, oh iya ini ada makanan untuk bapak dan Ucup. Pasti belum pada makan siang kan?."Seru Ratu sambil memberikan kantong plastik yang berisi makanan kepada pak Santo.


" Alhamdulillah, terima kasih ya nak. Jadi merepotkan begini pakai bawa makanan segala. Alhamdulillah toko memang sudah semakin ramai, ini juga berkat kamu yang menambah barang dagangan bapak. Kalau bukan karena kamu mungkin toko tidak akan seramai ini. Padahal Bapak sudah menolaknya,tapi kamu dan Arya tetap bersi kukuh agar Bapak menambah barang dagangan dan tidak perlu membuat furniture lagi."Ucap pak Santo yang sebebarnya merasa tidak enak dengan Ratu jika dia selalu merepotkannya.


Pak Santo memang menolak pinjaman modal dari Arya maupun Ratu, Pak Santo tidak mau merepotkan anak dan menantunya. Akan tetapi Arya dan Ratu tetap memaksa, bahkan mereka sendiri yang langsung membelanjakan stok furniture untuk dijual di toko milik Pak Santo. Ratu juga mencaraikan satu pekerja untuk membantu pak Santo di toko.


" Bapak janji akan mengembalikan pinjaman modal darimu nak, tapi bapak akan mencicilnya. Alhamdulillah, toko memang ramai sehingga pemasukan juga lumayan."Ucap pak Santo.


" Soal itu jangan di fikirkan pak. Aku dan mas Arya tidak menganggap itu hutang kok pak, memang sudah menjadi niat kami untuk membantu bapak. Mungkin hanya sekedar itu saja yang bisa kami bantu, dan hasil penjualan bapak simpan dan bapak putar lagi untuk membeli furniture apa saja yang sudah habis."Ucap Ratu. Ratu benar-benar ikhlas membantu bapak mertuanya, dia tidak mengharapkan pak Santo untuk mengembalikan modal awal saat dia belanjakan.


Ratu memanggil Ucup, dan memberikan satu bungkus nasi padang untuk ucup makan siang. Ucup meminta pak Santo untuk makan siang lebih dulu, dan dia yang akan menjaga toko.

__ADS_1


Ratu juga makan siang bareng dengan pak Santo, dia tadi memang membeli 3 bungkus naai padang. Padahal tadi Ratu ingin makan siang bersama dengan ibu Marni, tapi sepertinya ibu Marni tidak mau dan justru meminta Ratu untuk segera pergi.


" Bagaimana kandungan kamu, Ratu?."Tanya pak Santo.


" Alhamdulillah, baik dan sehat pak."Jawab Ratu dengan cepat.


Baik Ratu maupun pak Santo tidak ada yang mau membalas Ibu Marni. Ratu juga tidak memberitahu jika dia baru saja menemui ibu Marni di penjara.


*******


Hiikksss Hiikksss Hikksss


Suara tangisan Rani terdengar pilu dan menyayat hati siapapun yang mendengarnya. Rani menangis karena Yanto menghajarnya dan Yanto secara terang-terangan juga memberitahu jika dia ada hubungan dengan Serli dan dia mencintai Serli.


Yanto tidak peduli dengan anak dalam kandungannya. Dia hanya bertanggung jawab sebatas menafkahi saja, Yanto tetap memberikan uang untuk Rani akan tetapi dia tidak mau menikahi Rani.


" Sudah berapa kali aku bilang jika aku tidak mau menikah denganmu dan kamu jangan ikut campur dengan urusanku. Mau aku punya hubungan apapun dengan wanita diluaran sana itu hakku dan tidak ada hubungannya denganmu. Jika kamu masih saja ikut campur, aku akan mengambil semua yang sudah kamu nikmati."Ucap Yanto mengancam Rani.


" Kamu jahat,Yanto. Aku rela meninggalkan suamiku demi bisa bersama kamu. Tapi justru kamu menghianatiku."Seru Rani dalam isak tangisnya.


" Siapa juga yang meminta kamu meninggalkan suamimu? Apakah aku yang memintamu? Tidak kan?."Seru Yanto.


" Tapi suamiku memang sudah tahu hubungan kita, dan dia menceraikanku. Apa kamu tidak mau merawat anak ini bersama-sama, anak ini darah daging kamu, Yanto."Rani mencoba membuat Yanto peduli dengan anak dalam kandungannya.


Arrggghhhhh


Yanto mengacak rambutnya dengan kasar, berurusan dengan Rani justru membuat hidupnya semakin susah dan Yanto dibuat pusing oleh Rani.

__ADS_1


**********


__ADS_2