Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Mengenalkan calon istri


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Rani tunggu !!!."


Seseorang memanggil Rani dengan berteriak secara lantang. Sore itu Rani baru keluar dari salah satu minimarket yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Rani memandang ke arah sumber suara, ternyata disana ada Bima yang berdiri di samping motornya dan di samping Bima ada seorang wanita cantik yang Rani yakini wanita itu calon istri Bima.


Wajah Rani terligat gugup dan j4ntungnya pun berdetak lebih cepat dari biasanya. Bima melangkahkan kakinya mendekati Rani, dan itu membuat Rani semakin gusar. Rani takut jika Bima akan membawa dirinya ke polisi atas kasus yang menimpa Serli.


* Apa Bima sudah tahu ya jika aku pelaku penyiraman itu. Jika Bima sudah tahu, m4mpus lah aku.*Gumam Rani dalam hati.


" Apa kabar? Dan bagaimana hubunganmu dengan Yanto?."Tanya Bima yang sudah berdiri di hadapan Rani.


" Emmm.. Aaa.. Aku baik."Jawab Rani terbata-bata karena dia takut.


" Oh iya kenalkan ini Karina calon istriku, Karina kenalkan ini Rani mantan istriku."Seru Bima mengenalkan satu sama lain.


Karina tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dia lebih dulu mengulurkan tangannya dan di sambut dengan malas oleh Rani.


" Karina."


" Rani."


Mereka saling menyebutkan nama masing-masing. Tidak mau menjabat tangan Karina terlalu lama, Rani pun melepaskan tangannya.


" Rani, minggu lalu aku dan Arya sudah menemui Yanto dan memintanya untuk menjauhi dan mengakhiri hubungannya dengan Serli. Yanto bersedia menjauhi Serli karena ternyata dia hanya main-main dengan Serli, sama seperti kamu yang cuma dijadikan mainan. Ada hal lain yang tidak bisa aku ceritakan kenapa Yanto bersedia menjauhi Serli. Tapi sayang siang itu juga ternyata ada orang jahat yang mencelakai Serli dengan 4ir ker4s."Ucap Bima.


Deegghh


D4d4 Rani langsung bergemuruh, bagaimana tidak. Ternyata Yanto bersedia menjauhi Serli, tapi justru dirinya mencelakai Serli. Ada rasa bersalah bersarang di hati Rani.


" Mas, sudah semakin sore ini. Kita mau ke rumah sakit jengukin adik kamu loh."Ucap Karina mengingatkan.

__ADS_1


" Oh iya Rin. Maaf aku lupa, ya sudah yuk kita kesana sekarang. Sepertinya Ratu dan Arya juga ada disana, nanti sekalian aku mengenalkan kamu sama mereka."Jawab Bima sambil mengulas senyum penuh kebahagiaan.


Hati Rani teriris sakit melihat kemesraan dan kedekatan Bima dan Karina. Dia dulu meninggalkan Bima dan berselingkuh dengan Yanto, hingga pada akhirnya dia tidak menemui kebahagiaan yang dia impikan. Justru kehidupannya saat ini seperti berada di ujung tanduk. Maju salah dan diam atau mundur pun juga salah. Dia bertahan dengan Yanto hanya demi nafkah yang diberikan Yanto, dengan nafkah itu dia bisa hidup serba berkecukupan tapi hatinya hampa.


" Kami duluan ya mbak."Seru Karina dengan suara lembutnya berpamitan.


Rani hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan pelan sambil memandangi kepergian Bima dan Karina. Bima dan Karina nampak mesra berboncengan di motor.


* Seharusnya aku yang ada di motor itu. Dasar bodoh kamu Rani !! Kamu dulu lebih memilih Yanto dan tidak memperlakukan Bima dengan baik, sekarang justru hidup kamu yang bl4ngsak. *Gumam Rani lagi.


Rani meneteskan air matanya, dia tidak sanggup melihat Bima bersama wanita lain. Dia berkeinginan untuk kembali dengan Bima dan menjadikan Bima ayah dari anak yang ada dalam kandungannya.


" Bukannya saat aku dan Bima proses cerai, aku sedang hamil? Hemm.. Bagaimana jika aku mengakui anak ini anak nya Bima? Apa dia akan percaya? Tapi dia mempunyai bukti perselingkuhanku dengan Yanto."Ucap Rani bermonolog sendiri.


Rani kembali melangkahkan kakinya menjauhi minimarket. Dia berjalan pulang sendirian, mengayunkan langkahnya dengan gontai.


*******


Bima dan Karina sudah sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ruang rawat Serli. Disana juga sudah ada Ratu, Arya dan pak Santo. Bima menggandeng tangan Karina dan membawanya masuk ke ruang rawat Serli.


" Assalamualaikum"Seru Bima dan Karina bersamaan.


Semua pasang mata nampak melihat kearah Bima dan Karina. Karina menunduk malu karena merasa menjadi pusat perhatian.


" Mas Bima ini calon istrimu? Ini mbak Karina kan?."Tanya Ratu yang memang mengenal Karina.


" Loh kamu mengenalnya?."Tanya balik Bima.


Bima tidak menyangka jika Ratu mengenal Karina. Bima sudah mulai khawatir jika Ratu sudah menceritakan keburukannya terdahulu kepada Karina.


" Wahh.. Ini Ratu? Akhirnya kita bisa bertemu lagi."Seru Karina senang bisa bertemu dengan Ratu.


Ratu dan Karina saling berpelukan, pelukan hangat seorang teman yang lama tidak berjumpa. Sedangkan Bima dan Arya hanya saling pandang, mereka membiarkan Ratu dan Karina berpelukan lebih dulu.


" Ya Allah, ternyata mbak Karina yang akan menjadi istri mas Bima. Berarti kita akan menjadi saudara dan keluarga dong mbak. Karena suamiku adiknya mas Bima, duhh senangnya bisa menjadi keluarga mbak Karina."Seru Ratu dengan bahagia.


" Kalian kenal dimana?."Tanya Bima penasaran.

__ADS_1


" Kami bertemu di supermarket beberapa bulan yang lalu mas, saat itu secara tidak sengaja aku menabrak Ratu. Dan sebagai permintaan maafku aku ajak Ratu untuk makan siang, dan setelah itu tidak pernah bertemu lagi."Jawab Karina dengan lengkap.


" Ohh begitu. Bagus deh kalau kalian sudah saling kenal. Oh iya hampir saja lupa, kenalkan semuanya ini Karina calon istri Bima. Karina, ini bapakku namanya pak Santo, dan ini Adikku Arya suaminya Ratu. Dan yang ini adik wanita kami satu-satunya namanya Serli."Ucap Bima memperkenalkan keluarganya satu persatu.


Karina menyalaminya satu persatu sebagai tanda dia menghormati dan menghargai keluarga Bima yang kelak akan menjadi bagian dari keluarganya juga. Setelah saling berkenalan, pak Santo , Arya dan Bima duduk memisahkan diri. Mereka duduk di sofa yang ada disana, sedangkan Ratu dan Karina duduk didekat ranjang Serli.


" Semoga kamu cepat sembuh ya, Ser. Jangan putus asa dan jangan merasa sendiri, ada kami yang akan selalu mengsuport dan mendukung kamu."Ucap Karina bicara dengan lembut.


" Iya mbak Karina, terima kasih. Emm.. Mbak kapan kalian akan menikah?."Tanya Serli pelan tapi pasti.


" Insya Allah sebulan lagi tapi belum ditentukan tanggalnya. Nanti saat mbak dan mas mu menikah kamu pasti sudah sembuh."Jawab Karin dengan lembut.


" Mbak, kalau nanti mbak dan mas Bima menikah jangan tinggal bareng mertua ya."Seru Serli membuat Karina dan Ratu terkejut.


Karina dan Ratu saling beradu pandangan, Mereka tidak tahu apa maksud Serli bicara seperti itu. Apakah Serli takut jika Karina akan menguasai rumah, atau ada hal lain yang membuat dia melarang Karina untuk tinggal dengan mertuanya.


" Maksud kamu bagaimana, Serli?."Tanya Ratu masih belum paham maksud Serli.


" Serli tidak mau Mbak Karina tinggal satu atap dengan ibu, Mbak. Aku khawatir mbak Karina akan diperlakukan buruk seperti saat ibu memperlakukan mbak Ratu dulu. Kalian berdua ini menantu bukan seorang pembantu. Aku sudah hafal betul bagaimana sikap dan watak ibu. Dan sepertinya Ibu juga kurang setuju dengan pernikahan Mas Bima ini."Jawab Serli mengungkapkan alasannya kenapa dia melarang Karina tinggal dengan ibu mertuanya.


Karina sudah tahu jika calon ibu mertuanya tidak setuju dengan rencana pernikahan mereka. Bima juga sudah menceritakan semuanya, Bima juga sudah pernah bilang jika mereka juga tidak akan tinggal satu atap dengan mertua. Mungkin hanya dua atau 3 hari saja mereka tinggal dengan mertua.


" Ohh.. Soal itu, iya mas Bima juga sudah menceritakan soal ibu. Kami juga berencana tidak tinggal dengan orang tua ataupun mertua. Mungkin hanya 2 atau 3 hari saja kami tinggal dengan kalian, sebagai tanda jika aku sudah menjadi bagian dari kalian."Jawab Karina.


Serli dan Ratu mengangguk paham. Mereka tahu jika Bima yang sekarang bukanlah Bima yang dulu. Yang mana dulu selalu ikut apa kata ibunya dan tidak perduli itu salah atau tidak.


" Mbak Ratu, maafkan aku. Selama ini aku sudah jahat dan sudah memperlakukan mbak Ratu tidak baik. Mau kan mbak Ratu memaafkan aku?."Seru Serli bersungguh-sungguh meminta maaf kepada Ratu.


" Tidak perlu meminta maaf, mbak sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf. Kita ini saudara, jadi harus saling memaafkan dan hidup rukun."Jawab Ratu bijaksana.


" Terima kasih mbak."Seru Serli dengan haru.


Ratu memeluk adik iparnya dengan hangat, penyesalan pasti datang di akhir. Dan kini Serli sudah menyesali perbuatannya terdahulu, Serli sudah berubah menjadi pribadi lebih baik. Ratu akan tetap mendukung Serli, jika bukan dia siapa lagi yang akan perduli dengan Serli. Ibu Marni saja tidak perduli dengan keadaan anakknya.


Ratu juga tidak lupa merangkul Karina, kwtiga wanita yang usianya tidak berbeda jauh itu kini saling berpelukan.


* Terima kasih Ya Allah, engkau telah membukakan pintu hati anakku, Serli. Semoga selamanya dia bisa hidup bahagia, dan rukun dengan para saudara-saudaranya terutama para kakak iparnya.*Gumam pak Santo dengan mata terus memandang ketiga wanita yang sedang berpelukan itu.

__ADS_1


***************


__ADS_2