Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Ban mobil bocor


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Pernikahan Serli dan Yusuf tinggal 1 minggu lagi. Yusuf sendiri sudah libur dari 3 hari yang lalu, begitupun dengan Serli. Pak Santo melarangnya datang ke toko lagi, Serli hanya datang saat jam makan siang mengantarkan makanan untuk pak Santo.


Saat ini toko juga sudah mempunyai 1 karyawan lagi untuk membantu pak Santo. Persiapan pernikahan Serli di rumah juga di bantu para kakak dan kedua kakak iparnya, Ratu dan Karina. Mereka berdua setiap hari datang ke rumah pak Santo dan akan pulang sore hari saat para suaminya menjemputnya setelah pulang kerja.


Untuk kebaya pernikahan dan baju untuk Yusuf, Ratu memberikannya secara cuma-cuma untuk sepasang calon pengantin. Serli dan Yusuf sudah memaksa untuk membayarnya, namun Ratu tidak mau. Dia beralasan jika baju itu adalah hadiah darinya untuk Serli dan Yusuf.


Bima, Arya dan para istrinya sudah pada tahu kabar kehamilan ibu Marni. Mereka sepakat tidak mengundang ibu Marni, Serli sendiripun tidak ada keinginan mengundang ibu Marni meskipun dia ibu kandungnya. Pak Santo tidak mempermasalahkan jika ibu Marni tidak diundang, dia menyerahkan semuanya kepada anak-anaknya.


Siang itu, ibu Marni ke minimarket untuk membeli kebutuhannya berikut susu hamil. Saat ini usia kandungan ibu Marni sudah dua bulan, meskipun baru 2 bulan tapi perut ibu Marni sudah terlihat sedikit m3nonjol. Hubungannya dengan Yanto pun nampak baik-baik saja, Yanto tetap memperlakukannya dengan baik meskipun dia tidak mau menikahinya. Hanya saja, Yanto sekarang jarang mengg4ulinya lagi. Seminggu mungkin hanya dua kali saja, biasanya seminggu bisa full siang malam serta pagi mereka tetap berolah raga.


" Beli susu hamil bu?."Seru Rani yang ternyata juga ada dia juga ada di minimarket. Perut Rani sudah semakin membuncit.


" Iya, kenapa? Aku juga kan hamil, bukan hanya kamu saja yang bisa hamil. Oh iya, satu bulan tidak bertemu perut mu semakin buncit saja ya."Seru ibu Marni julid.


" Iya dong, usia kandunganku kan memang sudah masuk 7 bulan. Aku ini masih muda jadi masih wajar dong hamil? Memangnya situ, sudah bangkotan masih saja hamil. Mana hamil sama laki-laki dapat dari melakor, idih menjijikan."Seru Rani tersenyum sinis dengan tangannya meraih dua kotak susu hamil rasa cokelat.


Ibu Marni sebenarnya ingin sekali memukul mulut lemes Rani. Dari segi fisik sudah pasti Rani akan kalah, sebab perut Rani sudah membuncit. Pergerakannya pun akan terbatas, apalagi tubuhnya juga lebih gemuk. Namun ibu Marni tidak mau mereka menjadi tontonan gratis pengunjung dan karyawan mini market. Sama saja dia juga akan mempermalukan dirinya sendiri. Terkadang akal sehat ibu Marni memang berfungsi dengan baik.


" Jangan menghina ku, pada dasarnya kamu juga sudah hina. Sama-sama hina jangan saling menjatuhkan, kamu juga lupa siapa kamu dan kebapa bisa hamil sebesar itu. Jika kamu mempernalukan diriku, kamu juga yang akan malu !!."Seru ibu Marni bicara dengan pelan namun tegas.


" Jadi kamu mengancamku ?."Seru Rani emosi.


" Iya. Kita ini sama saja, makanya saya bilang jangan saling menjatuhkan. Sudahlah, jangan ganggu aku, aku mau lanjut belanja."Seru ibu Marni meminta Rani untuk tidak mengganggunya belanja.

__ADS_1


" Tunggu dulu !! Emm.. Sepertinya sekarang kamu jarang dipakai oleh Yanto kan? Meskipun Yanto sering tidur di rumah mu, tapi sebelum dia pulang ke rumahmu dia sudah aku servise dengan baik. Pasti sampai rumah sudah kelelahan dan dia langsung tidur kan? Kasihan.. Hahahaa."Seru Rani tanpa malu dia tertawa cukup kencang sehingga para pengunjung memandang aneh kearahnya.


" Pelankan suara mu, Rani. Lihat, mata para pengunjung memandang ke arah kita. Apa kamu mau kalau kelakuan kita menjadi konsumsi banyak orang. Tidak kan? Dan untuk Yanto sudah kamu servise atau tidak itu terserah kamu, yang penting uang bulanan ku lancar dan Yanto tidak meninggalkan tanggung jawabnya."Seru ibu Marni sedikit kesal dengan kelakuan Rani.


Hhhufff..


Rani langsung menuju ke meja kasir untuk membayar dua kotak susu h4mil yang tadi di ambil. Saat Rani sedang mengantri didepan meja kasir, di depannya masih ada 2 orang lagi yang lebih dulu mengantri.


Saat sedang mengantri, mata Rani memandang seseorang yang baru masuk ke minimarket. Orang itu adalah, Serli dan Karina istri Bima.


" Mbak Rani."Seru Serli memanggil Rani yang berdiri di depan meja kasir.


" Ehh Serli, mau belanja juga kamu? Ternyata kamu masih percaya diri begitu saja, memalukan."Seru Rani malah cari masalah dengan Serli.


" Jaga mulut kamu mbak. Jangan sampai aku mempermalukan kamu di sini ya mbak. Sudah hamil tanpa ayah, tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah."Seru Serli dengan berani menjawab Rani.


Karina hanya diam saja menyaksikan perdebatan antara Serli dan Rina. Perdebatan mereka berhenti karena sudah giliran Rani membayar barang belanjaannya tadi. Serli dan Karina melangkah menuju rak dimana barang yang mereka cari ada di sana.


" Ser, itu ibu."Seru Karina sedikit berbisik di telinga Serli.


" Biarkan saja mbak, aku juga melihatnya kok. Tapi bukan aku tidak mau menyapanya, aku hanya malas sakit hati dengan kata-kata ibu. Mungkin mbak juga sama kan? Makanya pilih untuk diam saja. Ibu sudah tidak menganggap ku anak."Seru Serli memaksakan untuk tersenyum padahal hatinya sangat sakit.


Karina dan Serli membiarkan ibu Marni yang memandang aneh ke arah mereka. Setelah selesai belanja, Serli dan Karina pun meninggalkan minimarket, tanpa menyapa ibu Marni sama sekali.


Sementara itu, Ratu baru saja pulang dari tempat senam khusus wanita hamil. Ratu di jemput oleh pak Sopir, Arya sudah tidak mengizinkan Ratu mengendarai mobilnya sendirian.


" Pak, kok berhenti? Kenapa mobilnya?."Tanya Ratu pada pak Sabar sopir pribadinya.


" Ban mobilnya tidak enak banget mbak. Seperti nya bocor, bapak cek dulu ya."Seru pak Sabar.


" Iya pak."Jawab Ratu dengan singkat.

__ADS_1


Pak Sabar turun dan memeriksa ban mobil yang dirasanya tidak enak tadi. Benar saja, ban mobil depan sebelah kiri ternyata bocor. Mau tidak mau pak Sabar harus mengganti ban mobil yang bocor.


" Benar bocor mbak, saya ganti bannya dulu ya mbak."Seru pak Sabar.


" Ban serep dan alat-alatnya ada kan pak?."Tanya Ratu.


" Ada mbak. Mbak Ratu kalau mau nunggu di dalam mobil saja tidak apa-apa kok. "Seru pak Sabar.


Man mungkin Ratu mau berdiam diri di dalam mobil sedangkan pak Sabar sedang mengganti ban mobilnya yang bocor. Meskipun dirinya yang memperkerjakan pak Sabar, dan dia bosnya. Ratu tetap menghargai pak Sabar dan pekerjaannya. Tidak sopan jika dia tetap berdiam diri di dalam mobil.


" Pak saya tunggu di warung itu saja ya, sambil cari minuman."Seru Ratu sembari tangannya menunjuk kearah warung klontong yang ada di pinggir jalan tidak jauh dari tempat mobilnya berhenti.


" Iya mbak"Jawab pak Sabar sambil mengangguk.


Saat pak Sabar sedang mengganti ban mobil, Ratu menunggu di depan warung. Dia duduk di kursi depan warung yang di sediakan pemilik warung. Ratu juga membelikan minuman untuk pak Sabar. Saat Ratu sedang memainkan ponselnya tiba-tiba ada mobil berhenti didepan warung. Ratu tidak memperhatikan siapa pemilik mobil itu, sampai pemilik mobil turun pun dia tetap memanikan ponselnya.


" Ratu, kamu ngapain di sini? Mobil yang mogok itu mobil kamu?."Tanya seorang pria pura-pura tidak tahu, padahal dia sudah tahu jika mobil itu milik Ratu.


" Kak Agung. Iya itu mobil ku."Jawab Ratu dengan singkat.


Agung senyum-senyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia ingin meminta maaf kepada Ratu karena dulu dia sudah berbuat salah kepada Ratu, dia sudah sering membuat kesalahan dan menganggap rendah Ratu.


" Kak Agung kenapa?."Tanya Ratu sedikit heran dengan tingkah Agung yang tidak cool seperti biasanya.


" Emm.. Ratu, maaf ya kalau dulu aku sering buat salah dan memandang kamu rendah. Aku benar-benar meminta maaf dan menyesal. Kamu mau kan memaafkan aku?."Tanya Agung serius.


" Dari dulu aku sudah memaafkan kak Agung. Ini semua bisa menjadi pelajaran untuk kak Agung, jangan memandang rendah orang lain jika belum tahu siapa orang itu. Orang kaya maupun orang miskin itu sama saja, yang membedakan hanya tingkat ibadah dan ketakwaannya."Seru Ratu dengan serius.


Ratu sendiri memang sudah tahu jika Arya sudah memberitahu Agung soal dia dan keluarganya. Agung mendengarkan apa saja yang di ucapkan oleh Ratu. Ternyata selain cantik dan mandiri, Ratu juga seorang wanita yang bijaksana. Pak Sabar pun menghampiri Ratu, memberitahu jika mobil sudah selesai dan akan kembali lanjut perjalanan pulang.


**********

__ADS_1


__ADS_2