
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Tidak ada rasa kasihannya sama sekali, malam ini Yanto sudah menjadikan ibu Marni sebagai wanita pemu4s n4fsu temannya, Darman. Darman adalah orang yang juga terjun ke dunia h4r4m seperti Yanto, namun Darman tidak menju4l w4nita p3nghibur.
" Yanto, aku mohon tolong jangan lakukan ini. Jika kamu tidak kasihan denganku, setidaknya kasihanlah sama anak yang saat ini aku kandung. Anak ini darah daging kamu, Yanto."Seru ibu Marni menangis sambil memohon dan mengatupkan kedua tangannya.
Haahhh ?
Hamil ? Darman terperangah saat tahu jika wanita yang akan dia pakai saat ini sedang hamil dan anak yang dia kandung anak dari Yanto. Darman sedikit heran, kenapa wanita yang sudah berumur seperti ibu Marni masih bisa hamil.
Namun Darman justru semakin penasaran dengan ibu Marni. Sebu4s apa dia saat di ranjang sampai Yanto bisa membuatnya sampai hamil.
" Kamu menghamili wanita yang sudah berumur ini Yan?."Tanya Darman serius.
" Iya, aku juga tidak tahu kenapa dia masih bisa hamil. Padahal dari segi umur saja sudah tidak memungkinkan, sudah cepat sana tarik dia masuk kamar."Seru Yanto lagi-lagi meminta Darman untuk segera melakukan apa yang sudah mereka sepakati.
Uang 20 juta sudah Darman transfer ke rekening Yanto, ibu Marni tidak tahu jika dirinya malam ini dihargai 20 juta oleh Darman. Tidak mau menunggu terlalu lama, Darman pun menarik paksa ibu Marni masuk kamar. Ibu Marni sendiri sudah mengenakan lingerie merah menyala yang sudah dipilihkan oleh Yanto.
" Yanto, kejam kamu."Seru ibu Marni.
" Sudahlah bu, jangan banyak drama. Lebih baik sekarang kamu nurut saja dengan kata-kataku , agar aku tidak menyakitimu. Ayok lah, jangan sampai aku memaksamu. Kamu tahu sendirikan kalau permainan secara paksa tidak akan enak."Seru Darman sambil memandangi tubuh ibu Marni dari atas sampai bawah.
Ibu Marni tidak bisa berbuat apa-apa saat Darman sudah mulai melancarkan aksinya. Awalnya ibu Marni hanya diam saja, membiarkan Darman melakukan apa saja semau dia.
Plaakk
Plaakk
Darman menampar ibu Marni, dia tidak suka jika bermain lawannya hanya diam saja. Ibu Marni harus ikut apa kata Darman.
__ADS_1
" Jangan diam saja !! Di sini seharusnya kamu yang melayani aku dengan baik, bukan malah aku yang melayani kamu !! Percuma dong aku sudah membayarmu mahal-mahal, aku sudah mengeluarkan uang 20 juta untuk malam ini saja." Seru Darman dengan kesal.
Hahhh ? 20 juta ?
Ibu Marni syok saat tahu jika Darman sudah membayar 20 juta hanya untuk bermain dengannya. Dia mengira Yanto sengaja mengumpankannya kepada Darman tapi bayaran.
" Kamu sudah membayar 20 juta? Tapi kenapa aku tidak tahu?."Tanya ibu Marni.
" Sudah jangan banyak bertanya. Uang itu tadi sudah aku transfer di rekening Yanto, nanti kamu tinggal minta sama Yanto."Seru Darman sudah tidak sabar lagi ingin segera main.
Darman memulai lebih dulu, dia mulai memasuki lembah yang sudah dia inginkan sedari tadi. Secara perlahan-lahan dia mulai bergerak, tangannya pun tidak tinggal diam. Dia bergerilya di atas sana dan menemukan dua benda yang masih terasa kenyal.
Ibu Marni meneteskan air matanya, dia tidak pernah menyangka jika dia akan melayani pria semacam Darman. Melihat ibu Marni yang menangis, Darman pun kembali menamparnya berkali-kali sampai ibu Marni diam. Tidak mau badannya remuk redam, akhirnya ibu Marni pun melayani Darman sebagai mana mestinya. Ibu Marni memegang kendali dan memainkan perannya dengan baik.
Di luar kamar, Yanto mendengarkan suara-suara dari permainan dua insan yang ada di kamar sembari menghis4p rokok dan minum minuman yang beralkohol.
" Sh!!tthhh kenapa dia malah bangun. Mau aku lampiaskan sama siapa? Marni masih melayani Darman, dan tidak tahu kapan Darman akan menyelesaikan permainannya. Apa aku ikut gabung saja ya dengan Darman, tapi dia sudah membayar mahal pasti marah kalau aku ikut gabung."Seru Yanto sambil mengusap miliknya yang masih terbungkus rapi.
Aaarggghhhh....
Suara Darman terdengar m3nger4ng, dan ini sudah yang ke tiga kalinya. Yanto tersenyum tipis mendengar suara Darman, sepertinya Darman puas dengan permainan ibu Marni. Yanto mengakui, umur ibu Marni memang sudah tua tapi stamina dan permainannya tidak bisa dianggap remeh. Bahkan Yanto sendiri terkadang merasa jika dia kualahan dengan ibu Marni.
Untuk Rani sendiri, akhir-akhir ini dia sudah tidak menemuinya lagi. Semenjak Rani menolak melayaninya,Yanto sudah tidak pernah berkunjung ke rumah Rani. Dan seminggu ini pun Yanto tidak memberi Rani uang.
Ceklekkk...
Pintu kamar ibu Marni terbuka, nampak Darman keluar kamar dengan hanya memakai celana pendeknya saja dan tanpa memakai baju.
" Wanita tua itu ternyata yahut juga permainan dan staminanya. Hampir 2 jam sudah permainan, dia masih terlihat bugar begitu. Justru aku ini yang kelelahan."Seru Darman lalu menghidupkab seb4t4ng rokok.
" Apa sudah selesai? Mendengar permainan kalian milikku jadi bangun."Seru Yanto jujur.
" Enak saja. Aku sudah membayar nya, jadi malam ini full dia main dengan ku. Terserah aku mau sampai pagi, sesuai perjanjian awal ya."Seru Darman tegas.
Hhhhuufff
__ADS_1
Yanto mengangguk dengan pasrah, dia juga tadi yang bilang jika Darman bisa memakainya sampai dia pu4s. Sementara itu, di dalam kamat ibu Marni sedang menangis. Batinnya sakit, tubuhnya juga sakit. Darman bermain dengan kasar, jika ibu Marni berhenti Darman langsung memukulinya lagi.
Ibu Marni menangis terisak, dia tidak mau di jadikan sebagai wanita mur4h4n. Setiap perbuatan itu pasti ada timbal baliknya, apa yang terjadi dengan ibu Marni juga atas kesalahannya sendiri. Dia sendiri yang mau hidup bersama Yanto, sampai tidak menganggap anak-anaknya lagi. Hingga akhirnya Yanto menjadikannya mesin penghasil uang, dan bisa jadi itu akan selamanya.
******
Ratu mengantarkan kopi ke ruang kerja suaminya. Saat ini sudah jam 9 malam, akan tetapi Ratu belum juga mengantuk. Malam ini dia kefikiran dengan kakeknya yang sedang sakit, dia ingin mengunjunginya tapi perutnya sudah semakin membesar dan akan beresiko jika dibawa perjalanan jauh. Apalagi dia juga hamil anak kembar.
" Loh, dek ! Kok belum tidur?."Seru Arya saat mengetahui jika Ratu yang mengantarkan kopinya.
Sudah seminggu ini, bik Siti jika malam selalu menginap. Arya meminta bik Siti untuk menginap, karena Ratu sudah hamil besar dan takut jika terjadi sesuatu.
" Iya mas, aku belum mengantuk. Mas, aku kok pengen ke kampung ya. Pengen menjenguk kakek, tapi mama melarang aku kesana karena aku sedang hamil besar."Seru Ratu dengan wajah yang terlihat cemberut.
" Tapi kamu sedang hamil besar sayang? Ingat kata dokter, kamu tidak boleh kecapean dan tidak boleh perjalanan jauh. Mau naik pesawat ?."Seru Arya dengan lembut.
" Rumah kakek juga jauh mas dari bandara."Jawab Ratu singkat sambil mengusap perutnya yang sudah lebih besar lagi.
Arya mengangguk pelan lalu dia ikut mengusap perut Ratu dengan lembut, lalu menempelkan kepalanya di perut buncit Ratu. Arya merasakan tendangan lembut dari kedua buah hatinya yang masih dalam kandungan Ratu. Tendangan keduanya semakin terasa, sehingga membuat Arya senyum-senyum sendiri.
" Sepertinya mereka sedang main bola, dek."Seru Arya sambil senyum-senyum.
" Mas merasakan tendangan mereka? Oh iya mas, nanti kalau anak kita sudah lahir , mas jangan panggil aku dek ya. Panggilnya mama, dan aku memanggil mas dengan panggilan papa. Jadi mama dan papa, sudah tidak sabar ingin dipanggil mama."Seru Ratu sambil tertawa kecil.
" Iya dek. Nanti kalau mas tetap manggil kamu dek, anak-anak kita ikutan memanggil mamanya dek dong. Begitupun dengan mas, jadi mulai sekarang di biasakan panggil mama pap ya, biar nanti saat mereka lahir sudah terbiasa. Oh iya ini mereka menendang-nendang. Sepertinya mereka tahu jika papanya tadi yang mengusap perut mamanya. Dan bisa jadi mereka kangen loh sama papanya, minta di jenguk papanya yang tampan ini."Seru Arya modus kepada istrinya sendiri.
Pletaaakk
Ratu langsung menyentil kening Arya, bisa-bisa dia modus seperti itu. Ratu nyengir kuda saat Arya mengusap keningnya yang barusan dia sentil.
" Sakit dek."Seru Arya sambil mengusap keningnya berpura-pura sakit, yang sebenarnya hanya bercanda saja.
" Salah siapa modus. Kangenlah, minta di jenguklah. Padahal tinggal bilang terus terang kalau mau minta jatah, begitu saja kok malu-malu."Seru Ratu mengomeli Arya.
" Namanya juga usaha dek. Ya sudah, mas bicara terus terang saja nih. Mas mau mintak jatah dong dek, apa istriku ini mau memberikannya?."Seru Arya sudah tidak berbasa-basi lagi.
__ADS_1
Pada dasarnya Ratu memang menginginkannya juga sehingga dia pun menganggukkan kepalanya. Semakin usia kandungannya bertambah, perubahan hormon nya pun seakan membuat dia sering menginginkan suaminya. Bagaikan gayung bersambut, Ratu langsung mengiyakan permintaan Arya dan Arya pun segera mengangkat tubuh Ratu dan merebahkannya di atas sofa yang ada di ruang kerjanya. Untuk selanjutnya kalian bayangkan sendiri ya, pasti sudah pada paham kan?.
***********