Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Ingin melamar


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


[ Serli, kamu apa kabar? Kok lama tidak main ke rumah mbak, tidak kangen sama si kembar? Bapak apa kabar, sehatkan?.]


Serli membaca pesan yang dikirim oleh Ratu. Serli memang sudah lumayan lama tidak main ke rumah Ratu. Dia sibuk dengan rumah dan toko, pagi dia di rumah beres-beres dan masak. Dan saat siang dia ke toko sekaligus membawakan makan siang untuk Yusuf, pak Santo dan 1 karyawan lagi. Pulang dari toko sudah sore dan sudah lelah, toko tutup hanya minggu dan itupun Serli pergunakan untuk istirahat di rumah.


" Hhuuu... Aku memang sudah ada 10 harian tidak main ke rumah mbak Ratu. Terakhir ketemu saat makan siang di rumahnya waktu itu. Jadi kangen juga sama sikembar."Ucap Serli senyum-senyum sendiri.


[ Maaf ya mbak, bukannya Serli tidak mau main ke rumah Mbak Ratu. Tapi akhir-akhir ini Serli itu memang sedang sibuk banget sama toko. Sebenarnya Serli juga sudah kangen banget sama Devan dan Revan. Nanti deh Serli sempatkan main ke rumah Mbak Ratu. Jangan sedih ya mbak Ratu yang cantik.] Serli membalas dengan kata-kata yang manis.


[ Iya mbak tunggu loh. Sekalian ya ajak mbak Karina dan yang lainnya. Oh iya, kabar bapak bagaimana?] Tanya Ratu lagi karena Serli belum menjawab pertanyaanya.


[ Iya mbak. Alhamdulillah bapak sehat mbak, bapak hari ini aku larang ke toko. Dia ada di rumah sibuk sama ayam-ayamnya. Heheeee ]


[ Sesekali menginaplah di rumah, biar kita kumpul ramai-ramai. Untuk sementara, mbak belum bisa menginap di rumah bapak.]


[ Iya mbak tidak apa-apa. Soal menginap itu soal mudah, nanti kita bahas sama mbak Karina juga. Kalau aku sih ngikut saja, yang penting hari libur ya.]


[ Ok ]


Huuufffff


Serli membuang nafas dengan pelan, dia meletakkan ponselnya kembali di atas meja kasir. Yusuf menghampiri Serli yang wajahnya nampak kusut seperti benang yang ruwet.


" Kok mukanya kusut banget? Kenapa?."Tanya Yusuf dengan lembut yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Serli yang duduk di kursi kasir.


" Mas, kok aku belum hamil juga ya. Padahal kita menikah sudah 2 bulan, aku takut mas. Apa lagi dulunya aku pernah keguguran."Ucap Serli dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


Sedari tadi sebenarnya Serli memang memikirkan kenapa dia belum hamil juga. Mengingat dulu dengan mudahnya dia hamil meskipun tidak direncanakan dan tidak diinginkan. Melihat Ratu yang sudah punya anak dan Karina yang sedang hamil, membuat Serli semakin khawatir. Dia takut jika dia tidak bisa hamil lagi.


" Jodoh, rezeki dan maut itu semua rahasia Allah. Kalau Allah belum berkehendak ya kita hanya bisa berdoa dan berusaha. Bukan Allah tidak mau memberikan sekarang, akan tetapi memang belum saatnya. Allah pasti akan mengabulkan doa-doa kita di saat waktu yang tepat ."Ucap Yusuf menyakinkan Serli agar dia tidak bersedih dan berkecil hati.


" Terima kasih ya mas sudah menerima aku sebagai istrimu. Aku sangat bersyukur mempunyai suami sebaik mas Yusuf yang mau menerima segala kekuranganku dan masalaluku yang suram."Ucap Serli lalu memeluk pinggang Yusuf.


Ehhemm Eheeemm


Yusuf berdehem agar Serli melepaskan pelukannya, meskipun hanya memeluk pinggang, Yusuf merasa malu jika ada orang yang melihatnya. Padahal mereka pasangan yang halal, tetapi masih saja malu. Maklum, si Yusuf memang laki-laki yang polos, bahkan sebelum menikah dengan Serli, Yusuf tidak pernah pacaran ataupun dekat dengan wanita kecuali ibunya.


" Dek, jangan seperti ini. Malu dilihat orang, ini di toko bukan di rumah. Kalau di rumah sih tidak apa-apa."Ucap Yusuf sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Heheee... Maaf mas, aku reflek tadi. Beruntung tidak ada orang yang lihat. Oh iya mas, bagaimana kalau malam minggu nanti kita ke rumah mbak Ratu. Sudah lama kita tidak kesana, aku kangen sama sikembar dan mbak Ratu. Jadi menginap tempat ibu malam sabtunya saja. Bagaimana?."Tanya Serli meminta persetujuan Yusuf.


" Boleh, nanti mas kabari ibu kalau kita akan datang jum'at sore dan menginap di sana."Jawab Yusuf setuju.


Serli tersenyum dengan senang, kini raut wajahnya sudah tidak sedih lagi. Yusuf pun ikut bahagia melihat senyum manis Serli yang kembali terukir di bibirnya.


******


" Ran, warungnya ibu tutup ya?."Tanya ibu Darti meminta persetujuan Rani lebih dahulu.


" Jangan bu. Rani kan ada di rumah, kalau ibu mau pergi pengajian ya pergi saja."Jawab Rani dari teras rumah sembari menggendong Tegar.


Cuaca sangat panas sehingga Tegar kegerahan dan tidak betah berada di dalam rumah. Rani membawa Tegar di teras depan.


" Apa kamu tidak repot kalau jaga warung sambil momong Tegar?."Tanya ibu Darti.


" Tidak bu, Tegar kan anak nya jarang rewel. Lagipula di dalam rumah terus malah tidak betah bu, Rani bisa kok bu."Jawab Rani menyakinkan ibu Darti.


" Baiklah kalau begitu. Ibu berangkat pengajian dulu ya, Assalamualaikum." Ucap ibu Darti berpamitan dan tak lupa mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam bu. Ingat kalau mau ngaji jangan bergosip, mengobrol sekedarnya saja."Seru Rani sedikit berteriak karena ibu Darti sudah jalan.

__ADS_1


" Iya ! "Jawab ibu Darti berteriak.


Rani tetap berada di teras, dia menjaga warung dari teras rumah saja. Sebab di warung cukup panas dan anaknya sudah pasti tidak akan betah.


" Nanti kalau mama sudah punya cukup uang, kita beli AC ya sayang. Kalau sekarang pakai AC alami dulu, Tegar jangan rewel ya. Tegar kan anak pintar, nanti kalau sudah besar bisa jadi pelindung mama ya, Sayang."Ucap Rani mengajak Tegar berbicara dan tegar hanya ketawa-tawa saja.


Dreettt Dreettt Dreettt


Ponsel dalam kantong daster Rani bergetar, cepat Rani merogoh kantong dasternya untuk mengambil ponselnya.


" Agung ! Hemm kenapa dia terus menghubungiku sih ? Padahal sudah aku abaikan, kenapa tidak menyerah juga."Ucap Rani bicara dengan ponselnya.


Trinnggg


Kini notifikasi pesan yang masuk, dan sudah dapat dipastikan jika itu pesan dari Agung.


Dengan malas-malasan Rani membuka dan membaca pesan yang dikirimkan Agung.


[ Jika kamu tidak mau mengangkat telepon ku. Aku pastikan besok aku dan orang tuaku akan datang melamarmu.]


Deeggghhh


Seketika itu j4ntung Rani seperti mau lari, bisa-bisa nya Agung senekat itu. Selama ini Rani tidak merespon Agung, tapi kenapa Agung justru ingin melamarnya.


" Gila !! Ini benar-benar gila ! Agung nekat juga, semakin aku biarkan dia justru semakin nekat. Ini juga kenapa dia pasang fotonya saat sedang menggendong Tegar? Sempat-sempatnya dia berselfie dulu saat menggendong Tegar. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus segera diluruskan agar Agung tidak nekat." Ucap Rani pada dirinya sendiri.


[ Kamu ini sudah gila? Maksud kamu apa, mau datang bersama orang tua dan melamarku? Kamu kira aku ini wanita apaan? Pakai mau asal melamar saja.] Balas Rani dengan kesal.


[ Salah siapa kamu tidak pernah mau angkat teleponku dan balas pesanku. Tapi aku ini memang serius ingin melamar kamu.]


[ Terserah kamulah, Agung. Jangan salahkan aku kalau sampai sini aku tidak mau menemuimu !!.]


***********

__ADS_1


__ADS_2