
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Seperti yang sudah direncanakan saat sarapan tadi, Arya dan Ratu mengajak kedua anak kembarnya ke salah satu tempat arena permainan anak-anak yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di kota tempat mereka tinggal. Kali ini mereka hanya berempat tanpa membawa pengasuh anaknya.
Sesampainya di arena permainan anak-anak, Arya mengajak kedua buah hatinya bermain dan Ratu mengikutinya dan bertindak sebagai fotografer dadakan yang mengabadikan momen kebersamaan suami dan anaknya. Akhir-akhir ini Arya jarang sekali bisa menemani sikembar bermain, jika bermain pun hanya ada waktu 30 menit sebelum berangkat ke kantor dan saat pulang kantor sebelum jam makan malam.
" Mama dari tadi foto terus, sini gantian papa yang fotoin mama sama anak-anak."Seru Arya.
" Iya pa, nanti setelah ini kita foto berempat ya. Minta tolong sama mas penjaga nanti."Seru Ratu lalu memberikan ponselnya kepada sang suami.
Arya menerima ponsel Ratu dan mulai memfoto anak dan istrinya, banyak foto yang dia ambil. Setelah itu dia meminta tolong petugas untuk memfoto kebersamaannya dengan anak istrinya. Setelah dirasa cukup, Arya pun mengucapkan terima kasih dan tidak lupa memberikan sedikit rezeki nya untuk petugas yang sudah membantunya.
" Setelah ini mau kemana lagi?."Tanya Arya kepada anak-anaknya.
Devan dan Revan seolah tidak menanggapinya, anak yang baru berusia satu tahun itu sibuk dengan mainannya dan teman barunya yang baru mereka kenal.
" Sudah biarkan saja mereka bermain sama teman barunya mas. Yang penting kita perhatikan saja mereka, jangan sampai mereka memukul temannya."Seru Ratu meminta suaminya untuk membiarkan kedua anaknya bermain.
" Iya dek. Mas, ke toilet dulu ya. Tidak apa-apa kan jagain sikembar sendiri?."Seru Arya memastikan.
" Kamu meragukan diriku mas? Heemm aku ini mamanya, sudah pasti aku sanggup dong jagain mereka berdua. Sudah sana kalau mau ke toilet, jangan sampai nanti terkencing-kencing di sini."Seru Ratu lalu tertawa kecil.
" Huuhh awas kamu dek, kalau bukan di tempat umum sudah pasti mas uyel-uyel kamu."Ucap Arya.
Tidak menunggu lama lagi, Arya pun pergi ke toilet dan meninggalkan Ratu bersama kedua anaknya. Devan dan Revan sedang asik bermain dengan teman baru yang umurnya juga tidak beda jauh dengan mereka. Ratu nampak tersenyum bangga melihat kelakuan kedua anaknya yang cepat akrab dengan teman barunya.
__ADS_1
* Padahal usia mereka baru 1 tahun, tapi sudah paham mana yang tidak boleh dan boleh. Apa selama ini aku terlalu keras saat mendidik mereka? Sedari usia 10 bulan aku sudah mengajarkan mereka arti tanggung jawab, ya meskipun semua dimulai dari hal-hal kecil seperti membereskan mainannya.*Gumam Ratu dalam hati.
Ratu takut jika dia salah asuh, dan salah pola saat membimbing anak-anaknya. Ratu terus mengawasi kedua anaknya sampai dia tidak sadar jika ada seorang wanita yang sudah duduk di sampingnya. Wanita itu terus memperhatikan Ratu dari atas sampai bawah.
" Ratu."Seru Wanita itu memanggil nama Ratu.
Mendengar ada orang yang memanggil nya, Ratupun mengalihkan pandangannya. Dia melihat ada seorang wanita yang sudah duduk di sampingnya dengan dandanan yang glamour dan pakaian serta tas brandednya.
" Iya, maaf siapa ya?."Tanya Ratu yang memang tidak mengenali wanita yang memanggilnya itu.
" Jelas kamu lupa sama aku, karena aku yang sekarang sudah banyak perubahan. Aku semakin kaya dan aku semakin cantik, sedangkan kamu dari dulu sampai sekarang tetap gini saja. Pasti dress yang kamu kenakan juga cuma kamu beli di pasar dengan harga tidak sampai 300 ribu."Ucap wanita itu mengkritik pedas penampilan Ratu.
Padahal baju yang saat ini dikenakan oleh Ratu adalah baju keluaran dari butiknya sendiri. Baju yang dibandrol dengan harga sekitar tiga juta lima ratus ribu. Memang terkesan sederhana, namun jika dilihat orang yang tahu tentang fashion pasti mulutnya tidak akan berucap seperti wanita yang saat ini ada di samping Ratu.
" Maaf ya mbak, atas dasar apa anda menghina saya? Biarpun saya berpenampilan seperti ini, tah tidak mengganggu mata anda kan?."Seru Ratu bicara dengan ketus.
" Idih begitu saja marah sih? Dasar udik loh, sikutu buku kupret."Seru wanita itu lagi.
Sikutu buku kupret? Ratu pun mulai ingat jika ada teman SMA nya dulu yang memanggilnya sikutu buku kupret dan wanita itu bernama Yanti. Akhirnya Ratu pun ingat jika wanita yang saat ini ada di sampingnya adalah Yanti, teman sekolahnya dulu.
" Oh kamu itu Yanti? Yanti yang dulu suka cari gara-gara sama aku dan beraninya cuma ngadu sama guru? Heemm ada perubahan juga kamu ya?."Seru Ratu sambil menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang terlihat aneh.
" Heeehh.. Jangan panggil aku Yanti !! Panggil aku Anti !! Jelas aku ada perubahan dong, yang pasti tambah kaya dan tambah cantik. Memangnya situ? Makin udik saja."Seru wanita bernama Yanti itu dengan percaya diri.
" Helehhh nama kamu kan memang Yanti alias Suryanti, kenapa tidak mau di panggil Yanti? Ingat nama itu pemberian orang tua kamu dan kamu harus menghargainya, YANTI!!."Ucap Ratu sengaja menekankan kata Yanti.
Mendengar Ratu semakin terlihat sengaja memanggil namanya, Yanti. Wanita itupun semakin tidak suka dan mendengus dengan kesal. Dari dulu meskipun dia sudah membully Ratu, namun Ratu selalu berani melawannya dan tidak takut sama sekali dengannya.
Yanti adalah salah satu wanita yang dulu menyukai Agung dan menyatakan cintanya kepada Agung. Dan Agung pun secara terang-terangan menolaknya dengan alasan dia mencintai wanita lain, yaitu Ratu.
Arya yang sudah selesai dari toilet hendak menghampiri istrinya, namun dia urungkan karena dia melihat Ratu sedang berbicara dengan seorang wanita. Sehingga Arya lebih memilih mendekati Revan dan Devan yang masih asik bermain.
__ADS_1
" Terserah kamu lah, tapi kalau ramai orang jangan panggil aku Yanti tapi panggil aku Anti. Oh iya kebetulan sekali kita bertemu di sini, sudah lama bangetloh kita ini tidak bertemu. Ada kali ya kalau 7 tahun, masa bodoh ah mau berapa tahun. Nanti malam datang ya ke rumahku, karena aku mau merayakan ulang tahun ku. Kamu sih tidak mau gabung group, pakai out segala."Ucap Yanti dengan sok kecentilan.
Ratu bukannya tidak mau gabung group SMA nya, hanya saja Ratu malas jika di dalam group itu hanya membicarakan soal harta dan kekayaan dan Yanti serta gengnya yang sering pamer itu semua. Sehingga Ratu memilih untuk out dari group.
" Ini undangan untuk kamu, kebetulan memang aku bawa undangannya tapi tidak ada nama kamu. Tidak apa-apalah, jangan lupa untuk datang ya. Katanya kamu juga sudah menikah kan? Jadi ajak suami kamu juga ya. Nanti biar aku kenalkan juga sama suamiku, suamiku itu seorang menejer di perusahaan bonafit siapa tahu nanti bisa mencarikan pekerjaan untuk suami kamu."Seru Yanti sambil terkekeh seolah merasa ada yang lucu.
" Maksud kamu apa? Memangnya kamu tahu pekerjaan suamiku ?."Tanya Ratu dengan rasa kesalnya.
" Suamimu pasti tidak jauh-jauh dari karyawan rendahan. Sama seperti kamu, orang miskin pasti jodohnya miskin juga. Huuufff... Sok-sokan dulu menolak Agung, gara-gara kamu juga Agung menolakku."Seru Yanti membahas masalalu.
Tangan Ratu sudah mengepal, ingin sekali dia menampar mulut Yanti yang semakin kurangajar. Namun dia sadar, saat ini sedang ada di mana. Tidak mungkin dia membuat keributan di tempat bermain anak-anak.
" Anti !! ."Seru teman Yanti menghampiri.
" Hai Resti, kok baru datang sih. Sudah jam berapa ini? Kita kan mau perawatan pastinya lama, apalagi nanti malam mau pesta."Seru Yanti sengaja mengeraskan suaranya sembari melirik Ratu.
" Sorry Anti, tadi lagi ada urusan sama suami dulu. Oh iya, ini bukannya si Ratu teman kita dulu kan? Hai Ratu apa kabar?."Seru Resti menyapa Ratu.
Ratu tersenyum sembari menganggukkan kepalanya saja. Biarpun Resti menyapa nya lebih dulu, tapi kelakuan Resti sama saja dengan Yanti, suka pamer dan suka menghina.
" Maaf aku duluan ya, itu anak dan suamiku sepertinya memanggilku."Seru Ratu menunjuk ke arah Arya dan kedua anaknya.
Padahal Arya tidak memanggilnya, hanya Ratu yang memang tidak mau berlama-lama bersama kedua temannya itu.
" Tapi jangan lupa datang ya, sekalian kita reuni SMA. Suami kamu ajak, karena yang lainnya juga bawa pasangannya."Seru Yanti lagi.
" Ok, tapi aku tidak janji."Jawab Ratu cepat.
Ratu meninggalkan kedua temannya itu, dia menghampiri anak dan suaminya. Beruntung kedua anaknya sudah lelah bermain dan sudah waktunya untuk makan siang. Arya dan Ratu mencari tempat makan yang tempatnya nyaman untuk kedua anaknya. Untuk makanan Revan dan Devan, Ratu masih membawa bekal dari rumah. Makanan home made sesuai dengan takaran dan porsi kedua anaknya.
****************
__ADS_1