
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Setelah mengikuti Yanti, ternyata Yanti pulang ke rumahnya. Agung tetap pada feelingnya, jika Yanti lah yang sudah menculik Revan. Agung pun memilih segera pulang dan memberitahu informasi yang dia dapatkan dari Yanti tadi.
Agung kini sudah berada di rumah Ratu. mereka berkumpul di ruang keluarga dan Agung pun menceritakan apa saja yang tadi dia ketahui dari Yanti.
" Tapi Gung, Yanti bilang sama kamu jika dia berbelanja untuk anak yang diadopsi. Dan kamu mengikuti mobilnya, ternyata dia pulang ke rumahnya. Apa ucapan Yanti itu bisa dicurigai? Sedangkan dia hanya bilang adopsi anak kan? Siapa tahu dia memang benar mengadopsi anak?."Seru Bima bukan tidak mau mempercayai Agung, tapi dia hanya bicara menurut nalarnya saja.
Sebab banyak orang di luaran sana yang tidak mempunyai anak dan memilih untuk adopsi. Ada kemungkinan Yanti dan Firman salah satu dari sepasang suami istri yang memilih jalan adopsi. Bima hanya tidak mau, mereka salah beranggapan saja. Namun tidak ada salahnya untuk tetap mencurigai Yanti, terlebih akhir-akhir ini memang Ratu dan Yanti mempunyai masalah yang serius.
" Tapi aku yakin jika Yanti itu yang sudah menyuruh orang untuk menculik Revan. Karena kejadiannya juga pas dengan hilangnya Revan."Seru Agung tetap ngotot jika Yanti penculiknya.
" Heemmm... Sepertinya tidak ada salahnya juga kita mengawasi Yanti terus."Ucap Bima akhirnya juga setuju dengan fikiran Agung.
" Terima kasih Gung. Semoga saja setelah ini Revan bisa segera ditemukan."Ucap Arya dengan wajahnya yang terlihat lelah.
Dari semalam Arya tidak bisa tidur, dia terus memikirkan anaknya yang belum juga di temukan. Jangankan untuk tidur, untuk makan pun dia seakan enggan. Namun dia memaksakannya, jika dia tidak makan yang ada dia akan jatuh sakit dan akan semakin menambah masalah saja.
" Mas, Revan bagaimana? Aku takut Revan tidak di urus dengan baik, Mas."Seru Ratu.
Meskipun dia sudah tidak menangis, tidak dapat di pungkiri jika dalam hatinya sedih dan sangat hancur. Orang tua mana yang tidak akan bersedih jika anaknya menghilang dan tidak ada kabar seperti ini.
" Revan pasti akan secepatnya ketemu. Kamu di rumah saja ya menjaga Devan sama mama dan yang lainnya. Biarkan kami para laki-laki yang akan mencari keberadaan Revan. Anak buah papa juga sedang mencari keberadaan penculiknya. Mas yakin Revan baik-baik saja, tidak akan ada yang menyakiti Revan."Seru Arya menyakinkan Ratu.
" Iya mas, aku tunggu kabar baiknya di rumah. Tolong saat pulang, Revan juga bisa dibawa pulang ya mas."Ucap Ratu sangat berharap Revan pulang bersama suaminya.
" Insya Allah, secepatnya mas akan membawa Revan pulang."Jawab Arya yakin.
Arya, Agung, Bima serta Raja keluar dari rumah secara bersamaan. Mereka membagi tugas, Agung dan Arya yang mengintai rumah Yanti dan akan mengikuti kemanapun Yanti pergi. Raja dan Bima mencari si penculik dengan berbekal foto wajah penculik yang sudah diberikan oleh Ardi.
Sementara saat ini, Yanti sudah kembali ada di rumah tempat dia menyembunyikan Revan. Kali ini dia datang tidak untuk mengantarkan barang-barang kebutuhan Revan. Akan tetapi, Yanti datang untuk menjemput Revan dan pengasuhnya.
Setelah dia pikir-pikir, ada baiknya dia membawa Revan pulang dan mengenalkan nya kepada suaminya sebagai anak yang dia adopsi. Dengan begitu, Yanti akan semakin aman dan jika terjadi sesuatu ada Firman yang akan membantunya. Terlalu beresiko jika dia terus menyembunyikan Revan.
" Cepat bereskan barang-barang mu dan anak itu. Hari ini juga kita pulang ke rumah, lebih baik kamu rawat anak itu di rumahku saja. Tapi ingat, jangan pernah cerita apapun kepada suamiku jika kamu dan anak ini pernah tinggal di rumah ini. Kamu harus bilang jika anak ini aku adopsi dari panti asuhan di luar kota dan kamu juga dari panti yang sama. Paham !!."Teriak Yanti dengan lantang.
Revan yang sedang tertidur sampai berjingkrak kaget mendengar suara lantang Yanti. Beruntung Revan tidak sampai bangun dan menangis. Ibu Halimah hanya mengangguk dengan patuh dan pasrah.
" Cepat !! Bereskan, malah melamun saja."Seru Yanti lagi.
" Iya Non."Jawab ibu Halimah dengan cepat.
__ADS_1
Ibu Halimah mulai membereskan barannya dan barang Revan yang hanya sedikit itu. Saat ini dalam pikiran ibu Halimah sedang berkecamuk, dia takut apa yang dia pikiran sebuah kenyataan jika Revan adalah anak korban penculikan. Ibu Halimah takut jika dia akan ikut terseret dengan masalah Yanti.
* Aduh bagaimana ini? Aku takut anak itu korban penculikan, dan aku akan terseret jika terus mengurus anak itu. Tapi aku terlanjur menerima bayaranku, dan jika anak ini aku tinggalkan bagaimana nasibnya? Siapa yang akan mengurusnya nanti?*Gumam Ibu Halimah terus bermonolog pada dirinya sendiri.
Tidak memerlukan waktu lama, semua barang-barang sudah masuk ke dalam tas dan ibu Halimah membawanya masuk mobil. Dia kembali untuk mengambil Revan yang masih tidur.
" Haaii cepat dulu, lelet amat sih jadi orang !!."Bentak Yanti sudah tidak sabar ingin segera meninggalkan rumah itu.
" Iya Non, ini juga sudah cepat."Jawab Ibu Halimah yang sebenarnya sangat kesal dengan keangkuhan Yanti.
" Menjawab saja kalau dikasih tahu."Seru Yanti tetap saja memarahi ibu Halimah.
Setelah ibu Halimah dan Revan masuk ke mobil, Yanti mengendarai mobilnya meninggalkan rumah persembunyian menuju rumah nya sendiri.
Sementara itu, di tempat lain. Ardi dan kedua temannya berhasil menemukan Jon dan Jek. Mereka berdua ada di club malam sedang bersenang-senang. Namun Ardi tidak melihat keberadaan bos mereka, Rembo.
Ardi meminta kedua temannya untuk menyeret Jek dan Jon keluar dari club itu dan membawanya ke area parkir bagian belakang yang memang sangat sepi.
Buugghhh
Buugghhh
Jek dan Jon di pukuli berulang kali oleh Ardi dan anak buahnya. Namun mereka sendiri belum tahu apa kesalahannya sampai mereka digelandang dan dihajar seperti itu.
" Heehh tunggu dulu, apa maksud kalian memukuli kami. Padahal seingat kami, kami ini tidak punya masalah dengan kalian. Bahkan kami sudah tidak pernah lagi mengusik kalian. Lantas apa salah kami?."Tanya Jon sembari memegangi perutnya yang sakit.
" Bodoh !! Atau kamu hanya pura-pura bodoh !! Kemana anak yang kemarin sore kamu culik? Mana anak itu?."Tanya Ardi dengan sorot mata yang tajam dan menakutkan.
Jon dan Jek nampak kaget dan syok saat Ardi menanyakan soal anak yang mereka culik. Ada hubungan apa Ardi dengan anak itu? Jon dan Jek saling melempar pandangan, mereka tahu jika saat ini hidupnya tidak akan aman.
" Anak? Anak siapa? Jangan asal tuduh kamu."Seru Jek mencoba mengelak.
" Kalau kamu tidak mau menunjukan di mana anak itu, aku akan menghabisimu. Cepat katakan Jon !! Kalian jangan main-main dengan anak itu. Asal kalian tahu, anak itu adalah cucu dari Tuan Satria, kalian pasti tahu siapa itu Tuan Satria."Seru Ardi tersenyum sinis.
Ddeegghh
J4ntung Jon dan Jek langsung berdebabar-debar tidak menentu. Siapa yang tidak tahu dengan Satria, meskipun dia seorang pengusaha yang bersih. Tidak main dengan dunia bawah, akan tetapi banyak penjahat sepertinya yang takut dengan Satria.
" Heehh.. Kalian apakan anak buah ku?."Seru Rembo tiba-tiba datang untuk membantu Jek dan Jon.
" Ohh.. Akhirnya kamu keluar juga, Rembo. Bagaimana? Sudah puas bergoyang nya? Sudah berapa wanita?."Tanya Ardi dengan senyuman mengejek Rembo.
" Bukan urusan kamu, Ardi ! Kamu kenapa datang dan membuat kekacauan di sini, kamu juga memukuli anak buahku. Kamu dan aku tidak ada masalah, jadi jangan cari masalah."Seru Rembo marah.
Bosss !!!
Jek dan Jon secara bersamaan mencoba menghentikan amarah Rembo agar tidak semakin melebar.
__ADS_1
" Apa?."Seru Rembo dengan kesal melihat kedua anak buahnya yang sebagian wajahnya sudah babak belur.
" Anak yang kita culik, cucu dari tuan Satria. Kita salah lawan, boss."Seru Jon sambil menahan sakit di wajah dan perutnya.
" Apa?."Seru Rembo dengan lantang.
Sama hal nya dengan Jon dan Jek tadi, Rembo juga kaget saat tahu anak kecil yang dia culik cucu dari seorang Satria. Orang yang selama ini selalu dia hindari dan tidak mau berurusan dengannya. Namun sekarang justru dia yang membuka jalan kebodohannya sendiri.
Buugghh
Buugghh
Ardi pun langsung memberikan pukulan tepat di ulu hati Rembo, sampai Rembo mengaduh kesakitan.
" Cepat, bawa kami ketempat di mana kamu menyembunyikan anak itu. Sampai ada luka sedikitpun di tubuh anak itu, aku pastikan hidupmu akan menyesal."Seru Ardi.
" Iya, iya aku akan mengantarkan kalian ke rumah persembunyiaan anak itu. Tapi jangan pukuli aku lagi, aku tidak punya tenaga lagi. Tenagaku sudah habis, karena tadi aku bermain 3 jam dengan 2 wanita."Seru Rembo dengan polosnya.
" Menjijikan !!."Seru Ardi.
Salah satu anak buah Ardi sudah menghubungi rekannya untuk membawa Jon dan Jek ke kantor polisi. Hanya Rembo saja yang akan mereka bawa untuk menunjukkan tempat di mana Revan di sembunyikan.
Kini Ardi serta dua rekannya dan Rembo sudah ada di perjalanan menuju rumah yang dimaksud Rembo.
" Siapa yang sudah menyuruhmu?."Tanya Ardi sembari mencengkram lengan Rembo.
Rembo tidak bisa berkutik karena kedua tangannya sudah di ikat dengan kuat sampai dia merasa kesakitan.
" Aku hanya di suruh dan aku tidak tahu siapa wanita itu. Namanya saja aku lupa, bahkan bisa jadi aku tidak tahu."Jawab Rembo.
Heeemmm...
Ardi hanya berdehem saja, percuma meminta Rembo untuk memberitahu siapa yang menyuruhnya. Pasti saat ini Rembo juga tidak akan memberitahunya, saat ini yang ada di pikiran Ardi adalah Revan. Ya, yang terpenting Revan sudah akan ditemukan.
" Ini rumahnya?."Tanya Ardi saat mobil berhenti seseuai dengan arahan Rembo.
" Iya ini rumahnya."Jawab Rembo terlihat kesal.
Tanpa mau berlama-lama, Ardi dan dua temannya turun dari mobil dan tidak lupa membawa Rembo. Mereka langsung masuk, karena pintu tidak terkunci. Saat mereka masuk, di dalam rumah itu sepi dan tidak ada siapa-siapa.
" Kok sepi? Kamu berbohong ya?."Tanya Ardi dengan kesal.
" Aku tidak bohong !! Lihatlah, ini ada bekas popok bayi dan botol susu, anak itu pasti sudah dibawa pergi sama wanita itu."Seru Rembo.
Hhhahhh
Ardi membuang nafas dengan kasar, bagaimana bisa dia gagal menyelamatkan Revan.
__ADS_1
Tenang Ardi, kamu tidak gagal. Yang penting Rembo sudah ada di tanganmu dan dalang penculiknya akan segera terungkap.
**************