Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Yanti sang dalang


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


[ Hallo Tuan. Saya dan teman saya sudah menemukan orang yang sudah menculik anak Tuan. Dan dia ternyata benar hanya di suruh oleh seorang wanita. Saat ini kami ada di rumah tempat dia menyembunyikan Sikembar namun saat kami sampai sini rumah sudah kosong.]


Ardi menghubungi Arya dan memberitahu jika dia dan temannya sudah menemukan sang penculiknya.


[ Ok, bawa orang itu ke alamat yang nanti akan saya kirimkan. Saya tunggu kalian di alamat itu.]


Arya yakin jika wanita yang sudah menyuruh penculik itu adalah Yanti. Semakin yakin jika Yanti dalang dari penculikan itu.


[ Baik Tuan.] Jawab Ardi dengan cepat.


Baru saja Arya mematikan sambungan telepon, ada mobil yang memasuki pekarangan rumah Yanti. Saat ini waktu sudah hampir magrib, sudah berjam-jam Agung dan Arya mengintai rumah Yanti namun belum juga membuahkan hasil.


" Gung, itu sepertinya mobil Firman."Seru Arya menunjuk ke arah mobil.


" Iya itu mobil Firman. Mobil Yanti berwarna putih, hemm.. Sepertinya Yanti belum pulang. Kita tunggu pasti dia akan pulang dan membawa Revan ke rumah ini. Aku yakin 100 persen."Ucap Agung dengan yakinnya.


Pikiran Agung kembali teringat dengan pertemuannya dengan Yanti tadi siang. Saat Yanti mengatakan ingin mengadopsi anak, dan Agung yakin Revan lah yang akan di adopsi Yanti.


Baru juga Firman turun dari mobil, ternyata mobil Yanti juga menyusul datang. Dari pintu mobil belakang turun ibu Halimah yang sedang menggendong Revan. Firman pun langsung menanyakan siapa anak dan perempuan yang baru saja turun dari mobil Yanti.


" Siapa mereka, Yan?."Tanya Firman.


" Emm.. Ini ibu Halimah mas, dan ini Aldo anak yang sudah aku adopsi."Jawab Yanti menamai Revan dengan Aldo.


" Cepat banget? Sepertinya baru kemarin loh kamu ini membicarakan soal adopsi? Kamu adopsi anak ini darimana? Kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh kan, Yan?."Tanya Firman dengan curiga.


Firman memperhatikan anak yang masih dalam gendongan ibu Halimah dengan seksama. Firman ragu jika anak itu anak dari panti asuhan. Anak itu terlihat seperti anak orang kaya dan sekilas wajahnya mirip seseorang yang Firman kenal. Kedua anak Arya wajahnya memang mirip sekali dengan Arya, bagaikan pinang dibelah dua.


" Apaan sih mas, emm kitabicara di dalam saja."Ucap Yanti buru-buru menarik tangan Firman masuk ke rumah.


Mata Yanti melirik ke arah ibu Halimah memintanya ikut masuk juga. Ibu Halimah hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Bawa Aldo ke kamar tamu dulu bu. Kamar khusus dia belum di bereskan."Seru Yanti tegas dengan lirikan mata tajam.


Firman melihat tingkah aneh istrinya itu pun semakin heran dan curiga. Dia menangkap sesuatu yang seolah di sembunyikan oleh istrinya.


" Bisa kamu jelaskan sekarang? Oh iya aku mau tahu surat-surat adopsinya, resmi atau tidak? Aku tidak mau terjadi sesuatu masalah dikemudian hari."Ucap Firman membuat Yanti gelagapan.


Dia sepertinya lupa, jika suaminya adalah orang yang cerdas dan sulit untuk di bohongi. Yanti putar ot4k, dia mencari alasan yang tepat agar Firman percaya dengannya.


Tok


Tok


Tok


Belum juga Yanti menjawab pertanyaan Firman, pintu rumah ada yang mengetuk. Yanti merasa bersyukur ada orang datang sehingga dia bisa mengulur waktu untuk memberi bukti yang diminta oleh Firman. Namun dia tidak tahu siapa yang datang, dan masalah apa yang akan dia hadapi setelah ini.


* Akhirnya selamat juga. Tapi siapa ya yang datang, kok aku merasa ada yang aneh. Semoga saja cuma perasaanku.*Gumam Yanti dalam hati.


" Maaf Non, Pak. Di depan ada tamu yang mencari bapak dan ibu."Ucap Art memberitahu.


" Siapa bik?."Tanya Firman penasaran.


" Katanya tadi beliau bernama Agung."Jawab Art.


Yanti mulai merasa ada yang aneh kenapa Agung datang ke rumahnya. Ada perlu apa Agung datang.


" Agung teman kamu itu bukan, Yan?."Tanya Firman penuh selidik.


Firman tahu jika Yanti dulunya tergila-gila dengan Agung dan bahkan sampai sekarangpun masih mengagumi Agung. Firman mulai berfikir negatif, jangan-jangan selama ini di belakangnya Yanti dan Agung menjalin hubungan. Mereka berselingkuh dan mempunyai anak, dan anak itu adalah Aldo anak yang di bawa ke rumahnya.


" Ada hubungan apa kamu sama Agung? Kalian pasti berselingkuh?."Seru Firman garang.


" Mas, kita temui saja dulu dia jadi kamu tidak asal tuduh. Aku memang masih mengaguminya tapi bukan berarti aku berselingkuh dengan dia."Seru Yanti menyangkal tuduhan suaminya.


Firman pun melangkah lebih dulu untuk menemui Agung dan di ikuti Yanti di belakangnya. Namun seketika mereka berdua berhenti saat melihat Agung tidak sendirian, tetapi berdua dengan Arya.


" Pak Arya juga ikut?."Tanya Firman kaget.


* Arya ? Ini kan suaminya Ratu? Aduh kenapa Agung membawa dia juga sih? Atau jangan-jangan mereka sudah tahu kalau anak Ratu aku yang menculiknya. Bukan aku yang menculik nya tapi Rembo dan anak buahnya.*Gumam Yanti dalam hatinya.

__ADS_1


" Mana anakku !!."Teriak Arya dengan lantang.


Arya sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, terlebih dia sudah tahu jika Yanti dalang dari penculikkan anaknya. Rembo sudah mengakui nya jika Yanti yang sudah membayar dia untuk menculik Revan. Sebelum masuk rumah Yanti, Arya mengirimkan foto Yanti kepada Ardi dan Ardi menunjukan kepada Rembo. Baru Rembo mengakui semuanya.


" Anak? Anak siapa pak, Arya?."Tanya Firman yang memang tidak tahu apa-apa.


" Anakku Revan !! Istrimu ini yang sudah membayar orang untuk menculik anakku !! Mana anakku Yanti !!."Teriak Arya lagi.


" Sabar Arya, kita bicara baik-baik jangan pakai emosi. Sepertinya Firman tidak tahu apa-apa."Seru Agung meminta Arya untuk kembali duduk.


Arya kembali duduk dan mengatur nafasnya yang tadi sempat membara. Firman menarik Yanti, Yanti pun terpaksa duduk di samping Firman. Dia mencoba bersikap biasa saja, agar Arya tidak semakin mencurigainya.


" Kenapa pak Arya bisa menuduh istri saya menyuruh orang untuk menculik anak pak Arya. Saya tahu bagaimana istri saya, tidak mungkin istri saya sampai berbuat kriminal seperti itu. Di rumah saya ini memang baru saja kedatangan seorang anak laki-laki dan itu anak yang diadopsi dari Panti Asuhan oleh istri saya. Jadi mana mungkin istri saya menculik anak Pak Arya?."Seru Firman mencoba membela Yanti.


" Anak? Mana anak itu? Itu pasti Revan anakku. Aku yakin itu anakku !! Yanti, kamu jangan berbohong lagi. Orang suruhanmu saat ini sudah ada di kantor polisi, dan dia sudah mengakui jika kamu adalah orang yang sudah memintanya untuk menculik anakku."Seru Arya dengan lantang.


Ddeegghh...


J4ntung Yanti langsung berdetak dengan kencang. Jika Rembo sudah di tangkap polisi, sudah pasti saat ini akan menjadi gilirannya juga yang akan di tangkap polisi.


" Bohong !!."Seru Yanti menyangkal ucapan Arya.


" Kamu hanya berbohong, dan kalian itu sengaja menjatuhkanku agar aku."Seru Yanti tetap menyangkal.


" Yanti, bawa anak itu ke sini."Seru Firman tegas.


" Tidak !! Dia itu anak yang aku adopsi dari panti asuhan."Ucap Yanti menolak.


Bbrraaakk


Tiba-tiba Ardi datang sembari mendorong Rembo sampai Rembo tersungkur menabrak meja.


Mata Yanti langsung mau bulat saat mendapati Rimbo sudah babak belur.


" Ini orang yang sudah menculik Revan atas perintah wanita itu. Dan wanita ini dalangnya !!."Seru Ardi dengan lantang.


" Bohong !!."Seru Yanti membela dirinya.


Mendengar suara ribut-ribut soal perebutan anak dan culik penculik, Ibu Halimah pun menggendong Revan dan membawanya keluar. Dia sendiri juga merasa aneh kenapa Yanti sampai menyembunyikan Revan. Apa yang dia curigai itu benar? Jika Yanti sudah menculik Revan.

__ADS_1


" Revan."Seru Arya saat melihat ibu Halimah menggendong Revan yang menangis.


*************


__ADS_2