Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Terlalu percaya diri


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Sore itu Bima datang ke rumah pak Santo untuk menemui Serli. Pak Santo pun ada di rumah, dia sudah tahu tentang hubungan Serli dengan Yanto, pacar Rani. Bima hanya ingin Serli tidak melakukan kesalahan yang sama, seharusnya kejadian dengan Harsa itu bisa dia jadikan pengalaman dan tidak akan mengulanginya lagi.


Sebagai seorang Ayah dan Suami pak Santo merasa gagal mendidik anak dan istrinya. Sudah 1 bulan ibu Marni mendekam di penjara, dan kini Serli berulah lagi dengan memacari pria yang tidak baik.


" Duduk."Seru pak Santo meminta Serli duduk di sofa yang ada dihadapannya.


" Ada apa sih pak? Kok sepertinya serius amat? Tumben juga mas Bima datang kesini?."Tanya Serli belum tahu apa yang menyebabkan Bima datang menemuinya.


" Serli, kamu sekarang sudah berapa tahun?."Tanya pak Santo bicara dengan menatap wajah Serli dengan serius.


" Jalan 20 tahun pak, memangnya ada apa sih? Bapak sama mas Bima mau mencarikan aku jodoh? Idihh ogah banget, aku sudah punya pacar yang kaya raya dan tentunya bisa memberikan apa yang aku mau."Seru Serli dengan bangganya.


" Dengan imbalan kamu melayaninya di ranjang !!."Bentak Bima secara tiba-tiba.


Serli memandang Bima dengan aneh, ternyata Bima tahu apa yang sudah dia lakukan dengan pacarnya di luaran sana. Tetapi Serli tidak takut sama sekali, dia menganggap itu hal yang biasa. Apalagi Yanto terlihat sangat menyayanginya terbukti dia mau memberikan apapun yang Serli Minta.

__ADS_1


" Bapak tidak menyangka kamu mengulangi kesalahan yang sama, Serli. Bapak malu mempunyai anak seperti kamu, mau ditaruh mana lagi wajah bapak ini Serli. Bapak malu mempunyai anak perempuan seperti p3l4cur !!."Seru Pak Santo bicara sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak sanggup menatap wajah Serli, kali ini pak Santo benar-benar marah sampai kata-kata itu keluar juga dari mulutnya.


" Pak, pacar Serli itu lelaki baik-baik dan dia juga belum punya istri. Jadi sah-sah saja dong kalau Serli pacaran dengan dia."Jawab Serli dengan sangat lancar.


" Tidak ada lelaki baik-baik yang mengajak pacaran sampai ranjang, Serli. Apa hal itu sudah kamu anggap biasa? Lelaki itu memang belum mempunyai istri tapi wanitanya ada dimana-mana. Jangan kamu kira mas tidak tahu siapa itu pacar kamu , bahkan sebelum kamu mengenalnya saja mas sudah tahu pria seperti apa Yanto itu. Bahkan sekarang ini Rani juga sedang hamil dan itu anak Yanto, apa kamu mau hamil lagi dan Yanto meninggalkanmu seperti dia saat dengan Rani. Saat Rani masih menjadi istri mas, Yanto memacarinya dan memberikan apa yang Rani mau tapi saat Rani hamil dia meninggalkannya begitu saja."Ucap Bima bicara banyak tentang Yanto.


Bima sudah tahu jika Yanto memang mantan pacar Rani, saat perselingkuhan Rani diketahui Bima. Bima mulai mencari tahu sosok pria seperti apa itu Yanto. Ternyata Yanto memang seorang pria pemain yang suka bergonta-ganti wanita. Setelah bosan dia akan mencampakkannya begitu saja, bahkan pekerjaannya sebagai apa tidak diketahui.


" Mas Bima tahu dari mbak Rani kan? Pasti mbak Rani sudah mengadu yang tidak-tidak dengan mas Bima dan bapak."Seru Serli.


" Tanpa Rani mengadupun aku sudah tahu pria seperti apa itu, Yanto. Sekarang kamu jauhi Yanto dan mulailah kehidupanmu dengan baik. Jika kamu mau lanjut kuliah, mas akan bantu biayanya. Jadilah anak yang baik dan penurut, Serli. Jangan buat malu keluarga dengan kelakuan mu diluaran sana."Seru Bima bicara dengan baik-baik agar Serli bisa menerimanya dengan baik.


" Serli, jika kamu tidak mau mendengarkan apa kata kami, jangan salahkan kami jika suatu saat nanti ada masalah dengan dirimu kami tidak mau membantu. Bapak sudah memintamu untuk meninggalkan dunia kelammu itu dan perbaiki dirimu, tapi sepertinya kamu tidak mengindahkan permintaan bapak dan Bima."Ucap pak Santo seakan sudah putus asa menghadapi Serli yang semakin hari susah untuk di atur.


" Bapak sama mas Bima ini apa-apaan sih? Lagian aku tidak mungkin hamil, aku sudah memakai alat kontrasepsi yang bagus. Jadi kalian tenang saja, semuanya aman kok."Jawab Serli dengan santainya.


Pllakk


Pllakk


" Bapak."Seru Bima langsung bangkit dan menenangkan pak Santo.


Bima tidak mau terjadi sesuatu dengan pak Santo. Bima meminta pak Santo untuk beristirahat saja dikamar, dan Bima sendiri yang akan melanjutkan pembicaraannya dengan Serli. Kali ini Bima mencoba bicara lebih pelan agar Serli bisa menangkapnya dengan baik.

__ADS_1


" Serli, apa kamu tidak kasihan dengan bapak dan ibu? Mereka sudah tua, tolong jangan buat mereka bersedih. Kamu boleh pacaran, tapi lihat dulu dia pria baik-baik atau bukan dan jangan melakukan z!n4, Serli."Seru Bima bicara dengan lembut.


" Sudah aku bilangkan tadi kak, aku tidak akan hamil. Lagipula yang z!n4 kan aku kenapa kak Bima yang repot sih? Tanpa aku berulah saja bapak dan ibu juga sudah bersedih , lihat saja sampai sekarang ibu masih mendekam dipenjara dan itu ulah mbak Ratu dan mas Arya."Seru Serli mencari alasan lain.


" Terlalu percaya diri kamu Serli. Ibu dipenjara itukan atas kesalahannya sendiri, seharusnya kamu juga masuk penjara biar aman dan tidak bikin malu keluarga. Aku sebagai kakakmu punya tanggung jawab atas dirimu Serli, tolong berubahlah dan tinggalkan pria yang bernama Yanto itu."Ucap Bima masih terus berusaha menasehati Serli.


Serli sama sekali tidak mengindahkan ucapan sang kakak. Serli bangkit dan pergi begitu saja, dia masuk ke kamarnya dengan menutup pintu dengan keras. Melihat kelakuan Serli yang sudah tidak bisa diatur lagi, Bima hanya bisa mengusap d4d4nya.


Bima pun beranjak, dia menemui pak Santo lebih dulu sebelum dia pulang ke kontrakan. Terlihat pak Santo berbaring dengan mata yang masih tetap terjaga.


" Pak, Bima pulang dulu ya. Kalau ada apa-apa tolong bapak hubungi Bima."Ucap Bima yang kini sudah duduk di pinggir ranjang.


" Bim, jangan kamu kasih tahu Arya maupun Ratu soal ini. Bapak tidak mau mengganggu kebagian mereka, bapak sudah cukup malu dengan mereka atas perbuatan ibumu itu. Soal Serli, bapak sudah angkat tangan Bim. Jika memang dia mau berjalan sesuai dengan caranya sendiri bapak bisa apa? Dilarangpun percuma, yang ada dia akan semakin berontak. Bim, kenapa kamu tidak tinggal disini saja? Temani bapak Bim."Seru pak Santo dengan suara serak karena dia menahan tangisnya.


Hhuuufffff


Bima kasihan dengan kedua orang tuanya, ibunya di penjara dan pak Santo sendirian. Bima tidak tega melihat kedua orang tuanya terus seperti ini. Tidak ada salah Bima mengikuti permintaan pak Santo untuk tinggal dengannya.


" Iya pak. Bima nanti akan tinggal dirumah ini sama bapak dan Serli. Tapi Bima bereskan barang-barang Bima di kontrakan dulu ya."Ucap Bima sambil mengusap lengan pak Santo yang masih berbaring.


" Seandainya ibumu tidak egois, dan mau meminta maaf kepada Ratu dan berjanji tidak akan mengulanginya pasti Arya dan Ratu sudah membebaskannya. Ibumu terlalu egois dan gengsi, tapi masih bagus Arya tidak melanjutkan masalah ini sampai meja hijau. Arya hanya mau memenjarakan ibumu supaya dia menyadari kesalahan-kesalahannya saja."Ucap pak Santo memberitahu Bima.


" Iya pak. Nanti Bima coba bicara sama ibu juga. Bima pamit ya pak, besok atau lusa Bima akan tinggal disini."Seru Bima.

__ADS_1


Bima keluar dari kamar pak Santo, saat dia baru keluar dari kamar pak Santo, Bima melihat Serli yang sudah rapi dan siap untuk pergi. Bima tidak mau menanyakan mau kemana itu adiknya, Serli hanya melirik sekilas tanpa berniat pamit dengan Bima.


***********


__ADS_2