Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tawaran menikah


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Setelah sholat dan makan siang, pak Santo memanggil Ucup. Pak Santo meminta Ucup untuk menemuinya di belakang toko, kebetulan Serli ada di toko dan dia yang menunggu toko sendirian.


Ucup hanya menurut saja saat pak Santo memanggilnya. Dia belum tahu hal apa yang ingin disampaikan oleh pak Santo. Kini keduanta sudah duduk di kursi yang ada di belakang toko.


" Ucup, bapak mau bicara serius sama kamu. Sekarang ini berapa usia kamu?."Tanya pak Santo dengan serius.


" Usia Ucup sudah 25 tahun pak."Jawab Ucup serius dengan sedikit heran.


" Kamu pernah cerita sama bapak kalau kamu itu menyukai wanita dan sampai sekarang kamu juga menyukai wanita itu. Bagaimana? Apa kamu sudah mengutarakan perasaan mu sama wanita itu?."Tanya pak Santo semakin serius.


" Belum pak. Ucup tidak berani dan Ucup takut jika dia menolak, lalu dia akan jaga jarak sama Ucup pak."Jawab Ucup sambil menggelengkan kepalanya.


Pak Santo merasa dirinya egois jika dia memaksa Ucup menikah dengan Serli. Padahal Ucup sudah punya wanita idaman lain. Namun Pak Santo akan tetap mengutarakan keinginannya untuk menikahkan Ucup dengan Serli. Akan tetapi pak Santo tidak akan memaksanya, jika Ucup keberatan dan menolak pak Santo akan menerimanya dengan berbesar hati. Ucup berhak menentukan pilihan dan teman hidupnya sendiri.


" Ucup, jika bapak meminta kamu untuk menikah dengan Serli apa kamu mau ?."Tanya pak Santo membuat Ucup langsung kaget.


Haahhhh


Menikah dengan Serli? Tentu saja Ucup kaget, sebab dia tidak pernah mengira jika pak Santo akan memintanya untuk menikah dengan Serli. Sebenarnya wanita yang disukai Ucup adalah Serli, bak mendapatkan rezeki nomplok. Ucup diminta secara langsung oleh pak Santo untuk menikah dengan Serli, wanita yang secara diam-diam dia cintai.

__ADS_1


" Bapak serius?."Tanya Ucup untuk lebih menyakinkan lagi.


" Serius."Jawab pak Santo yakin.


" Emm... Sebenarnya wanita yang selama ini Ucup suka itu Serli, Pak."Jawab Ucup malu-malu sambil menundukkan kepalanya.


" Benarkah? Betarti bapak tidak salah meminta kamu untuk menikah dengan Serli. Tapi, kamu tahukan keadaan Serli yang sekarang. Wajah Serli sudah tidak secantik dulu lagi, kamu yakin mencintai Serli?".Tanya pak Santo lagi.


" Insya Allah yakin pak. Aku mencintai Serli apa adanya, aku mencintai Serli bukan karena kecantikannya. Pak, terima kasih sudah memilih Ucup untuk menjadi laki-laki pendamping Serli. Tapi pak, apa Serli mau dengan Ucup?."Tanya Ucup sedikit ragu.


Pak Santo mengangguk yakin, Serli pasti mau menikah dengan Ucup. Serli sudah menyerahkan soal calon suaminya kepada pak Santo. Serli yakin, pilihan pak Santo adalah pilihan yang terbaik. Orang tua pasti akan melakukan yang terbaik untuk anaknya.


" Segeralah datang ke rumah dan bawa orang tuamu untuk melamar Serli secara langsung."Seru pak Santo sambil menepuk pundak Ucup.


" Iya pak. Ucup akan segera membawa ibu Ucup untuk melamar Serli."Jawab Ucup dengan hati yang bahagia.


Ucup tidak pernah menyangka jika perjalanan cintanya akan dipermudah seperti ini. Sekian lama memendam rasa kepada Serli, akhirnya raa itu hari ini menemui titik terindahnya. Ucup sendiri yakin jika ibunya juga akan menerima Serli dengan baik. Ucup sudah banyak cerita tentang Serli kepada ibunya, ibunya sudah banyak tahu tentang Serli dan tidak mempermasalahkan masalalu Serli.


* Alhamdulillah, semoga segala urusanku nanti diberi kelancaran. Aamiin.* Gumam Ucup dalam hatinya.


Sementara itu, Ratu yang baru saja sampai rumah langsung masuk ke kamarnya. Dia mengganti bajunya dengan pakaian yang biasa dia pakai di rumah. Pakaian daster saat ini yang lebih nyaman dipakai Ratu saat di rumah. Mungkin karena sedang hamil dan perutnya semakin membesar jadi cari pakaian yang simpel dan nyaman.


Ratu duduk termenung sembari menikmati cokelat dingin yang dibuat oleh bik Siti. Ratu masih saja memikirkan pertemuannya dengan Rani dan ibu Marni di rumah sakit tadi.


" Apa aku harus cerita dengan mas Arya ya? Kalau aku tidak cerita nanti mas Arya tahu dari orang lain pasti dia akan salah paham. Soal pertemuanku dengan kak Agung sepertinya aku juga akan cerita sama mas Arya. Dari dulu kak Agung itu tidak berubah juga, pemakasaan dan egois."Seru Ratu justru dia kesal dengan Agung.


Ratu mengambil ponselnya untuk menghubungi Karina. Semenjak pulang dari kampung Ratu dan Karina belum saling bertemu, mereka hanya saling berkomunikasi lewat ponsel saja. Namun belum sempat Ratu mengetik pesan untuk Karina, tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor yang tidak dia kenal.

__ADS_1


" Nomor siapa ini ya? Pesan nya panjang sekali, males banget mau membacanya."Seru Ratu serasa sudah malas membaca pesan yang cukup panjang itu.


Namun Ratu penasaran, siapa yang sudah mengiriminya pesan sepanjang itu. Untuk tahu siapa pengirimnya, mau tidak mau Ratu pun membaca pesan itu.


[ Kamu jangan ikut campur dengan urusan ku, Ratu !! Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, kamu bukan lagi menantuku. Soal pertemuan kita di rumah sakit tadi jika kamu mau memberitahu anak-anakku silahkan saja. Justru aku berterima kasih kamu mau memberitahu mereka, sehingga aku tidak perlu repot-repot memberitahu mereka. Tapi alangkah lebih baiknya mulut kamu itu diam dan tidak ember sana-sini. Dan satu lagi, Mau aku hamil dengan siapa pun itu bukan urusan kamu !!.]


Dari isi pesannya Ratu sudah tahu siapa pengirimnya. Mantan ibu mertuanya, alias ibu Marni. Ratu sedikit aneh dengan pesan dari ibu Marni, tapi Ratu mengabaikannya saja. Tidak mau terlalu pusing dengan pesan itu sehingga Ratu mengurungkan niatnya untuk menghubungi Karina. Ratu meletakkan ponsel di atas meja, lalu dia naik ranjang dan beristirahat, dia memilih tidur siang.


******


" Jadi ibu sekarang hamil? Dan hamilnya dengan Yanto?."Seru Bima saat dia membaca pesan yang dikirimkan oleh Rani.


Bima syok saat mengetahui kabar kehamilan ibunya. Padahal saat ini ibunya juga belum resmi bercerai, pengadilan belum mengeluarkan surat cerai. Dan yang lebih membuat Bima syok, Ibu nya hamil dengan Yanto.


" Wanita seumuran ibu masih bisa hamil juga ? B4n9s4t kamu Yanto !! Mantan istriku, adikku dan sekarang ibu ku yang kamu mainkan!! Dasar laki-laki p3cund4ng !!."Seru Bima marah dan mengenggam ponselnya dengan kuat.


Konsentrasi kerja Bima tiba-tiba buyar, dia ingin secepatnya menemui ibunya dan menanyakan langsung soal pesan yang dikirim Rani.


" Bagaimana jika Serli tahu kalau ibu hamil dengan mantan pacarnya, Yanto. Mana ibu dan Yanto juga tidak ada ikatan pernikahan."Seru Bima lagi.


[ Sekarang ibuku tinggal dimana?.] Bima menanyakan alamat tempat tinggal ibu Marni dengan Rani.


[ Aku tidak tahu. Kamu tanyakan saja sendiri dengan ibumu itu. Wanita sudah tua bukannya sadar diri, malah main laki-laki sama laki orang. Dia aku tolong tapi justru menusukku dari belakang. Memalukan !!.]


Bima hanya membaca pesan Rani dan tidak mau membalasnya lagi. Jika dibalas pembahasannya justru akan semakin panjang dan melebar sampai mana-mana.


Bima mencari nomor telepon ibunya di ponsel dan mencoba menghubunginya. Akan tetapi nomor yang Bima hubungi sudah tidak bisa lagi. Ibu Marni sekarang memang sudang mengganti nomor ponselnya agar anak-anaknya tidak bisa menghubunginya lagi. Dia sebenarnya malu dengan Bima dan Serli, karena setua itu masih hamil dengan tanpa ada ikatan pernikahan. Namun dia berusaha menutupi semua itu, agar Yanto tidak mengetahuinya.

__ADS_1


*************


__ADS_2