Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Talak untuk Rani


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Bima sudah mendaftarkan perceraiannya ke kantor pengadilan agama. Semua berkas-berkas yang dibutuhkan sudah lengkap, tinggal menunggu surat panggilan sidang dari kantor pengadilan agama saja. Semalaman Rani tidak pulang, hal itu tidak membuat Bima risau. Dia sudah tahu jika semalaman Rani ada di hotel bersama teman prianya itu.


Rani sendiri baru pulang saat Bima sudah berangkat bekerja tepatnya dia pulang saat sudah siang bolong. Dia belum tahu jika hari ini Bima sudah mendaftarkan gugatan cerai, Rani nampak santai melenggang masuk ke rumah.


Bruukkkk


Rani menjatuhkan beberapa papper bag diatas meja. Dengan santainya dia duduk sambil memainkan ponselnya.


" Rani ! Syukurlah kalau kamu sudah pulang, ibu semalaman takut kalau Bima akan marah karena kamu tidak pulang. Kamu kenapa sampai menginap sama Yanto? Bukannya kamu pulang, agar Bima tidak menaruh curiga."Ucap Ibu Darti langsung memberondong Rani dengan banyak omelan.


" Ihhh ibu ini apaan sih? Lagian mas Bima tidak akan curiga ataupun marah bu. Yang mas Bima tahukan aku ada dirumah sakit, ibu itu tenang saja. Semalam aku sudah chatt mas Bima, kalau aku akan menginap di rumah sakit."Ucap Rani dengan santainya.


" Iya tapi kamu jangan keseringan menginap sama Yanto kalau Bima tahu bisa dicerai kamu, kalau kamu dicerai kita mau tinggal dimana dan hidup kita bagaimana?."Ucap ibu Harti nampak khawatir.


" Tenang saja sih bu, mas Bima itu bucin banget sama Rani jadi tidak mungkin dia itu menceraikan Rani. Kalaupun Rani diceraikan, sekarang Rani sudah ada Yanto. Yanto itu banyak duit bu, ini tadi Rani dikasih yang 2 juta lalu belanjaan ini dia yang bayarin. Ibu tenang saja, hanya tinggal goyang saja Yanto sudah mengeluarkan uangnya."Ucap Rani dengan santainya sambil mengeluarkan lembaran uang merah-merah dari dalam dompetnya.


Ibu Harti tersenyum saat melihat Rani mengeluarkan lembaran uang merah dari dalam dompetnya. Seketika matanya berbinar dan melupakan rasa kawatirnya tadi. Rani pun memberikan 5 lembar uang merah itu kepada ibunya. Ibu Darti tentunya sangat senang, dia tidak perduli uang yang didapat Rani itu halal atau haram. Yang penting dia punya uang dan bisa membeli makanan yang dia suka.


" Kalau begini terus, lama-lama ibu bisa gemuk. Pokoknya dengan uang ini ibu mau beli makanan yang ibu mau."Seru ibu Darti dengan mata berbinar memandangi uang 500 ribu yang kini sudah ada di tangannya.


" Terserah ibu mau beli apa saja, kalau kurang nanti tinggal bilang sama Rani. Oh iya bu, aku mau istirahat dulu ya. Tolong jangan ganggu Rani, badan Rani sakit semua nih gara-gara semalaman dilembur Yanto."Seru Rani sambil terkekeh. Dia sama sekali tidak malu bicara seperti itu dengan ibunya.


" Iya sana kamu istirahat saja, pulihkan tenagamu. Ingat, kamu ada suami yang juga harus kamu pu4sk4n batinnya. Jangan Yanto terus yang kamu senangkan."Ucap ibu Darti mengingatkan Rani.


Rani hanya mengangguk pelan saja, dia pun membawa masuk barang-barang belanjaanya tadi kedalam kamar. Sampainya dikamar dia langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, tidak memerlukan waktu lama, Rani sudah terbuai dalam mimpi indahnya.


Jam dinding di rumah kontrakan itu sudah menunjukan pukul 2 siang. Saat jam makan siang tadi Bima izin ke pengadilan agama untuk mendaftarkan perceraiannya. Setelah selesai Bima tidak kembali kekantor, tapi dia langsung pulang ke kontrakannya.


Fikiran Bima sedang tidak konsentrasi untuk bekerja. Lebih baik dia pulang dan menyelesaikan urusannya dengan Rani. Hari ini juga Bima akan menjatuhkan talak untuk Rani, dia tidak mau berlama-lama lagi hidup seatap dengan Rani.


Bima melangkahkan kakinya ke dalam rumah kontrakannya, rumah dalam keadaan sepi. Batang hidung ibu mertuanya juga tidak kelihatan, Bima segera menuju kamar. Saat membuka pintu kamar dia mendapati Rani sedang tertidur dengan nyenyak.


Braakkk


Bima melempar Rani dengan papper bag yang ada di atas meja rias. Papper bag itu mendarat tepat di wajah Rani sehingga membuat Rani langsung terbangun dan kaget saat mendapat papper bagnya berantakan.


" Mas Bima kok sudah pulang? Dan ini kenapa barang belanjaan ku sudah berantakan begini? Kamu juga kenapa melempar aku dengan papper bag mas? Apa salahku?." Tanya Rani tidak sadar dengan kesalahan fatalnya yang sudah diketahuo oleh suaminya.

__ADS_1


" Enak ya, pulang-pulang tidur dengan santai dan pulasnya tanpa memikirkan suaminya. Kamu anggap apa aku ini Ran? Hampir setiap hari kerjaan kamu itu keluyuran tidak jelas dan bahkan semalam kamu sampai tidak pulang. Dasar istri tidak berguna !!."Seru Bima benar-benar marah.


" Kamu ini kenapa sih mas pulang-pulang kok marah begini? Kesambet apa kamu mas? Lagian semalam aku sudah bilangkan kalau aku menginap di rumah sakit, sedang menemani temanku yang dirawat. Kasihan dia mas, suaminya sedang merantau dan dia tidak punya sanak saudara di kota ini."Ucap Rani berbohong terus menerus.


" Bohong !! Kamu fikir aku tidak tahu kelakuan kamu diluaran sana, semalam kamu tidak pulang karena kamu menginap di hotel dan kamu melayani selingkuhan kamu."Seru Bima membuat Rani terkejut.


Degh...


Rani langsung memandang wajah Bima lekat, diwajah Bima nampak tergambar jelas kemarahan dan keseriusan. Rani juga kaget, darimana Bima bisa tahu jika semalam dia menginap di hotel dengan seorang pria.


Bima tersenyum sinis melihat wajah Rani yang kaget. Bima yakin sebentar lagi Rani akan memberikan alasan yang tidak masuk akal.


" Mas, kok kamu bicara seperti itu sih? Oke aku memang semalam menginap di hotel, itupun karena aku terpaksa mas. Semalam temanku itu tiba-tiba suaminya pulang dan memintaku untuk pulang saja. Berhubung sudah sangat malam jadi aku memutuskan menginap di hotel yang dekat dengan rumag sakit."Ucap Rani masih saja terus berbohong.


Plaak


Plaak


Bima sudah tidak bisa memendam amarah nya lagi. Bima kira jika Rani akan mengakui kesalahannya, namun nyatanya Rani semakin berbohong dan mengarang cerita yang tidak masuk akal.


" Rani handayanu !! Aku talak kamu , dan mulai hari ini kamu bukan istriku lagi dan gugur sudah kewajibanku."Ucap Bima dengan lantang.


Dduuaarrr


Bagaikan di sambar petir di siang hari, akhirnya apa yang tadi ditakutkan oleh ibunya kini terjadi juga. Tubuh Rani merosot dan terduduk di samping ranjang, meskipun dia berselingkuh dengan Yanto dalam hatinya masih mencintai Bima.


Bima memandang sekilas ibu mertuanya lalu kembali memandang Rani yang nampak syok dengan keputusan cerainya.


" Bima, apa yang terjadi? Kenapa kamu menceraikan Rani?." Tanya ibu Darti.


" Ibu pasti sudah tahu apa alasanku sampai aku menceraikan Rani. Tidak mungkin ibu tidak tahu, sebab ibu juga menikmati uang dari pria selingkuhan Rani itu."Jawab Bima monohok.


Tenggorokan ibu Darti tiba-tiba tercekat dan terasa gersang. Ingin rasanya dia meminum, minuman yang segar dan bisa menyejukkan tenggorokannya itu. Baru saja dia tadi mengingatkan Rani untuk berhati-hati agar Bima tidak menaruh curiga, nyatanya Bima diam-diam sudah mengetahui sepak terjang Rani.


" Mas, kenapa dengan mudahnya kamu menceraikan aku? Apa yang kamu tuduhkan itu tidaklah benar mas, pasti ada orang yang memfitnahku. Pasti Ratu kan yang sudah mempengaruhi fikiranmu, mas?."Ucap Rani tetap tidak mengakui perbuatannya, tapi justru menuduh Ratu ikut andil dengan perubahan sikap Bima.


" Jangan bawa-bawa Ratu !! Karena Ratu atau Arya tidak ada hubungannya dengan masalah kita, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana istriku dengan lihainya memu4sk4n pria selingkuhannya disebuah kamar hotel. Apa perlu aku tunjukan video permainanmu kemarin siang?."Ucap Bima sambil merogoh ponsel dalam kantong celananya.


Rani menggelengkan kepalanya, dia tidak yakin dengan yang dikatakan Bima. Bima tidak mungkin tahu soal perselingkuhannya dengan Yanto. Sampai Bima punya rekaman saat diadan Yanto sedang bermain. Meskipun tidak yakin, Rani tetap menunggu video yang akan ditunjukan oleh Bima.


" Lihatlah, betapa lihainya tubuhmu meliuk-liuk Rani."Seru Bima yang kini sudah menunjukan video yang kemarin dia ambil.


Bukan hanya Rani saja yang syok, tetapi ibu Darti juga syok. Bagaimana Bima mendapatkan video itu, sebab pemain dalam video itu benar-benar Rani dan Yanto.


" Dapat darimana kamu video itu?." Tanya Rani sudah menghilangkan panggilan mas untuk Bima.

__ADS_1


" Dapat darimana? Aku mendapatkan ini dengan usahaku sendiri dan akulah yang memvideonya sendiri. Dengan mata kepalaku sendiri aku melihat perselingkuhan istriku. Sekarang kita sudah tidak ada hubungan lagi, kita akan bertemu dipengadilan."Ucap Bima sudah mulai bersikap tenang.


Haahaaa Hhaaahaaa


Sepertinya Rani sudah tidak waras lagi, dia tertawa dengan lantang. Sepertinya dia memang sudah tidak akan menutupi hubungannya dengan Yanto. Ditutupi juga percuma sebab Bima suda tahu semuanya, bertahan dengan Bima juga sudah tidak mungkin lagi.


" Oke Oke...aku mengakuinya, Bima. Aku memang sudah berselingkuh, sudah lama aku mempunyai hubungan dengan seorang pria. Tapi baru satu mingguan ini aku bertemu dengannya dan melayaninya selayaknya suami ku sendiri. Kamu tahu kenapa aku berselingkuh? Itu karena sekarang kamu pelit, kamu tidak mau mempercayakan uangmu kepadaku lagi. Pria itu adalah mantan pacarku, dan dia bisa memberikan banyak uang jadi aku lebih memilih dia. Aku tidak akan menyesal dengan perceraian kita ini."Ucap Rani mengakui semua perselingkuhannya.


Keputusan meninggalkan Rani dan menceraikan Rani adalah pilihan yang tepat. Lagi pula saat ini ada wanita lain yang ingin Bima perjuangkan cintantanya. Melepaskan Rani demi mendapatkan yang lebih baik dari Rani juga tidak membuat Bima menyesal.


" Sekarang kita bukan suami istri lagi, secara agama kita sudah bercerai."Ucap Bima memperjelas status mereka.


" Tidak masalah. Oh iya, kamu tidak perlu keluar dari rumah kontrakan busuk ini, sebab aku dan ibu yang akan keluar dari sini. Pacarku sudah menyiapkan hunian yang lebih besar daripada rumah kontrakan ini."Ucap Rani berbangga diri.


Bima tidak masalah jika Rani keluar dari rumah kontrakan ini, dengan begitu Bima tidak perlu pulang dan tinggal dirumah orang tuanya. Tidak akan banyak pertanyaan juga dari ibu nya, Bima akan merahasiakan perceraiannya ini dari ibu Marni. Dia akan memberitahu disaat surat dari persidangan sudah sah ada ditangannya.


" Ibu, cepat bereskan barang-barang ibu."Ucap Rani.


" Iya Ran."Jawab ibu Darti singkat.


Bima keluar dari kamar dan membiarkan Rani mengemas barang-barangnya. Dia tidak akan pernah menyesali keputusannya bercerai dari Rani.


******


Raja yang hari ini bertemu dengan salah satu kliennya yang ada di kota yang sama dengan tempat tinggal Ratu, Raja menyempatkan diri untuk menemui adiknya. Raty mengajak Raja makan di salah satu restoran yang tidak jauh dari butiknya.


" Kak Raja beneran tidak mau makan?."Tanya Ratu sebelum dia menyuapkan makanannya kedalam mulut.


" Tidak Ratu, kakak minum saja. Tadi sebelum menemui mu kakak sudah makan sama klien. Jadi perut kakak sudah tidak bisa menampung makanan lagi, perut kakak ini bukan karet Ratu."Ucap Raja sambil mengusap perutnya yang benar-benar sudah sangat kenyang.


Namun Ratu tetaplah Ratu, sifat usilnya pun seketika muncul begitu saja. Dia menyendok makanan dan mengarahkan kemulut Raja, dan dia memaksa Raja untuk membuka mulutnya.


" Cepat buka mulutnya Kak."Ucap Ratu memaksa.


" Dasar pemaksaan, sekali saja ya dek. Kakak beneran sudah kenyang banget ini."Ucap Raja lalu dia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Ratu.


" Nah begitu dong, di suruh makan saja susah. Cuma suruh makan loh kak bukan di suruh menikah."Seru Ratu sambil terkekeh.


" Jangan banyak bicara , cepat selesaikan makanmu. Kalau masih saja ngoceh tidak jelas kakak tinggal pulang kamu."Seru Raja mengancam.


Tanpa mereka sadari , di meja yang lain ada seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Raja dan Ratu. Wajah wanita itu nampak bersedih, sepertinya dia sedang patah hati karena melihat pria yang dia cintai terlihat sangat akrab dengan Ratu.


" Ternyata Raja ada hubungan dengan Ratu? Apakah aku masih pantas mengharapkan cintanya? Selama bertahun-tahun aku mengharapkan Raja dan aku juga mencintai Raja. Hari ini sepertinya semua penantianku sudah sia-sia. Lantas apa yang harus aku tunggu? Raja yang kata teman-teman juga mencintaiku, tapi hari ini sedang bersama Ratu dan terlihat mesra."Ucap seorang wanita yang memang sudah lama menaruh hati kepada Raja.


Wanita itupun memilih segera membayar tagihan makanannya agar bisa cepat meninggalkan restoran itu. Dia malu seandainya Raja atau Ratu melihat keberadaannya juga ada di restoran itu.

__ADS_1


***********


Ada yang tahu siapa wanita itu? Hayoo... Tebak yuk? Yang pasti wanita itu juga kenal sama Ratu ya.


__ADS_2