Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Perubahan sikap Ratu


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Setelah ditalak oleh Bima, Rani dan ibu Darti tinggal di rumah Yanto. Rumah Yanto memang besar dan terbilang mewah, sudah pasti Rani dan ibu Darti akan betah di rumah mewah itu. Rani dan Ibu Darti sudah seperti nyonya besar saja, mereka memperlakukan pembantu semaunya.


Yanto memang tidak ada dirumah, dia masih ada pekerjaan di luar kota. Baru siang ini Yanto pulang, untuk menyambut kepulangan Yanto, Rani sudah berdandan secara maksimal dan memakai baju terbaiknya yang tentunya baju yang terbilang tidak sopan.


" Bagaimana bu, apakah Rani sudah cantik?." Tanya Rani sambil berputar-putar di depan cermin riasnya.


" Sudah cantik, cantik banget."Jawab ibu Darti menyakinkan.


" Ya sudah yuk buk kita ke depan. Mas Yanto sebentar lagi sampai, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya. Sejak kita tinggal disini kan memang kita belum ketemu mas Yanto, dia sibuk dengan pekerjaannya. Rani tidak menyesal sudah memilih mas Yanto dan meninggalkan Bima."Ucap Rani dengan bangganya.


Ibu Darti mengacungkan dua jempol tangannya, lalu mereka keluar dari kamar untuk menyambut kedatangan Yanto. Sebelum Yanto pulang, Rani juga memastikan jika pembantu di rumah itu sudah menyiapkan makanan yang enak-enak untuk Yanto.


" Apa masakannya sudah selesai semua bik?."Tanya Rani dengan gaya angkuhnya.


" Sudah Nyonya."Jawab pembantu dengan patuh.


Rani dan ibu Darti memang minta di panggil Nyonya, karena mereka merasa jika mereka adalah Nyonya dirumah itu. Sehingga dia bersikap seenaknya saja saat memberikan perintah.


Bruummm Bruumm Bruumm


Suara mobil Yanto terdengar sudah memasuki halaman rumah. Rani segera menyambut kepulangan sang pujaan hatinya itu dengan memasang wajah centil dan senyum sumringah yang menggoda.


" Hai mas Yanto sayang, akhirnya kamu pulang juga mas. Aku sangat merindukanmu merindukanmu sayang."Ucap Rani menyambut Yanto dengan manja sambil melingkarkan tangannya dilengan Yanto.


" Duhh kamu semakin hari semakin menggemaskan, aku semakin tidak sabar ingin segera memakanmu. Apa kamu betah tinggal dirumahku ini sayang?." Tanya Yanto sambil mencubit mesra pipi Rani.


" Aku betah dong sayang, dirumah ini aku dilayani bagaikan ratu. Apapun yang aku inginkan sudah tersedia disini, sayang yuk buruan kekamar. Aku akan memberikan servise terbaikku untuk menyambut kepulanganmu ini."Ucap Rani sudah mulai menggoda Yanto.


Sebagai laki-laki normal sudah pasti Yanto tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada. Terlebih Rani yang menawarkan lebih dulu, cukup keluar uang beberapa juta saja dia sudah bisa dipu4skan oleh permainan-permainan Rani.


Yanto dan Rani berjalan menuju kamar dengan tangan Rani tetap melingkar di lengan Yanto. Saat melewati ruang tengah dimana ibu Darti sedang menunggu mereka, justru mereka melewatinya begitu saja. Seakan tidak melihat keberadaan ibu Darti.


" Sayang jangan nakal."Seru Rani dengan manja saat Yanto sudah mulai memainkan sikembar Rani.


" Semakin hari semakin menantang saja sayang. Ayolah cepat sayang, aku sudah tidak bisa berlama-lama lagi. Cepat lakukan tugasmu dengan baik."Seru Yanto dengan suaranya yang sudah mulai berat karena menahan sesuatu.


" Iya sayang ku."Jawab Rani dengan manja.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Rani dan Yanto kini sudah berolah raga di siang hari bolong. Olah raga mereka semakin panas dan panas, AC dikamar seakan tidak terasa dingin. Keringat sudah mulai bercucuran membasahi tubuh mereka berdua. Setelah dua jam permainan akhirnya mereka menyudahinya, permainan Rani memang sangat-sangat memu4sk4n Yanto.


" Terima kasih sayang."Seru Yanto sambil memeluk Rani.


" Hemmmm... Sama-sama mas, aku lelah sekali mas."Jawab Rani dengan mata terpejam.


" Istirahatlah, aku mau mandi dulu."Ucap Yanto lalu turun dari ranjang dan berjalan masuk kamar mandi.


Setelah 30 menit, Yanto sudah selesai mandi dan dia juga sudah rapi bersiap untuk pergi menemui seseorang yang dia kenal lewat sosial media dalam beberapa hari ini. Sebelum pergi, Yanto akan makan siang dulu untuk mengisi tenaganya yang sudah terbuang saat berolah raga tadi.


" Loh kok ada ibu Darti?."Tanya Yanto heran saat dia ke meja makan ternyata disana sudah ada ibu Darrti.


Rani memang belum cerita jika dia juga turut mengajak ibunya tinggal dirumah itu. Sudah pasti Yanto kaget melihat keberadaan ibu Darti.


" Ehh.. Nak Yanto. Iya ibu memang ikut tinggal dirumah nak Yanto. Sekarang ibukan cuma punya Rani, jadi kemanapun Rani pergi ibu pasti ikut. Ibu tidak tahu harus tinggal dimana lagi jika tidak tinggal disini."Ucap ibu Darti dengan memasang wajah sedih dan memelas.


" Memangnya kemana menantu ibu? Maksud Yanto, suaminya Rani?."Tanya Yanto yang juga belum tahu jika Rani sudah di cerai suaminya.


" Loh Rani dan Bima kan sudah bercerai? Baru 3 hari yang lalu sih Bima mentalak Rani, Bima tahu dengan hubungan kalian sehingga dia marah dan menceraikan Rani."Jawab Ibu Darti bicara dengan jujur.


Apa ? Rani di ceraikan suaminya?


Yanto nampak syok dan kaget saat tahu Rani diceraikan suaminya dan lebih parahnya lagi ternyata dia dicerai karena ketahuan berselingkuh.


Tiba-tiba selera makan Yanto pun hilang, tadinya perutnya yang memang sangat lapar tiba-tiba merasa kenyang.


" Oh.. begitu. Kalau begitu ibu makan saja sendiri, Rani masih tidur. Saya lupa jika sudah ada janji dengan orang ."Ucap Yanto beralasan.


" Iya nak Yanto."Jawab Ibu Darti singkat.


Yanto keluar menghampiri mobilnya, dia pun melaju meninggalkan rumah. Dia menuju cafe dimana tempat dia membuat janji dengan seseorang.


*******


Siang ini Ratu tidak berselera makan, di butikpun dia nampak malas-malasan. Semua pekerjaan Ratu serahkan kepada Lisa sang maneger butik.


" Bu, Ratu apa butuh saya antarkan kedokter?."Tanya Lisa masuk keruangan Ratu.


" HHaahhh. Dokter? Untuk apa? Saya ini tidak sakit, hanya saja sedikit malas saja."Seru Ratu menolak diantar ke dokter.


" Sepertinya wajah ibu pucat sekali loh, apa tidak lebih baik ibu kedokter saja."Seru Lisa tetap meminta Ratu untuk kerumah sakit.


Ratu tetap menggeleng, karena dia memang tidak sakit. Hanya saja malas sekali mau beraktifitas dan makan pun kurang berselera. Siang ini dia hanya makan 2 buah apel saja, karena memang hanya buah apel saja yang dia inginkan.


Melihat Ratu yang terus menolak, Lisa pun tidak bisa berbuat banyak ataupun memaksa Ratu. Lisa kembali ke ruangannya dan meninggalkan Ratu yang bermalas-malasan di sofa ruang kerjanya.

__ADS_1


" Ada apa ya dengan tubuhku ini? Akhir-akhir ini aku merasa lelah dan malas banget mau ngapa-ngapain. Padahal pekerjaan rumah sudah banyak di bantu bik Siti, malah masak sudah beberapa hari ini juga bik Siti sendiro tapi kenapa aku lelah banget ya."Ucap Ratu bermonolog pada dirinya sendiri.


Ratu mengambil ponsel dan mencari kontak atas nama suaminya. Ratu mencoba menghubungi Arya, namun sampai dua kali panggilan Arya tidak mengangkat nya juga dan hal itu membuat Ratu kesal. Ratu langsung mematikan ponselnya , tidak tahu kenapa akhir-akhir ini Ratu juga sensitif sekali.


" Di telepon kok tidak di angkat, pasti sengaja. Biarkan saja kalau dia telepon balik ponsel ku sudah tidak aktif."Gerutu Ratu dengan kesal.


Sementara itu di perusahaan, Arya yang baru selesai menemui klien memeriksa ponselnya yang sedari tadi dia tinggal di ruangannya. Ada dua panggilan tak terjawab dari sang istri, Arya mencoba menghubunginya balik namun justru ponsel Ratu sudah tidak aktif.


" Kenap malah tidak aktif?."Tanya Arya pada dirinya sendiri.


Takut terjadi sesuatu dengan istrinya, Arya pun memutuskan untuk menghampiri Ratu di butik. Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan, dia benar-benar khawatir dengan Ratu. Tidak biasanya ponsel Ratu mati, terkecuali jika mereka memang sedang menghabiskan waktu berdua, mereka akan mematikan ponselnya secara bersama-sama.


Setelah 30 menit, mobil Arya sudah sampai didepan gedung butik. Untuk pertama kalinya Arya masuk ke butik istrinya, biasanya dia hanya mengantarkan Ratu sampai depan butik saja. Dan itupun jarang sekali, sebab Ratu lebih sering membawa mobilnya sendiri.


" Selamat datang di RD butik. Bapak mau cari baju yang seperti apa? Akan saya bantu."Ucap karyawan butik menyambut Arya dengan baik.


" Maaf mbak, saya tidak untuk membeli baju. Saya datang untuk menemui istri saya, Ratu. Dimana ruangannya?." Jawab Arya dengan sopan dan dia juga menanyakan letak ruangan Ratu.


Karyawan itupun kaget dan malu, karena yang datang ternyata suami dari sang pemilik butik. Karyawan itupun meminta maaf, lalu mengantarkan Arya sampai depan ruangan kerja Ratu.


" Ini ruangan ibu Ratu, pak."Ucap karyawan dengan ramah.


" Iya terima kasih."Jawb Arya tak kalah ramah.


" Kalau begitu saya tinggal ya pak."Ucap Karyawan undur diri.


Arya hanya menganggukkan kepalanya saja, setelah karyawan itu menjauh Arya mengetuk pintu ruangan Ratu namun tidak ada sahutan apapun dari dalam. Sehingga Arya memutuskan untuk masuk saja agar dia segera tahu apa yang dilakukan istrinya didalam sana.


" Hah !! Tidur ? Apa sebegitu nyenyaknya dia tidur sampai aku mengetuk pintu berkali-kali dia tidak mendengarnya. Tumben sekali dia tidur siang dengan nyenyak seperti ini."Ucap Arya lalu dia duduk dipinggir sofa dekat Ratu tidur.


Arya terus memperhatikan wajah teduh sang istri saat sedang terlelap. Arya mengusap pipi istrinya lalu dia mencium kening Ratu.


Bruukkk


Tiba-tiba Ratu mendorong Arya, sampai Arya jatuh tersungkur dilantai. Beruntung kepalanya tidak terbentur pinggiran meja. Ratu tidak sengaja mendorong Arya, itu semua gerakan reflk karena tiba-tiba Ratu merasakan ada orang didekatnya dan mencium keningnya.


" Aduh dek, kenapa mas di dorong. Pinggang mas encok ini dek."Seru Arya bangun sambil memegangi pinggangnya.


" Mas Arya, tadi aku kira siapa? Lagian ini juga salah mas Arya sendiri kok. Salah siapa datang-datang mengagetkan dan sudah ada didepan wajah ku saja. Merasa terancam jadi aku reflek mendorongnya."Ucap Ratu membela diri dan tidak mau di salahkan.


" Baiklah, mas memang yang salah."Ucap Arya meminta maaf lebih dulu sebelum ada hal-hal yang tidak diinginkan.


Pokoknya wanita memang selalu merasa benar ya?


************

__ADS_1


__ADS_2