Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kedatangan ibu Darti


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Bima yang sedang malas untuk pulang, dia memilih nongkrong di salah satu cafe. Bima ingin menenangkan fikirannya, dia masih marah dengan Rani, sudah ada 4 hari dia tidak bertegur sapa dengan Rani. Di tambah orang tua Rani yang terus menghubungi Rani untuk meminta uang, sebab untuk bulan ini memang uang gaji Bima tidak dia berikan kepada Rani. Beruntung sebelum dia kasih kepada Rani, Bima sudah tahu kebohongan Rani.


Saat ini Bima sudah menghabiskan 3 gelas kopi, dan dia hendak memesan kopi lagi. Dia memanggil pelayan cafe dan kembali memesan kopi.


" Mbak, saya mau kopinya 1 lagi ya."Seru Bima memesan kopi kembali.


" Baik pak."Jawab sang pelayan cafe mengangguk ramah.


Ponsel Bima terus berdering, akan tetapi dia mengabaikannya. Pesan beruntunpun masuk ke ponsel Bima.


[ Mas, kamu ini sebenarnya dimana sih? Hari libur bukannya ngajak aku jalan-jalan tapi malah pergi sendiri.]


[ Mas angkat dulu telepon ku. Ini ibu ku minta uang bulanannya, bagaimana ini mas.]


[ Ibu akan datang ke rumah jika hari ini uang itu tidak di transfer.]


Tiga pesan beruntun sudah di baca oleh Bima, tapi Bima tidak ada niatan untuk membalas pesan dari Rani itu.


" Ini kopinya pak. Maaf kalau boleh kasih saran, bapak jangan terlalu banyak minum kopi secara bersamaan begini. Ini bapak sudah habis 3 cangkir dan ini nambah lagi, nanti lambung bapak bisa perih. Apalagi sedari tadi saya lihat bapak cuma minum kopi saja."Ucap pelayan cafe dengan ramah dan sopan menegur Bima.


" Oh iya mbak terima kasih."Jawab Bima sedikit menyunginggkan senyumannya.


" Sama-sama pak. Kalau begitu saya tinggal dulu, mari pak."Ucap pelayan itu dengan ramah.

__ADS_1


" Ehh tunggu, mbak namanya siapa? Kalau saya, Bima."Ucap Bima sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


" Nama saya Karina, mari pak."Ucap pelayan yang bernama Karina tanpa menerima uluran tangan Bima.


Bima menarik tanggannya yang di abaikan oleh Karina tadi. Bima kembali menikmati cangkir ke 4 kopi hitam panasnya dengan perasaan yang tidak menentu. Tanpa terasa haripun semakin sore, Bima membayar tagihannya lalu dia keluar dari cafe.


Sementara itu, Ratu juga mengantarkan pulang Serli. Ratu sudah berjanji untuk sementara waktu dia akan merahasiakan kehamilan Serli, Ratu tidak tega melihat Serli yang memohon-mohon agar merahasiakan kehamilannya. Dan dengan terpaksa Ratu pun mengikuti kemauan Serli.


" Kamu bawa kemana anak saya sampai baru pulang jam segini?."'Tanya ibu Marni langsung nyolot.


" Maaf bu, aku tidak membawa Serli kemana-mana. Tadi aku ketemu Serli di taman kota lalu dia ikut kerumahku, dan ini saya antarkan pulang. Kalau tidak percaya tanya saja sama Serli."Jawab Ratu dengan santainya.


" Bu, yang dikatakan mbak Ratu benar. Sudahlah bu, jangan ribut lagi Serli pusing dengerin ibu marah terus. Lama-lama Serli tidak betah juga bu tinggal disini."Ucap Serli kesal.


" Serli !! Kamu ini kenapa sih? Tumben kamu bersikap baik sama dia, padahal kamu itu benci banget kan sama Ratu. Atau jangan-jangan dia juga sudah mencuci otak kamu."Ucap Ibu Marni sudah berfikiran buruk terhadap Ratu.


Huuhhhhhh


Serli malas menanggapi ocehan ibunya, dia pun masuk ke kamarnya dan meninggalkan Ratu dan ibunya yang saat ini memang ada di teras rumah.


" Ada apa ini bu?."Tanya Rani dengan keponya.


" Ini loh, tadi Serli itu membantah ibu dan ibu yakin jika Ratu sudah mempengaruhi Serli. Tidak biasanya Serli itu membantah dan peduli sama dia."Seru ibu Marni menenjuk kearah Ratu.


" Apa ibu baru tahu kalau dia ini sebenarnya srigala berbulu domba. Arya sudah dia taklukkab sampai uang gajinya saja dia kuasai, begitu juga bapak yang setiap hari selalu membela dia. Nah sekarang Serli yang dia pengaruhi, duh picik banget sih itu pikiran. Nanti lama-lama suamiku juga yang akan di racuni pikirannya."Seru Rani sambil bersedekap tangan.


" Oh begitu. Mau kalau suami kamu aku taklukkan juga seperti yang kamu ucapkan tadi?."Seru Ratu sengaja membuat Rani semakin marah.


Rani terlihat mengepalkan tangannya dan nafasnya pun tersengal-sengal. Bagaimana dia tidak murka jika Ratu ternyata berani menantang nya.


" Kurangajar kamu."Seru Rani mengangkat tangannya hendak menampar Ratu.

__ADS_1


Dengan cepat Ratu menangkap tangan Rani dan menghempaskan Rani begitu saja sampai Rani terhuyung dan hampir jatuh. Saat itu juga orang tua Rani datang dan membentak Ratu dengan lantang.


" Apa yang kamu lakukan dengan anakku !!." Bentak ibu Rani dengan lantang sampai mereka bertiga pun kaget.


Semua langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Rani senang melihat ibunya datang dan tentunya akan membelanya.


" Ibu, dia menindasku bu. Dan dia tadi bilang akan menaklukkan mas Bima. Diam-diam sepertinya dia itu suka dengan suamiku bu."Seru Rani mengadukan apa yang sudah di perbuat Ratu.


" Hehhh wanita miskin !! Kamu sangat lancang ya, sudah berani kamu menyakiti anakku dan bakan mau merebut suaminya. Ngaca dulu kamu itu jadi wanita, sudah miskin tapi belagu."Ucap ibu Darti dengan penuh amarah.


" Rani, ajak ibu kamu masuk. Biar Ratu jadi urusan ibu. Besan, lebih baik besan masuk dan istirahat saja di dalam. Pasti besan capekkan?."Seru Ibu Marni mencoba menghentikan perdebatan, sebab sebentar lagi suaminya pulang dan pasti akan marah jika melihat Ratu di maki-maki seperti tadi. Apalagi makiiannya tadi salah besar,Ratu bukanlah wanita miskin tapi dia orang kaya raya.


Rani mengajak ibunya untuk masuk tapi sang ibu tidak mau. Dia masih marah dan masih ingin memarahi Ratu agar tidak kurangajar dengan anak kesayangannya.


" Rani, beruntung sekali dia sudah tidak dirumah ini. Jika sampai dia masih satu atap sama kamu, sudah pasti sangat membahayakan. Apa Arya tidak menasehati istrinya agar istrinya ini sopan dan tidak asal main lirik suami kamu."Seru ibu Darti dengan kesal.


" Sudah bu, sudah menghina ku dan memakiku. Jika ibu belum puas, silahkan lanjut kan saja bu mumpung aku masih disini. Puas-puasin anda menghina saya."Seru Ratu dengan santainya dengan senyum mengejek.


* Kurangajar sekali menantunya Marni ini, awas saja kamu ya aku pasti akan buat perhitungan sama kamu.*Gumam Ibu Darti dalam hatinya.


Ratu tidak mau memperpanjang masalah lagi, dia berniat untuk segera pulang. Suaminya di rumah pasti sudah menunggu kepulangannya. Dia tadi pamit setelah mengantar Serli akan langsung pulang, tapi siapa sangka ada insiden yang tidak terduga.


" Ratu pulang bu, Assalamulaikum."Seru Ratu lalu dia berjalan menghampiri mobilnya.


Mata ibu Darti membulat sempurna saat melihat Ratu masuk mobil. Mobil yang dia kira tadi adalah mobil milik Bima, ternyata dinaiki oleh Ratu.


" Kenapa dia menaiki mobil itu? Memang itu mobil siapa?." Tanya ibu Darti serius.


" Itu punya orang bu, dia itu hanya sopir taksi online saja. Ya sudah yuk masuk, ini sudah sore lebih baik ibu istirahat di kamar nanti kita makan malam bersama."Ucap Rani mengajak ibunya masuk.


Hhhuufffff

__ADS_1


Ibu Marni sebenarnya kurang suka dengan kebohongan yang di ucapkan Rani. Tapi ibu Marni juga tidak mau membuat Rani kecewa sehingga dia pun hanya diam saat Rani berbohong.


************


__ADS_2