
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Setiap manusia itu pasti ada perjalanan dan kisah hidupnya masing-masing. Suka dukanya juga ada, dan setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Manusia tidak ada yang sempurna, sebab kesempurnaan hanya milik sang pencipta semata.
Begitu juga dengan Serli, dulu kehidupannya terlalu bebas hingga akhirnya dia hamil di luar nikah. Dan terpaksa menikah dengan pria yang lebih pantas menjadi ayahnya. Namun pernikahannya hanya bertahan kurang lebih 1 bulan saja. Serli harus menyandang status janda di usianya yang masih muda.
Tidak sampai di situ saja, setelah perceraianya, Serli justru semakin menggila. Dia tetap menjadi wanitanya para pria-pria hidung bel4ng. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Yanto dan menjalin hubungan dengan Yanto. Yang menimbulkan kecemburuan oleh Rani, sampai akhirnya Rani tega melukai Serli dengan menyiram wajahnya dengan 4ir ker4s.
Usia kehamilan Serli saat ini sudah 2 bulan, dia sangat menikmati kehamilannya. Di samping adanya suami yang siaga dan sangat menyayanginya, kini Serli juga sudah berubah dan menjalin hubungan baik dengan keluarga, saudara dan orang-orang sekitarnya. Serli sangat-sangat bersyukur bisa mendapatkan suami sebaik dan sepengertian, Yusuf.
" Jangan lupa bulan depan periksakan lagi ya bu kandungannya. Vitamin nya di habiskan, dan jangan lupa minum susu hamilnya."Ucap Bidan puskesmas tempat Serli memeriksakan kandungan.
Serli lebih memilih untuk memeriksakan kandungannya di puskesmas setempat yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Sebagai suami, Yusuf sudah mengajak Serli untuk periksa di rumah sakit langsung dengan dokter spesialis kandungan. Akan tetapi, Serli tidak mau dan dia memilih tempat yang dekat saja. Serli yang sekarang sangat berbeda, dia lebih dewasa dan sederhana. Yusuf sudah berhasil menjadikan Serli pribadi yang lebih baik.
" Iya bu bidan, terima kasih."Jawab Serli sambil menganggukkan kepalanya.
Selesai memeriksakan kandungannya, Serli dan Yusuf pun meninggalkan puskesmas.
" Mau kemana lagi, Dek? Ada sesuatu yang kamu inginkan?."Tanya Yusuf seolah tahu jika istrinya itu sedang menginginkan sesuatu.
" Emmm... Aku ingin makan mie ayam sama bakso mas. Ituloh yang ada di deretan ruko blok B itu, kata teman ku di sana ada mie ayam dan bakso yang enak banget. Tapi tempatnya lumayan jauh dari sini, apa mas mau mengantarkan?."Tanya Serli dengan wajah terlihat sedih.
" Tentu mau dong dek, apa sih yang tidak untuk istri ku yang cantik ini. Yuk berangkat !."Seru Yusuf langsung menghidupkan mesin motor.
Wajah sedih Serli seketika itu langsung berbinar, dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Dengan cepat Serli naik ke atas motor tidak lupa kedua tangannya melingkar di pinggang Yusuf.
" Jangan ngebut ya mas."Ucap Serli mengingatkan Yusuf.
__ADS_1
" Iya dek."Jawab Yusuf dengan singkat.
Setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit, Serli dan Yusuf sampai di kedai mie ayam bakso yang ada di ruko blok B. Dengan bersemangat, Serli segera turun dari motor dan memesan bakso dan mie ayam serta es jeruk manis. Pesanan itu hanya untuk dirinya saja, sedangkan Yusuf hanya memesan sop buah saja sebab dia masih kenyang.
" Mas serius tidak mau bakso sama mie ayam nya?."Tanya Serli lagi.
" Emm... Masih jam setengah 11 dek, mas masih kenyang. Sudah adek saja yang makan, mas minum sop buah ini saja. Ini juga 1 mangkok full buahnya."Seru Yusuf sambil menunjuk sop buah yang ada di depannya.
" Oh ya sudah, kalau begitu aku makan duluan. Tapi kalau nanti aku tidak habis, mas habiskan ya? Kan kata mas Yusuf, tidak boleh buang-buang makanan."Seru Serli seperti anak kecil.
" Iya istriku."Jawab Yusuf dengan cepat.
Sudah menjadi kebiasaan, semenjak hamil porsi makan Serli memang lebih banyak. Namun terkadang dia tidak menghabiskannya dan Yusuf lah yang menjadi korban untuk menghabiskan makanan Serli.
Serli terlihat menikmati baksonya dengan sangat lahap, sementara itu mie ayam pesanannya masih utuh ada di depannya.
" Hemmm baksonya enak banget mas."Seru Serli dengan mulut yang penuh.
" Makan saja dulu, jangan sambil bicara."Ucap Yusuf menasehati Serli.
Setelah 20 menit, Serli sudah menghabiskan bakso dan mie ayamnya serta 1 gelas es jeruk. Untuk kali Serli menghabiskan makanannya tidak tersisa.
" Mas, aku kenyang."Seru Serli dengan suara manjanya.
" Lagian dua mangkok diembat juga."Seru Yusuf sambil terkekeh.
" Enak loh. Ya sudah mas tunggu di motor saja, biar aku bayar dulu."Seru Serli sambil senyum-senyum manja.
Heeemm...
Yusuf berdehem sembari menganggukkan kepalanya. Mereka berdua sama-sama bangkit, Yusuf langsung ke luar kedai dan Serli menghampiri meja kasir.
" Meja nomor 6 totalnya berapa pak?."Tanya Serli sambil menunduk mengorek tasnya untuk mencari keberadaan dompetnya.
__ADS_1
" Bakso 20 ribu, mie ayam 12 ribu, es jeruk 8 ribu dan Sop buah 15 ribu. Jadi totalnya 55 ribu mbak."Jawab bapak-bapak berkacamata.
Serli pun mengeluarkan uang 55 ribu dari dompetnya, lalu dia menyerahkan kepada bapak kasir. Namun, seketika jantung Serli berhenti untuk berdetak saat tahu siapa bapak yang saat ini menjadi kasir.
" Om Harsa."Seru Serli dengan pelan namun masih bisa di sengar oleh Harsa.
Ya, pria yang saat ini ada di hadapan Serli adalah Harsa mantan suami pertama Serli. Sejak perceraian nya waktu itu, mereka belum pernah bertemu. Harsa adalah pemilik kedai bakso dan mie ayam, tempat Serli makan tadi. Setelah dipecat dan bercerai dengan istri sahnya, Harsa memulai kehidupannya kembali dari nol. Dan beruntung sekali dia mempunyai teman yang mau mengajaknya berbisnis kuliner. Sudah 4 bulan ini, Harsa menjalani bisnis barunya sebagai pedagang mie ayam dan bakso.
" Serli ! Kamu Serli kan?."Seru Harsa dengan yakin jika saatnya yang ada di hadapannya adalah Serli sang mantan istri siri nya.
" Emm.. Iya. Ini uangnya."Seru Serli meletakkan uangnya begitu saja di atas meja kasir.
" Serli tunggu !!."Seru Harsa menghentikan langkah kaki Serli.
" Maaf, aku sudah di tunggu suamiku di depan, permisi."Seru Serli memilih untuk menghindari Harsa.
Serli tidak mau Yusuf salah paham, hubungannya dengan Harsa sudah kandas dan tidak perlu lagi dibahas. Serli pun tidak mau kembali berurusan dengan Harsa, masalalu biarlah berlalu. Menghindari Harsa dan tidak berkomunikasi dengan Harsa adalah pilihan Serli saat ini.
" Kamu sudah menikah? Maaf kan aku, Serli."Seru Harsa.
Serli sudah melangkah meninggalkan Harsa, tanpa menjawab pertanyaan dari Harsa. Dia buru-buru menghampiri Yusuf di parkiran. Melihat Serli yang jalan sedikit berlari membuat Yusuf bertanya-tanya, ada apa dengan Serli.
" Kenapa dek?."Tanya Yusuf saat Serli sudah ada di dekatnya.
" Kita langsung pulang mas."Seru Serli tanpa menjawab pertanyaan Yusuf.
" Iya tapi kamu kenapa? Kenapa jalan sedikit berlari seperti tadi?."Tanya Yusuf lagi.
" Nanti aku ceritakan di rumah mas, sekarang kita pulang. Aku tidak mau berlama-lama di sini."Jawab Serli.
Yusuf tidak mau memaksa Serli untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia pun mulai menghidupkan mesin motornya dan melaju meninggalkan pekarangan kedai bakso. Di dalam fikiran Yusuf saat ini , masih terus memikirkan perubahan sikap Serli.
* Sebenarnya ada apa dengan istriku? Kenapa dia tiba-tiba sikapnya berubah begini, seperti orang yang ketakutan.*Gumam Yusuf dalam hatinya.
__ADS_1
**************